Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Hanya menginginkan mu


__ADS_3


''Indah wajahmu menghiasi hari


Senyum manismu meluluhkan hati


Hari demi hari terasa sepi


Bila tawamu tak mengiringi


Tetaplah menjadi penenang hati


Karena bagiku kau begitu berarti


Ku mohon…


Jangan pernah berniat tuk pergi


Ataupun rasa untuk membenci


Karena ku ingin kau tetap di sini


Menemani…


Menjaga hati yang telah kau kunci''


sebaris puisi yang Rakha tulis di media sosialnya yang telah lama tak ia buka


dengan foto Kanaya sebagai caption nya


ia pun mengulas senyum tipis tatkala unggahannya mendapat ribuan like dan komentar dalam waktu singkat


Rakha mendekap leher Kanaya dari belakang sofa dan mengecup kepala sang istri


Kanaya memegangi tangan Rakha di lehernya balas mengecup pipi Rakha


''kau sedang apa sayang ''


''hanya menikmati pemandangan saja disini sangat indah ''


jawab Kanaya dengan menarik tangan Rakha agar duduk bersamanya di sofa


Kanaya menyandarkan kepalanya di bahu Rakha bergelayut manja


''kau tau hari ini suami ku sangat tampan ''


Kanaya dengan menangkup wajah Rakha


sang suami mengulas senyum bahagianya dengan merengkuh bahu Kanaya dan mengecup bibirnya sekilas


''aku tau , aku tampan nyonya Mahendra apa kau baru sadar suamimu ini tampan juga hebat dalam hal apapun''


Kanaya tertawa melihat kenarsisan Rakha


''aku tau suamiku memang hebat dalam hal apa pun aku tak ragu dengan hal itu aku bahagia memiliku sayang , aku sangat mencintaimu''


Kanaya menangkup wajah Rakha dan mencium bibir Rakha dengan mesra


mendapat perlakuan itu Rakha menahan tengkuk Kanaya untuk memperdalam ciuman mereka


''aku hanya menginginkanmu dalam hidupku Naya


hidup ku tak berarti tanpa dirimu


tetaplah bersamaku apa pun yang terjadi aku mencintaimu nyonya Mahendra''


Kanaya tersenyum bahagia keduanya kembali saling memagut mesra


bertukar saliva mengecap rasa nikmatnya cinta mereka

__ADS_1


''kau ingin kita melanjutkannya atau kita pergi jalan-jalan sekitar sini ?''


tanya Rakha sesaat melepas pagutan mereka dengan mengusap bibir Kanaya yang sedikit basah akibat ulahnya


Kanaya tersenyum dengan wajah memerah


''lanjutkan saja, aku menginginkanmu jalan-jalannya bisa nanti dan tidak terima tawar menawar''


Rakha tersenyum senang dengan jawaban Kanaya ia kembali memagut bibir mungil itu


Kanaya bangkit dan duduk di pangkuan Rakha kedua tangannya ia letakan di bahu Rakha dengan bibir saling memagut


Rakha menahan punggung Kanaya yang terbuka sebelah tangannya menyingkap gaun Kanaya dengan mudah ia meraba-raba pangkal paha sang istri keduanya larut dalam buaian dan sentuhan masing-masing dengan hasrat ingin memiliki satu sama lain


menjelang sore Rakha dan Kanaya berjalan bersama menyusuri pinggir pantai udara sejuk dan pemandangan pantai membuat mereka betah berada disana


dengan bergandengan tangan dan sesekali saling memagut mesra membuat semua orang iri melihat mereka



Rakha memotret Kanaya yang tengah tertawa dan menjadikannya wallpaper di handphonenya


ia mengulas senyumnya bahagia


''cantik''


Rakha dengan melihat tampilan handphonenya itu Kanaya yang melihat Rakha tersenyum pun tiba-tiba menyipratkan air ke arah Rakha dengan jailnya ia terus menyipratkan air ke tubuh Rakha


''Heyyy''


Rakha pun berusaha menghindar dan ingin menangkap tubuh Kanaya namun sang istri malah menghindar menjauh berlari dengan tertawa riang


''tangkap aku Tuan Rakha Mahendra''


tantang Kanaya yang berlari menjauh Rakha mengejar sang istri dengan tertawa bahagia


sore itu dengan senyum merekah di bibir mereka


greppp


Rakha berhasil menangkap tubuh Kanaya dan memeluknya erat Rakha memangku tubuh sang istri dan membawanya berputar -putar


Kanaya tertawa bahagia


''I Love you ... Rakha Mahendra ''


