
"Ayo Rif kita minum bareng sebelum meeting" ajak pak Rizal ke Arifbol
"Iya pak! makasih atas minumnya" ucap Arifbol lalu mengambil minum didepannya
"Sama-sama" jawab pak Rizal
Pak Rizal lalu mengambil minum didepannya, pak Rizal melirik Arifbol yang sedang minum seraya meminum minumannya
"Gimana Rif minumannya?" tanya pak Rizal ke Arifbol
"Enak kok pak!" jawab Arifbol yang masih memegang gelasnya lalu menaruhnya kembali ke tempat semula
"Bisa kita mulai meeting nya?" tanya pak Rizal sambil meletakkan minumannya kembali
Arifbol terbengong sejenak karena kepalanya tiba-tiba pusing dan dia berpikir kalau epilepsinya akan kambuh kembali setelah lama tak kambuh
"Kenapa kamu Rif?" tanya pak Rizal yang melihat Arifbol diam dan memegangi kepala sebelah kanannya. "Pasti obat itu sudah bereaksi" batin pak Rizal
"Gak papa kok pak! tapi.. tiba-tiba kepalaku terasa agak pusing sedikit, setelah meminum minuman dari bapak!" ucap Arifbol memegang keningnya lalu mengucek-ngucek matanya yang terasa kemeng
"Tapi.. kamu bisa meeting kan Rif?" tanya pak Rizal memajukan kepalanya dan meletakkan kedua tangannya diatas meja makan
__ADS_1
"Iya pak! tapi sebelum itu, aku izin dulu ke toilet" ucap Arifbol yang mau beranjak dari duduknya
"Oke.. disitu toiletnya Rif" ucap pak Rizal menunjuk ke arah barat "Setelah itu, kamu belok selatan" lanjut pak Rizal
"Makasih pak" Arifbol lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet nya pak Rizal
Saat berjalan mau menggok ke selatan, Arifbol melihat nona muda dikamar dengan hanya memakai kaos kotang dan celana Levis pendek. Padahal itu hanya halusinasinya belaka, itu adalah Vita yang dibayar pak Kuncoro untuk hamil anak Arifbol. Efek obat Halu
Arifbol lalu masuk ke dalam kamar, mendekati nona muda dan mau bertanya kenapa kok bisa disini
"Kamu Patricia kan?" tanya Arifbol untuk memastikan bahwa itu adalah nona muda
"Iya mas, aku istrimu" jawab Vita akting menjadi nona muda. Vita tahu tata cara bicara nona muda ke Arifbol karena pak Kuncoro yang sudah memberi tahunya
"Karena pak Rizal adalah teman baik papa ku" jawab Vita. Setelah mendengar jawaban dari Vita, Arifbol lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Vita
"Tapi, kamu kok bisa berada dikamar pak Rizal dan pakai pakaian terbuka kayak gini?" tanya Arifbol
"Aku tadi.. ganti baju, eh.. pintunya lupa aku kunci" jawab Vita. Vita sudah terbiasa berbohong, mangkanya dia lancar
"Tapi.. bajumu ini" ucap Arifbol menunjuk nona muda "Kamu dapatkan dari mana?" lanjut Arifbol
__ADS_1
"Pak Rizal punya anak perempuan mas, anaknya sekarang masih kuliah di London. Mangkanya aku dipinjami pak Rizal pakaian anaknya" jawab Vita
"Kalau pakaian kantormu tadi?" tanya Arifbol
"Didalam kamar mandi mas" jawab Vita
"Cocok gak mas?" tanya Vita menggoda Arifbol
"Cocok banget. Gara-gara pakaianmu, aku tegang" ucap Arifbol
"Bentar ya mas!" Vita lalu menutup pintunya
"Ngapain kamu tutup?" tanya Arifbol bingung
"Aku sudah gak tahan nih mas!" ucap Vita
"Tapi.. kamu kan lagi hamil, apa baik kita lakukan itu?" tanya Arifbol
"Tambah baik, karena dapat memperlancar proses kelahiran bayi kita" jawab Vita
"Kata siapa?" tanya Arifbol senyum tipis
__ADS_1
"Aku browsing di google" jawab Vita
Arifbol juga sangat tidak betah, karena selain dikasih obah Halu, dia juga dikasih obat perangsang. Arifbol dan Vita pun ke atas ranjang lalu bercinta alias berhubungan badan.