
Kanaya berlari keluar rumah sakit dengan terburu-buru ia pun pergi ke arah danau yang biasa ia datangi yang tak jauh dari rumah sakit itu.
Kanaya duduk di bangku taman itu dengan perasaan leuga karna ia berhasil mengeluarkan amarah yang selama ini ia pendam kepada Damar juga ia teringat akan janji Prawira yang akan membantunya untuk berpisah dengan Damar
''rupanya kau disini''
Kanaya menoleh ke arah sumber suara itu
''Rakha''
sahut Kanaya
Rakha pun menghampiri Kanaya
Kanaya beranjak ia langsung memeluk tubuh pria yang ia cintai itu Rakha memeluk erat Kanaya
''biarkan untuk saat ini biarkan aku memeluk tubuhmu ku mohon ''
pinta Kanaya
Rakha pun memeluk Kanaya dengan erat membiarkan gadis itu memeluk dirinya.
waktu pun beranjak hari sudah malam saat Rakha mengantar Kanaya ke apartemen sejak di danau Kanaya lebih banyak diam
Rakha pun tak mau memaksa Kanaya untuk berbicara meskipun ia sudah tau namun tetap saja ia ingin Kanaya yang bicara padanya
sementara itu Damar kembali ke ruangan Prawira di rawat
''Ayah kenapa kau setuju untuk aku bercerai dengan Naya ? Ayah tau aku tak mau bercerai aku ingin Naya kembali padaku ''
tutur Damar
''ceraikan Kanaya Damar, jangan kau sakiti dia lagi biarkan ia meraih kebahagiaanya sendiri mungkin dengan menceraikannya ia akan memaafkan mu ''
ucap Prawira
''maksud Ayah?
Damar terheran dengan sang Ayah
'' iya Dam, berikan kebebasan pada Naya mungkin dengan begitu ia tak kan terlalu membencimu perlahan kau bisa untuk mendekatinya jangan terburu-buru dan memaksakan kehendakmu ia akan makin menjauh ''
saran Prawira
Damar tampak berpikir ''
mungkin Ayah benar , tapi apa Ayah yakin? bagaimana kalau Kanaya menyukai oranglain? ragu Damar
''apa kau pernah melihat Naya dekat dengan seorang pria? tidak kan?''
Prawira balik bertanya
__ADS_1
''baiklah , aku akan memikirkannya dulu '' Damar pun beranjak meninggalkan Prawira di ruangan itu.
keesokan hari nya Kanaya diminta untuk kepengadilan Agama di temani Rena juga pengacara yang Rakha tunjuk untuk mengurus perceraian Kanaya dan Damar
awalnya mereka di berikan waktu untuk mediasi tapi Kanaya menolaknya secara langsung ia sudah bulat dengan keputusannya ahirnya Damar pun setuju bercerai ia mengikuti saran Prawira agar bisa mendekati Kanaya agar tidak terkesan memaksa meskipun berat juga terpaksa Damar pun setuju menandatangi surat cerai tersebut.
Kanaya ahirnya ia bisa bernafas lega kebebasan yang ia harapkan bisa terwujud dengan raut wajah bahagia ia memeluk Rena mungkin sebagian orang akan sedih akan perceraian namun sebaliknya bagi Kanaya
bersama pengacara dan Rena , Kanaya keluar dari ruang mediasi itu
'' selamat Naya... ahirnya kau bebas aku ikut senang ''
'' makasih Ren'
' keduanya terlihat antusias
''pak pengacara terimakasih atas bantuan anda selama ini ''
ucap Kanaya dengan sedikit membungkukan badan
'' sama-sama Nona ''
pengacara itu pun berlalu meninggalkan Kanaya dan Rena.
''Kanaya''
'' aku sudah memberikan kebebasan yang kau inginkan , aku ada permintaan bisakah kau kabulkan?
tanya Damar penuh harap
Kanaya dan Rena saling menoleh satu sama lain?
'' apa itu?''
tanya Kanaya.
''sebagai tanda kau sudah memaafkan ku bisakah kita berteman ?
hanya itu saja sebagai permohonan maaf ku aku akan mencoba hidup lebih baik seperti yang kau inginkan selama ini bisakah Naya?''
'' Baiklah Tuan ... kita berteman ''
ucap Naya singkat karna ia tak ingin menyimpan dendam baginya yang lalu biarlah berlalu dan akan ia jadikan pelajaran hidup yang sangat berharga ia ingin memulai hidupnya dari awal dengan membuka lembaran baru tanpa dendam dan sakit hati.
Damar mengulurkan tangan
''teman?
Kanaya menyambut tangan Damar
'' teman''
__ADS_1
ia tersenyum ramah dan berlalu pergi dengan Rena meninggalkan nya
''kau benar Ayah , Kanaya akan mudah didekati kalau aku bercerai dengannya . akan ku pastikan kau akan kembali padaku Kanaya aku akan membuatmu mencintaiku seperti aku mencintaimu''
gumam Damar.
Kanaya kembali ke kantornya dengan perasaan bahagia ia tak sabar untuk kembali ke kantor hingga ia berlari -lari saat ia tiba dikantor menuju ruangan Rakha
tanpa mengetuk pintu Kanaya membuka pintu ruangan Rakha
Rakha yang melihat Kanaya datang ia beranjak dari kursinya.
Kanaya menghambur kedalam pelukan Rakha dengan wajah ceria dan air mata karna terlalu bahagia
'' aku bebas.... aku bebas...''
lirih Kanaya
'' iya sayang '' kau bebas ''
keduanya larut dalam kebahagiaan dengan senyum di wajah mereka dan berpelukan erat
''terima kasih ... semuanya berkat bantuan yang kau lakukan hingga semua ini bisa terjadi terimakasih '' muachhh ''
''cupp Kanaya mencium bibir Rakha saking senangnya ia tak sadar ada Jonathan disana mata Rakha membulat saat Kanaya mencium nya ia tersenyum bahagia pertama kalinya Kanaya berani mencium bibirnya Jonathan pun di buat melongo ia berusaha menutup matanya melihat adegan itu
'' iya sayang aku ikut bahagia untukmu ,jangan terus berterima kasih lagi pula ini memang seharusnya kau lakukan dari dulu... tapi kalau kau memang ingin berterima kasih baiklah aku terima tapi begini caranya aku tak ingin kata-kata''
tukas Rakha ia menarik pinggang Kanaya dengan satu tangan nya dan satu tangannya menarik tengkuk Kanaya''
'' maksudmu... emmmmm''
belum sempat Kanaya meneruskan ucapannya Rakha membungkam mulutnya dengan mencium bibir gadis itu
Jonathan di buat kembali melotot dengan tingkah atasannya itu lewat tangannya Rakha menyuruh Jonathan keluar dari ruangannya
Jonathan memutar mata jengah ia pun pelan-pelan dengan mengendap-endap meninggalkan ruangan Rakha.
Rakha dan Kanaya masih saling memagut mesra seolah tiada kata bosan ciuman itu semakin dalam Rakha memasukan lidahnya mencari lidah Kanaya dengan penuh hasrat ia mengabsen bibir Kanaya yang membuatnya begitu candu
Kanaya meremas kemeja pria itu pria yang berhasil menyentuh hatinya mencuri ketenangan tidurnya saat rindu tak bertemu walau pun hanya sehari
'' I love yuo''
bisik Rakha
'' I love yuo too''
balas Kanaya
keduanya tersenyum bahagia.
__ADS_1