Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Eps.7 *Pengalaman Pertama*


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit,Sahir dan Nisha memutuskan untuk kembali ke tempat acara pernikahan nya terlebih dulu,menemui keluarga mereka.


Ibu Nisha segera menghampiri Nisha begitu melihat kedatangan putrinya.


"Nak,bagaimana keadaan Delia,?" tanya nya cemas


"jangan kuatir,Bu.Delia cuma kelelahan dan kurang cairan,ga ada yang serius"jawabnya sambil tersenyum


"syukurlah,"menghela nafas lega.


"Keluarga Yang lain sudang pulang ya,Bu,?"tanya Sahir sambil mengamati sekeliling


"Ya sudah,ibu mu juga sudah pamit terlebih dahulu di antar oleh pa yanto,kalian juga segera istirahat,"ucap Ibu Nisha sambil tersenyum membelai lembut rambut putrinya.


"Bu,Nisha pulang ke rumah dulu ya,ambil pakaian ganti,"ucap nya seakan mengulur waktu,Nisha terlihat sangat gugup untuk melewati malam pertamanya sebagai istri dari Sahir.


"Ga perlu,Nak"Ayah Nisha langsung menjawab,"semua kebutuhan kalian berdua,sudah di persiapkan,kalian tinggal berangkat ke hotel,"sambungnya


Sahir begitu bersamangat mendengar perkataan dari ayah mertua nya itu


"Ayah,kau memang superheroku"seru Sahir dalam batin.


Nisha tertunduk,menggigit kedua bibir nya,sekejap melihat ke arah ibunya.


Ibunya yang paham akan kecemasan yang di rasa Nisha langsung menganggukkan kepala,memberi isyarat bahwa semua akan baik baik saja.


Sahir dan Nisha pun berpamitan,menuju hotel yang sudah di siapkan oleh ibu Sahir untuk hadiah menantu nya itu.


Sepanjang perjalanan Nisha tidak bicara sepatah kata pun,di benak nya terus memikirkan,apa yang harus ia lakukan,apa yang harus ia siapkan.


Sahir bisa menangkap semua kegundahan Nisha,ia menarik Nafas kasar.Menggenggam tangan istrinya itu,Nisha menoleh dan memberikan senyum termanis nya,tak ingin jika suami nya salah paham atas tingkah nya saat itu.


30 menit perjalanan,akhirnya mereka pun Sampai.Keluar dari mobil,sahir dan Nisha di sambut hormat oleh pelayan hotel di depan pintu,dan ketika di Dalam hotel sudah berdiri seorang pria bersama 2 orang wanita di belakangnya,membunguk hormat melihat kedatangan Sahir dan Nisha.


"Selamat datang tuan dan Nyonya Sahir Aditya,Kami sudah siapkan segala nya,"sambut pria itu sopan.


"terimakasih"jawab Sahir singkat kemudian pergi ke arah lift,sementara Nisha terus jalan berdampingan di samping Sahir.Pria dan 2 orang wanita tadi pun mengekor di belakang keduanya.


Setelah sampai di depan kamar yang di persiapkan,Pria tadi segera membukakan pintu kamar untuk keduanya,


"Silahkan Tuan,"ucapnya sopan,"Dan maaf,ini kartu kamar Tuan"seraya memberikan kartu peresegi seukuran Kartu kredit.


"Terima kasih atas pelayanan kalian,sekarang kalian boleh pergi,"ucap Sahir


Pria itu pun berbalik kemudian pergi meninggalkan Pasangan pengantin baru itu.


Keduanya pun masuk ke dalam kamar,Nisha begitu takjub melihat kemewahan fasilitas yang terdapat di dalam kamar tersebut,


Ia berjalan perlahan mengikuti langkah sahir,seketika Nisha menelan kasar air liur nya melihat ranjang berukuran king Size,yang di atas nya sudah terhampar kelopak bunga mawar berbentuk Love.


Nisha tersentak sadar ketika mendapati Sahir tengah memeluk nya lembut dari belakang,bulu romanya langsung memberi sinyal geli.


"Gimana sayang,kamu suka,,??"tanya Sahir sambil mengecup lembut tengkuk leher Nisha yang semakin membuat Nisha salah tingkah.


pertama kalinya Nisha di perlakukan begini oleh Sahir.


Nisha hanya sanggup menganggukkan kepala tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.


Perlahan Sahir membalikkan tubuh istrinya itu,bukan hanya Nisha,Sahir pub merasakan sensasi yang sama sebab inipun pengalaman pertamanya,hanya saja ia seorang pria normal yang sudah tidak bisa lagi membendung hasrat nya yang sudah di ujung ubun ubun kepalanya.


