
"Iya ma" ujar hanan seraya duduk dishofa. "Kamu kuliah jurusan apa nak?" ucap arifbol seraya fokus ke laptopnya. "Aku jurusan Administrasi Perkantoran pa" ujar hanan
"Cocok, kau akan menjadi pewarisku" ucap nona muda seraya mengambil berkas yang dimejanya. "Bisa aja mama" ucap hanan. "Mama serius" ujar nona muda seraya melihat mata hanan
"Ya udah, aku pergi ke kampus dulu" ujar hanan seraya berdiri. "Jujur ya ma, aku tidak suka mama beri atm ke aku, ini aku kembalikan atm mu ma" ujar hanan seraya memberikan atmnya ke nona muda
"Kenapa nak?, kenapa kamu tidak mau atm ini" ujar nona muda sambil melihat hanan. "Aku suka uang cash ma karena kantin kampusku belum menerima kartu kredit" ujar hanan
"Ya kamu beli dong direstoran" ujar nona muda sambil berhadapan dengan hanan. "Enggak ma, aku lelah ke restoran karena aku lebih suka ke kantin kampus karena dekat dari kampus" ucap hanan
"Iya mana kartu atmnya tadi" ujar nona muda seraya tangan meminta hanan. "Ini ma" ujar hanan seraya memberikan atmnya ke hanan. "Mas, kamu punya uang 100 ribu atau enggak?", "Sini hanan, aku beri uang 100 ribu buat ke kampus" ucap arifbol seraya mengambil dompetnya yang disaku
__ADS_1
"Iya pa" ucap hanan seraya berjalan menuju arifbol. "Ini saku uangmu" ujar arifbol sambil memberikan uang 100 ribu ke hanan. "Makasih ya pa!!, kalau enggak keberatan, papa setiap hari kasih uang jajan aku cash saja" ujar hanan
"Oke nak" jawab arifbol. Lalu, hanan mencium tangan arifbol dan nona muda "Aku pamit dulu ya pa ma" ujar hanan sambil berjalan menuju pintu untuk keluar. "Iya nak" jawab arifbol sambil melihat hanan keluar
Hanan pun langsung pergi ke kampus. "Hanan sangat sopan ya pa" ujar nona muda. "Iya ma, dia sangat sopan dan rajin ibadah" ujar arifbol. "Apa kita jodohkan hanan dengan anak klien kita ya mas?", "Hanan kan baru kuliah, biarin dia lulus dulu"
"Kelamaan nanti mas, hanan kan bisa kuliah sambil jadi ibu rumah tangga", "Nanti hanan tidak fokus sama kuliahnya, biarin dia lulus dulu", "Terserah lah mas"
Sampailah hanan ke kampus, dia langsung masuk ke dalam kelas. Dia ngobrol dengan teman-teman kelasnya. Pria ataupun wanita, hanan menganggap mereka adalah teman-temannya, hanan pintar sekali bersosialisasi
Tidak ada teman cewek sekelasnya yang mau menjadi pacarnya tetapi hanan, mendekatinya setelah hanan mendekat dengan imam, imam pun berkata sambil duduk dikursinya "Apakah kau mau menjadi pacarku" ujar imam, imam selalu bilang begitu ke teman cewek kelasnya
__ADS_1
Mangkanya cewek-cewek yang berada 1 kelas dengan Imam, dia tidak mau mendekati Imam lagi karena Imam kalau didekati selalu bilang itu
Imam tidak pernah lulus dari kampus itu, dia sudah 4 tahun dikampus itu tetapi Imam tidak pernah lulus, sekarang Imam jadi teman kelas hanan, hanan berusia 20 tahun
Hanan pun menjawab pertanyaan Imam tadi "Iya aku mau kok jadi pacarmu" ujar hanan seraya membungkuk. "Kamu serius nan?" ujar imam seraya melihat wajah imam
"Iya, aku serius tapi kamu harus berusaha bisa berjalan ya?", "Iya" ujar imam seraya berdiri. Hanan dan imam menjadi pusat perhatian teman-teman sekelasnya
"Sini aku bantu" ujar hanan seraya memegang kedua tangan Imam. "Aduh... sakit sekali" imam pura-pura jatuh dan menimpa hanan. Riri pun memotret Hanan dan Imam yang sedang terjatuh dan riri mengirimkan foto ke itu nona muda
Riri disuruh oleh nona muda untuk memberitahu apa yang sedang dilakukan hanan dikampus, dan riri mendapatkan uang 100 ribu setiap info yang dirasa penting oleh nona muda tentang hanan
__ADS_1
Hanan pun merasa deg-deg an setelah menatap imam yang jatuh diatasnya. "Aduh" gumam hanan. Hanan langsung membantu Imam untuk kembali ke kursi rodanya.
Hanan masih terbayang-bayang wajah imam yang jatuh diatasnya, "Ternyata Imam kalau dilihat dari dekat ternyata dia tampan sekali ya" batin hanan