
ke esokan harinya Kanaya kembali bekerja saat ia memasuki kantor banyak yang berkasak-kusuk tentang dirinya soal berita yang kini tengah viral di mana-mana mereka tak menyangka kalau kanaya adalah istri dari Damar Prawira pengusaha kaya raya namun ia malah bekerja di perusahaan orang lain ada yang mendukung nya karna mengira Kanaya istri yang di selingkuhi ada juga yang mencibir pantas saja di selingkuhi karna ia gadis miskin yang tak sederajat dengan keluarga Prawira.
namun gadis itu tak mau ambil pusing baginya pro dan kontra dalam hidup itu biasa para karyawan pria malah nampak bersemangat untuk mengejar cinta Kanaya saat tau gadis itu akan menjanda pantas saja selama mereka dikantor Kanaya selalu menjaga jarak meskipun ia di kenal ramah.
Kanaya tengah duduk di meja kerjanya hingga seseorang datang menemuinya
seorang pria utusan Prawira
'' anda ? ada apa anda kemari mencari saya? tanya Kanaya mempersilakan pria itu untuk duduk
'' Nona Kanaya Tuan Prawira sedang di rawat di rumah sakit , ia menyuruh saya untuk menemui anda ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada anda. ''
ucap pria itu dan langsung pergi begitu saja
'' kanaya terduduk di kursinya Siska dan Noni menghampiri Kanaya yang terlihat syok
'' Naya siapa pria tadi?
tanya Siska
'' dia utusan ayah mertuaku ''
jawab Kanaya
'' apa, memang ada apa lagi sampai mengutus orang segala bukannya datang sendiri kalau memang mau menyesal '
timpah Noni kesal saat tau kisah Kanaya.
'' ayah mertua ku di rawat di rumah sakit''
kembali Kanaya berkata
Siska dan Noni saling pandang
'' jadi kau mau ke sana ?
tanya Siska
''entahlah ''
Kanaya hanya bisa diam tak tau harus berbuat apa
tanpa ia sadari kalau pembicaraan itu didengar oleh Jonathan.
setelah berpikir cukup lama ahirnya Kanaya memutuskan untuk melihat Prawira setelah pulang dari kantor sebelum pergi
'' Kanaya mengirim pesan pada Rakha
Kanaya π¨ '' sayang, aku pergi ke rumah sakit
Ayah mertua sakit
Rakha π¨'' baiklah hati-hati di jalan dan kabari
aku kalau terjadi sesuatu π
Kanaya π¨'' ok'' π₯°
tanpa Kanaya tau kalau saat ini Rakha sedang bersama Jonathan yang sudah memberitahunya terlebih dahulu perihal mertua Kanaya.
Rakha sangat senang karna Kanaya selalu meminta izin kemanapun padanya hatinya tambah berbunga-bunga untuk pertama kalinya Kanaya memanggilnya dengan sebutan ''SAYANG''
Jonathan yang melihat tuannya senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh pikirnya.
Kanaya tiba di rumah sakit ternyata itu adalah rumah sakit Rakha yang didirikan Rakha
Mahendra Hospital
'' Kanaya pun berpikir sekaya apa Bos nya itu ''ia menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar Prawira tampak ada beberapa suster dan Dokter yang keluar dari ruangan Prawira di rawat
__ADS_1
''tok... tok''
Kanaya mengetuk pintu
Damar tampak membukakan pintu untuknya
dengan membawa buah-buahan di tangannya Kanaya menyapa Ayah mertuanya tanpa menghiraukan Damar
mendapat perlakuan dingin dari Kanaya
Damar pun memilih pergi dari ruangan itu
'' kemarilah Naya... ''
ucap Prawira
Naya duduk di kursi yang disediakan
''Ayah mertua kenapa sampai bisa di rawat disini?
tanya Kanaya
''terima kasih kau mau datang Naya... mungkin jantung Ayah sudah semakin lemah hingga harus kemari...
Prawira tersenyum tipis
''Naya.. Ayah memanggilmu karna Ayah hanya ingin memastikan satu hal , apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untuk Damar memperbaiki pernikahan kalian ? Ayah tak ingin memaksamu semua keputusan ada padamu Ayah tau Damar sudah sangat bersalah dan terlalu dalam menyakitimu jadi wajar saja kalau kau membencinya... ''
ungkap Prawira
Kanaya menundukan wajah nya
''kau tetap ingin bercerai dari nya baiklah Ayah akan berusaha membantumu membujuk Damar setidaknya inilah yang bisa Ayah lakukan untuk menebus semua dosaku padamu dengan memberikanmu kebebasan
''timpah Prawira
''Ayah... ''
ia tak bisa berkata-kata
'' pergilah dan kalau bisa maafkan orang tua ini yang pernah melakukan banyak kesalahan padamu''
tulus Prawira
Kanaya mengangguk dengan berderai air mata ia pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dengan langkah gontay ia menyusuri jalan rumah sakit itu tanpa ia sadari kalau Damar mengikutinya
''Naya tunggu''
Damar menghadang jalan Kanaya
hingga gadis itu terlonjak kaget
ia sedikit terhuyung ke belakang saat Damar menghadang jalannya
''Kau... mau apa jangan mendekat ''
Kanaya mulai gemetar saat Damar mencoba menarik tangannya
'' Naya aku hanya ingin bicara saja dengan mu aku tidak akan menyakitimu''
Kanaya ''
''
''baiklah tapi jangan mendekat , cepat apa yang ingin kau katakan dan jangan macam-macam atau aku akan berteriak ''
ucap Kanaya mencoba untuk menekan ketakutannya.
