
"Ya udah deh, ayo masuk" ucap Vita mempersilahkan Arifbol masuk
Vita masuk duluan ke dalam rumahnya, kemudian disusul Arifbol
"Pintu ini ditutup atau tidak Vit?" tanya Arifbol kepada Vita
"Jangan mas, kan ada kamu disini, kalau enggak ada kamu ya... Aku tutup" jawab Vita lalu melanjutkan jalannya menuju dapur untuk memasukkan barang-barang yang dibelikan Arifbol ke dalam kulkas dan juga membuatkan Arifbol teh hangat
Arifbol duduk di sofa menunggu Vita menemuinya, sedangkan nona muda kepikiran untuk menyusul Arifbol ke rumah Vita tetapi pekerjaan dimeja nya hampir selesai
"Setelah selesai pekerjaan ini, Aku akan menyusul mas Arifbol ke rumah si wanita bayaran itu" ucap nona muda kesal sambil fokus sama pekerjaannya
Vita pun datang menghampiri Arifbol yang sudah menunggunya di sofa sambil membawa nampan yang berisi satu teh hangat buat Arifbol dan satu susu Ibu Hamil hangat buat dirinya yang dibawakan oleh Arifbol tadi
Vita pun menaruh teh hangat itu didepan Arifbol
"Makasih" ucap Arifbol kepada Vita
"He'em" balas Vita lalu duduk berhadapan dengan Arifbol dan menaruh susu Ibu Hamil didepannya dan menaruh nampan disamping susu itu lalu bertanya kepada Arifbol
"Kamu kenapa kesini mas?" tanya Vita terlihat seperti tidak terjadi apa-apa
"Em... Em..." gumam Arifbol berpikir sambil menundukkan pandangannya ke bawah membuat Vita tersenyum
__ADS_1
Vita pun sebenarnya sudah tahu maksud Arifbol datang ke rumahnya tetapi Vita pura-pura tidak tahu karena ingin melihat ekspresi Arifbol
Arifbol mendongakkan pandangannya ke Vita lalu berkata
"Apa hubunganmu dengan Andik Vit?" tanya Arifbol terbata-bata karena malu
"Kami pacaran" jawab Vita cerocos
"Kamu kan lagi hamil anakku, kenapa kamu malah pacaran sama Andik?" ucap Arifbol membuat hati Vita senang lalu Vita ingin memanas-manasi hati Arifbol
"Mas Andik juga sudah tahu kalau Aku lagi hamil, kamu lihat sendiri kan tadi, dia mengungkapkan perasaannya padaku. Meskipun Dia tahu kalau Aku hamil bukan anaknya" terang Vita membuat muka Arifbol menjadi tak berekspresi
Arifbol pun diam sejenak sambil berpikir. Nona muda yang sudah selesai membereskan pekerjaan nya pun berjalan keluar kantor dengan terburu-buru karena ingin menyusul suaminya Arifbol ke rumah Vita
"Kamu kok diam gitu mas, ada apa?" tanya Vita kepada Arifbol yang masih diam dan menundukkan kepalanya ke bawah
Arifbol mengucek-ngucek matanya lalu berkata
"Kita akan menikah tetapi setelah anak ini lahir" ucap Arifbol menatap mata Vita
"Enggak, kamu tidak bisa adil terhadapku, kamu hanya mencintai si nona muda itu" ketus Vita
"Dan si nona muda itu tidak akan membiarkan kita menikah!" lanjut Vita
__ADS_1
Ucapan Vita itu membuat Arifbol menjadi diam seribu bahasa karena ucapan Vita itu benar, nona muda tidak akan pernah membagi dirinya dengan siapapun
Tak berselang lama, nona muda sudah sampai dirumah Vita. Dengan langkah cepat, nona muda berjalan menghampiri Vita dan Arifbol lalu Vita pun berdiri dari duduknya dan berkata
"Eh nona muda, baru aja kita bicara tentangmu. Tiba-tiba sudah sampai aja disini" ucap Vita mengejek
"Diam kau wanita bayaran!" bentak nona muda ke Vita. Nona muda lalu mengajak Arifbol untuk pulang
"Ayo mas, kita pulang" ucap nona muda menarik-narik lengan kanan Arifbol. Arifbol masih diam dan duduk sambil memandang ke bawah
"Ayo mas... kita pulang!" ucap nona muda lagi dengan nada tinggi
"Sana pergi" ucap Vita membuat Arifbol memandangnya
"Kalian berdua sudah menggangguku, kalian pergilah dari rumahku" ucap Vita
"Ayo mas, kita pergi" ajak nona muda sekali lagi
Dengan berat hati, Arifbol merapikan kemejanya lalu keluar dari rumah Vita. Vita pun lalu menutup dan mengunci pintu rumahnya
Nona muda mengajak Arifbol pulang ke rumah bukan balik ke kantor karena malu kalau dialognya nanti didengarkan sama seluruh karyawan kantor. Akhirnya nona muda dan Arifbol pulang ke rumahnya dengan menaiki mobil masing-masing.
Ceritanya bulet guys menurutku, kalau kalian bosan ya jangan lihat novelku ini#Menulis Buat Hiburan Semata#Kalau ingin dapat uang#Kerja
__ADS_1