Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 5


__ADS_3

Arifbol dan nona muda menempati rumah barunya. Arifbol disuruh untuk membersihkan rumah tersebut dan memasukkan pakaian yang ada dikoper dilemari.


"Kita tidur bareng atau tidak?" tanya Arifbol sambil membawa kopernya dan koper nona muda. "Maksudmu?" tanya balik nona muda. "Kalau kita tidur bsekamar, aku akan memasukkan bajumu dan bajuku ke dalam 1 lemari.


"Oh, ya udah kita satu kamar. Tapi awas saja, kamu macam-macam denganku!" ujar nona muda sambil menunjuk arif. "Kalau aku satu kamar denganmu, berarti otomatis kita satu kasur dong denganmu?" tanya Arifbol.


"Iya, tapi jangan macam-macam!" ujar nona muda. "Kamu serius cia?" tanya Arifbol sambil menatap wajah nona muda. "Iya, aku serius!" ujar nona muda.


"Tapi kamu tidak membantuku memasukkan baju ini ke dalam lemari?" ujar Arifbol. "Berani sekali kau menyuruhku!, kalau kau menyuruhku. Aku tidak akan mempekerjakanmu dikantorku!, kau mengerti!" bentak nona muda


Arifbol hanya bisa menundukkan kepalanya dan berjalan ke kamar untuk memasukkan baju-baju yang ada di 2 koper ke dalam 1 lemari. Setelah selesai, Arifbol duduk disofa ruang tamu bersama nona muda.

__ADS_1


"Aku lapar!, tolong masakin aku!" ujar nona muda. "Aku juga lapar cia, masakin aku ya?, aku kan suamimu. Tugas seorang istri melayani suamimu dengan setulus hati" ujar Arifbol.


"Bagiku, kau bukanlah suamiku. Kau hanyalah anak buahku!" ujar nona muda. Lalu, Arifbol memasak untuk mereka berdua "Aku jadi suami tidak ada harga dirinya blas, sabar rif sabar. Yang penting kamu tidak menyusahkan lagi orang tuamu rif" batin arifbol sambil memasak.


"Ini cia masakannya sudah matang!" ujar arifbol seraya menghidangkan masakannya ke atas meja. "Mana piring dan juga minumannya!" bentak nona muda. "Iya, akan ku ambilkan" jawab Arifbol


Arifbol lalu memasukkan air yang digalon ke dalam morong kaca dan meletakkannya diatas meja makan. Lalu Arifbol membawa 2 piring dan 2 sendok dan juga 2 gelas yang ditaruh diatas leser alias nampan biar enggak kerepotan saat dibawa.


Arifbol pun duduk dan makan. Kejang Arifbol kambuh saat dia selesai makan dan minum dan masih duduk dikursi makan. Nona muda melihat Arifbol kejang didepannya dan meminggirkan kursi-kursi yang didekat Arifbol


Nona muda berlari ke kamar untuk mengambilkan bantal buat Arifbol. Saat nona muda kembali, nona muda melihat Arifbol sudah tergeletak dilantai. Lalu nona muda mengangkat kepala Arifbol untuk mengasihnya bantal.

__ADS_1


Arifbol tidur dibawah lantai dengan memakai bantal dari nona muda. Saat dia sadar, dia melihat dirinya tidur dibawah dengan bantal dan merasa kepalanya sakit sekali. "Nona muda, nona muda masih disini ya?" tanya arifbol sembari mencoba bangun dari lantai dengan lemas.


"Iya, aku melihat kejangmu kambuh dan aku kasih bantal deh kepalamu!" ujar nona muda dengan nada dingin. "Makasih ya nona muda!" ujar arifbol seraya mencoba berdiri


Arifbol pun duduk dikursi dan mengambil air buat dirinya sendiri. Setelah minum, Arifbol kedua tangannya ke atas meja sambil memegang kepalanya yang terasa sakit dengan menunduk


Beberapa saat kemudian, nona muda berkata "Kamu tidak ku terima bekerja diperusahaanku!" ujar nona muda. Arifbol lalu mendangakkan kepalanya dan melihat nona muda seraya memegang kedua pipinya dan berkata "Aku tidak dapat uang dong nona muda" ujar Arifbol


"Kamu tetap dapat uang tiap bulannya tetapi, kamu harus menjadi bapak rumah tangga!" ujar nona muda seraya minum air. "Maksud nona muda?" tanya Arifbol


"Maksudku, kamu membersihkan rumah, mencuci baju, dan memasak buat kita" ujar nona muda. "Tapi, apakah aku dapat gaji nona muda?" tanya Arifbol. "Aku akan menggajimu 4,7 juta per bulannya" jawab nona muda

__ADS_1


"Wow, banyak sekali nona muda" jawab Arifbol. "Ya jelaslah, aku kan milyarder!" ucap nona muda dengan sombong.


__ADS_2