
Rakha membawa Kanaya kembali ke mansion keesokan harinya karna Kanaya merasa tidak nyaman dengan bau rumah sakit meskipun ia ditempatkan dikamar pribadinya
Rakha menuruti keinginan sang istri asalkan Kanaya tetap beristirahat di tempat tidur
karna ia khawatir dengan Kanaya
mau tidak mau Kanaya pun patuh
''Mommy ''
Kanaya membuka matanya saat ia mendengar suara Axelle memanggilnya di ikuti Rakha
Adam dan Sarra yang memasuki kamar Kanaya
terlihat Axelle yang berlari menghambur memeluknya
''Axelle , Mommy merindukanmu sayang ''
Kanaya memeluk putranya itu dan menciumi seluruh wajahnya
begitu pun Axelle ia memeluk sang Mommy dengan erat
''Axelle juga kangen Mommy, kenapa Mommy sampai bisa sakit segala Axelle sedih kalau Mommy sakit''
Kanaya dibuat terharu dengan ketulusan Axelle Rakha memangku tubuh Axelle
Sarra dan Adam pun menghampiri menantu juga putri mereka itu
'' jagoan Daddy tidak boleh sedih Mommy tidak apa-apa ia hanya kelelahan
bukankah jagoan Daddy minta sesuatu pada Mommy itu sebabnya Mommy sakit karna Mommy sedang mengandung adik-adikmu''
Rakha menjelaskan pada Axelle kabar itu membuat
Axelle senang ia turun dari pangkuan Rakha dan bersorak bahagia Adam dan Sarra pun ikut tertawa melihat tingkah Axelle
''hore.... Axelle akan punya adik hore... ''
sorak Axelle
''selamat Naya, kalian akan kembali memiliki bayi
oh ya , apa maksud Rakha dengan adik-adik ?
Sarra memeluk Kanaya
''Naya mengandung bayi kembar momm''
jawab Rakha
Sarra membuat ia juga Adam terkejut bahagia ia kembali memeluk Kanaya juga Adam yang mengelus kepala Kanaya dengan sayang
''jangan terlalu lelah jaga diri juga kandunganmu Ok?''
pesan Adam pada Kanaya
__ADS_1
Kanaya mengangguk patuh
''terima kasih Dadd
Kalian selalu menghawatirkan Naya Momm terima kasih untuk kasih sayang yang kalian berikan untukku ''
Kanaya memeluk Adam dan Sarra bergantian Rakha merengkuh Kanaya kedalam pelukannya juga Axelle yang ikut memeluk Mommy dan Daddynya itu.
pagi-pagi Rakha sudah terbangun ia merasakan sesuatu yang membuatnya beranjak dari tempat tidur bergegas ke kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana panjangnya saja
Rakha berjongkok di wastapel mengeluarkan isi perutnya yang terasa bergejolak keringat mulai membanjiri pelipisnya
Kanaya yang cemas pun mengikuti Rakha
''sayang , kau kenapa ?''
Kanaya mulai panik melihat Rakha yang terlihat kesusahan itu ia pun mencoba memijat tengkuk sang suami
Rakha terus saja muntah -muntah
ia mencuci mulut juga wajah nya Kanaya mengambilkan handuk untuk mengeringkan wajah Rakha
Rakha memeluk tubuh Kanaya ia menghirup aroma tubuh Kanaya diceruk sang istri
Kanaya merasa geli karna Rakha terus menciumi lehernya
''sayang , apa yang kau lakukan geli tau''
''biarkan begini aku suka aroma tubuhmu rasanya nyaman sekali mualku juga hilang''
yang dulu ia alami ia pun menggandeng tangan Rakha kembali menuju tempat tidur
Kanaya dan Rakha kembali berbaring dengan Rakha yang mendekap tubuh Kanaya di dadanya
sang istri memeluknya dan membelai rambut Rakha
Rakha kembali terpejam karna merasa nyaman dengan sentuhan Kanaya
sadar akan benda padat di wajahnya Rakha menyeringai di bukanya penutup bukit kembar itu yang memang seperti mau keluar karna belahan dadanya yang rendah
Rakha menghisap salah satunya dan tangan satunya meremas dan memainkan yang lainnya
Kanaya pun di buat tak berdaya akan apa yang dilakukan Rakha ia menerima begitu saja setiap sentuhan Rakha di tubuhnya
''ehhmmmm.... sayaanng .... ahhhkkk''
Kanaya mendesah ia menekan kepala Rakha agar semakin memperkuat hisapannya dan juga meremas rambut Rakha
tangan Rakha pun sudah menjelajah kemana-mana membuat Kanaya semakin meracau
Rakha meraba paha mulus sang istri dengan berhasrat menarik dalaman Kanaya dan membuangnya entah kemana Rakha menyingkap gaun tipis yang Kanaya gunakan ia mencengkram kedua tangan Kanaya ke atas kepala nya dengan satu tangan ia melepas gaun dari tubuh Kanaya hingga Kanaya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun
Rakha melepas pengait celananya dan mulai memposisikan dirinya untuk memasuki tubuh indah Kanaya
nampak Kanaya mengigit bibir bawahnya saat melihat milik Rakha yang selalu berhasil membuatnya terbang melayang itu Kanaya membelai nya dengan tatapan sendu
__ADS_1
''kau mau ini''
Rakha yang tau tatapan Kanaya pun seolah tau apa yang di inginkan Kanaya
Kanaya mengangguk pelan
dengan cepat Rakha memberikan apa yang Kanaya mau
dengan nafsu yang sudah menggebu Kanaya mengulum dibawah sana seperti ia menjilati lolipop Rakha memegangi kepala sang istri
''ahhhkkkk sayang... uuhhh''
Rakha mengerang hebat Kanaya benar-benar membuatnya terlena di buai kenikmatan
setelah puas dengan itu Kanaya menjatuhkan dirinya dan Rakha langsung memasuki tubuh Kanaya yang kini dibuat mengerang dan mendesal menyebut namanya
''emmmhh.... sayang.... ahhhkk.... aahhhh''
Kanaya mengalungkan tangan nya keleher Rakha
sang suami mencium dan ******* bibirnya membuat Kanaya semakin menggila
Rakha menambah kecepatan vibranya
''sayang, kau nikmat sekali aku suka ahhhkk''
erang Rakha
yang kembali menyesap dua bukit kembar Kanaya
sang istri meremas apapun yang bisa ia gapai
tubuh Kanaya melengking seiring rasa nikmat itu datang mendera tubuhnya juga Rakha yang mengerang panjang
sesuatu yang hangat membanjiri perut Kanaya
Rakha mengulas senyum dan mencium perut sang istri
dengan keringat membasahi pelipis nya
''maafkan Daddy sayang ''
Kanaya menangkup wajah sang suami
''terima kasih I Love you''
Rakha dengan mengecup dahi Kanaya dengan napas tersengal
''I love you too''
balas Kanaya yang menelusupkan wajahnya kedalam dekapan Rakha
menciumi dada sang suami.
__ADS_1
Rakha Mahendra