
''*Wahai bidadariku..
Dengarlah lirih harapan yang ada dari sisa keyakinanku..
Yang Ku inginkan hanya cinta kita layaknya karang yang kuat..
Jadi, biarkan rindu ini semakin terkikis..
Namun jangan biarkan harapan ini menipis*''
Rakha menulis sepenggal puisi di media sosialnya ia beranjak dan
berdiri di balkon memandang gedung-gedung tinggi sekitar rumah sakit sudah hampir 1 bulan lebih Kanaya koma dan hal itu membuat Rakha seakan mati tapi hidup , hidup tapi mati
hal itulah yang merubah pribadi Rakha
berita penculikan bayi Kanaya sengaja Rakha sebarkan agar Crystal keluar dari persembunyiannya
namun masih tak membuahkan hasil
sampai saat ini Crystal hilang bagai di telan bumi karir modelnya hancur begitu saja kini ia menjadi buronan paling dicari oleh pihak kepolisian
maupun para mafia pimpinan
Adam
banyak pihak yang ikut bersedih saat berita itu tersebar terutama pengikut Kanaya dan Rakha di akun mereka masing-masing
banyak yang memberikan dukungan
juga yang ikut membantu mencari dengan menyebarkan berita.
mengingat hadiah yang akan
Rakha berikan sebagai ucapan terima kasih
tak tanggung-tanggung
Rakha akan memberi imbalan berupa uang sebesar
10 milyar untuk siapa saja yang berhasil menemukan Crystal.
hari-hari Rakha lalui dengan mencari bayi nya dan bekerja dengan begitu ia bisa melupakan kesedihannya sejenak
namun ia akan kembali bersedih jika ia kembali
ke rumah sakit dimana kini ia tinggal diruangan Kanaya koma
sore itu seperti biasa Rakha kembali dari kantornya dan pulang ke kamar Kanaya berada
tampak Sarra menemani Kanaya
''Rakha kau sudah pulang sayang?''
tanya Sarra dan Rakha hanya mengulas senyum saja
Sarra tak bisa berbuat apa-apa akan sikap Rakha
yang kembali dingin seperti saat kematian
adik perempuannya dulu.
''mommy pulang dulu''
pamit Sarra ia pun memeluk Rakha dengan perasaan sedih dengan keadaan sang putra ''
setelah Sarra pulang , Rakha beranjak untuk membersihkan dirinya.
dibawah guyuran shower
Rakha mengingat pertemuannya tadi siang dengan Prawira.
Flashback on
''Rakha mendatangi rumah keluarga Prawira
karna ia yakin kalau Damar terlibat dalam penculikan bayinya.
__ADS_1
bersama Jonathan ia memasuki rumah mewah
itu yang terlihat sepi
disambut oleh Prawira yang tengah bersantai di taman rumahnya.
''selamat siang Tuan Prawira ''
sapa Jonathan pada pria paruh baya itu
''selamat siang , Tuan Jo, dan Tuan Mahendra
suatu kejutan tak terduga kalian berkunjung ke rumah ku?
sambut Prawira pria tua itu ramah
ia pun mempersilahkan Rakha dan Jonathan untuk duduk bersamanya
''apa kedatangan kalian ada hubungannya dengan hilangnya bayi mu Tuan Mahendra''?
Prawira to the point
Rakha menatap pria tua itu
''aku tidak akan basa-basi kedatanganku memang menyangkut hilangnya bayi kami, sebenarnya
aku juga ragu untuk datang kemari, tapi aku sudah tak tau kemana aku harus mencari bayi kami''
Rakha dengan raut wajah yang terlihat menanggung beban berat itu nampak berubah sedih.
