
selama 2 hari 2 malam Rakha dan Kanaya tinggal di hotel mereka memilih menghabiskan waktu bersama dikamar hotel untuk sekedar mengobrol membaca buku menonton tv ataupun mandi bersama semua hal kecil tapi terasa begitu romantis dan membahagiakan bagi mereka berdua tak jarang keduanya malah berahir di tempat tidur untuk bercinta dan saling memuaskan satu sama lain.
hari ini Rakha membawa pulang Kanaya ke apartemen nya ia menolak untuk tinggal dengan Adam dan Sarra karena ia meresa tak bisa leluasa jika di rumah mengingat sang mommy yang selalu protektif padanya juga Kanaya.
awalnya Sarra memaksa namun dengan alasan ingin menikmati masa-masa berdua saja ahirnya Sarra pun setuju di tambah Adam juga turut mendukung keputusan Rakha.
'Kanaya tengah berada di pantri untuk memasak
ia belajar memasak saat ia bekerja di cafe Arjuna dulu .
ia membuka lemari pendingin untuk melihat apa yang bisa ia masak ''
hanya ada telur dan sosis ''
gumam Kanaya
iapun memutuskan untuk membuat nasi goreng saja karna hari sudah malam untuk berbelanja pikirnya .
sementara itu Rakha yang tengah memeriksa beberapa berkas di ruang kerja nya mulai beranjak untuk mencari Kanaya saat ia mencium aroma masakan yang membuatnya merasa lapar ia pun berjalan menuju pantri .
nampak Kanaya yang sedang memasak hanya memakai tanktop juga hotpans berwarna hitam dan rambut yang di cepol ke atas memperlihatkan leher jenjangnya kulitnya yang putih bersih juga semakin membuat Rakha tak bisa jauh dari sang istri ia merekam Kanaya yang tengah memasak sambil bernyanyi riang dengan bahagia
Have I ever told you
I want you to the bone?
Have I ever called you
When you are all alone?
And if I ever forget
To tell you how I feel
Listen to me now, babe
I want you to the bone
I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh
I want you to the bone, oh, oh, oh, oh
Maybe if you can see
What I feel through my bone
Every corner in me
There's your presence that grown
Maybe I nurture it more
By saying how I feel
But I did mean it before
I want you to the bone
I want you to-
Take me home, I'm fallin'
Love me long, I'm rollin'
Losing control, body and soul
Mind too for sure, I'm already yours
Walk you down, I'm all in
Hold you tight, you call and
I'll take control your body and soul
Mind too for sure, I'm already yours
Would that be alright?
Hey, would that be alright?
I wantโฆ
#pamungkas song
Rakha pun mendekap tubuh sang istri dari belakang
''bukan hanya sampai ke tulang aku mencintaimu sampai ahir hidup ku''
bisik Rakha di telinga Kanaya yang terkejut saat Rakha mendekapnya
__ADS_1
''kau selalu saja mengejutkan ku''
Kanaya membelai wajah Rakha yang tengah menyandarkan dagunya di ceruk sang istri
''suaramu merdu sekali aku suka saat kau bernyanyi lagu barusan ''
''benarkah ? kau hanya suka suaraku ?
ucap Kanaya dengan berbalik menghadap Rakha di kalungkannya kedua tangannya di leher Rakha dengan sedikit menggoda
Rakha menarik pinggang Kanaya hingga merapat dengan tubuhnya
''aku suka semua yang ada pada dirimu nyonya Mahendra'
' lirih Rakha dan tanpa di duga Kanaya mencium bibirnya dengan lembut
''kau mau menggodaku nyonya?
ucap Rakha di telinga sang istri
''kalau iya kenapa ? aku menginginkanmu tuan muda ''
Kanaya balas berbisik sambil mengigit kecil telinga Rakha
Rakha di buat merinding dengan tingkah Kanaya
'' baiklah nyonya '' ayo kita bermain''
Kanaya tertawa bahagia saat Rakha menaikan tubuhnya ke meja pantri tak lupa ia mematikan kompor nya.
Rakha memagut bibir Kanaya dengan penuh hasrat tangannya membuka tanktop yang Kanaya kenakan dan dengan satu tarikan ia melepas penyangga bra sang istri begitu juga Kanaya ia melucuti pakaian Rakha dan melemparnya asal.
mereka seolah lupa dimana mereka saat ini keduanya sibuk saling mencumbu di dapur apartemen mereka.
inilah yang Rakha inginkan untuk tinggal berdua saja karna ia ingin bebas menikmati waktunya bersama sang istri yang dimana ia selalu merasa candu terhadap tubuh Kanaya.
Kanaya meremas rambut Rakha yang menyesap duah bukit kembarnya dengan rakus dan juga mengigitnya pelan
ah...ah... sayang... ehmmm''
Kanaya menggigit jarinya sendiri dengan sensual melihat expresi sang istri Rakha semakin bersemangat
''kau membuatku gemas Naya... ''
di lumatnya bibir sang istri
Rakha mengarahkan tubuh tubuhnya untuk memasuki tubuh Kanaya dengan posisi kanaya berpegangan pada meja Rakha memasuki nya dari belakang Kanaya mendesah saat rasa nikmat mulai menderanya.
