Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 28


__ADS_3

"Ayo kita duduk dulu" ucap Arifbol lalu memapah nona muda ke kasur


Ariifbol dan nona muda duduk dikasur, Arifbol melihat nona muda shock pun menawari minuk teh bareng


"Ayo kita minum teh bareng" ucap Arifbol dengan membawa gelas sama lepek


"Iya" jawab nona muda dengan suara bergetar


"Kamu dilepek, sedangkan aku digelas" Arifbol duduk kembali dikasur lalu menuangkan tehnya dilepek


"Ini tehmu" ucap Arifbol seraya memberikan lepek yang berisi tehnya


"Iya terima kasih" sahut nona muda


Nona muda dan Arifbol pun minum teh bareng alias tehnya 1 gelas diminum berdua


"Kamu kurang?" tanya Arifbol sambil memegang gelas


"He'em" gumam nona muda


"Mana lepekmu"


Nona muda memberikan lepeknya ke Arifbol biar dituangi teh lagi sama Arifbol


"Ini" ucap Arifbol seraya memberikan lepek yang dituangi teh lagi


******


Setelah minum teh


Nona muda dan Arifbol bersandar diatas kasur sambil ngobrol


"Terus, gimana ini rif?"


"Aku berpikir, kalau kita akan tinggal dirumah nenekku yang ada didesa"


"Kenapa dirumah nenekmu?, kenapa tidak dirumah orang tuamu, kenapa harus dirumah nenekmu?" cerocos nona muda

__ADS_1


"Kalau kita tinggal dirumah orang tuaku, kalau orang tuaku kena imbasnya gimana?"


"Maksudmu?"


"Maksudku, kalau bapakku dipecat dari pabrik dia bekerja gimana?, bapakku masih menanggung ibuku dan juga adikku


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?


"Aku ingat kata-kata papamu, kalau papamu akan menghancurkanku beserta keluargaku, apa kau ingat?"


"Terus hubungannya apa?"


"Aku khawatir kalau aku tinggal dirumah mereka, papamu menyuruh semua perusahaan atau pabrik tidak menerima bapakku bekerja disana gimana?, aku takut akan hal itu"


"Lalu, kita harus apa sekarang rif?"


"Aku akan pamit dulu ke orang tuaku juga adikku kalau aku sama kamu mau hidup didesa bersama nenekku"


"Kalau ditanya yang aneh-aneh sama ortumu gimana rif?"


"Misal, kenapa kamu didesa, kan pekerjaanmu lebih besar disini daripada didesa, gimana rif?"


"Kita jawab aja kalau kita bosan dengan pekerjaan kita"


"Aku enggak setuju denganmu rif, kita enggak usah ke rumah orang tuamu atau ke rumah nenekmu"


"Lalu, kita harus apa disini?"


Mereka mulai melepas sandarannya dari kasur dan mulai serius


"Kita akan berusaha sendiri, membuat usaha kita sendiri dari nol"


"Kita harus usaha apa dong?"


"Apa kamu punya modal?"


"Direkeningku masih ada uang 200 juta, kalau direkeningmu?"

__ADS_1


"Direkeningku hanya 40 juta"


"Lah itu dia, 40 juta buat hidup kita, kalau 200 juta buat usaha kita"


"Maksudmu?"


"Kita mulai dari nol kan artinya kalau kita berusaha masih belum ada hasilnya alias belum bisa buat kita makan, lah itu uangmu buat kehidupan kita sehari-hari, gitu lo maksudku"


Arifbol lalu duduk bersila seraya menutup mulutnya sambil berpikir


"Iya, kau benar. Tapi kita mau usaha apa?" tanya Arifbol sambil melepas tangannya yang tadi menutup mulutnya


Nona muda lalu duduk bersila dikasur, mereka saling bertatapan sambil duduk bersila diatas kasur


"Kita akan mulainya dari rumah ini. Kita akan buat bisnis percetakan"


"Percetakan apa?"


"Kita berdua akan bikin aplikasi seperti noveltoon dan kita akan mencetak novel-novel yang diaplikasi kita. Kita akan bagi hasil dengan authornya


"Tapi, aku tidak bisa i bikin aplikasi"


"Kamu punya laptop, aku juga punya laptop, kita akan belajar dari youtube dan google cara buat aplikasi seperti noveltoon"


"Berarti kita butuh waktu untuk itu semua ya ci?"


"Iya, sementara ini kita akan ditopang dengan uang tabunganmu dan juga tabunganku. Paling buat aplikasi seperti itu palingan upload diplaystore kita keluar uang 500 ribuan. Kalau kita buka percetakan ya palingan gak sampai 150 jutaan lah"


"Berarti uangmu masih sisa banyak ci?"


"Iya, uang sisaku dan uang sisamu sementara ini buat sehari hari kita"


"Tapi jangan lupa, kita harus irit!"


"Oke, istriku tercinta!" Arifbol lalu memeluk nona muda dan menciuminya terus karena Arifbol gemas dengan nona muda


Selain cantik, nona muda juga pintar berbisnis

__ADS_1


__ADS_2