
keadaan Kanaya sudah mulai membaik.
Rakha membawa Kanaya kembali ke mansion
bersama Jonathan yang membawa mobilnya
Rakha duduk di kursi belakang bersama Kanaya perban di kepalanya saja yang belum di buka .
Rakha merengkuh Kanaya sepanjang perjalanan menuju mansion .
Kanaya kini pun sudah mulai menerima keadaan dirinya meskipun berat ia berusaha terbiasa tak ingin membuat Rakha dan orang-orang di sekitarnya sedih.
mereka pun tiba di mansion Jonathan berhenti tepat diparkiran mansion itu
Sarra dan Adam nampak menyambut mereka bersama Siska, Rena, Arjuna dan Axelle
Kanaya turun dari mobil dibantu Rakha yang tetah merengkuh bahunya
Kanaya berusaha menajamkan pendengarannya dengan tangan meraba-raba udara sekitarnya
Rakha menatap sedih keadaan wanita yang selama ini selalu tegar itu.
''Naya...
panggil Sarra mertuanya itu mendekati Kanaya dan memeluknya dengan hangat
''selamat datang kembali ke rumah sayang''
sambut Sarra yang dibalas anggukan dan senyum dari Kanaya
semua orang mendekati Kanaya dan menyambutnya dengan hangat
''Mommy....
panggil Axelle anak kecil itu memeluk Kanaya dengan menangis melihat keadaan Mommynya ia di beritahu keadaan Kanaya oleh Sarra dan Adam dan Axelle pun mengerti
anak kecil itu tau situasi melebihi siapapun .
Kanaya memeluk Axelle dan menciuminya
''Axelle Mommy kangen Axelle sayang...
maaf kan Mommy yang tidak bisa menemani Axelle beberapa hari ini ''
''Mommy jangan nangis lagi , Axelle juga kangeun Mommy...
Axelle sayang Mommy.... Axelle akan jadi mata untuk Mommy....
tukas Axelle dengan mengusap airmata Kanaya
Kanaya begitu terharu dengan apa yang Axelle katakan di peluk dan diciumnya Axelle
Rakha menghampiri dan memeluk mereka.
sungguh pemandangan yang sangat mengharukan
semua orang
Sarra dan Adam merasa bangga pada Axelle yang begitu menyayangi Moomynya.
malam pun tiba Kanaya berniat untuk membersihkan diri ia bingung harus bagaimana sedari tadi ia tertidur karna efek obat yang ia minum setelah sore tadi
Rakha meninggalkan Kanaya ke ruang kerjanya
dengan meraba-raba Kanaya perlahan turun dari tempat tidurnya ia mencoba mengingat dimana letak kamar mandi di kamarnya
perlahan Kanaya berjalan dengan meraba-raba dinding hingga tanpa sengaja ia malah memecahkan vas bunga di sudut ruangannya
''PRAAANGG......
Kanaya menutup mulutnya ia mencoba untuk memunguti vas bunga yang hancur berantakan itu
__ADS_1
tiba-tiba Rakha masuk ke kamar saat ia mendengar bunyi benda pecah tadi
Rakha mendekati Kanaya mencoba menghentikan yang dilakukan Kanaya
''sayang , apa yang kau lakukan ?
hentikan , tanganmu bisa terluka biar aku saja yang membereskannya ''
ucap Rakha dengan membantu Kanaya berdiri
''kau mau apa? biar aku bantu
''a-aku ingin ke kamar mandi aku ingin mandi''
jawab Kanaya dengan lirih
Rakha melihat raut wajah Kanaya yang terlihat sedih.
''baiklah aku akan membantu mu , maaf tadi aku meninggalkan mu sebentar ada yang harus aku periksa di ruang kerja''
Kanaya mengangguk dan Rakha pun menuntun Kanaya ke kamar mandi Rakha mendudukan Kanaya di wastapel sementara ia menyiapkan air di bathub
setelah air sudah Rakha membantu Kanaya melepas gaun Kanaya satu per satu nampak Kanaya sedikit menunduk karna malu Rakha yang mengurus dirinya
Rakha menatap wajah sang istri yang memerah karna malu pun tau.
