
Pagi hari yang indah,seindah wajah pengantin baru yang masih terlelap setelah pertarungan sengit mereka semalam.
Entah sampai berapa kali mengulang,Sampai membuat keduanya terkulai lemas tak berdaya,terlebih Nisha.
Nisha perlahan membuka mata,Sinar matahari yang menyelinap masuk dari celah tirai kamar mereka tak sengaja menyilaukan wajahnya.
Tangan kokoh Sahir masih anteng menggelayut di pinggang ramping miliknya,perlahan ia menyingkirkan tangan suami nya itu,mencoba bangun.
"Aaakkhhh,,,"Nisha meringis kesakitan,sangat terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di antara dua pangkal pahanya.
Ia hanya sanggup duduk kemudian menyandarkan tubuhnya di tempat tidur.
Sahir terusik oleh gerakan istrinya,ia pun terbangun kemudian tersenyum menatap muka bantal Nisha untuk pertama kalinya.
"tetap cantik"puji Sahir
"Dasar tukang gombal,ini masih terlalu pagi kapten"balas Nisha
Sahir bangun,mensejajarkan posisi nya dengan Nisha,mengecup lembut puncak kepala wanitanya.
"Terima kasih untuk semuanya,aku sangat bahagia"ucap Sahir mengelus ngelus lembut rambut istrinya.
"Aku juga sangat bahagia,bisa memiliki mu sebagai suamiku,"Nisha memeluk erat tubuh Sahir.
Nisha mencoba bangkit,namun lagi lagi ia merasakan perih di bagian sensitifnya.
"Awwww,"ringisnya.
"Sayang,Apa begitu sakitt???Maaf"Sahir merasa bersalah.
Nisha langsung menutup mulut sahir dengan telunjuknya,ia menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum,"ngga perlu minta maaf,aku ngga suka,sakit karena ini pertama kalinya,Aku masih bisa tahan kok,ini hal yang sangat biasa buat seorang wanita,"
Sahir tersenyum genit,membuat Nisha curiga.
"kenapa,,??tanyanya.
"kamu bilang sakit karena itu pertama kalinya,berarti kalo kedua,ketiga dan seterusnya ngga sakit dong ya,,"goda Sahir sambil mengangkat alis nya.
"iihh dasaarr"Nisha mencubit gemas perut suaminya itu.
"aduh,,aduuhh,,,eehhh,,eehhh,,tanggung jawab lho,hayoohh,,liat tuh liatt,,"
Sahir memperlihatkan pusakanya yang sudah tegang kembali karena ulah Nisha.
__ADS_1
"kyyaaaaa,,,kamu apaan sihh,,malu tauu"Jerit Nisha refleks menutup wajah dengan kedua tangannya.
"ga usah malu malu,apa yang ada di aku,itu semua punya kamu,"Sahir terus menggoda Nisha,tingkah Nisha membuat hasrat nya bangkit lagi.
Sahir menyentuh lembut pipi Nisha,kemudian mengecup mesra bibir Nisha,ia ingin mengulang kembali kenikmatan semalam,meski masih merasakan sakit,Nisha tak kuasa menolak,bagaimana pun ini sudah kewajibannya,Nisha mulai terbiasa dengan kecupan kecupan lembut suaminya,ia belajar bagaimana suaminya memperlakukan dirinya,Nisha mencoba melakukan hal yang sama,ia mengecup lembut leher suami nya,menggigit kecil telinga Sahir sembari tangan nya memainkan sesuatu di bawah sana,membuat sahir mengeluarkan erangan erangan kenikmatan.
pengantin baru itu pun melanjutkan pertarungan sampai waktu yang tak bisa di tentukan,biarkan mereka melepas hasrat bersama.
(kita liat aja bagaimana kondisi Delia di RS,ya Readers ku tercinta π )
*******
Dara masih setia menemani Delia,setelah mandi dan mengganti pakaian yang di bawakan suami nya,ia kembali duduk di samping ranjang rawat Delia.
"Del,kenapa kamu belum juga bangun,"gumam nya mengenggam tangan Delia.
Seolah tahu apa yang di rasakan Dara,Delia perlahan membuka matanya,samar samar ia melihat seseorang sedang duduk di samping nya.
"Akhirnya kamu sadar,Del"senyum sumringah Dara menyambutnya.
"Raa,,"suara Delia lemah,"Aku kenapa??"
"Kemarin di acara pernikahan Nisha,kamu pingsan,Del"Jelas Dara
Delia teringat kejadian kemarin,yang kembali membuat hatinya sakit,kembali terbayang wajah bahagia Sahir dan Nisha.
"Del,sebenarnya kamu ini kenapa,??
Rasa penasaran Dara yang semalaman ia tahan tak bisa di bendung lagi,teringat saat Delia yang tak sadarkan diri memanggil manggil nama Suami sahabat mereka,Sahir.
Delia menghela nafas berat,jika bisa mengapa ia tak tidur selamanya saja,menolak bangun dan harus menerima kembali kenyataan bahwa suami dari Nisha adalah pria yang di cintainya.
Rasa Sakitnya tidak bisa di ungkapkan dengan kata.
Dara menghapus air mata Delia yang sudah meluncur cantik di pipinya.