Naya, berikan aku kesempatan kumohon agar aku bisa memperbaiki kesalahan ku aku janji aku akan membahagiakan mu Naya setelah kepergianmu aku sadar aku sangat membutuhkan mu aku mencintaimu Naya aku sangat tersiksa saat kau tak ada aku merindukanmu Naya nafasku terasa sesak Naya kumohon berikan aku kesempatan demi Ayah juga dia sangat menyayangimu... ''
ungkap Damar tulus
__ADS_1
Kanaya terkejut dengan semua penuturan Damar
'' aku tak tau Tuan ,aku harus bicara apa tapi yang jelas aku tidak bisa rasanya terlalu sakit dan berat bagiku mengingat perlakuan kalian padaku selama ini terutama kau tuan... ''
ucap Kanaya dengan berurai air mata
'' jangan memanggilku Tuan , aku suamimu '' kembali Damar berkata
Kanaya mengeleng '
' terlalu dalam luka yang kau berikan hingga rasanya terkadang aku memilih untuk mati saat kau menyiksa ku mungkin luka yang kau berikan di tubuh bisa hilang seiring waktu tapi tidak disini '' Kanaya menunjuk dadanya '
'' rasanya sakit, bahkan sangat sakit bila ku ingat saat-saat itu ''
Kanaya dengan terisak kembali mengingat semua perlakuan buruk Damar
''Damar mengutuk dirinya yang telah bersikap kasar pada Kanaya sejak awal bertemu ia memang selalu kasar
''maafkan aku Naya maaf ''
jujur Damar dia pun tak kuasa melihat Kanaya menagis ingin rasanya ia memeluk gadis itu namun Kanaya tak bisa ia sentuh tanpa mereka sadari kalau pembicaraan mereka di dengar oleh Rakha yang saat itu ingin menyusul Kanaya karna khawatir terjadi sesuatu pada sang kekasih
hingga ia melihat saat Kanaya berjalan keluar dari ruangan Prawira dan di ikuti Damar
posisi Rakha tak jauh dari Kanaya dan Damar yang masih berbicara di koridor rumah sakit yang nampak sedikit sepi
Rakha mengepalkan tangan saat ia mendengar percakapan mereka namun ia mencoba menahan amarah di dadanya ia ingin melihat sampai kapan Damar berusaha mendekati Kanaya
''maaf, hanya kata maaf ''kalau dengan satu kata maaf mu kau bisa mengembalikan masa remajaku yang kalian renggut apa bisa kau mengembalikannya jawab aku Tuan Damar Prawira ''
Kanaya histeris
'' umur ku saat itu baru 15 thn saat kau menikahi ku kau tak segan memukul, menampar bahkan kau mengurungku bersama ayah mu di gudang gelap tanpa makan dan minum selama berhari-hari haruskah aku memaafkan suami seperti mu ''??
''Naya''
Damar mundur kebelakang saat Kanaya menunjuk wajahnya
''dengan usia dan kau yang seorang pria juga seorang suami kau harusnya melindungiku, ku pikir dengan Paman dan bibiku membiarkan aku menjadi pelunas hutang mereka setidaknya aku akan terbebas dari siksaan mereka, nyatanya malah lebih buruk heh.... kau setiap malam membawa wanita-wanita mu ke rumah untuk memenuhi kesenangan mu sementara aku harus membersihkan kamar usai kau bercinta dengan banyak wanita kau jadikan aku pelayanmu bahkan lebih buruk dari pelayan.
mungkin pelayan masih lebih karna mereka bekerja dan di gaji tapi aku, aku apa ??
aku hidup di rumah mewahmu , tinggal di kamar pelayan hanya itu untuk makan dan minum aku bekerja di luar terlunta-lunta aku berjuang untuk sekolah juga kuliah dengan bekerja apa kalian pernah memikirkan aku juga manusia???
tanya Kanaya.
Damar semakin tersudut ia pun bersimpuh di kaki Kanaya mencoba menyentuh kaki Kanaya
Rakha yang melihat itu pun sangat terkejut
namun Kanaya tak bergeming sedikit pun di usapnya airmatanya dengan kasar
'' Naya maafkan aku kumohon hukum aku sampai hatimu puas aku rela asal kau mau memaafkan aku bahkan bila perlu kau pukul aku atau bunuhlah aku''
tulus Damar
Kanaya menjauh saat Damar mencoba menyentuh kakinya ''
''stop, jangan sentuh aku untuk apa aku melakukan hal itu , itu tak akan mengubah apapun bagiku, aku tidak tau aku bisa memaafkan mu atau tidak mungking suatu hari dimana hatiku sudah tak sesakit hari ini... sepertinya pembicaraan kita sudahi saja aku tidak ingin melihat mu lagi ''
tukas Kanaya dengan cepat ia meninggalkan Damar yang masih bersimpuh
'' Naya'' Kanaya... ''
teriak Damar beberapa orang menoleh ke arahnya
Rakha yang melihat itu pun bergegas untuk menyusul Kanaya.
__ADS_1