Prawira mengheula napas berat
''aku tau yang kalian alami saat ini sangat berat
Naya, sejak dulu hidupnya selalu menderita aku juga turut andil dalam penderitaannya ''
Prawira kembali mengingat perlakuannya dulu terhadap Kanaya
Rakha dan Jonathan melihat penyesalan yang mendalam pada Prawira
''kalau kedatangan mu untuk mencari Damar dan kalian pikir ia terlibat dalam hilangnya bayi mu
ucap Prawira
Rakha dan Jonathan saling pandang
''Damar sudah hidup bahagia dengan Noni
beberapa waktu lalu Damar mencari Noni atas bantuan Rena putraku bisa menemukan
gadis itu awalnya Noni menolak namun karna gadis itu kini tengah mengandung anak Damar.
ia pun bersedia menerima putraku
yang bersungguh -sungguh ingin memulai hidup baru dengan menikahi Noni
mereka saat ini tengah berada di inggris dan
berencana menetap disana untuk mengurus bisnis Damar disana, sudah hampir 3 bulan dan mereka belum kembali bahkan untuk berkunjung jarang''
jeulas Prawira
Rakha dan Jonathan pamit dari kediaman
Prawira setelah mendengar penjelasan dari pria itu
bahkan Damar pun baru-baru ini menghubungi Prawira ingin tau kabar yang ia lihat dimedia sosial tentang Kanaya apakah benar
karna Noni yang saat ini tengah hamil tua begitu mencemaskan Kanaya sehingga meminta Prawira untuk mencari tau.
Flashback off
''kemana aku harus mencari lagi''
Nayaa... aku membutuhkanmu sayaang... ''
di bawah guyuran shower Rakha meratapi nasib rumah tangganya yang selalu diterpa masalah.
''sementara itu Kanaya yang tengah tertidur itu kini sedang bermimpi ia berada di sebuah taman
dengan hamparan rumput hijau ia mendapati orangtuanya tengah terseyum padanya
__ADS_1
''Naya... sini sayang''
panggil mereka
Kanaya menghambur memeluk kedua orang tuanya selama ini begitu ia rindukan
''Papa... mama'' ahir nya Naya bisa bertemu kalian lagi , Naya rindu sekali ... Naya ikut kalian ya... jangan tinggalin Naya lagi... ''
ucap Kanaya
kedua orang tua Kanaya menatap wajah Kanaya dengan tersenyum
'' Sayang, perjalananmu masih panjang
kembalilah suami dan anakmu membutuhkan mu lihat mereka memanggilmu pergilah dan berbahagialah sayaang... ''
ucap mama dan papa Kanaya
Kanaya melihat dari kejauhan sosok Rakha bayi dalam pelukan Rakha
''bayiku''
Rakha telah selesai membersihkan dirinya kini ia tengah duduk di samping Kanaya yang masih betah menutup mata
''sayaang, bangunlah aku merindukanmu
aku tak bisa tanpamu ... kumohon Naya sadarlah bukankah kau pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan ku, kau bilang kau mencintai ku
Naya... bangunlah aku sudah tak sanggup lagi menahan semua ini Naya...
''Rakha menggenggam tangan Kanaya dan di kecupnya tangan yang selama ini selalu membelainya juga ketika tidur
''aku merindukanmu... ''
lirih Rakha tanpa terasa ia pun meneteskan air matanya di kecupnya kening Kanaya dengann
segenap perasaan nya
'namun tiba-tiba tangan Kanaya mulai bergerak yang masih di genggam Rakha
Rakha beranjak saat ia merasakan pergerakan Kanaya
''papa... mama... jangan tinggalin Naya''
Kanaya mengingau
Rakha pun memencet tombol untuk memanggil Andra
'' Naya ikut kalian....
kembali igauan Kanaya terdengar membuat Rakha panik
''apa maksudmu Naya... tidak... jangan
jangan tinggalkan aku Naya... ''
Rakha pun berteriak
''bayi... bayikuuu''
Kanaya bangun dari tidurnya dengan terduduk
ditatapnya sekeliling
Rakha nampak terkejut saat melihat Kanaya tersadar.
tatapan mereka bertemu tatapan yang syarat akan kerinduan dengan bulir airmata Kanaya beranjak dari tidurnya ditangkupnya wajah Rakha yang menatap nya dengan penuh kesedihan
''suamiku...
Rakha langsung memeluk tubuh Kanaya dengan perasaan bahagia karna Kanaya telah sadar kembali dikecupnya kening mata hidung juga bibir Kanaya tanpa ada yang terlewat
''terima kasih kau sudah kembali'' terima kasih''
ucap Rakha tak henti-hentinya mengucap syukur
Andra dan suster pun ikut bahagia melihat hal itu saat memasuki kamar itu mereka dibuat terkejut dengan sadarnya Kanaya
Andra mengulas senyum bahagia untuk sahabatnya itu.
__ADS_1