"Del,,Kamu kenapa,cerita sama aku,jangan di pendem sendiri,,"Dara mencoba menenangkan tapi rasa penasaran masih menyelimuti di tambah reaksi Delia saat ini.
"Aku ngga apa apa,Ra.Aku cuma sedih aja sekarang tinggal aku yang belum nikah,"ucap Delia tertawa kecil,mencoba bergurau dengan Dara.
Dara semakin di buat bingung melihat tingkah Delia,"kamu ga bisa boong dari aku,Del.Aku tahu kamu,kita sahabatan bukan setaun dua tahun,sekarang kamu ceritain semua ke aku,"Dara masih mencoba usahanya.
"Beneran Ra.aku ngga apa apa,kamu ga usag lebayy gitu ahh"Delia memalingkan wajah nya tak mau Dara melihat air mata nya yang kembali menetes.
__ADS_1
"Oke,kalo gitu sekarang aku tanya,kenapa semalem kamu panggil panggil nama Sahir,apa maksud dari semua itu,?Tanya Dara tegas membuat Delia terkejut.
"Ga lucu deh Ra.buat apa aku panggil panggil nama Sahir,"Delia mengelak."salah denger pasti kamu"tambahnya.
"Delia Putri Anjaya,kalo kamu keukeuh ga mau cerita,oke.Aku bakalan kasih tau ke Nisha,semalem kamu panggil panggil nama suaminya,Aku ngga lagi bercanda ya"Ancam Dara.
Delia bangkit dari posisinya,Dara membantu dengan meletakkan bantal di punggung sahabatnya.
Delia menggigit kecil bibirnya,air mata sudah tidak bisa di ajak kompromi,makin deras mengalir dari mata indahnya.
Dara merangkul tubuh Delia,meski Delia belum menjelaskan apapun dari mulutnya,tapi apa yang dilihatnya sudah bisa menjelaskan semua.
"Sejak kapan,Del?" tanya Dara kembali.
"Kamu ingat,Ra. Dulu sewaktu kuliah kamu pernah baca buku Diary ku tentang seorang lelaki yang aku kagumi,"Delia mulai menjelaskan.
"Haaahhh,,Deliaaa,,sudah selama itu.Dan bisa bisa nya kamu menutupi semua nya dari aku dan Nisha"helaan nafas Dara sangat kecewa
"Aku ngga berani cerita ke siapa siapa,aku ingin sekali coba dekatin Sahir,tapi aku ngga punya keberanian sama sekali,aku cuma bisa mengagumi nya dari kejauhan,aku memutuskan untuk mencintai nya sendiri,cukup aku simpan dalam hati,aku pikir seiring berjalannya waktu,rasa cinta aku padanya pasti akan habis,karena mencintai sebelah pihak bagai kan tenggelam di dalam air,bernafas namun sesak, tapi ternyata makin hari aku malah makin mencintainya,sampai pada saat aku di luar negri pun bayang bayang Sahir masih tetap menghantui pikiranku,Aku bertekad menyelasaikan studi ku secepatnya,aku akan mencari Sahir dan mengungkapkan perasaan ku setibanya di sini,tapi takdir berkata lain,sahir sudah mempunyai kekasih hati dan itu sahabatku sendiri,"Delia terisak menceritakan keluh hati nya yang selama ini ia simpan sendiri.
Dara kembali teringat momen saat ia dan Nisha menjemput Delia di bandara ,saat pertama kali Delia tahu Sahir calon suami Nisha,ia sudah curiga sejak saat itu.
"Aku tahu ini salah Ra,tapi aku akan mencoba melupakan rasa ini,aku butuh waktu,aku mohon jangan kamu beritahu Nisha,kita tahu betul gimana sifatnya,ia rela berbagi apapun untuk sahabatnya,aku ga mau jadi beban buat nya,aku ngga tahu butuh berapa lama untuk bisa melupakan Sahir,tapi aku yakin bisa,aku bisaaaa,"Delia kembali terisak,menutup wajahnya,pundaknya berguncang,dadanya terasa sangat sesak.
Dara hanya bisa termenung,ia bingung harus bagaimana,Delia dan Nisha adalah sahabat yang sudah menjadi bagian dari hidupnya,lidahnya kelu tak bisa berkata apa apa.
Dara hanya sanggup memeluk erat tubuh Delia,berharap bisa sedikit mengurangi rasa sakit sahabatnya itu.
Delia mengangakt wajah nya,ia menyapu semua air mata,menarik nafas dalam.
"Ra,kamu ga usah kuatir,aku ngga apa apa,anggap aja kamu ga pernah tau perasaanku terhadap sahir,aku pasti bisa,tolong jangan sampai Nisha tahu,aku mohon Ra,rahasiakan semuanya,anggap kamu ga tau apa apa.please!"
Dara tersenyum kemudian mengangguk meyakinkan Delia,
"makasih Ra,kamu emang yang paling mengerti aku"ucap Delia
Sementara itu,tanpa sepengetahuan Dara dan Delia,ada sesosok di balik pintu kamar rawat Delia yang sejak dari tadi mendengarkan perbincangan keduanya.
BERSAMBUNG
NEXT OR NOT YA READERS π
BELUM ADA YANG COMMENT TENTANG CERITAKU INI π
__ADS_1
BUT NGGA APA APA DEH,,SEMUA BUTUH PROSES,KEEP STRONG πͺπͺ