(kepala atas dan kepala bawah)

__ADS_1


🀣🀣🀭🀭


Sahir membelai lembut wajah Nisha,membuat Nisha memejamkan mata.


perlahan ia pun membelai lembut kedua bibir Nisha yang bervolume,Nisha membuka kedua matanya,ia tahu ketika perlahan Sahir mendekati wajah nya,nafas nya mulai menderu,ini ciuman pertama mereka,dengan sangat hati hati Sahir mulai mengecup lembut bibir Nisha,melihat reaksi Nisha Yang tidak melakukan perlawanan Sahir mulai mencoba mengecup bibir istrinya kembali,Nisha bingung ia harus bagaimana,sahir seperti tahu kebingungan hati Nisha,ia pun menuntun tangan Nisha ke atas leher nya.Nisha mulai bisa mengimbangi kecupan kecupan lembut dari suaminya itu,Sahir Sangat lihai meski ini pengalaman pertamanya,Nisha merasakan ada sesuatu yang keras berdenyut denyut di bagian bawah perut Sahir,ia kaget kemudian refleks melepaskan aktifitas nya itu.


Sahir sedikit terkejut,kemudian ia tertawa kecil melihat tingkah istrinya.


"Sekarang lebih baik kita mandi dulu,badan ku gerah banget,"ucap Sahir mulai mencairkan suasana.


"i,,iya,,Aku dulu ya mandi nya,"jawab Nisha


Sahir mencoba menggoda istrinya,"Ga mau bareng,,??"goda sahir sambil mengedipkan mata genitnya.


"Apa sih kamu iihh,,"ucap Nisha tersipu malu.


Sahir tertawa lepas melihat wajah Nisha yang seketika memerah.


Nisha berjalan menuju meja rias,iya mulai melepaskan beberapa aksesoris di rambut nya,ketika hendak membuka restleting gaun yang terdapat di bagian belakang,ia sedikit kesusahan,karena ternyata restleting sedikit tersangkut jaitan.


Sahir melihat Nisha yang sedang berusaha membuka restleting itu pun menghampiri,


"perlu bantuan gak,"goda nya lagi.


"Ga usah bisa kok,"jawab Nisha membela,kakinya berjinjit berusaha melepaskan restleting yang macet itu.


Dengan sigap tangan Sahir meraih tangan Nisha yang sedang berusaha membuka restleting itu,Nisha menurunkan tangan nya seolah memberi izin tangan Sahir yang mengambil alih tugas nya.


Sedikit demi sedikit Sahir membuka restleting gaun pengantin Nisha.Untuk pertama kalinya ia melihat Punggung wanita yang begitu sempurna,putih mulus tanpa bulu semakin membuat hasratnya menggebu.ia menelan ludahnya kasar.


Nisha memejamkan mata,ketika jari usil Sahir mulai memainkan jari nya di punggung mulus Nisha,Ada sensasi kenikmatan tersendiri bagi wanita itu.


Sahir melihat Wajah Nisha di depan kaca rias,entah mengapa ia begitu menyukai ekspresi dari Nisha.


"Aku mandi dulu ya,"bujuk Nisha


Tersirat sedikit rasa kecewa di wajah Sahir,Nisha kemudian mengecup pipi kanan Sahir,kemudian lari masuk ke dalam kamar mandi.


sahir tersenyum melihat tingkah istrinya itu,kemudian ia berjalan menuju sofa di dekat ranjang tidur.


sementara Nisha di dalam kamar mandi berusaha menenangkan diri,ia menjerit bahagia dengan menggigit handuk yang di pegangnya,tak ingin suami nya mendengar jeritan bahagia nya itu,membayangkan kembali kejadian yang baru saja terjadi.


20 menit setelah asyik membersihkan diri atau lebih tepatnya mempersiapkan diri di dalam kamar mandi untuk suami nya itu,Nisha melangkah keluar perlahan menggunakan handuk kimono.


Ia melihat Sahir sedang duduk sambil memegang ponsel,tanpa menggunakan baju sehingga memperlihatkan dada bidang nya dan perut sixpack nya,"oh ya Tuhann,,kenapa dia begitu tampan dan menggoda,"seru Nisha dalam hati.


Sahir menoleh ke arah Nisha,ia pun tak kalah terkejut melihat Nisha yang hanya berbalut handuk kimono pendek di atas lutit sehingga memperlihatkan paha mulus milik Nisha.


sahir menghampiri Nisha yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi,kemudian meraih handuk di atas kepala Nisha,membuat rambut panjang Nisha yang setengah basah tergerai,dan lansung membuang ke sembarang arah.


Aroma harum shampoo dari rambut Nisha makin menambah gairah nya,dengan cepat ia kembali melumat bibir istrinya itu,Nisha mulai bisa sedikit mengimbangi nya.tanpa di ajari tangannya langsung menggelayut ke leher sahir menikmati kecupan kecupan lembut suaminya,sahir merasa senang dengan reaksi Nisha.


perlahan Sahir mulai menurunkan aktifitas nya mengecup lembut leher dan telinga Nisha membuat lutut Nisha lemas menerima sinyal sinyal kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan,dengan cekatan Sahir menggendong tubuh ramping Nisha dan membaringkan perlahan di atas kasur.


