Istriku Milyarder

Istriku Milyarder
Episode 17


__ADS_3

Waktu meeting dimulai


Arifbol meeting bersama indah (Klien dari PT.INDO RAKSA) yang masih muda dan belum menikah


"Silahkan tunggu dilobby sana bu" nurdi menunjukkan lobby buat meeting "aku akan memanggil pak Arifbol dulu diruangannya"


"Oke, jangan lama-lama" ucap indah dengan sombong


"tok tok tok" suara pintu yang diketuk nurdi


"Iya masuk" jawab Arifbol yang bersantai dikursinya


Nurdi pun masuk ruangan dan berkata ke Arifbol "Pak, sudah ditunggu klien indah dilobby" ucap nurdi dengan senyum seringai tipis


"Iya, aku akan segera kesana!" Arifbol mengambil berkas-berkas yang diatas mejanya "Apa kamu ikut nur?"


"Tidak pak, karena klien indah tidak membawa asisten pribadinya"


"Berarti aku dan indah doang yang dilobby sambil meeting?"


"Iya pak"


"Ya sudah kembali sana" suruh Arifbol


Lalu nurdi pun kembali ke tempatnya


Arifbol kemudian berdiri dengan membawa beberapa berkas lalu berjalan ke lobby untuk menemui klien indah


Arifbol dan klien Indah pun meeting bareng, membahas tentang pembangunan hotel dicikampek dan meetingnya berhasil


Klien indah lalu pergi dari perusahaannya nona muda sedangkan Arifbol masih duduk dilobby dan video call nona muda


"Halo, ganggu aja orang tidur" ucap nona muda dengan menguap


"Meeting pertamaku berhasil nona muda, tadi klien indah membahas tentang pembangunan hotel dan meetingnya sukses"

__ADS_1


"Syukurlah, aku lanjut tidur, bye bye" nona muda lalu menutup telponnya


"Huh, dasar istri tak perhatian" gumam Arifbol sendiri "Ya udah aku kembali lagi ke ruanganku deh" Arifbol berdiri dan menata dasinya kemudian berjalan kembali ke ruangannya


******


Sore tiba


Arifbol pulang dari kantor


Setelah sampai dirumah, Arifbol melihat didepan rumah ada 1 mobil. Arifbol pun buru-buru masuk rumah


TOK TOK TOK


"Iya bentar" teriak nona muda dari dalam rumah


CEKLEK


"Mobil siapa didepan?" tanya Arifbol


Arifbol masuk rumah dan berjalan menuju mereka dan menyapanya "Halo pa halo ma"


"Gimana kabarmu rif" Pak kuncoro berdiri dari kursinya dan menjabat tangan Arifbol


"Baik-baik saja kok pa" jawab Arifbol dengan tangan yang dijabat pak kuncoro


Arifbol melepaskan jabatan tangannya dan kemudian duduk dikursi meja makan dan disusul pak kuncoro, Anita dan nona muda duduk dikursi meja makan


"Ayo, lanjutkan kembali makannya" ucap Arifbol


"Kamu enggak mengambilkan makanan buatku cia?" tanya Arifbol dengan senyum seringai tipis dibibirnya


"Ambil sendirilah" jawab nona muda dengan wajah jutek dan melanjutkan makannya


"Jangan gitu dong cia, itu kan suamimu" tutur bu Anita

__ADS_1


"Iya iya" nona muda berdiri dan ambil piring dan sendok sama garbu "Mau makan apa?" nona muda menoleh sesaat ke Arifbol lalu melihat makanan yang diatas meja


"Terserah, yang penting aku kenyang"


Nona muda mengambilkan makanan buat Arifbol dan mengambil minuman buat Arifbol


"Ini makanmu dan minummu" nona muda menyuguhkannya dengan kasar dan wajah dingin


"Jangan gitu dong ci, yang bakti ke suami" tutur pak kuncoro


Nona muda diam dan kembali duduk ditempatnya dan melanjutkan makannya


"Papa dan mama datang kesini jam berapa?" Arifbol mulai makan


"Baru kok rif, baru 5 menit yang lalu" ucap pak kuncoro


"Gimana kabar rumah tanggamu rif?, baik-baik saja atau tidak?" tanya bu Anita


"Baik-baik sa--"


"Tidak baik-baik saja ma" potong nona muda


"Kenapa tidak baik-baik saja?"


"Jangan menceritakan semuanya ke orang tuamu ci" tutur Arifbol dengan menoleh wajah nona muda


"Kenapa? ha? dia kan orang tuaku!" bentak nona muda sambil memelototi Arifbol


"Kenapa sih ci? kamu kok sangat tidak suka sama Arifbol?"


"Dia pa setelah dia kecelakaan ketabrak truk gara-gara kejangnya kambuh, sifatnya sangat menakutkan!"


"Hah, tertabrak truk?" pak kuncoro dan bu anita pun terkejut setelah mendengar Arifbol tertabrak truk


"Kapan tertabrak truknya?" tanya pak kuncoro dengan mata yang melebar "Dan kenapa kamu kok tidak menelpon kami ci kenapa?"

__ADS_1


"Aku tidak mau membuat kalian khawatir dan aku juga tidak memberitahu orang tuanya Arifbol karena aku takut kalian semua akan panik dan aku tidak bisa berpikir dengan tenang"


__ADS_2