Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 59


__ADS_3

Nona muda menghentikan tangisannya lalu duduk kembali dengan tegap


"Ini semua.. gara-gara papa, papa yang sudah menyebabkan ini semua terjadi!" ketus nona muda membuat bu Anita kaget


"Maksudmu, apa nak!?" tanya bu Anita


"Papa sudah menyuruh wanita bayaran untuk hamil anaknya mas Arifbol, lalu aku bertengkar dengan mas Arifbol dan ku suruh mas Arifbol tidur diluar. Saat aku naik tangga, aku kepikiran dan aku jatuh dilantai" terang nona muda "Ini semua gara-gara papa, aku sangat benci papa ku" ucap nona muda histeris


"Apa benar yang diucapkan Cia pa?" tanya bu Anita. Pak Kuncoro diam


"Apa benar yang diucapkan Cia pa barusan?" tanya bu Anita dengan tegas


"Iya ma, tapi aku tidak menduga akan seperti ini.." jawab pak Kuncoro menggoyang-goyangkan kedua tangannya


"Papa tega, papa benar-benar tega!" ucap bu Anita dengan keras

__ADS_1


"Papa keluar sekarang dari ruangan ini, papa keluar" usir bu Anita dengan suara keras seraya tangan kirinya menunjuk pintu


"Tapi ma.." jawab pak Kuncoro. Nona muda melirik pak Kuncoro dengan tatapan sinis sedangkan Arifbol, Arifbol berdiri diam melihat semuanya


"Papa keluar atau mama yang keluar dari sini?" bentak bu Anita. Pak Kuncoro pun memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut dan duduk diluar ruang ICU


"Sudahlah nak, sudah" bu Anita memeluk kepala nona muda dan mengelus-ngelusnya


Arifbol pun kembali duduk dan melanjutkan menghabiskan makanannya


"Papa meminta bantuan pak Rizal untuk menjebak mas Arifbol dengan cara mengajak mas Arifbol meeting dirumahnya karena pak Rizal dalam keadaan pusing. Berangkatlah mas Arifbol ke rumah pak Rizal dan mas Arifbol diberi minuman yang dicampur dengan obat Halu juga obat perangsang, pak Rizal sudah menyiapkan Vita si wanita bayaran itu dalam kamar milik pak Rizal dan mas Arifbol menghayal bahwa yang bercinta dikamarnya itu aku lalu--" terang nona muda belum komplit lalu menangis lagi. Pak Kuncoro pun masuk kembali ke dalam ruangan tersebut


"Kamu juga harus tanya dong Ci, apa alasanku yang sebenarnya" pinta pak Kuncoro berdiri di samping bu Anita. Bu Anita lalu menoleh ke pak Kuncoro begitu juga nona muda dan Arifbol


"Aku sudah tahu pa.. alasannya, papa enggak suka kan sama mas Arifbol?" ketus nona muda

__ADS_1


"Iya.. aku enggak suka dengan Arifbol, gara-gara dia, kamu meninggalkan kedua orang tuamu dan gara-gara dia juga, kamu berani mengusirku dari dalam rumahmu" ucap pak Kuncoro dengan intonasi tinggi


"Kenapa kamu mengusir papa mu Ci.. dari rumahmu?" tanya bu Anita. Arifbol sudah menghabiskan makanan dan minumannya lalu membuangnya di tong sampah dekatnya


"Papa menyuruh Vita si wanita bayaran itu untuk bekerja di perusahaan kita ma.. untuk menggoda mas Arifbol. Beruntungnya, mas Arifbol sudah tahu tentang semuanya karena mas Arifbol curiga Vita si wanita bayaran itu cantik jelita direkomendasikan papa sebagai Asisten pribadi kita ma" terang nona muda


Bu Anita menyuruh pak Kuncoro untuk duduk kembali disampingnya karena takut kalau pak Kuncoro jantungnya kumat juga bu Anita berusaha untuk menormalkan situasinya dan situasi pun menjadi tenang kembali


"Lalu.. Vita si wanita bayaran itu disuruh apa sama papa mu?" tanya bu Anita


"Papa menyuruh Vita untuk hamil anaknya mas Arifbol ma" jawab nona muda. Pak Kuncoro hanya menundukkan kepalanya


"Kalau Vita benar-benar hamil Rif, selanjutnya gimana Rif?" tanya bu Anita


"Ya... aku terserah nona muda lah ma" jawab Arifbol menundukkan kepalanya sesekali melirik bu Anita sambil tersenyum kecil

__ADS_1


__ADS_2