Kanaya dengan meneriakan nama suami sempurnanya itu


Rakha menurunkan tubuh Kanaya


dan mendekapnya erat


''I Love you ... Kanaya Syareefa Mahendra ''


Rakha ikut meneriakan


nama sang istri kembali saling memeluk dan memagut bibir masing-masing dibawah senja mentari yang perlahan tenggelam berganti malam


seminggu waktu yang Rakha dan Kanaya habiskan bersama di pulau Maldives pun telah berlalu tanpa terasa


Rakha dan Kanaya kembali ke ibu kota beberapa hari yang lalu saat ini Rakha sudah kembali memimpin perusahaannya


sementara Kanaya diam dimansion


bersama Bi nah, Kanaya tengah memasak makan siang untuk Kanaya bawa ke kantor Rakha nantinya


sudah beberapa hari ini Rakha disibukan dengan pekerjaan kantor sampai ia lupa dengan pola makannya untuk itu Kanaya yang mengantar makanan untuk Rakha


setelah dirasa siap Kanaya pun pergi ke kantor dengan di antar supir dan pengawal yang selalu setia mengawalnya ke manapun

__ADS_1


baru saja mobil Kanaya keluar dari mansion di ikuti satu mobil berisi 4 orang pengawal Kanaya yang lain


tiba-tiba beberapa mobil datang menghadang jalannya


''ada apa ini?''


Kanaya bertanya pada supir dan pengawalnya yang menepikan mobil mereka karna jalan mereka di hadang sisi kiri dan kanan juga dari depan membuat supir Kanaya tak bisa menghindar


''Nona , apa pun yang terjadi jangan keluar dari mobil, biar kami yang membereskan mereka''


ucap pengawal Kanaya


jumlah pengawal Kanaya hanya 6 orang sedangkan yang menghadang mereka berjumlah 12 orang setengah dari jumlah pengawal Kanaya


''apa yang kalian dari kami ?''


tanya pengawal Kanaya


dengan siap siaga menatap orang-orang yang kini mengelilingi mereka


''kami hanya ingin kalian membiarkan kami membawa Nona kalian dengan baik-baik maka kami akan membiarkan kalian bebas ''


tukas pimpinan dari orang-orang itu


pengawal Kanaya pun geram


''jangan harap kalian bisa membawa Nona kami dengan mudah ''


dan ahirnya baku hantam pun tak bisa dihindarkan Kanaya yang melihat situasi itu pun mencoba menghubungi Rakha


hingga beberapa kali namun tak ada jawaban


''prangg''


''ahhh''


Kanaya berteriak histeris saat salah satu dari orang-orang itu berhasil memecahkan kaca jendela mobilnya Kanaya pun terpaksa keluar dari samping mobilnya


pengawal Kanaya nampak kewalahan melawan orang-orang itu yang rata-rata mereka juga membawa senjata api


Kanaya menghampiri para pengawalnya yang jatuh tersungkur ke aspal


''Nona pergi dari sini mereka berbahaya''


''tidak , kalian terluka karna aku , aku tak bisa meninggalkan kalian begitu saja ''


Kanaya membantu para pengawalnya berdiri ia pun berusaha melawan bersama para pengawal nya menghadapi orang -orang itu


salah satu dari orang -orang itu mencoba menyerang Kanaya namun Kanaya berhasil menghindar dan menarik tangannya memutarnya kebelakang dengan kuat


''kreeekkkk''


bunyi tulang patang membuat ngilu yang mendengar


''aaaaaahhhhh''


jerit orang berbaju hitam itu Kanaya memukul pundaknya hingga jatuh tersungkur tak sadarkan diri


kembali Kanaya mengeluarkan keterampilannya dalam bela diri


bughh.... bughhh


orang-orang yang berusaha menyerang Kanaya di buat tak berdaya dengan perlawanan Kanaya ia dengan mudahnya melumpuhkan beberapa orang itu hingga jatuh ke aspal tak ingin berlama-lama Kanaya mengambil senjata api salah satu dari mereka


dor... dorr... dorr


Kanaya menembakan senjata api itu kepada orang-orang itu hingga jatuh kembali mengerang kesakitan Kanaya menembakan senjatanya ke bagian kaki ia tak ingin menjadi seorang pembunuh


para pengawal Kanaya berkumpul mengelilingi nonanya itu hingga tiba-tiba sebuah benda mengeluarkan asap tebal dilemparkan ke arah mereka Kanaya terbatuk-batuk dan juga para pengawalnya tak berapa lama Kanaya dan pengawalnya pun jatuh pingsan tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2