
Rakha dan 3 sahabatnya bergegas ke apartemen semua berkas yang tertumpuk di meja kerja nya ia bawa ke apartemennya.
dengan mengendarai mobil masing-masing mereka menuju apartemen Rakha sekalian reuni karna mereka jarang sekali bisa berkumpul
Rakha membuka pintu apartemennya di ikuti para sahabatnya.
''dimana istrimu ?''
tanya Andra yang melihat suasana apartemen yang sepi
Arjuna langsung menuju pantri sementara Jonathan ke ruang kerja Rakha menaruh berkas yang ia bawa
''ia mungkin di kamar ''
jawab Rakha yang berjalan menuju tangga ke kamar melihat Kanaya
Andra pun mengikuti Arjuna yang tengah mempersiapkan bahan-bahan untuk ia buat nasi goreng.
Andra menarik kursi di meja makan dan ia pun duduk dengan santai Arjuna melemparkan kaleng sofdrink yang ia ambil dari lemari pendingin
''bahan-bahan makanan semuanya ada seperti biasa Naya memang selalu memperhatikan hal-hal kecil''
gumam Arjuna yang didengar Andra
''berapa lama kau kenal dengan Kanaya, sepertinya kau lebih tau dia daripada Rakha?''
''Kau benar aku yang lebih kenal dia selama hampir 3 thn dia bekerja di cafe ku dia gadis yang baik juga pintar semua pelanggan di cafe ku juga banyak yang menyukainya bahkan sering berkunjung hanya untuk sekedar melihatnya''
ungkap Arjuna dengan memotong-motong sayuran
''kulihat kau sangat menyukai Naya, apa kau tidak takut Rakha cemburu kalau tau kau menyukai istrinya''
kembali Andra berkata dan Jonathan pun ikut bergabung dengan mereka duduk disamping Andra
''Bos, sudah tau dia menyukai istrinya ''
jawab Jonathan spontan
''apa''
sontak Andra di buat terkejut dengan apa yang ia dengar Arjuna hanya terkekeh
''Jo bener, Rakha tau aku menyukai Naya dan dia tidak masalah baginya asal Naya yang mencintainya itu sudah cukup dan juga Naya hanya menganggap ku sebagai seorang Kakak tidak ada perasaan lain dan aku sudah menerima keputusannya tidak masalah asal ia bahagia aku ikut bahagia Rakha sangat mencintai Naya begitu juga sebaliknya , kalian juga bukannya kalian juga mengagumi Naya juga''
tutur Arjuna membuat Andra dan Jonathan tertohok
''aisshh ... jaga bicaramu jangan sampai ketahuan Boss bisa habis aku dia akan mengirimku ke antartika kalau tau''
kesal Jonathan
Arjuna terkekeh
''Jo benar, aku hanya sebatas mengaguminya bukan mencintainya bisa dikirimnya ke hutan aku kalau ia tau ''
Arjuna tertawa
''lebih baik dihutan kau bisa jadi dokter hewan dan membantu macan atau orang utan melahirkan hahahaa... '
'Arjuna dengan terbahak-bahak
''kebayang gak wajah monyet atau macan melahirkan hahaha..... ''
Jonathan sampai terpingkal-pingkal
''sial... kenapa jadi aku yang kena... ''
lirih Andra
Arjuna dan Jonathan terbahak-bahak melihat raut wajah sang dokter yang terlihat kesal
''senang... ya kalian senang ok... tunggu pembalasanku ''
kesal Andra
sementara ke 3 sahabat itu tengah tertawa dan bercanda Rakha mendapati Kanaya tengah tertidur dengan memeluk kemeja Rakha untuk menghirup sisa aroma yang tertinggal di kemeja yang semalam Rakha pakai.
Rakha membuka dasi dan juga jasnya ia membuka 2 kancing kemejanya hingga menampakan dada bidangnya juga mengugulung tangannya sampai sebatas siku membuat penampilannya terlihat gagah '
' sayaang, bangun aku sudah pulang ''
ucap Rakha di kecupnya kening sang istri Kanaya tampak menggeliat
''suamiku kau sudah pulang ?
__ADS_1
Kanaya menggeser tubuhnya untuk duduk
''maaf aku ketiduran rasanya sangat mengantuk sekali '
' ucap Kanaya dengan menyisir rambut nya kebelakang dengan tangannya
'' tidak apa-apa kau harus banyak beristirahat demi bayi kita ayo Arjuna sudah datang dia sedang memasak di dapur ''
tukas Rakha dengan menangkup wajah Kanaya
''benarkah ?''
Kanaya pun bangkit dari tempat tidurnya ia menarik tangan Rakha.
''ayo aku sudah tidak sabar ingin segera memakan nasi goreng buatan Kak jun''
Cuppp''
Kanaya mengecup pipi Rakha
melihat Kanaya yang nampak senang Rakha pun bahagia apalagi mendapat ciuman di pipinya dengan semangat ia menuruni tangga sambil menarik tangan Rakha
''sayang pelan-pelan''
Rakha cemas takut Kanaya terjatuh
''iya... iya maaf ''
Kanaya dan Rakha pun tiba di pantri di ikuti
Andra
''Kak jun''
Kanaya dengan bahagia memeluk Arjuna
Rakha terlihat kesal Kanaya melepas tangannya begitu saja saat melihat Arjuna.
ia pun duduk bersama Andra dan Jonathan yang terkekeh melihat Rakha kesal
sementara Arjuna yang di peluk Kanaya tersenyum tipis ke arah Rakha.
