Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 23


__ADS_3

Pak kuncoro meneruskan omongannya


"Masa bisa patricia meninggalkan perusahaan ini demi pria gila itu" lanjut pak kuncoro


"Kalau cia benar-benar cinta sama Arifbol dan dia meninggalkan semuanya gimana pa?" tanya bu Anita


Nona muda hanya diam dan termenung sembari mengelap air matanya


"Tenang aja ma, Arifbol itu tidak punya masa depan cerah, Patricia akan meninggalkan Arifbol. Patricia butuh waktu ma!"


"Kalau dia memilih Arifbol, dan meninggalkan kita, dia akan kembali kepada kita lagi"


"Kita akan menerimanya seperti dulu!. Pintu rumah dan perusahaan akan terbuka lebar buatmu ci" ucap pak kuncoro dengan menengok sesaat bu Anita lalu menatap nona muda


"Kamu mengerti ci?" tanya pak kuncoro sambil menyetir


"Iya pa" jawab nona muda dengan ragu


"Dan kamu perlu inget, kalau kamu bersama Arifbol, kamu harus meninggalkan perusahaan dan semua aset dari papa dan mama. Kalau kamu sudah meninggalkan Arifbol, kamu akan kembali ke perusahaan, hidup menjadi bos lagi. Kamu mengerti?"


"Kalau rumahku pak, itu kan hasil uangku sendiri. Apa aku harus meninggalkan rumahku?" tanya nona muda dengan sinis


"Kalau itu hasil kerjamu sendiri ya itu milikmu bukan milik kita, tapi perusahaan itu milikku kau perlu ingat itu" balas pak kuncoro

__ADS_1


"Tenang pa ci, kita sebentar lagi mau sampai rumah" ucap bu Anita menenangkan suaminya dan anaknya yang lagi berdebat


"Iya ma" balas nona muda dengan menundukkan kepala


Beberapa saat kemudian


Sampailah mereka dirumah, Arifbol juga sampai dirumah nona muda yang mengikuti dari belakang mobilnya pak kuncoro


Mereka bertiga turun disusul Arifbol turun dari mobilnya


Nona muda dipapah sama bu Anita menuju rumah, pak kuncoro melihat Arifbol mau masuk ke dalam rumah tapi dilarang sama pak kuncoro


"Ngapain kamu kesini!, pergi dari rumah ini!" bentak pak kuncoro keras membuat nona muda yang sedang dipapah bu Anita berbalik badan dan melihat pak kuncoro dan Arifbol


Saat mau melewati pak kuncoro dan mendekat ke nona muda, tangan Arifbol dipegang pak kuncoro lalu melempar tangannya sampai keras menyebabkan Arifbol terjatuh didepan pak kuncoro


BRUK...


"***..." teriak nona muda sambil meneteskan air mata melihat suaminya dilempar papanya


Nona muda lalu melepas papahan bu Anita lalu menghampiri Arifbol


"Kamu tidak papa rif?" tanya nona muda sambil berjongkok dan menolong Arifbol untuk berdiri

__ADS_1


Nona muda dan Arifbol lalu berdiri


"Pa.... papa sudah cukup giniin suamiku, aku mau papa dan mama keluar dari rumah ini karena ini adalah rumahku!" nona muda menatap tajam papanya sambil menunjuk sesaat ke arah luar rumah


"Beraninya kau mengusir papamu sendiri demi pria gila ini, aku melakukan ini semua demi kebaikanmu ci, sadarlah!" celetuk pak kuncoro membuat bu Anita menghampirinya dan berusaha menenangkan suaminya


"Tenanglah pa, tenanglah dulu" ucap bu Anita sambil menepuk nepuk bahu suaminya


"Diamlah kau" bentak pak kuncoro dengan keras ke istrinya


Lalu pak kuncoro berjalan dan berhadap-hadapan dengan nona muda


"Kau pilih mana ci, kau pilih Arifbol atau orang tuamu" ucap pak kuncoro dengan pelan sambil berhadapan dengan nona muda dan menatapnya


"Maafkan aku pa, aku lebih memilih suamiku ketimbang papa dan mama, sekali lagi maafkan cia pa ma" ucap nona muda dengan sedih


Pak kuncoro lalu berbalik badan dan menoleh ke bu Anita


"Kamu ambil barang kita sekarang juga yang ada didalam" perintah pak kuncoro ke bu Anita dengan suara emosi sambil menunjuk ke dalam rumah


"Tapi pa, maafkan cia saja, cia adalah anak kita satu-satunya" tolak bu Anita


"Anak yang mana? ha? anak yang lebih memilih pria gila ini daripada orang tuamya sendiri?, pokoknya kamu ambil koper kita sekarang juga" celetuk pak kuncoro sambil menoleh dan menunjuk sesaat ke arah Arifbol dan tangan keduanya menghadap ke atas (tangan yang bertanya)

__ADS_1


__ADS_2