Nisha begitu malu dengan keadaan sekarang ,terlebih ketika Sahir membuka celana panjang yang ia kenakan,Sahir tidak malu malu lagi,nafsu nya sudah tidak bisa ia tahan,sekarang ia hanya memakai celana dalam ketat,Nisha terkejut melihat ada sesuatu yang mendesak mencoba keluar dari arah celana dalam Sahir.


"kamu ga mandi dulu,sayang"tanya Nisha


"Nanti aja,aku udah ga kuat,"lirih Sahir yang sudah bèrada di samping tubuh Nisha.


Ia kembali melumat mesra bibir Nisha,leher,dan perlahan mulai turun ke bagian dada Nisha,

__ADS_1


Sahir perlahan membuka tali kimono handuk Nisha,membuat Nisha sedikit terkejut hanya saja ia langsung menyadari bahwa mereka sudah halal,dan ini kewajiban nya sebagai seorang istri.


Sahir yang paling mendominasi permainan,Nisha hanya menerima kenikmatan di setiap kecupan kecupan mesra yang Sahir berikan,tangan sahir mulai meraba bagian sensitif Nisha,membuat Nisha mendesah kenikmatan,itu malah makin membuat Sahir liar.


Sahir merasakan cairan "pelicin" dari Nisha,menandakan bahwa Nisha sudah siap menerima serangan akhir darinya.


Nisha yang masih mengenakan kimono handuk nya namun sudah tidak beraturan,Sahir bisa melihat jelas lekukan demi lekukan tubuh indah istrinya itu semakin tak tertahankan,ia segera melepas celana dalam yang satu satunya masih menempel di tubuhnya,dan kini ia sudah dalam keadaan tanpa busana sehelai pun.


Nisha membulatkan matanya,melihat "pusaka" suami nya itu,


rasa takut mulai menyerang nya,


"seperti itukah "kepunyaan" pria,ya Tuhan,"rintih Nisha dalam hati.


Sahir merasakan ketegangan Nisha pun dirinya,karena ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya.


"Sayangg,,kamu siapkan,,?"tanya Sahir pelan


"iyaa,," jawab Nisha hampir tak terdengar


Sahir mulai mengarahkan "pusaka" nya ke arah sensitif Nisha.


ia mencoba perlahan demi perlahan,


Nisha sedikit memundurkan badan Sahir,


"Sakittt,,"rintih Nisha


Sahir menghentikan aktifitas nya sebentar,


"Awalnya memang sakit sayang,tapi tahan ya,,"sahir mencoba nya kembali.


"Awww,,Shitt,,Nikmaatt bangettt"lirih Sahir sambil memejamkan mata.


Pelan pelan,"pusaka" sahir bisa menerobos masuk ke dalam "sarang" nya.


Nisha merasakan sakit teramat sangat,ia merasa sangat perih,namun permainan Sahir yang sangat lembut kelamaan bisa membuat Nisha nyaman,


sesekali Nisha meringis kemudian Sahir mencium lembut bibir dan tangan nya memainkan benda di atas dada Nisha,supaya bisa meringankan rasa sakit istrinya itu.


Sahir mulai tak kuasa menahannya,,ia merasa sesuatu akan keluar dari tubuhnya,


"Aaarrggghhhh,,,"erang nya mempercepat aktifitasnya di susul cairan kenikmatan keluar dari tubuhnya,Nisha pun sedikit melengkingkan tubuhnya merasakan sensasi kenikmatan tiada tara.


Ia pun merasa sesuatu yang hangat keluar dari bagian sensitif Nisha.


Dengan nafas masih terengah ia mencoba melihat ke bawah,


cairan putih bercampur noda merah,bercak merah itu pun menetes di atas seprei kasur mereka.


Sahir tersenyum lega merasakan kemenangan dan kepuasan teramat sangat.


"Terima kasih sayanggg,,,"ucap nya sambil mengecup lembut kening Nisha kemudian menalikan kembali tali kimono Nisha.


Keduanya terlelap,setelah pergulatan hebat,pengalaman pertama dalam hidup mereka begitu sangat mengesankan.


Sahir memeluk erat tubuh Nisha,Nisha pun mengecup dagu lancip milik sahir kemudian menyusupkan wajah malu nya di dada bidang Sahir.


Sahir tersenyum,kemudian mengecup lembut puncak kepala Nisha.


LIKE AND COMMENT PLEASE

__ADS_1


PARA READERS TOLONG KRITIK DAN SARANNYA YA πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Haturnuhun πŸ’šπŸ’šπŸ’š


__ADS_2