Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 63


__ADS_3

"Maafkan aku mbak, memang benar aku wanita bayaran. Tetapi, aku tidak akan pernah menjual anakku kepada siapapun" tolak Vita kepada nona muda. Setelah mendengar penolakan dari Vita, nona muda pun berdiri dan naik pitam. Tiba-tiba pak Kuncoro dan bu Anita datang untuk menghentikan nona muda yang mau naik pitam


"Hentikan Cia" teriak bu Anita dibawah pintu, yang melihat nona muda mau menampar Vita. Bu Anita dan pak Kuncoro lalu masuk bareng dan mendekati nona muda, bu Anita mencoba menenangkan nona muda sedangkan pak Kuncoro berdiri disamping bu Anita


"Ayo duduk, duduk dulu Cia" ucap bu Anita memapah tubuh nona muda untuk duduk ke kursi, bu Anita juga duduk dikursi, disamping nona muda. Sedangkan pak Kuncoro duduk dikursi lain hanya terhalang meja saja


"Dan, minum ini" ucap bu Anita memberikan minuman nona muda kepada nona muda. Sedangkan Arifbol berdiri


"Aku buatkan teh juga ya buat kalian" ucap Arifbol


"Iya Rif" jawab pak Kuncoro. Bu Anita tidak menjawab Arifbol hanya menatapnya dengan sinis. Arifbol yang ditatap bu Anita dengan sinis pun lalu buru-buru berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman buat mertuanya itu


Situasi diruang depan pun jadi sunyi, karena pak Kuncoro dan bu Anita tidak mau membahas apapun melainkan menunggu Arifbol kembali dulu

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Arifbol selesai membuatkan minuman dan langsung membawanya dan memberikannya kepada pak Kuncoro dan bu Anita lalu duduk kembali dikursinya tadi


"Ayo pa.. ma.. diminum dulu" ucap Arifbol memanggakan bu Anita dan pak Kuncoro


"Iya Rif makasih" jawab pak Kuncoro lalu disusul jawaban dari bu Anita


Bu Anita dan pak Kuncoro pun meminum teh buatan Arifbol, setelah minum, bu Anita bertanya ke Arifbol apa yang telah terjadi


"Rif, kenapa Cia sampai seperti itu?" tanya bu Anita dengan nada agak keras dan dengan muka marah


"Ha" Bu Anita melongo lalu menghadapkan wajahnya ke Vita. Vita pun hanya bisa menundukkan kepalanya karena dia tahu kalau ini adalah akibat dari pekerjaannya tetapi Vita tidak mau anaknya tidak punya ayah dan tidak mau menjualnya kepada siapapun juga


"Kamu sudah gila ya Vit, Arifbol itu sudah punya istri.. Apakah kamu ingin disebut seorang pelakor?" Bu Anita memarahi Vita. Setelah Vita mendengar ucapan bu Anita, Vita mendongakkan kepalanya ke bu Anita dan berkata

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan kata-kata orang, yang aku mau iyalah anakku punya seorang ayah dan aku tidak akan pernah menjualnya kepada siapapun" terang Vita "Termasuk kau Cia" lanjut Vita sambil menunjuk ke nona muda


"Berani sekali kau menunjuk anak saya!" Bu Anita berdiri dari duduknya "Kau hanyalah wanita bayaran, beraninya kau menunjuk anak dari seorang konglomerat" lanjut bu Anita. Arifbol dan pak Kuncoro hanya bisa diam dan memandangi drama-drama dari perempuan-perempuan yang begitu seru


Bu Anita marah-marah ke Vita tetapi Vita hanya diam mendengar marahan dari bu Anita lalu pak Kuncoro pun menyuruh bu Anita duduk dan tenang, bu Anita pun duduk dan mencoba tenang dengan cara menarik napasnya secara berulang


Setelah situasi tenang sesaat, pak Kuncoro lalu berkata


"Kamu mau.. jadi istri kedua dari Arifbol?" tanya pak Kuncoro


"Pa.." spontan nona muda


"Tenanglah dulu Ci, gantian aku berbicara" ucap pak Kuncoro kepada nona muda

__ADS_1


"Iya pak, meskipun aku jadi istri kedua.. tetapi aku jadi istri sah dan saat anakku lahir, dia memiliki orang tua yang utuh. Aku tidak mau anakku sama sepertiku, tidak punya seorang bapak" jawab Vita


__ADS_2