Rakha bermain dengan lembut ia mendekap punggung sang istri ia juga menarik ikatan rambut Kanaya hingga jatuh terurai Rakha menyusuri ceruk Kanaya dengan lidahnya dan juga menciuminya tanpa terlewat kedua tangan Rakha bermain di kedua bukit kembarnya Kanaya mendongakan kepalanya dengan mata terpejam menikmati sentuhan -sentuhan yang Rakha berikan.
''ahh... ah... emmhh''
Kanaya berpegangan erat pada kedua tangan Rakha
Rakha mempercepat vibra nya
''ini sempit sekali.... Naya... kau membuatku gila...
ah... ahhh''
Rakha mengerang bersamaan dengan tubuh Kanaya yang melengking menekan bagian bawahnya
keduanya dengan napas tersengal saling memeluk erat '
'ini gila... kau melakukannya dimanapun kau mau '' ucap Kanaya dengan senyum tipis.
Rakha yang masih memeluknya dari belakang
''kau yang membuatku gila sayang, tapi kau suka kan ?
bisik Rakha di telinga sang istri
Kanaya mengangguk dengan wajah memerah karna malu ia bisa berbuat seperti ini di ruangan terbuka untung saja mereka hanya tinggal berdua pikirnya.
''ayo kita membersihkan diri''
ajak Rakha melepas tubuh Kanaya
''gendong , lututku rasanya lemas sekali''
lirih Kanaya
Rakha tertawa lepas mendengar hal itu
''baiklah nyonya Mahendra''
dengan keadaan masih polos Rakha membopong Kanaya menuju kamar mandi mereka di kamar di lantai atas apartemen nya.
Rakha membersihkan dirinya terlebih dahulu sedangkan Kanaya ingin berendam dulu di bathub
__ADS_1
selesai berpakaian Rakha kembali ke pantri untuk menyelesaikan masakan Kanaya
''dia masak apa?
gumam Rakha melihat nasi goreng yang masih di penggorengan ia pun melanjutkan nya tak lama nasi goreng pun jadi lalu ia tata di piring dan membawanya ke meja makan .
Rakha tersenyum sesaat saat melihat pakaian yang berserakan di lantai
'' kau memang gila Rakha''
gumamnya kembali ia bermaksud mengambil pakaian yang berceceran itu namun sebelum ia mengambilnya tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.
Rakha pun bergegas untuk membuka pintu
nampak Arjuna dan Jonathan yang datang berkunjung
''hallo pengantin baru... bagaimana kabarmu 2 hari ini gk ada kabar''
sahut Arjuna yang nyelonong masuk begitu saja bersama Jonathan
''kalian tumben bisa bareungan kemari ? ''
''kami bertemu di lobi '
jawab Jonathan
dan mereka pun duduk di sofa ruang santai
''oh ya Kha , kalian tak berbulan madu kalian kan baru menikah?
tanya Arjuna
''aku terserah Naya saja , di rumah saja kami bisa melakukannya dimanapun aku mau ''
ucap Rakha santai
''cih... dasar kau ini berapa kali kau hajar dia aku yakin bukan hanya satu atau dua kali ''
timpal Arjuna terkekeh
''kalian ngomongin apaan sih ''
kata Jonathan
yang berjalan ke arah pantri untuk mengambil minum tenggorokannya terasa haus
di liriknya ada nasi goreng di meja pantri
''wah kau buat nasi goreng ya , ngomong-ngomong dimana istrimu ''?
tanya Jonathan heran
''sayang''
tiba-tiba Kanaya turun dari lantai atas menuruni tangga sembari memanggil Rakha dengan gaun rumahan yang terlihat seksi dimata Rakha juga rambut yang terurai panjang dan sedikit basah.
semua menatap ke arah Kanaya terutama Rakha dengan cepat ia memeluk tubuh Kanaya ia tak ingin kedua sahabatnya melihat penampilan sang istri '
''' kau kenapa berpakaian begini lagi sih '
' kesal Rakha
Kanaya menggeliat '
''memangnya kenapa? ini kan dirumah '' lepas jangan begini''
Kanaya pun memanyunkan bibirnya kesal dengan sikap posesif Rakha
'' cuppp''
' Rakha mencium sekilas bibir mungil Kanaya
Kanaya menutup wajahnya dengan kedua tangannya malu saat ia melihat ada Arjuna juga Jonathan di sana
''dasar bucin ''
ledek Arjuna
''Kha ini apaa?''
teriak Jonathan saat tangan nya membawa bra berwarna hitam ditangan nya yang ia temukan di atas kulkas
Kanaya semakin malu dengan wajah memerah ia menyembunyikan wajahnya di dada Rakha.
Rakha melotot di ambilnya bra di tangan Jonathan dan ia pun memunguti pakaian yang tercecer di pantri dan memberikannya kepada sang istri.
Kanaya pun bergegas kembali ke kamarnya sungguh ia malu sekali Arjuna dan Jonathan malah puas tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan pengantin baru itu.
__ADS_1
penampilan Kanaya saat di rumah ๐๐