
''pagi-pagi sekali Jonathan menghubungi Rakha
membuat Kanaya terganggu dan membuka mata nya.
namun Rakha masih terpejam mungkin karna selama ini Rakha tak pernah bisa tidur dengan nyenyak saat Kanaya koma kini pria itu tidur dengan nyenyaknya
Kanaya mengelus wajah sang suami yang terlihat begitu tampan namun tersirat guratan kelelahan juga beban berat yang ia hadapi.
Kanaya pun semakin merasa bersalah karna ia bersikap egois selama ini dan larut dalam tidur panjangnya.
tiba-tiba Kanaya terhenyak saat mendapati tubuh Rakha terasa demam
iapun beranjak di raba nya kening Rakha keringat membasahi pelipisnya
''sayang , kau demam ''
Kanaya turun dari tempat tidurnya ia mengambil handphone Rakha yang terus bergetar
Kanaya 📱'' iya Jo , ada apa?
Jonathan 📱''Nona, dimana Boss?
ada meting penting hari ini
Kanaya📱'' Rakha demam Jo, apa kau tak bisa
menggntikannya ?''
Jonathan📱'' tidak bisa Nona, ini meting penting
tentang proyek ''Kanaya wonderful
world.
Kanaya 📱'' baiklah Jo, aku yang akan
menggantikan suamiku kau persiapkan
saja semuanya ''
Kanaya menutup panggilannya ,segera ia keluar kamar menuju dapur untuk mengambil baskom berisi air untuk mengompres Rakha.
ia membuatkan bubur untuk Rakha , Bi nah menghampiri nonanya itu yang terlihat sibuk sendiri di dapur
''nona , anda sedang apa? biar saya saja yang melakukannya''
Kanaya tersenyum tipis
''tidak apa-apa bi, biar Naya saja , hanya membuat bubur untuk Rakha ini mudah ''
jawab Kanaya
''Tuan kenapa nona?''
kembali Bi nah bertanya
''suamiku sedikit demam, oh ya mommy dan daddy kemana ?
Kanaya menjawab dengan balik bertanya
''Nyonya sudah pergi pagi-pagi sekali bersama Tuan Adam mereka akan keluar kota ada undangan dari kolega bisnis Tuan Adam ''
jawab Bi nah, Kanaya menganggukan kepalanya.
beberapa saat kemudian Kanaya selesai dengan bubur nya dan berjalan ke atas menuju kamar kembali
Kanaya meletakan bubur dan obat juga air untuk Rakha
__ADS_1
ia mengompres kening Rakha
''sayaang, bangun dulu makan buburnya dan minum obatnya kau demam ''
titah Kanaya
Rakha perlahan membuka matanya
''kepalaku sedikit sakit '' aku harus ke kantor''
ucap Rakha
Kanaya membantu Rakha duduk bersandar pada ranjang
''kau tak usah memikirkan masalah kantor aku yang akan menggantikanmu , kau beristirahat saja''
ucap Kanaya dengan perlahan ia meyuapi bubur itu pada Rakha hingga habis Kanaya memberikan obat dan memberikannya pada Rakha
setelah selesai Kanaya menyuruh Rakha beristirahat dan kembali ia mengompres kening suaminya itu.
''beristirahatlah aku akan bersiap untuk
ke kantor''
Rakha kembali memejam kan matanya menuruti perintah Kanaya yang ia merasa tubuhnya lemas jug pusing dikepalanya.
Kanaya pun bersiap dan pergi ke kantor Rakha
kali ini ia ingin membawa mobil nya sendiri tanpa bantuan supir.
kedatangan Kanaya disambut Jonathan dan Siska di lobi kantor Mahendra corporation
dan beberapa asisten juga stap karyawan
semua tampak menundukkan kepala mereka saat wanita cantik itu turun dari mobilnya
sambut Jonathan
''pagi Jo, apa semua sudah siap?''
