Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 26


__ADS_3

Hari besok tiba


Sebelum Arifbol berangkat kerja, sudah disiapkan makanan diatas meja dan Arifbol bersama nona muda makan bareng. Arifbol pamit cari kerja ke nona muda


"Aku pamit dulu ya ci" ucap Arifbol mengelungkan tangannya biar dicium nona muda tangannya sambil tangan kirinya membawa tas


"Iya mas, hati-hati" jawab nona muda seraya mencium tangan Arifbol lalu melepasnya


"Do'akan semoga aku dapat kerjaan yang mapan dan bisa menghidupi keluarga kecil kita" ujar Arifbol yang saling berhadap-hadapan dengan nona muda


"Iya mas"


Lalu, Arifbol berangkat kerja dengan membawa mobil nona muda


Arifbol menuju perusahaan yang dulu kerja sama dengan perusahaannya nona muda, dulu jadi kliennya nona muda yaitu klien Indah pemilik PT.INDO GROUP yang membangun apartemen dulu bersama nona muda


Sampailah Arifbol di PT.INDO GROUP


Arifbol masuk perusahaan tersebut


"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan dibagian depan


"Saya ingin bertemu dengan Indah, pemilik perusahaan ini" jawab Arifbol dengan kedua tangannya ditumpangkan ke atas meja


"Apa bapak sudah buat janji?"


"Sudah" Arifbol berbohong


Karyawan bagian depan menelpon Indah bosnya yang berada diruangannya untuk menemui tamu (Arifbol)

__ADS_1


"Pak, bos kami menyuruh bapak untuk menunggu dilobby"


"Mana tempat lobby nya?"


"Bapak dari sini lurus aja, lalu menggok ke kiri dan bapak akan melewati 2 ruangan dan disitu lobby nya alias ruangan ke tiga" ujar karyawan bagian depan sambil menunjukkan arah menuju lobby


"Iya, terima kasih ya mbak"


"Iya sama-sama pak"


Arifbol menuju ruang lobby dan duduk disana


5 menit kemudian, klien Indah menemui Arifbol dan mereka duduk bareng dilobby


"Apa yang bisa saya bantu pak Arifbol?" tanya klien Indah


"Saya mau melamar pekerjaan disini, apakah bisa?"


"Makasih ya pak" ujar klien indah sambil menoleh ke OB itu


"Sama-sama bu" Lalu OB tersebut meninggalkan ruangan tersebut


"Diminum dulu mas" ucap klien indah seraya tangannya kanannya memanggakan


"Iya dah" Arifbol lalu mengambil minuman didepannya kemudian meminumnya


"Gimana dah, apakah aku boleh bekerja disini?" tanya Arifbol sambil memegang gelas


Klien Indah mengambil gelas didepannya lalu meminumnya

__ADS_1


"Emmm" gumam klien Indah memegang gelas lalu menaruhnya kembali diatas meja


"Gimana klien Indah, apakah aku boleh bekerja disini?" tanya Arifbol tegas


Lalu, klien Indah menoleh Arifbol kemudian mereka pun saling bertatap wajah


"Saya lagi butuh bagian keuangan sekarang, tetapi pak kuncoro menelponku untuk tidak menerimamu bekerja diperusahaanku" jelas klien Indah


"Oh gitu dah" jawab Arifbol dengan mata yang melihat dibawah


"Bukan hanya aku saja yang disuruh pak kuncoro untuk menolakmu bekerja, tetapi pak kuncoro menyuruh semua perusahaan dan semua pabrik untuk menolakmu bekerja disana kalau ada yang melanggar perintah pak kuncoro, pak kuncoro akan menghancurkan pabrik atau perusahaan tersebut"


"Tolong maafkan aku mas dan sampaikan perminta maafkanku ke nona muda agar dia memaafkanku, aku melakukan ini semua karena terpaksa, aku tidak ingin perusahaanku hancur" ujar klien Indah seraya membungkukkan punggungnya ke Arifbol


Arifbol diam sejenak


"Aku tidak menyangka papa akan melakukan ini kepadaku, sungguh aku terkejut"


"Aku juga terkejut mendengar perintah pak kuncoro kemarin mas" ucap klien Indah


"Ya sudah" Arifbol mau berdiri kemudian disusul klien Indah mau berdiri juga


"Kalau begitu maafkan aku klien Indah, aku sudah membuang waktumu" ucap Arifbol sambil berdiri dan bertatap wajah dengan klien Indah


"Oh enggak papa kok enggak papa, aku juga minta maaf"


"Kalau begitu, aku pamit dulu" ujar Arifbol lalu mengajak jaabat tangan dengan klien Indah


"Iya mas, hati-hati dijalan" ucap klien Indah sambil berjabat tangan dengan Arifbol dan memegangnya lalu melepasnya

__ADS_1


"Iya" jawab Arifbol dengan wajah sedih lalu Arifbol keluar dari perusahaan milik klien Indah dan melajukan mobilnya dan Arifbol pulang ke rumah


__ADS_2