Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Berlatih


__ADS_3

Kanaya bangun pagi-pagi sekali ia pergi bersama Adam


entah kemana Adam membawa Kanaya


dengan meminta izin Sarra juga menitipkan Axelle bila nanti putranya itu terbangun dan mencarinya


Rakha meraba tempat tidurnya dengan tangannya tak mendapati istrinya ia pun bergegas untuk membersihkan diri terlebih dahulu


beberapa saat kemudian


Rakha menuruni tangga dan menghampiri Sarra dan Axelle yang tengah sarapan


''pagi momm, pagi jagoan Daddy''


sapa Rakha


''pagi Daddy ''


jawab Axelle yang tengah mengunyah makanan dimulutnya itu Rakha mencium Axelle juga Sarra


''pagi, sayang''


jawab Sarra


''Momm, dimana istriku ?


dia tak ada dikamar aku sudah mencarinya dari tadi''


tanya Rakha


Sarra melihat Rakha sekilas dan kembali menyuapi Axelle


''Naya pergi bersama Daddymu ''


Rakha yang akan memimun kopinya pun tampak terkejut mendengar hal itu


''kemana Daddy membawa Naya?''


''Daddymu ingin melatih istrimu beladiri''


jawab Sarra


''apaa''


Rakha terlonjak ia pun segera beranjak dari meja makannya


ia merogoh saku celananya untuk menghubungi Kanaya atau Adam namun keduanya tak ada yang menjawab panggilan Rakha


ia pun kesal dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya untuk menyusul mereka.


Flashback on


malam hari usai makan malam Adam dan Sarra berbicara dengan Kanaya yang sedang menidurkan Axelle dikamar bocah kecil itu


sembari menunggu Rakha pulang dari kantor


''Naya, Daddy ada saran dan permintaan untukmu apa kau mau mengikuti saran Daddy?''


Kanaya menoleh Adam ia beranjak dari tempat tidur Axelle karna sang putra sudah tertidur dengan lelapnya Kanaya menaruh buku dongengnya di nakas


dan duduk dihadapan Adam dan Sarra di sofa kamar Axelle


''apa yang Daddy inginkan , kalau Naya bisa Naya pasti kabulkan ''


jawab Kanaya


Adam mengheula napasnya


''Naya... sebenarnya Daddy tak ingin meminta hal ini darimu namun mengingat kejadian beberapa waktu lalu


Daddy memutuskan Daddy ingin kau melakukannya''

__ADS_1


Kanaya menatap heran pada Adam dan Sarra


Sarra merengkuh bahu Kanaya


''Naya ... mau kah kau untuk belajar bela diri dan senjata ?


setidaknya untuk melindungi diri sendiri


mengingat posisi mu juga Axelle yang takutnya menjadi incaran orang-orang yang tidak menyukai atau ingin mengahancurkan keluarga kita apa kau mau dan bersedia ?


tanya Adam dengan mengelus kepala Kanaya


wanita itu nampak berpikir dan mengingat kembali kejadian yang menimpanya belakangan ini di lihatnya Axelle


ia memikirkan kata-kata Adam yang memang benar adanya


''baiklah Dadd... Naya mau ''


demi keluarga ini juga Axelle


Naya mau belajar''


Sarra dan Adam pun bahagia mendengar jawaban Kanaya


''baiklah besok pagi-pagi ikut Daddy kita akan mulai belajar lebih cepat lebih baik''


''iya Dadd''


Adam kembali mengelus kepala Kanaya


Sarra memeluk Kanaya dengan bangga dan senang karna Kanaya selalu mematuhi mereka.


Flashback off



Adam membawa Kanaya ke sebuah rumah mewah di pinggiran kota


rumah megah dengan gaya klasik itu adalah markas atau rumah kedua bagi Adam


Adam pun ceritakan kehidupan nya yang sebenarnya pada Kanaya bagaimana dan apa yang ia lakukan selama ini sampai bisa menduduki tahtanya sebagai orang yang di takuti di dunia bisnis juga mafia.


awalnya Kanaya nampak syok namun bila ia ingat bagaimana perlakuan Adam iapun bisa menerima dan malah menyimpan rasa kagum terhadap sosok mertua nya itu


Adam membawa Kanaya berkeliling dan memperkenalkan Kanaya pada semua penghuni rumah


semua nampak menyambut antusias Kanaya dan menatap kagum juga terpesona pada sosoknya yang ramah dan juga cantik


Adam membawa Kanaya ke ruang pengawas dimana Adam dengan leluasa mengawasi keadaan kantor-kantor nya


mansion, kantor-kantor Rakha juga kantor-kantor Sarra selama ini


Kanaya di buat takjub akan peralatan dan teknologi di ruangan itu


lalu Adam juga membawa Kanaya ke ruang senjata dimana terdapat berbagai senjata dari yang terkecil sampai yang besar yang dilengakapi teknologi canggih.