''Kak jun kemana saja selama ini kenapa tak pernah menghubungi Naya ... ''
''Kakak sibuk Naya... beberapa cabang restoran dan cafe kakak sedang ke kurangan orang jadi kakak terpaksa turun tangan membantu dan mencari orang yang benar-benar bisa kakak andalkan''
jelas Arjuna
''Ok... Naya tau, tapi kan bisa untuk menghubungi Naya ini zaman teknologi kak bukan zaman batu''
tukas Kanaya
''iya maaf , kakak lain kali akan menghubungi mu '' ucap Arjuna
''untuk apa sekarang kan sudah bertemu ''
sekarang saja kalau kakak mau bicara memang ada hal yang ingin kakak sampaikan?''
Arjuna menjadi bingung dengan jawaban Kanaya
Rakha , Andra dan Jonathan di buat terbahak-bahak atas jawaban Kanaya dan raut wajah Arjuna yang kebingungan
''mood ibu hamil memang suka berubah-ubah jadi jangan aneh '
' bisik Andra
pada Rakha dan Jonathan
namun terdengar Kanaya
''apa nya yang berubah Dok?''
apa ada yang salah dengan yang aku katakan''
Kanaya terlihat kesal
''tidak Nona tidak ada yang salah anda benar seharusnya Juna menghubungi anda tidak seharusnya dia mendiamkan anda''
ucap Jonathan
''ya memang aku benar kan, eh tunggu dulu Jo kenapa kau tidak memberitahu Kak juna daritadi kenapa malah tertawa ''
Kanaya dengan berkacak pinggang kali ini Arjuna yang tertawa melihat Jonathan menelan salivanya sendiri
__ADS_1
Rakha dan Andra sampai terpingkal-pingkal
''kena kau... ''
gumam Andra
''kalian aneh , Kak jun mana nasi goreng pedasku
''Kanaya pun melihat nasi gorengnya hampir jadi Arjuna pun bergegas menata nya di piring
''sudah siap kau duduk dulu ''
''Yeayyy dari wanginya sepertinya enak ''
Kanaya pun segera duduk di samping Rakha
Arjuna menghidangkan nasi goreng pedasnya di hadapan Kanaya
''nasi goreng seafood dan irisan cabe sudah siap ''
tutur Arjuna.
Kanaya nampak senang ia dengan semangat memakan nasi goreng itu membuat 4 sahabat itu menatap nya dengan mata membulat karna Kanaya tak terlihat sedikit pun kepedasan
malah sangat menikmati.
Arjuna juga membuat nasi goreng tanpa pedas untuk ketiga sahabatnya yang tidak menyukai pedas berbeda dengan Arjuna yang suka pedas
namun tak seperti Kanaya yang jago makan pedas
''Jun kau buat level berapa nasi pedas itu bahkan pake irisan cabe segala ''
tanya Jonathan
''level 10 ''
jawab Arjuna
''apaaa''
ke tiga pria itu menoleh ke arah Arjuna bersamaan
''apa kau gila kau ingin meracuni istri dan bayiku''
kesal Rakha ia pun beranjak untuk mengambil nasi goreng yang sedang dinikmati Kanaya
''jangan ambil nasi gorengku , aku belum selesai... ''cegah Kanaya
''sayang ini sangat pedas, perutmu bisa sakit nanti'' ucap Rakha
''aku tidak akan apa-apa aku sudah biasa tanya saja Kak jun''
Kanaya tak mau kalah
''iya Kha berikan saja Naya tidak akan kenapa-napa lagi pula ia kan lagi ngidam ''
timpah Arjuna
''tapi itu kan dulu Naya sekarang ada baby dalam perutmu kau tidak memikirkan dia nanti kepedasan ''
kekeh Rakha
Kanaya nampak berkaca-kaca Rakha pun merasa bersalah melarang keinginan sang istri namun ia juga cemas akan bayi yang dikandung Kanaya
''berikan bro, tidak apa-apa itu hanya mitos bayi kalian tidak akan apa-apa aku yang akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada Naya''
Andra pun memberikan pendapatnya
dengan berat hati Rakha pun memberikan nasi goreng pedas itu pada Kanaya
Kanaya kembali terseyum senang dengan mengacungkan kedua jempolnya da ke 3 sahabat suaminya itu
'' terima kasih Uncle semuanya''
ucap Kanaya menirukan suara anak kecil Arjuna , Andra dan Jonathan tersenyum membalas ucapan terima kasih Kanaya
Rakha mengheula napasnya pasrah dengan keinginan sang istri namun ia juga terseyum tipis saat Kanaya menggenggam tangannya dan menciuminya
'' I love yuo''
dengan tersenyum Kanaya berbisik dengan gerakan bibirnya yang hanya terlihat oleh Rakha.
__ADS_1