
Hanan bukan hanya pintar dalam sekolah, hanan juga rajin ibadah 5 waktu dimasjid dekat rumahnya. Nona muda dan arif pun bangga punya anak seperti hanan
"Mulai sekarang, aku akan panggil om dan tante dengan panggilan mama dan papa. Apakah boleh?" ujar hanan seraya makan bareng dengan nona muda dan arifbol
"Boleh banget, aku sangat senang mendengarnya" ujar nona muda dengan menatap wajah hanan. "Kalau om bagaimana?, boleh kan?" tanya hanan seraya menghentikan makannya
"Boleh banget, makasih ya sudah memanggil aku dan nona muda papa dan mama" ucap arifbol seraya makan dan menatap wajah hanan. "Sama-sama pa ma" ucap hanan
"Ya sudah, mama akan memperkenalkanmu ke karyawan-karyawan mama kalau kamu anak kandungku yang tertukar!, jam berapa kamu ke kampus?" tanya nona muda
"Jam sembilan ma" ucap hanan seraya melanjutkan makan. "Setelah makan, kamu bersiap-siap dan bawa juga tasmu, nanti kamu langsung aja ke kampus" ujar nona muda
"Iya ma" jawab hanan. Hanan pun menurut, setelah makan, dia melakukan apa yang diperintahkan nona muda kepadanya. Nona muda dan arifbol menunggu hanan
__ADS_1
Setelah hanan selesai, hanan pun keluar dari kamarnya "Ayo ma" ucap hanan seraya menggendong tasnya "Iya, ayo nak!!" jawab nona muda
Mereka berangkat ke kantor, nona muda dan arifbol duduk didepan sedangkan hanan duduk dibelakang beserta tasnya yang ditaruh dikursi sampingnya
"Jujur ma, aku sangat malu bertemu karyawan-karyawanmu ma" ucap hanan dengan wajah menunduk. "Aku maklum kok, kamu kan belum terbiasa dengan ini semua, lama-lama kamu terbiasa juga" ujar nona seraya melihat wajah hanan yang dikursi belakang
"Tenang saja nak" ujar arif sambil nyetir mobil. Sampailah mereka diperusahaan, mereka pun keluar dari mobil. "Ayo nan" ucap nona muda dengan memegang tangan hanan
"Perkenalkan, ini anak kandungku yang bernama Hanan Maulidya Innayatulloh panggilannya Hanan" ucap nona muda didepan seluruh karyawannya
"Berarti nyonya muda punya anak perempuan dua ya?" tanya salah satu karyawati. "Anak perempuanku 1, yang kemarin bernama Nia itu bukanlah anak kandungku, orang tuanya dari keluarga miskin, dia ingin anak perempuannya hidup terjamin, tetapi setelah saya baru tahu tentang semua ini, saya mengembalikan nia ke orang tua kandungnya" ujar nona muda
"Anak kandung nona muda sangat cantik ya" ujar salah satu karyawan dengan suara menggoda. "Ya jelas dong, dia kan anakku!!, sana semua kembali bekerja" ujar nona muda dengan menggerakkan tangan kanannya
__ADS_1
"Ayo kita masuk nak" nona muda mengajak hanan masuk ke ruangan nya. Nona muda, Arifbol, dan hanan pun masuk ke ruangan
"Ini kursi papamu" ujar nona muda sambil menunjuk kursi yang berada disebelah kiri ruangan. "Dan ini kursiku" ujar nona muda seraya menunjuk kursi yang sebelah kanan ruangan
"Berarti, mama dan papa kalau kerja 1 ruangan ya?" ucap hanan. "Iya nak" jawab nona muda. "Wow, ruangan ini sangat besar ya?, ada dua shofa dua kursi dan televisi juga" ujar hanan dengan nada kagum
Lalu, nona muda menelpon OB untuk menaruh 1 shofa lagi ke ruangannya. "Kenapa mama meminta OB untuk menaruh 1 shofa lagi ke ruangan ini, 2 shofa kan udah cukup?" tanya hanan dengan suara menolak
"Shofa 1 lagi buat kamu nan, apabila kamu ingin tidur diruangan ini, kamu tidur aja dishofa!!. Shofa 1 itu buat papamu tidur dan shofa yang satunya lagi buat mama tidur" ujar nona muda
Shofa pun sudah datang dan OB itu menata shofanya diruangan nona muda. Setelah menata shofa, OB itu keluar dari ruangannya nona muda
"Duduklah dishofamu ya" ujar nona muda
__ADS_1