
Kanaya bangun pagi-pagi sekali ia pergi bersama Adam
entah kemana Adam membawa Kanaya
dengan meminta izin Sarra juga menitipkan Axelle bila nanti putranya itu terbangun dan mencarinya
Rakha meraba tempat tidurnya dengan tangannya tak mendapati istrinya ia pun bergegas untuk membersihkan diri terlebih dahulu
beberapa saat kemudian
Rakha menuruni tangga dan menghampiri Sarra dan Axelle yang tengah sarapan
''pagi momm, pagi jagoan Daddy''
sapa Rakha
''pagi Daddy ''
jawab Axelle yang tengah mengunyah makanan dimulutnya itu Rakha mencium Axelle juga Sarra
''pagi, sayang''
jawab Sarra
''Momm, dimana istriku ?
dia tak ada dikamar aku sudah mencarinya dari tadi''
tanya Rakha
Sarra melihat Rakha sekilas dan kembali menyuapi Axelle
''Naya pergi bersama Daddymu ''
Rakha yang akan memimun kopinya pun tampak terkejut mendengar hal itu
''kemana Daddy membawa Naya?''
''Daddymu ingin melatih istrimu beladiri''
jawab Sarra
''apaa''
Rakha terlonjak ia pun segera beranjak dari meja makannya
ia merogoh saku celananya untuk menghubungi Kanaya atau Adam namun keduanya tak ada yang menjawab panggilan Rakha
ia pun kesal dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya untuk menyusul mereka.
Flashback on
malam hari usai makan malam Adam dan Sarra berbicara dengan Kanaya yang sedang menidurkan Axelle dikamar bocah kecil itu
sembari menunggu Rakha pulang dari kantor
''Naya, Daddy ada saran dan permintaan untukmu apa kau mau mengikuti saran Daddy?''
Kanaya menoleh Adam ia beranjak dari tempat tidur Axelle karna sang putra sudah tertidur dengan lelapnya Kanaya menaruh buku dongengnya di nakas
dan duduk dihadapan Adam dan Sarra di sofa kamar Axelle
''apa yang Daddy inginkan , kalau Naya bisa Naya pasti kabulkan ''
jawab Kanaya
Adam mengheula napasnya
''Naya... sebenarnya Daddy tak ingin meminta hal ini darimu namun mengingat kejadian beberapa waktu lalu
Daddy memutuskan Daddy ingin kau melakukannya''
__ADS_1
Kanaya menatap heran pada Adam dan Sarra
Sarra merengkuh bahu Kanaya
''Naya ... mau kah kau untuk belajar bela diri dan senjata ?
setidaknya untuk melindungi diri sendiri
mengingat posisi mu juga Axelle yang takutnya menjadi incaran orang-orang yang tidak menyukai atau ingin mengahancurkan keluarga kita apa kau mau dan bersedia ?
tanya Adam dengan mengelus kepala Kanaya
wanita itu nampak berpikir dan mengingat kembali kejadian yang menimpanya belakangan ini di lihatnya Axelle
ia memikirkan kata-kata Adam yang memang benar adanya
''baiklah Dadd... Naya mau ''
demi keluarga ini juga Axelle
Naya mau belajar''
Sarra dan Adam pun bahagia mendengar jawaban Kanaya
''baiklah besok pagi-pagi ikut Daddy kita akan mulai belajar lebih cepat lebih baik''
''iya Dadd''
Adam kembali mengelus kepala Kanaya
Sarra memeluk Kanaya dengan bangga dan senang karna Kanaya selalu mematuhi mereka.
Flashback off
Adam membawa Kanaya ke sebuah rumah mewah di pinggiran kota
rumah megah dengan gaya klasik itu adalah markas atau rumah kedua bagi Adam
Adam pun ceritakan kehidupan nya yang sebenarnya pada Kanaya bagaimana dan apa yang ia lakukan selama ini sampai bisa menduduki tahtanya sebagai orang yang di takuti di dunia bisnis juga mafia.
awalnya Kanaya nampak syok namun bila ia ingat bagaimana perlakuan Adam iapun bisa menerima dan malah menyimpan rasa kagum terhadap sosok mertua nya itu
Adam membawa Kanaya berkeliling dan memperkenalkan Kanaya pada semua penghuni rumah
semua nampak menyambut antusias Kanaya dan menatap kagum juga terpesona pada sosoknya yang ramah dan juga cantik
Adam membawa Kanaya ke ruang pengawas dimana Adam dengan leluasa mengawasi keadaan kantor-kantor nya
mansion, kantor-kantor Rakha juga kantor-kantor Sarra selama ini
Kanaya di buat takjub akan peralatan dan teknologi di ruangan itu
lalu Adam juga membawa Kanaya ke ruang senjata dimana terdapat berbagai senjata dari yang terkecil sampai yang besar yang dilengakapi teknologi canggih.