jawab Kanaya dengan pertanyaan mereka bicara sambil berjalan menuju ruang meting di adakan
''semua sudah siap , mereka tengah menantimu sebentar lagi meting akan dimulai '
' jawab Jonathan
asisten Rakha itupun memberikan berkas yang harus Kanaya pelajari wanita cantik itu pun berjalan memasuki ruang meting di adakan semua stap direksi juga para pemegang saham serempak berdiri menyambut kedatangan Kanaya
istri pemilik Mahendra Corporation itu
''selamat pagi semua tuan-tuan maaf meting hari ini aku yang akan mewakili suami ku ia sedang tidak enak badan jadi harus beristirahat, sekarang kita mulai saja meting hari ini ''
dengan tegas Kanaya memimpin meting hari itu Kanaya dengan cepat ia paham semua masalah yang terjadi dalam proyek Kanaya wonderful world
'ia pun memberikan masukan juga pemecahan hingga membuat para direksi semakin kagum pada wanita kesayangan Boss mereka itu
diam -diam Jonathan melakukan vidieo call dengan Rakha tanpa Kanaya sadari dirinya tengah diperhatikan sang suami.
Rakha mengulas senyum bangga pada sang istri
''apa jadinya hidupku tanpa dirimu ''
gumam Rakha dengan menatap wajah Kanaya yang tengah menjelaskan pada poin -poin penting dalam meting itu lewat layar handphonenya.
meting pun selesai dengan lancar,Kanaya tengah berada di ruang kerja Rakha ia tatap semua benda yang hampir 2 bulan tak ia kunjungi
ia raih bingkai foto pernikahannya dengan Rakha.
Kanaya mengulas senyum di bibirnya
__ADS_1
tiba-tiba- Jonathan dan Siska mengetuk pintu membuat Kanaya terlonjak dari nostalgianya
''masuk''
Jonathan dan Siska pun menghampiri Kanaya
''meting sudah selesai Jo, aku juga sudah memeriksa beberapa berkas dan sudah ku tanda tangani , bisa kah untuk beberapa hari kau handle semua pekerjaan kantor, sebelum suamiku benar-benar pulih ''
tanya Kanaya
''baik Nona kau tak usah khawatir aku bisa melakukannya lagi pula ada Siska yang membantu''
jawab Jonathan
ia melirik Siska dan itu tak luput dari pandangan Kanaya
'sepertinya kalian akrab ya sekarang ?
apa kalian ada sesuatu yang kalian sembunyikan dariku?''
goda Kanaya pada Siska yang membuat sahabatnya itu gugup dan salah tingkah
Kanaya tertawa melihat wajah Siska memerah dan raut wajah Jonathan yang berubah pucat
''sudahlah jangan gugup... santai saja aku akan pulang Rakha di rumah pasti menungguku ''
Kanaya pun pamit meninggalkan ruangan itu membuat Siska dan Jonathan semakin salah tingkah.
Kanaya membawa mobilnya perlahan sebelum kembali ke mansion ia pergi ke arah TPU tempat dimana kedua orang tuanya dimakamkan
dengan langkah gontay setelah memarkirkan mobilnya Kanaya berjalan ke makam
Kanaya duduk bersimpuh di hadapan makam kedua orang tuanya.
''mama, papa... Naya rindu pada kalian''
dengan mulai menagis Kanaya menceritakan semua yang ia alami dari dulu hingga saat ini
dengan tersedu-sedu Kanaya mengusap air matanya
''mama, papa bantu Naya... dimana Kanaya harus mencari bayi Naya...
Naya sangat ingin memeluk bayi Naya tolong bantu Naya... hiks... hiks...
lama wanita itu menangis sendiri di atas makam kedua orang tuannya hingga setengah jam kemudian.
''Kanaya beranjak dari duduknya
untuk segera kembali namun tiba-tiba ia melihat seseorang yang sudah lama tak ia jumpai
''paman''
gumam Kanaya
pria paruh baya itu yang tanpa sengaja melihat Kanaya pun berlari tadinya ia ingin mengunjungi makam orang tua Kanaya.
hingga tanpa sengaja ia melihat Kanaya disana
Kanaya yang penasaran pun mengejar sang paman
yang tampak ketakutan dan yang aneh adalah dimana sang paman membawa kotak susu formula untuk bayi.
''paman tunggu''
teriak Kanaya namun teriakan nya tak di gubris pria paruh baya itu ia terus berlari dengan cepat meninggalkan makam
Kanaya kembali ke mobilnya dia pun berniat untuk ke rumah Paman dan bibinya dahulu mereka tinggal.
'' namun saat akan menyalakan mobilnya Kanaya kembali teringat akan Rakha
ia pun menghubungi Andra untuk melihat keadaan sang suami.
__ADS_1
sementara ia akan pergi menuju tempat tinggal paman dan bibinya.