
"Gimana ini Ci? kalau Vita benar-benar hamil anakku, lalu--" ucap Arifbol dengan intonasi tinggi dan ucapannya dipotong oleh nona muda "Aku akan menerima anakmu mas.. kalau Vita seandainya hamil" jawab nona muda dengan menundukkan kepala
"Pelayan... pelayan" teriak pak Rizal membuat nona muda, Vita, beserta Arifbol memalingkan pandangannya dan memandang ke arah pak Rizal
...2 pelayannya pak Rizal pun datang...
"Iya pak, ada apa bapak memanggil kami?" tanya seorang pelayan dengan agak membungkukkan punggungnya ke pak Rizal
"Buatkan kita semua makanan" perintah pak Rizal lalu 2 pelayan itu ke dapur untuk membuatkan makanan buat semua
"Enggak usah repot-repot pak! kita akan makan dirumah aja" ucap Arifbol enggak enak hati ke pak Rizal
"Hitung-hitung buat nebus kesalahanku karena sudah membantu papa nya Cia" jawab pak Rizal santai
Beberapa menit kemudian
Makanan pun datang dan disajikan ke meja makan
__ADS_1
"Ayo.. kita mulai makan, aku sangat lapar dengan semua drama ini!" ucap pak Rizal
"Aku aja juga udah lelah pak.. menghadapi papa mertua kaya asu gitu" sahut Arifbol membuat Arifbol dibentak oleh nona muda
"Jangan gitu dong mas, gitu-gitu itu adalah papa kandungku" ucap nona muda dengan sinis
Vita diam sedari tadi sampai ini, Vita hanya melihat semuanya. Pak Rizal menyuruh 2 pelayannya untuk mengambilkan dirinya dan semuanya makan dan minum
...Mereka semua makan sambil ngobrol...
"Enak pak, makanannya" ucap Vita membuat nona muda langsung meliriknya
"Dapat uang banyak, dapat rumah, makanan, ehm.. apalagi ya?" ucap nona muda menyindir Vita tetapi Vita sudah kebal dengan semua hinaan dan cacian. Baginya, itu resiko dalam pekerjaannya dan bagi Vita, semua pekerjaan pasti ada resikonya. Resiko yang harus dia tanggung
"Tapi Rif.. lebih cantikan mana, Vita? atau Cia?" tanya pak Rizal dengan senyuman yang meledek
"Ya.. ya.. lebih cantikan istriku dong, aku bercinta dengan Vita itu.. karena Vita aku kira Cia. Mangkanya aku berani bercinta dengan Vita" ucap Arifbol dengan berpikir
__ADS_1
"Masa? kok aku agak enggak percaya sih dengan jawabanmu Rif" ucap pak Rizal dengan tersenyum lebar membuat nona muda lalu berbalik ke arah Arifbol dan menghadapkan tubuh Arifbol ke tubuhnya. Arifbol dan nona muda bertatapan
"Jawab aku mas.. dengan jujur demi bayi kita. Lebih cantikan mana? aku? atau Vita?" tanya nona muda dengan ekspresi serius
"Jangan demi bayi kita dong.. aku takut!" jawab Arifbol dengan senyum tipis dipipi nya
"Pokoknya.. demi bayi kita!" bentak nona muda. Nona muda seperti orang stres gara-gara ulah papa kandungnya itu
"Ehm..." gumam Arifbol sambil menggaruk-garuk kan keningnya yang tidak gatal
"Jujur, kalau soal kecantikan. Vita lebih cantik dan lebih seksi darimu Ci.. tapi soal hati, hatiku hanya buatmu seorang karena kamu sudah menemaniku saat aku seorang ODE (Orang Dengan Epilepsi) dan saat aku juga punya kepribadian ganda. Dan.. kamu lebih memilihku ketimbang orang tuamu sendiri, aku berusaha agar jangan sampai aku mengecewakanmu Ci" ucap Arifbol lalu mengelus-elus rambut nona muda setelah itu, mereka lanjut makan
...Pak Rizal ingin meledek Arifbol terus...
"Kalau Cia tidak begitu, kamu pilih mana Rif?" tanya pak Rizal dengan nada meledek
"Ya.. pilih Vita lah, Vita kan sangat cantik dan seksi" jawab Arifbol dengan senyum lebar dipipi nya membuat Vita bahagia dalam diam tetapi tidak menunjukkannya, hanya menunjukkan matanya yang terbalak
__ADS_1
Sedangkan nona muda, nona muda pergi meninggalkan meja makan dan meninggalkan rumah pak Rizal dengan wajah kesal tetapi Arifbol menghentikannya tetap, tetap Arifbol tidak diperdulikannya. Akhirnya pun Arifbol mengikuti mobil nona muda dari belakang nya.