
"Lalu mas, Vita bilang apalagi?" tanya nona muda ke Arifbol
"Tidak, tidak ada pertanyaan lagi. Setelah itu, aku langsung ke kantor" jawab Arifbol
Nona muda tampak bahagia mendengar keterangan Arifbol, nona muda ingin bermesraan dengan Arifbol dengan cara menyuapinya dan ingin disuapi balik Arifbol. Mereka pun saling suap menyuap. Setelah membayar, nona muda dan Arifbol balik ke kantor lagi
Dimobil, mereka ngobrol
"Kamu terlihat bahagia?" ucap Arifbol melihat ekspresi nona muda yang ceria
"Ya jelas lah aku bahagia, Vita ingin memutuskan hubungannya denganmu" jawab nona muda dengan senyuman dipipi nya
"Tapi, itu kan anakku Ci? apa aku bisa meninggalkan calon anakku dan tidak mengurusnya" ucap Arifbol
"Maksudmu mas?" tanya nona muda seketika ekspresinya langsung berubah
"Aku tidak akan membiarkan calon anakku hidup tanpa seorang Ayah" tegas Arifbol
Nona muda ingin sekali membalas ucapan Arifbol tetapi mobilnya sudah sampai di parkiran PATV, mereka pun turun dari mobil dan masuk bersama menuju ruangan mereka
...****************...
__ADS_1
Didalam rumah Vita, Vita ditelpon seseorang untuk bekerja dengannya sebagai Wanita Bayaran, tugasnya untuk menghancurkan hubungan suami si klien dengan selingkuhannya. Vita bertanya kepada istrinya alias si klien informasi-informasi tentang si target alias suami si klien dan selingkuhannya. Setelah mendapat informasi yang dikira cukup, Vita menyetujuinya dan menutup telponnya
Vita langsung mandi dan bersiap-siap untuk mulai bekerja sebagai Wanita Bayaran bu Devi (Klien Vita). Vita berangkat ke suatu tempat yang sudah diberi tahu bu Devi sebelumnya.
...****************...
Nona muda sudah menyelesaikan tugas yang satunya alias belum menyelesaikan tugas semuanya tetapi nona muda ingin bertanya kepada Arifbol, dia pun menghentikan pekerjaannya dan bertanya ke Arifbol
"Maksud ucapan kamu tadi apa ya mas?" tanya nona muda kepada Arifbol
"Ucapan yang mana?" tanya balik Arifbol ke nona muda. Arifbol tetap fokus pada laptopnya
"Ucapan yang kamu tidak akan menerlantarkan anakmu" ketus nona muda
"Ya aku tidak akan membiarkan anakku terlantar dan tidak punya seorang bapak" tegas Arifbol kepada nona muda
"Maksudmu, kamu akan menikah dengan Vita?" tanya nona muda dengan nada yang keras dan raut wajah yang marah
Arifbol mencoba menenangkan nona muda yang terlihat ingin marah, Arifbol takut didengarkan sama karyawan-karyawannya tetapi nona muda seakan tidak perduli dengan semuanya. Akhirnya Arifbol menjawab pertanyaan nona muda
"Gini lo Ci, kamu sudah tidak bisa memberiku anak gara-gara rahimmu sudah diangkat. Apa aku tidak boleh punya seorang anak kandung?" ucap Arifbol dengan suara menenangkan
__ADS_1
"Aku tidak masalah kamu punya anak kandung, tetapi permasalahannya kamu ingin menikah dengan Vita. Itu permasalahannya" jawab nona muda. Salah satu Office Boy yang mengantarkan minuman kepada Arifbol dan nona muda mendengar percakapan bosnya alias percakapan nona muda dan Arifbol. Office Boy tersebut mengetuk pintu
TOK...TOK...TOK
"Iya... masuk" teriak Arifbol dari dalam ruangan
OB tersebut masuk dan memberikan minuman kepada Arifbol dan juga nona muda lalu berkata
"Pak.. Bu.. mohon maaf sebelumnya, kalau ingin bertengkar jangan keras-keras, untung saja yang mendengar aku, coba kalau karyawan lain yang mendengar. Pasti heboh berita Ibu dan Bapak" saran OB tersebut
"Iya mas, makasih" balas Arifbol. OB itu berjalan meninggalkan ruangan nona muda dan Arifbol
"Ayo Ci, kita minum dulu" ajak Arifbol kepada nona muda
Nona muda dan Arifbol meminum minuman mereka dulu lalu melanjutkan percakapannya, nona muda sekarang berucap tanpa emosi alias berucap tidak keras-keras karena saran dari OB tersebut
"Masalahnya bukan dariku, masalahnya dari Vita. Vita akan membesarkan anaknya sendirian dan memberi nafkah kepada anaknya tidak mau nafkah dariku" ucap Arifbol kepada nona muda
"Ya bagus dong kalau gitu" jawab nona muda santai
"Hah" Arifbol kaget mendengar jawaban nona muda sambil membalakkan matanya "Berarti Aku tidak menjadi seorang Ayah?" tanya Arifbol
__ADS_1
"Iya, kamu tidak perlu repot-repot mengurus anak haram mu itu" jawab nona muda dengan spontan.