
"Pokoknya.. kamu harus bangun mas!" bentak nona muda lebih keras
"Iya iya sih" jawab Arifbol sambil bangun dan meriyip-riyip
"Ini rumah pak Rizal mas, bukan rumah kita.." ujar nona muda
"Hah" Arifbol terkejut sambil membalakkan matanya "Oh iya ya, aku harus meeting dengan pak Rizal sekarang" Arifbol tergesa-gesa sambil memasang sandal dikaki nya
"Enggak jadi mas meeting nya" ucap nona muda menghentikan Arifbol yang mau berdiri dari duduknya
"Ini semua gara-gara kepalaku pusing sampai lupa harus meeting dengan pak Rizal" ketus Arifbol lalu berdiri dari duduknya dan mengajak nona muda ke meja makan
"Hem.." Arifbol meriyip-riyip kan matanya sambil memegangi keningnya seraya berjalan bersama nona muda "Kepalaku masih terasa pusing" lanjut Arifbol
"Kamu enggak ingat apa-apa mas?" tanya nona muda untuk memastikan
"Aku ingat, kalau aku sudah bercinta denganmu. Itu saja yang aku ingat!" jawab Arifbol membuat nona muda melongo
Arifbol dan nona muda sudah sampai ke meja makan, Arifbol melihat Vita duduk disamping meja makan
"Kamu ngapain Vit disini?" tanya Arifbol dengan masih agak pusing "Oh.. kamu dibayar pak Rizal untuk ehem ehem ya" lanjut Arifbol
__ADS_1
"Maafkan aku pak Rizal, aku keceplosan" Arifbol menundukkan kepalanya
"Ya gak papa, kamu dan istrimu duduk sini!" Pak Rizal menyuruh nona muda dan Arifbol duduk disamping meja makan (Vita didepan pak Rizal), (Nona Muda disamping Arifbol) hanya terhalang meja makan
Suasana nya jadi hening sejenak, lalu Arifbol mendahului percakapan
"Pak.. bapak lanjut aja meeting nya dengan istriku, aku mendengarkan saja.. karena kepalaku agak sedikit pusing" ujar Arifbol
Pak Rizal diam sejenak sambil berpikir lalu berkata "Meeting hari ini kita undur besok" ucap pak Rizal
"Maafkan aku ya pak! telah membuang-buang waktu bapak!" ucap Arifbol gak enak hati
"Aku juga meminta maaf Rif ke kamu" balas pak Rizal
"Bukan masalah itu Rif" lanjut pak Rizal
"Lalu.. masalah apa pak?" tanya Arifbol
Nona muda dan Vita diam saja melihat percakapan Arifbol dengan pak Rizal
"Pak Kuncoro alias papa mertuamu menyuruhku membantunya" ucap pak Rizal setengah
__ADS_1
"Membantu apa pak?" tanya Arifbol mulai serius
"Pak Kuncoro menyuruhku untuk memberimu obat Halu dan obat perangsang dalam minuman mu" lanjut pak Rizal
"Oh gak papa pak! cuman efek nya hanya pusing aja" ucap Arifbol seraya memegang keningnya sebentar
Pak Rizal diam sejenak lalu berkata
"Kamu telah bercinta dengan Vita Rif, bukan dengan Cia!" ucap pak Rizal
"Alah... bapak bisa aja" jawab Arifbol dengan senyum lebar dipipi nya
"Ini serius Rif, ini efek gara-gara obat Halu yang ku berikan kepadamu diminuman mu" ucap pak Rizal dengan serius membuat Arifbol diam sejenak lalu berpikir
"Apa benar Ci, aku telah bercinta dengan Vita? bukan denganmu?" tanya Arifbol tanpa ekspresi
"Iya mas" jawab nona muda dengan menunduk sambil terisak "Aku dikirimi pak Rizal videomu dan Vita lagi bercinta didalam kamar pak Rizal" lanjut nona muda dengan mata berkaca
"Coba, mana video nya. Aku pingin lihat" ucap Arifbol seraya tangannya meminta lalu nona muda mengasih hp nya ke Arifbol dan Arifbol pun melihat video dirinya lagi bercinta dengan Vita didalam hp nya nona muda
Setelah melihat video itu, Arifbol pun mengembalikan hp nona muda kembali dan bertanya ke Vita
__ADS_1
"Papa mertuaku menyuruhmu untuk melakukan apa?" tanya Arifbol ke Vita
"Pak Kuncoro menyuruhku untuk hamil anakmu Rif" ucap Vita seraya menundukkan kepalanya. Nona muda dan Arifbol pun membalakkan matanya setelah mendengar jawaban dari Vita, begitu juga pak Rizal.