Kanaya semakin terkagum-kagum


tiba di ruang berlatih nampak beberapa orang tengah berlatih mulai dari karate , memanah bahkan menembak dan berbagai alat olah raga untuk keperluan bela diri lainnya


Adam memperkenalkan Kanaya


dan meminta asisten Adam untuk melatih Kanaya untuk ke depannya


Kanaya nampak sumringah dengan semangat ia pun menganti pakaiannya agar ia bisa leluasa bergerak


Adam melihat bagaimana Kanaya berlatih awalnya Kanaya terlihat kesusahan namun perlahan -lahan ia mulai bisa menguasai kuda-kuda dan jurus yang di berikan


Adam pun tersenyum bangga


__ADS_1


tiba-tiba suasana menjadi gaduh Rakha datang dengan napas memburu ia berlari menghampiri Adam


Adam mengulas senyum melihat kedatangan putranya itu


''Dadd, kenapa Daddy meminta Kanaya melakukan hal ini?''


tanya Rakha kesal


Adam pun menceritakan maksudnya


Rakha nampak tertegun saat mendengar kalau Kanaya memang ingin berlatih


''lihat itu istri mu dia sangat cerdas dan cepat tanggap ''


tutur Adam dengan seksama Rakha melihat bagaimana Kanaya berlatih


tampak Kanaya bisa berrlatih dengan baik dan juga lincah ia pun mengulas senyum bangga


Adam melihat senyum di wajah putranya itu


ia menepuk pundak Rakha


''Daddy tau kemampuan Naya ia pasti bisa melakukannya dengan baik''


Rakha mengangguk pelan


''sana kau temani istrimu berlatih ''


titah Adam


Rakha pun melepas jaket nya membuka beberapa kancing kemejanya dan menggulung tangannya sampai siku membuatnya terlihat tampan


Rakha melompati bangku dan melayangkan tubuhnya melompat kesana kemari dan berdiri tepat dihadapan Kanaya dengan salto dan gerakan tubuhnya yang terlihat seperti terbang itu membuat semua mata menatap sosok Rakha dan menundukan kepala


''Tuan muda''


hormat mereka


Rakha menganggukan kepalanya pelan


Kanaya menatap suaminya itu ia menoleh ke arah Adam yang memberi isyarat untuk berlatih dengan Rakha ia pun mengangguk pelan


''sayang maafkan aku ''


Kanaya mulai memasang kuda-kudanya dan menyerang Rakha dengan pukulan dan jurus yang ia pelajari tadi


Rakha membulatkan matanya mendapat serangan dari Kanaya ia pun berusaha menahan dan menangkis pukulan dan serangan Kanaya


''kau harus di hukum untuk ini sayang


karna menyerang suamimu''


Rakha menahan pukulan Kanaya dengan menarik tangannya dan menekuknya ke belakang dengan cepat Rakha mencium bibir Kanaya


Kanaya meronta ia pun melepas cengkraman Rakha dengan memutar tubuhnya melayang ke udara


Rakha melompat menyambut tubuh Kanaya dengan memeluk pinggang nya erat Rakha membawa tubuh sang istri


dan


''brruuuukkkkk ''


Rakha jatuh di atas tubuh Kanaya


keduanya saling bertatapan Kanaya mengalungkan kedua tangannya di leher Rakha ketika Rakha memagut bibirnya


Adam yang melihat itu menyuruh semua orang keluar dari ruangan itu


''dasar anak itu''


gumamnya ia pun meninggalkan ruangan itu tinggalah Kanaya dan Rakha

__ADS_1


yang malah larut dalam ciuman mereka


seolah lupa dimana mereka berada.


__ADS_2