
promosi yang dilakukan oleh Kanaya ternyata sukses besar diluar prediksi bahkan kuota penjualan properti sudah terjual dengan sukses meskipun pembangunan nya belum rampung namun sudah terobservasi
Adam dan Sarra yang mengetahui proyek sang anak sukses pun bangga dan mengundang menantu dan anak kesayangan mereka untuk makan malam bersama di mansion sore nanti.
Rakha dan Kanaya harus pulang ke mansion karna sudah lama mereka tidak mengunjingi Adam dan Sarra.
suasana bahagia kini meliputi kantor Mahendra Corporation dimana Rakha dan Kanaya mengumpulkan semua stap dan karyawannya
di lobi kantor
Rakha dan Kanaya berdiri ditengah para karyawan dan Jonathan , Siska dan Noni di sisi mereka
''terimakasih ke suksesan proyek kita karna kerja keras kalian selama ini aku akan memberikan bonus pada kalian semua dan juga kenaikan gaji ''
ucap Rakha dan di sambut sorak sorai para karyawan
''terima kasih Tuan, semua ini juga berkat Nona yang menjadi brand ambasador perusahaan kita , nona kami sangat berterima kasih padamu kami senang bekerja dibawah pimpinanmu kami mencintaimu Nona... ''
ucap salah satu manager pemasaran dan semua stap mengulurkan tangan membentuk hati
''Nona sarangee''
semua stap dan karyawan kompak mengucapkan kata itu
Kanaya tak kuasa menahan rasa harunya ia nampak mengusap airmatanya karna terlalu bahagia Rakha merengkuh bahu sang istri
''kalian berani membuat istriku menangis akan ku potong semua gaji kalian ''
suara Rakha menggema memecah suasana riuh para karyawan yang seketika tertunduk lemas mendengar ucapan Bos mereka itu
''kami... ''
tidak bermaksud membuat nona menangis kami... kami hanya''
Kanaya yang melihat wajah para karyawan menunduk ketakutan pun hanya menggelengkan kepalanya atas sikap sang suami
''sayang aku menangis karna terharu mereka begitu menyayangiku ''
''tetap saja aku tidak suka kau menangis''
kekeh Rakha
Kanaya mengheula napas '
'kalian tenang saja kalian tetap akan mendapatkan bonus dan kenaikan gaji jangan khawatirkan ucapan suamiku ''
tegas Kanaya
'' tapi nona , bagaimana dengan tuan ''
ucap salah satu dari mereka denga wajah gugup
''itu urusanku''
ucap Kanaya dengan berjinjit ia mencium bibir Rakha di hadapan para stap dan karyawan
Rakha dengan senang hati menyambut ciuman sang istri ia menarik pinggang dan tengkuk Kanaya untuk memperdalam ciuman mereka
para stap dan karyawan di buat menganga oleh pasangan itu Siska dan Noni terlihat menutup mulut mulut dan mata mereka '
'oh my god''
sahut mereka
Jonathan tersenyum simpul dengan aksi bos nya itu
sore hari nya Rakha dan Kanaya pulang ke mansion keduanya disambut bahagia Adam dan Sarra
Kanaya keluar dari mobilnya tanpa menunggu Rakha membukakan pintu
ia berlari ke arah Adam dan Sarra yang tengah merentangkan kedua tangan mereka
''mommy , daddy... ''
Kanaya menghambur memeluk Sarra dan Adam
''Naya kangen kalian ... ''
Sarra mencium kening menantunya itu Adam nampak mengusap rambut Kanaya
''kami juga sangat merindukan mu nak... ''
tukas Adam dengan tersenyum
saat Kanaya bergelayut manja pada Sarra
Rakha menghampiri mereka
''kalian hanya menyambut menantu kalian sampai lupa padaku ''
Rakha dengan pura-pura memasang wajah kesal nya padahal hatinya sangat bahagia melihat kedua orangtuanya begitu menyayangi Kanaya
''nak,bagaimana kabarmu, ?''