''jangan malu aku suamimu, aku sudah sering melihat semuanya jadi tidak perlu malu dan ditutupi lagi ''
bisik Rakha di telinga Kanaya
Rakha melepas bra juga dalaman Kanaya dan memangku tubuh Kanaya ke bathub
dan ia duduk di pinggir bathub mulai menggosok tubuh Kanaya dengan lembut
Rakha benar-benar memperlakukan Kanaya dengan lembut saat ia menggosok punggung dan ke arah dada Kanaya .
sesuatu dibawah sana mulai menegang saat melihat tubuh sang istri yang begitu menggiurkan
''sayang...
panggil Kanaya
Rakha pun tersentak ia kembali menggosok tubuh mencoba melawan hasrat dalam dirinya.
Rakha menuangkan shampo ke rambut Kanaya perlahan ia melepas perban di kepala sang istri dengan hati-hati
Rakha mengecup kening Kanaya yang terluka itu
Kanaya memejamkan matanya menikmati sentuhan cinta dari sang suami
setelah selesai mandi Rakha membantu Kanaya untuk berpakaian
menyisir rambut dan memakaikan skincare untuk Kanaya dengan telaten dan penuh kelembutan .
Rakha membawa Kanaya ke sofa sementara ia mengambil makanan untuk Kanaya
tak lama Rakha oun kembali dengan makanan di tangannya
dan membawanya kepada Kanaya
Rakha menyuapi Kanaya
Rakha juga mengobati kening sang istri dan mengganti perbannya dengan plester saja karna sudah mengering
beberapa saat kemudian kini Kanaya dan Rakha tengah di tempat tidur untuk beristirahat
Rakha memeluk Kanaya dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Kanaya
''sayang, terimakasih untuk segalanya hari ini maaf aku telah membuatmu susah ''
__ADS_1
gumam Kanaya
''jangan berkata begitu aku tidak suka ''
tutur Rakha
kalau kau ingin berterima kasih , berterimakasihlah dengan cara lain ''
ucap Rakha dengan membalik tubuhnya dan mengungkung tubuh Kanaya dibawahnya
Rakha mencium bibir Kanaya dengan lembut dan menuntut lebih
Kanaya yang tau apa yang suaminya itu inginkan pun membiarkan Rakha mengexplore bibirnya dengan puas
Kanaya mengalungkan tangannya di leher Rakha dan meremas rambut Rakha saat sang suami menyusuri lehernya dan menyesapnya dalam-dalam
''emmhh ... ahh....
desah Kanaya
Rakha perlahan melepas semua yang ada pada tubuhnya juga tubuh Kanaya dengan nafsu yang menggebu Rakha mencium tubuh sang istri tanpa ada yang terlewat
Kanaya meremas sprei tempat tidur mereka ketika Rakha bermain dengan lidahnya dibawah sana membuat Kanaya mengerang dan mendesah menyebut namanya
''ahh ... sayang .... Rakha ... emmhhhh... ahhh''
Kanaya meracau tak karuan
Rakha tersenyum puas ia pun bangkit dan kembali mengungkung tubuh Kanaya
''katakan kau menginginkan ku''
Kanaya mencengkram lengan Rakha dengan napas tersengal menahan hasratnya
''aku... menginginkanmu suamiku''
lirih Kanaya
Rakha terseyum puas dengan cepat ia memasuki tubuh Kanaya membuat Kanaya kembali melenguh
''ahhkk ... sayang kau selalu nikmat...
aku merindukan saat-saat seperti ini bersama mu''
bisik Kanaya ditengah tempo permainannya
Kanaya memeluk tubuh Rakha dengan kuat mengimbangi permainan Rakha
''ahh.... sayang.. ahhh
Kanaya menekan kepala Rakha semakin dalam menyesap kedua bukit kembarnya
dengan perlahan keduanya berpacu saling memberi kepuasan
tubuh Kanaya melengking saat Rakha mempercepat vibra nya
''ahhkkk...
Rakha mengerang panjang saat rasa nikmat itu datang membuat tubuh mereka melayang dengan bertumpu dengan kedua sikunya
Rakha mengecup kening Kanaya sekilas ia nampak melihat kesedihan di mata Kanaya
( sampai kapan semua ini Tuhan.... akuingin istriku bisa kembali melihat dunia ini lagi melihat ku dimatanya saat kami bercinta )
gumam Rahka dalam hati.
''terima kasih sayang I love yuo ''
ucap Rakha dengan mencium kening sang istri
''I love yuo too''
__ADS_1
balas Kanaya.