Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 57


__ADS_3

Dokter pun keluar dari ruang ICU lalu.. Arifbol, bu Anita, dan pak Kuncoro berdiri dari duduknya


"Gimana keadaan putri saya dok?" tanya pak Kuncoro. Berhadapan dengan dokter tersebut "Putri saya melahirkan anak laki-laki.. atau perempuan dok" lanjut pak Kuncoro


"Apa.. putri bapak pernah keguguran sebelumnya?" tanya dokter membuat semuanya kaget dengan pertanyaan dokter tersebut


"Apa.. maksud dokter bicara begitu?" celetuk bu Anita


"Putri bapak.. kami angkat rahimnya demi menyelamatkan nyawa putri bapak!" terang pak dokter membuat semuanya menjadi sangat khawatir


"Apa.. istriku tidak akan bisa punya anak lagi dok?" tanya Arifbol


"Iya pak" jawab dokter tersebut


"Lalu.. sekarang gimana dengan calon anakku dok?" tanya Arifbol lagi. Pak Kuncoro dan bu Anita diam seribu bahasa lebih tepatnya ngenes (Bahasa Jawa) mendengar kondisi putrinya seperti itu


"Calon anak bapak meninggal dunia.. dan kini, kita akan memasukkan calon bayi mas ke ruang jenazah" terang dokter lagi membuat bu Anita tergeletak lemas diatas lantai dengan air mata yang deras. Pak Kuncoro berusaha menenangkan istrinya yang sedang menangis


Arifbol diam sejenak

__ADS_1


"Apa.. saya boleh masuk dok?" tanya Arifbol


"Silahkan" jawab dokter lalu pergi meninggalkan ruang ICU tersebut


Arifbol mengajak bu Anita dan pak Kuncoro masuk ke dalam, dan mereka pun masuk ke dalam


Arifbol, bu Anita dan juga pak Kuncoro melihat calon anaknya meninggal dunia yang disurung oleh para perawat dan Arifbol pun menghentikan para suster itu dan mendekat dan melihat calon anaknya diatas meja dorong. Kemudian disusul bu Anita dan pak Kuncoro, mendekat dan melihat calon cucunya yang sudah meninggal diatas meja dorong


Bu Anita menangis dengan sangat deras melihat calon cucunya dari balik meja dorong


Selang beberapa saat, para suster melanjutkan mendorong meja yang diatasnya calon anak dari Arifbol dan nona muda menuju kamar jenazah dan dikremasi. Sedangkan Arifbol, Arifbol melanjutkan berjalannya menuju nona muda yang lagi diranjang Rumah Sakit.


Arifbol, bu Anita, dan pak Kuncoro melihat kondisi nona muda yang diinfus dan belum sadarkan diri


Pak Kuncoro mengelus-elus rambut nona muda sedangkan bu Anita, bu Anita memegangi salah satu tangan nona muda. Arifbol hanya diam memandangi istrinya yang begitu


...Lalu.. mereka pun duduk disofa...


"Kenapa.. kenapa ini semua terjadi Rif?" ketus pak Kuncoro. Bu Anita hanya menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Nona muda jatuh dari atas lantai lalu pingsan pak" jawab Arifbol


"Kok bisa.. jatuh dari atas lantai?" tanya pak Kuncoro dengan mata melotot


Arifbol ingin menjelaskan tentang semuanya secara detail, tentang nona muda marahan dengan dirinya. Tetapi Arifbol tidak mau menjelaskannya secara detail alias biar nona muda yang menjelaskannya


"Aku juga enggak tahu pak! waktu kejadian, aku lagi dimeja makan dan aku mendengar suara BRUK..lalu aku menghampirinya" Arifbol berbohong karena takut dirinya marah dengan mertua laki-lakinya. Gara-gara mertua laki-lakinya, nona muda jadi begini


"Kamu ya Rif, jadi suami enggak becus jaga istri" cela pak Kuncoro. Arifbol diam dan ingin marah dengan pak Kuncoro, tetapi.. dia tidak ingin memperkeruh suasana. Arifbol pun mengalah dengan pak Kuncoro, mengalah bukan berarti kalah


"Iya pak, maafkan aku!" jawab Arifbol sambil menundukkan kepalanya


"Dari dulu sampai sekarang, kamu itu bisanya membuat masalah aja Rif, tidak bisa apa-apa" cela pak Kuncoro lagi membuat Arifbol belum mengangkat wajahnya lebih tepatnya masih menunduk


"Sudahlah pa.. kita berdo'a aja semoga anak kita segera sadar" saran bu Anita membuat pak Kuncoro diam dan tidak ingin mencela Arifbol lagi


"Iya.. semoga Cia segera sadar" sahut pak Kuncoro


"Aamiin" jawab bu Anita sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya

__ADS_1


__ADS_2