Adam memeluk sang putra begitupun juga Sarra
__ADS_1
''sayang nya mommy''
Sarra memeluk dan mencium pipi Rakha
''kau sendiri yang jarang berkunjung
sering-seringlah kemari atau tinggal saja disini rumah sepi tak ada kalian dirumah sebesar ini mommy tinggal sendiri ''
ucap Sarra
''momm, nanti kami juga akan tinggal disini tapi untuk saat ini aku ingin berdua saja dengan istriku ''
tutur Rakha kekeh
''ya sudah terserah kau saja''
ucap Adam
yang memang tak akan meunang kalau bicara dengan Rakha yang selalu kekeh pada pendiriannya sedari kecil
mereka pun masuk ke dalam
''kalian mandilah dulu nanti kita makan malam bersama ''
titah Sarra
''ok momm''
sahut Kanaya dan Rakha
mereka pun berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka dilantai atas
makan malam pun tiba Sarra memasak makanan kesukaan sang anak juga Kanaya
Adam duduk di kursi kepala keluarga tak lama Rakha dan Kanaya pun tampak menuruni tangga dengan bergandengan tangan
Sarra dan Adam nampak bahagia melihat putra mereka terlihat bahagia bersama wanita yang ia cintai
makan malam pun berjalan dengan suasana gembira Adam dan Sarra memperhatikan Kanaya yang melayani Rakha dengan mengambilkan nasi dan lauk pauknya
''sayang , kau mau apa ini kan masakan kesukaan mu semuanya''
tanya Kanaya
''ambilkan semuanya dengan porsi sedikit -sedikit'' Jawab Rakha
''Kanaya mengangguk ia pun meletakan piring yang sudah terisi dengan makanan itu ke hadapan Rakha
''Daddy , sama Mommy biar Naya ambilkan ya sekalian ''
tutur Adam
''ok Dadd'' Kanaya pun duduk disamping Rakha
Kanaya hanya mengambil lauk pauk nya saja tidak dengan nasinya membuat Sarra heran ia sekilas melirik Adam tersenyum ia seperti meyakini sesuatu
''Naya, kenapa kau hanya memakan lauk nya saja , kenapa tidak dengan nasinya ''
tanya Sarra
''maaf momm, ahir-ahir ini aku tidak kuat dengan bau nasi rasanya membuatku mual ''
jujur Kanaya
''Rakha menggenggam tangan Kanaya
''sayang, kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sakit''
cemas Rakha
''aku tidak sakit, hanya tidak suka pada nasi saja''
Adam dan Sarra seolah tau yang terjadi pada menantunya itu
tiba-tiba pelayan menghampiri mereka
''nyonya, maaf ada nona Crystal datang ''
ucap pelayan itu
Kanaya dan Rakha menatap Sarra
begitupun Adam
'' Mommy undang dia juga ?''
tanya Rakha sedikit kesal
''tidak Mommy tidak mengundangnya untuk apa ?Mommy juga tidak tau kalau dia sudah kembali ''
''unty Sarra''
sahut Crystal berjalan menghampiri mereka
ia mencium pipi Sarra ''
__ADS_1
Cris kapan kau kembali dari jerman ?''
basa basi Sarra
''sudah seminggu yang lalu unty''
jawab nya sembari hendak menyapa Adam bermaksud mencium pipi nya juga namun Adam mengangkat tangannya '
'kita tak sedekat itu Cris... ''
Crystal nampak kesal namun ia berusaha untuk menutupi kekesalannya ia pun beranjak ingin menyapa Rakha namun pria itu malah beranjak dari duduknya
''sayang, makananmu belum habis''
ucap Kanaya
''aku sudah tak berselera, kau selesaikan makanmu aku akan ke ruang kerja dulu''
Rakha pun pergi sekilas ia mencium kening sang istri
begitu pun Adam yang turut menyudahi makan malamnya dia memilih untuk mengikuti Rakha ke ruang kerja
tinggal Sarra, Kanaya dan Crystal
''sepertinya aku mengacaukan acara makan malam kalian ''
gumam Crystal
Sarra melirik ke arah Kanaya yang nampak tengah memakan salad buah dengan santainya ia tau kejadian beberapa waktu lalu di kantor Rakha dari Jonathan.
