
"Menurutmu, gimana Ci?" tanya bu Anita
"Kondisiku sekarang tidak bisa punya anak lagi. Mungkin, aku akan membawa anak dari Vita sebagai anak kandungku di akta" jawab nona muda sambil berpikir seraya menundukkan kepalanya. Pak Kuncoro tersenyum setelah mendengar jawaban dari nona muda
"Kenapa? papa kok tersenyum gitu?" tanya nona muda yang melihat pak Kuncoro tersenyum
"Ah" pak Kuncoro mengusap wajahnya dengan kasar "Enggak papa enggak papa, aku hanya berpikir aja. Apakah Vita mau memberikan anaknya ke kamu?" ujar pak Kuncoro membuat nona muda seketika terdiam sambil membalakkan matanya ke arah pak Kuncoro
Setelah diam sejenak, nona muda menjawab "Aku akan membayar berapapun yang Vita minta" jawab nona muda tanpa ekspresi
"Ya.. iya, mama dan papa kembalilah pulang. Biar papa dan mama beristirahat dirumah, aku yang akan menemani nona muda dirumah sakit ini" ucap Arifbol membuat keheningan alias keseriusan situasi, menghilang. Pak Kuncoro dan bu Anita pun pamit lalu pulang ke rumah. Sedangkan Arifbol menemani nona muda dirumah sakit A dan tidur disana
...****************...
Keesokan harinya, Arifbol menelpon bu Anita dan pak Kuncoro untuk mengabari bahwa nona muda boleh pulang dari rumah dan disuruh istirahat dirumah, pemulihan dirumah. Pak Kuncoro dan bu Anita lalu ke Rumah Sakit A untuk menjemput nona muda dari rumah sakit. Arifbol dan nona muda duduk didepan rumah sakit, menunggu pak Kuncoro dan bu Anita datang
Sampailah pak Kuncoro dan bu Anita ke Rumah Sakit A lalu berjalan bersama ke arah nona muda dan Arifbol. Nona muda dan Arifbol melihat pak Kuncoro dan bu Anita sudah sampai pun lalu berdiri dan berjalan mendekati mereka
__ADS_1
"Pa.. Ma.. makasih ya sudah datang untuk menjemput Cia kesini" ucap nona muda yang berhadap-hadapan sama pak Kuncoro dan bu Anita
"Iya nak, biasa aja" jawab bu Anita
"Ini.. Cia pulang sama aku ya ma" ucap Arifbol
"Kata kamu.. Cia masa pemulihan dirumah.. biar Cia tinggal dirumahku sejenak. Setelah pulih, Cia akan kembali ke rumahmu Rif. Iya kan ma?" ucap pak Kuncoro lalu bertanya ke bu Anita
"Iya pa, papa benar" jawab bu Anita
"Ya udah kalau begitu, aku akan langsung ke kantor" ucap Arifbol
"Hati-hati ya mas.. dijalan" ucap nona muda
"Iya sayang" jawab Arifbol lalu meninggalkan nona muda, bu Anita dan pak Kuncoro masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju ke PATV
"Ayo Ci, kita pulang" ajak bu Anita
__ADS_1
"Ayo ma" jawab nona muda. Bu Anita menggandeng nona muda menuju mobil dan duduk dibelakang bersama nona muda sedangkan pak Kuncoro menyetir mobil
Dimobil, pak Kuncoro meminta maaf ke nona muda
"Maafkan papa ya Ci, gara-gara papa, kamu seperti ini" ucap pak Kuncoro melihat sejenak ke arah nona muda lalu fokus menyetir
"Dalam pikiranku pa, aku tidak bisa memaafkan papa, karena papa, sudah membuatku banyak kehilangan. Pertama, papa membuatku kehilangan anakku. Kedua, papa membuatku kehilangan rahimku. Dan ketiga, papa membuat Vita hamil anak mas Arifbol. Tapi aku berdo'a, semoga Vita tidak hamil anak mas Arifbol" jawab nona muda membuat ekspresi pak Kuncoro berubah menjadi tanpa ekspresi
"Sudahlah nak, maafkan papa mu. Ini semua gara-gara sayang buta ke kamu" ucap bu Anita lalu berbisik ke kuping nona muda "Nanti jantung papa mu kambuh nanti" bisik bu Anita kepada nona muda
Setelah mendengarkan bisikan bu Anita, lalu nona muda berbicara kepada pak Kuncoro
"Tadi pikiranku pa, papa mau dengar hatiku?" tanya nona muda. Seketika ekspresi pak Kuncoro pun berubah
"Iya nak, papa ingin sekali mendengarnya" jawab pak Kuncoro dengan penuh semangat sambil menoleh ke arah nona muda lalu fokus menyetir lagi
"Dalam hatiku pa.. Aku memaafkanmu pa karena kamu papa kandungku dan aku sadar kenapa papa melakukan ini semua. Karena papa ingin yang terbaik untukku, iya kan pa?" ucap nona muda
__ADS_1
"Iya nak, kamu benar.... sekali" jawab pak Kuncoro melirik sesaat nona muda dengan lirikan bahagia dan penuh semangat