
Sambil dikukung Arifbol, nona muda berkata
"Apa kamu serius tidak sadar kemarin kamu telah membunuh orang digang?" tanya nona muda sambil menangis
"Apa?, aku telah membunuh orang digang?" Arifbol terkejut sambil melepaskan kukungannya.
"Iya, dan kemarin aku sangat takut denganmu!" tegas nona muda
"Ya sudah, maafkan aku nona muda dan aku nanti akan meminta maaf ke ALLAH!" Arifbol menatap wajah nona muda dengan sayu
"Gimana dengan keluarganya?"
"Biarin aja, nanti aku bilang yang telah membunuhnya, aku akan ditangkap polisi. Kamu mau aku ditangkap polisi? dan nama baik kita dan perusahaan akan hancur gara-gara ini, kamu mau itu?"
Nona muda hanya diam dan menatap wajah Arifbol dengan perasaan yang serba salah
"Ya sudah tenang aja ya dirumah, aku berangkat dulu ke kantor" Arifbol menepuk-nepuk lengan nona muda
"Cium dulu dong" goda Arifbol
"Diam kamu" nona muda mendorong dada Arifbol lalu berjalan menuju meja makan
Arifbol berbalik badan dan mengambil tasnya yang dikursi
"Dadah istriku tersayang" Arifbol melambaikan tangannya ke nona muda sambil berjalan keluar rumah
Nona muda melihatnya sambil makan dan tidak membalas dadah Arifbol
*****
Sampailah Arifbol dikantor
Arifbol memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju kantor
"Selamat pagi pak" sapa salah satu karyawan cowok diluar kantor
__ADS_1
"Pagi" jawab Arifbol sambil melanjutkan jalannya masuk kantor
Arifbol masuk kantor, karyawan-karyawan pun ramai
"Kenapa kalian berkumpul disini?"
"Ada berita pak!" jawab salah satu karyawan
"Berita apa?"
"Berita pembunuhan pak!"
"Siapa yang membunuh?"
"Digang sana, searah jalan pulang bapak. Itu kemarin malam seorang pria terbunuh dengan 3 peluru dibadannya"
"Kenapa?, kenapa dia dibunuh?, apa orang itu punya salah sama orang?" tanya Arifbol yang pura-pura tak tahu
"Kata orang-orang dia orangnya baik kok pak, tidak punya musuh!"
"Semoga yang ngebunuh dapat ganjaran setimpal!" Arifbol mendengar do'a dari karyawannya dan menoleh sesaat ke karyawan yang mendo'akannya lalu melanjutkan berjalan menuju ruangannya
******
Dirumah, saat nona muda lagi cuci pakaian. Nona muda divideo call Arifbol
"Halo rif, kenapa kamu telpon aku?" nona muda menjawab video call Arif sambil menunggu cuciannya selesai dimesin cuci.
"Gawat nona muda gawat!" Arifbol dengan suara pelan dan cemas
"Gawat apaan?" nona muda mulai serius video call annya
"Semua karyawan dikantor membicarakan pembunuhan yang kulakukan kemarin dan Desi (bagian admin) mendo'akanku semoga yang membunuh dapat ganjaran yang setimpal, gitu ujarnya" jelas Arifbol
"Gimana solusinya nona muda?"
__ADS_1
"Solusinya kamu pura-pura enggak tahu apa-apa aja rif!"
Tiba-tiba salah satu karyawan masuk
Arifbol langsung menutup telponnya
"Ini pak berkas-berkas buat meeting nanti siang" ucap nurdi (salah satu asisten Arifbol) sambil memberikan berkas ke Arifbol
"Iya makasih ya"
"Sama-sama pak, tapi nanti meetingnya jam 9 pagi dikantor kita!"
"Iya"
"Ya udah ya pak saya kembali"
"Iya makasih"
Nurdi keluar dari ruangan Arifbol
Sambil menunggu peras dimesin cuci selesai nona muda berpikir
"Gimana kalau polisi menangkap suamiku. Kalau suamiku ditangkap, pasti anakku dicap sebagai anak penjahat padahal ini bukan anak kandungnya" ucap nona muda dengan memegang keningnya sambil berjalan mondar-mandir dimesin cuci
Lalu Arifbol menelpon nona muda lagi
"Aku, pusing gara-gara kamu rif!" bentak nona muda ditelpon
"Tenang aja nona muda, aku nanti jam 9 pagi meeting dikantor ini, kamu do'akan ya semoga lancar meetingku" ucap Arifbol dengan tenang dan santai
"Iya, Amiin" Nona muda kembali tenang ketika Arifbol menelponnya lagi
"Masalah kemarin, biarlah nanti malam aku akan ajak kamu keluar cari makan!" setelah mengajak nona muda, Arifbol kemudian menutup telponnya
Nona muda yang diajak keluar makan malam pun takut kalau suaminya akan membunuh orang lagi
__ADS_1
"Ketimbang bingung-bingung sendiri, aku berjemur baju aja ah" gumam nona muda sendiri sambil mengangkat bak yang berisi pakaiannya dan pakaian Arifbol