''kalau sudah tau ngapain juga datang kamari''
gumam Kanaya yang terdengar oleh Crystal
''memangnya kau siapa berani melarangku kesini, ini rumah unty Sarra bukan rumahmu''
''Cris''
jangan berteriak pada Naya dia menantu Unty, Unty gak suka kamu bersikap kasar padanya kamu harus menghormati Naya seperti kamu menghormati Unty'
' tegas Sarra
Crystal terlihat geram dengan perlakuan Sarra
''kenapa Unty juga bersikap sama seperti Rakha dia bahkan tak menganggap aku ada apa karena kesalahan ku yang dulu Unty tau kan waktu itu aku tidak sengaja ''
Crystal merengek di samping Sarra menarik tangan Sarra
sebenarnya Crystal adalah anak dari saudara sepupu Sarra tadinya Sarra berniat menjodohkan Rakha dengan Crystal namun sejak awal Rakha selalu menolak karna Rakha tak menyukai sifat Crystal yang manja dan kasar .
hingga kejadian dimana adik perempuan Rakha yang begitu Rakha sayangi meninggal karna kecelakaan yang dilakukan teman Crystal dimana saat itu Crystal mengajak Nadin adik Rakha menghadiri pesta ulang tahun temannya yang diadakan di sebuah klub malam teman Crystal memberikan minuman dan membuat Nadin mabuk dan mencoba melecehkannya namun naas Nadin yang berhasil melarikan diri dari klub malah tertabrak mobil hingga meninggal di tempat.
karna kurangnya bukti teman Crystal bisa di bebaskan dan Crystal berusaha menjelaskan bahwa di tidak bersalah dan tidak tau apa-apa namun bagi Adam juga Rakha Crystal sama saja yang mencelakai Nadin kalau bukan karna ajakan Crystal mungkin Nadin masih hidup.
berbeda dengan Sarra yang menganggap itu mungkin sudah takdir yang harus ia terima kehilangan putri mereka sebab itulah mereka begitu menyayangi Kanaya.
Kanaya pun sudah tau hal itu dari Jonathan
''sudahlah Cris, jangan kau ungkit lagi luka lama itu sebaiknya kau pulang saja''
ucap Sarra
dengan kesal Crystal pun pamit untuk pulang
Kanaya mendekati Sarra
''Momm'' mommy tidak apa- apakan ?'
' tanya Kanaya cemas saat wanita yang biasa ceria itu terdiam
'mommy, baik-baik saja sayang'' apa kau sudah selesai makannya ''
Sarra balik bertanya '' sudah mom, aku sudah kenyang ''
''maaf makan malam kita jadi kacau ''
Sarra kembali berucap
''gak apa-apa mom... lebih baik Mommy istirahat saja ini sudah malam Mommy pasti lelah apa Mommy mau aku temani dulu ?
tanpa terasa Sarra meneteskan air matanya selama ini wanita paruh baya itu selalu menutupi kesedihannya dan berpura-pura untuk tegar dihadapan semua orang
''Mommy , jangan menangis''
Kanaya menghapus airmata sang mertua
''maaf kan mommy sayang, mungkin kalau Nadin masih hidup ia pasti seumuran dengan Nay''
Kanaya menutup mulutnya dipeluknya tubuh mertuanya itu membiarkan ia menangis agar beban yang selama ini ia pendam bisa berkurang Adam dan Rakha yang mendengar isak tangis pun berniat menghampiri mereka namun di cegah Adam
''biarkan Mommy mu dulu ''
Rakha pun mengangguk.
__ADS_1