
apa yang menimpa Kanaya membuat Rakha putus asa.
namun ia juga tak ingin membuat Kanaya semakin sedih .
beberapa saat kemudian Kanaya tersadar wanita itu nampak diam tak mengeluarkan suaranya kegelapan yang kini ia alami membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih
dengan sedikit meringis Kanaya berusaha untuk bergeser dan mendudukkan tubuhnya
ia menatap kosong ke depan
Rakha yang baru keluar dari kamar mandi pun nampak terkejut mendapati Kanaya sudah tersadar
ia pun menghampiri Kanaya.
Rakha mencoba meraih bahu Kanaya namun di tepis Kanaya
Rakha terkejut dengan hal itu untuk pertama kalinya Kanaya menolak nya.
''sayang''
Rakha mencoba untuk kembali meraih tubuh Kanaya namun kembali ia menepis tangan Rakha
''Naya....
ada apa kenapa kau menolakku?
Rakha pun tanpa sadar membentak Kanaya
dengan mengusap airmatanya Kanaya
''CERAIKAN AKU''
jederrrrrrr
''bagai petir di siang hari Rakha tak percaya dengan apa yang ia dengar tubuhnya terhuyung ke belakang seolah tak percaya apa yang Kanaya
katakan
Rakha menatap Kanaya dengan hati hancur terasa bagai tertusuk ribuan pisau yang menghujam tubuhnya
''a-apa yang kau katakan ?
kau sadar apa yang kau katakan ?
Rakha mencengkram bahu Kanaya dengan keras nya kesal juga kecemasan kini meliputi dirinya Kanaya menangis dengan tersedu hatinya pun sakit harus mengatakan kata-kata itu
namun ia tak ingin menjadi beban untuk Rakha ahirnya meskipun berat ia berusaha untuk menepis ketakutan yang ia rasakan
''aku sadar, dan aku yakin dengan apa yang aku katakan ceraikan aku ... pergilah... hikss... hikss..
Rakha semakin kesal dengan ucapan Kanaya
__ADS_1
ia semakin kuat mencengkram tubuh Kanaya
''apa kau sudah tak mencintai aku lagi?
apa hanya sampai kemarin aku melihat cinta dimatamu untukku ?
Rakha dengan suara parau nya menahan kepedihan hatinya
''aku tidak pantas untukmu aku cacat, aku tidak berguna ....aku akan hanya menjadi beban untukmu
aku tak ingin menjadi beban untukmu aku akan mengutuk hidupku karna menyusahkanmu... hik... hiss..
hati Rakha begitu hancur saat Kanaya mengatakan itu di dekapnya tubuh Kanaya yang terus meronta-ronta dalam dekapannya
tanpa mereka sadari Adam dan Sarra datang untuk menjenguk Kanaya
juga Andra , Jonathan dan Siska
sementara Axelle tengah bersama Arjuna dan Siska saat ini
semua nampak terdiam mengetahui kalau Kanaya saat ini mengalami kebutaan sementara dari dokter yang merawatnya dan menjelaskannya pada Andra.
''apa kau begitu tidak yakinnya pada cinta kita hingga kau menyuruhku pergi ?
Kanaya aku mencintai mu apa pun yang terjadi aku akan tetap bersamamu jangan kau suruh aku memilih aku tak akan bisa aku tak akan sanggup...
lirih Rakha dengan menangkup wajah Kanaya
Kanaya semakin terisak pilu...
''aku tak ingin membebanimu... itu akan membuatku semakin terpuruk
aku tak akan bisa melihat wajahmu lagi saat menatapku... aku juga tak bisa melihat tawamu senyumu saat kau marah, saat kau sedih aku tak akan bisa melihatnya....
Kanaya pun merangsek keluar dari dekapan Rakha ia memeluk lututnya sendiri
Rakha memejamkan matanya melihat Kanaya seperti ini
Sarra mendekati Kanaya ia pun tak kuasa untuk tidak menangis melihat anakdan menantunya seperti itu.
''Naya... sayang, kau jangan menangis lagi
apa yang kau pikirkan itu tidak benar , Rakha bahkan kami semua tak akan pernah meninggalkanmu Naya...
ucap Sarra.
''kita akan hadapi semuanya bersama-sama sayang yakinlah semua akan baik-baik saja''
timpal Adam
''Kanaya menggeleng-gelengkan kepalanya histeris
''aku tak berguna ... Momm... Dadd... aku buta aku cacat aku hanya akan menjadi beban kalian saja aku akan membuat kalian malu...
Rakha pun kembali mencengkram tubuh Kanaya
__ADS_1
dengan kuat ia mengguncang tubuh sang istri Adam dan Sarra berusaha menenangkan Rakha yang kini emosi
''baiklah kalau kau bersikeras dengan pemikiranmu itu, benar ,sekarang aku juga akan melukai mataku agar aku juga buta ''
teriak Rakha membuat semua yang ada diruangan itu terperangah tak percaya dengan apa yang Rakha katakan begitu juga Kanaya
''jangan pinta aku menceraikan mu aku lebih memilih mati dari pada aku harus meninggalkan camkan itu Kanaya ''
Rakha pun beranjak namun Kanaya menghentikannya rasa takutnya pun lebih besar dari kebutaannya saat ia mendengar kata-kata Rakha yang ingin mengahiri hidupnya
''tidak, kumohon jangan lakukan itu ku mohon jangan tinggalkan aku... hikss... hikkks
aku takut..
Rakha menghambur memeluk Kanaya dengan erat ia menciumi kepala sang istri yang berbalut perban
''jangan memintaku untuk meninggalkan mu itu sama saja kau menyuruhku untuk mati
berpeganganlah padaku , jadikan aku penglihatanmu bersandarlah padaku susahkan aku bebankan aku kau mengerti ?''
ucap Rakha pada Kanaya wanita itu pun menganggukan kepalanya
apa yang Rakha katakan memang benar ia harus bisa bangkit dan tegar demi suami juga putra mereka.
Sarra dan Adam pun meninggalkan Rakha dan Kanaya bersama yang lainnya dengan mengusap airmata mereka masing-masing membiarkan Rakha dan Kanaya berdua.
Rakha menangkup wajah Kanaya
dan mengusap airmatanya
''jangan menangis lagi kau tau aku tidak suka kan ?
Kanaya mengangguk
''kau harus di hukum ''
dengan mengulas senyum Rakha mencium bibir Kanaya dengan mesra Kanay membiarkan Rakha mencium bibirnya Rakha menggigit kecil bibir Kanaya agar terbuka dengan begitu ia dengan leluasa bisa mengabsen mulut Kanaya sampai terengah-engah Kanaya melepaskan tautan mereka .
''Rakha terseyum puas melihat Kanaya seperti itu
di elusnya wajah cantik Kanaya
''maaf aku kelewatan ''
Kanaya hanya mengulas senyum dan mengangguk
ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak kembali membuat Rakha bersedih akan dirinya.
Kanaya Syareefa Mahendra
Rakha Mahendra
__ADS_1
CEO Mahendra Corporation