Kanaya semakin terkagum-kagum
tiba di ruang berlatih nampak beberapa orang tengah berlatih mulai dari karate , memanah bahkan menembak dan berbagai alat olah raga untuk keperluan bela diri lainnya
Adam memperkenalkan Kanaya
dan meminta asisten Adam untuk melatih Kanaya untuk ke depannya
Kanaya nampak sumringah dengan semangat ia pun menganti pakaiannya agar ia bisa leluasa bergerak
Adam melihat bagaimana Kanaya berlatih awalnya Kanaya terlihat kesusahan namun perlahan -lahan ia mulai bisa menguasai kuda-kuda dan jurus yang di berikan
Adam pun tersenyum bangga
__ADS_1
tiba-tiba suasana menjadi gaduh Rakha datang dengan napas memburu ia berlari menghampiri Adam
Adam mengulas senyum melihat kedatangan putranya itu
''Dadd, kenapa Daddy meminta Kanaya melakukan hal ini?''
tanya Rakha kesal
Adam pun menceritakan maksudnya
Rakha nampak tertegun saat mendengar kalau Kanaya memang ingin berlatih
''lihat itu istri mu dia sangat cerdas dan cepat tanggap ''
tutur Adam dengan seksama Rakha melihat bagaimana Kanaya berlatih
tampak Kanaya bisa berrlatih dengan baik dan juga lincah ia pun mengulas senyum bangga
Adam melihat senyum di wajah putranya itu
ia menepuk pundak Rakha
''Daddy tau kemampuan Naya ia pasti bisa melakukannya dengan baik''
Rakha mengangguk pelan
''sana kau temani istrimu berlatih ''
titah Adam
Rakha pun melepas jaket nya membuka beberapa kancing kemejanya dan menggulung tangannya sampai siku membuatnya terlihat tampan
Rakha melompati bangku dan melayangkan tubuhnya melompat kesana kemari dan berdiri tepat dihadapan Kanaya dengan salto dan gerakan tubuhnya yang terlihat seperti terbang itu membuat semua mata menatap sosok Rakha dan menundukan kepala
''Tuan muda''
hormat mereka
Rakha menganggukan kepalanya pelan
Kanaya menatap suaminya itu ia menoleh ke arah Adam yang memberi isyarat untuk berlatih dengan Rakha ia pun mengangguk pelan
''sayang maafkan aku ''
Kanaya mulai memasang kuda-kudanya dan menyerang Rakha dengan pukulan dan jurus yang ia pelajari tadi
Rakha membulatkan matanya mendapat serangan dari Kanaya ia pun berusaha menahan dan menangkis pukulan dan serangan Kanaya
''kau harus di hukum untuk ini sayang
karna menyerang suamimu''
Rakha menahan pukulan Kanaya dengan menarik tangannya dan menekuknya ke belakang dengan cepat Rakha mencium bibir Kanaya
Kanaya meronta ia pun melepas cengkraman Rakha dengan memutar tubuhnya melayang ke udara
Rakha melompat menyambut tubuh Kanaya dengan memeluk pinggang nya erat Rakha membawa tubuh sang istri
dan
''brruuuukkkkk ''
Rakha jatuh di atas tubuh Kanaya
keduanya saling bertatapan Kanaya mengalungkan kedua tangannya di leher Rakha ketika Rakha memagut bibirnya
Adam yang melihat itu menyuruh semua orang keluar dari ruangan itu
''dasar anak itu''
gumamnya ia pun meninggalkan ruangan itu tinggalah Kanaya dan Rakha
__ADS_1
yang malah larut dalam ciuman mereka
seolah lupa dimana mereka berada.