
Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan gedung tempat pernikahan sahir dan Nisha berlangsung.
Hanya kerabat dekat dan saudara dari pihak mempelai yang masih tersisa,asyik mengobrol dengan para kerabat lainnya,terlihat Sahir sudah sangat lelah menyambut tamu sejak tadi meski hanya sekedar berjabat tangan mengucapkan selamat atas pernikahan keduanya.
Sahir sedikit berbisik ke telinga istri nya,"Yang,aku capek banget ! ini masih lama ya,?tanya nya.
"sabar dong,ini momen sekali seumur hidup lho,nikmati aja"balas nisha membujuk suami nya itu.
"Habis ini kita langsung pulang ke hotel ya,"ucap Sahir yang langsung membuat Nisha salah tingkah,karena tak munafik ia tahu persis bahwa ini malam pengantin nya.
"kita ga pulang ke rumah kamu dulu,Yang?"tanya Nisha sambil menyembunyikan rasa gugup nya.
"ga perlu sayangg,semua kebutuhan kita udah di siapin,jadi kita bisa langsung ke hotel,"sahut sahir tersenyum
Nisha hanya menggigit kecil bibir bawahnya,jujur dirinya sangat salah tingkah,malu,gugup,bercampur aduk menyelimuti hati nya.
Sahir bisa menebak suasana hati istrinya sekarang,dan itu malah makin membuat Sahir gemas,dan tak sabar untuk "melahap" istri nya itu.Ia sudah tak bisa lagi menahan hasrat selama 1 tahun berpacaran dengan gadis polos nya itu.
Sementara itu,Dara sedang mencari cari keberadaan Delia,sejak terakhir kali berpamitan ke toilet,ia belum terlihat kembali.
"Nih anak kemana sih,ke toilet lama banget ampe mau 2 jam"gerutu nya seraya mencoba menghubungi via ponsel,tersambung tapi tidak di angkat.
"Sayang,kamu kenapa cemas gitu,?"tanya Riko,suami Dara.
"Delia dari tadi pamit ke toliet,tapi ampe sekarang belum kelihatan lagi,"jawab nya sambil trus menghubungi Sahabatnya itu.
"udah balik kali,"tebak riko
"ga mungkin yang,kalo dia balik pasti ngasih tau aku dulu,"tambahnya makin cemas
"di telpon,udah?"tanya riko lagi
"udah,tersambung cuma ga di angkat,"Dara makin khawatir.
"langsung cek aja ke kamar mandi,yang"usul riko lagi
"ya Ampunn,,kok aku bego banget sih,"gerutu Dara sambil menepuk kening,menyadari kebodohannya,"kenapa ga dari tadi aja ya"tambahnya.
Riko tersenyum geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya itu,"wajar aja,kamu kan lagi panik,"hibur Riko
Dara bergegas ke toilet,mencari cari Delia.
Namun ia tidak melihat keberadaan Delia di sana.
Terdengar desas desus petugas kebersihan sedang berbincang dengan rekan kerjanya.
Dara coba menghampiri dan menanyakan kepada mereka barangkali melihat Delia.
"Maaf bu,liat gadis kulitnya putih,tinggi,rambut nya panjang masuk kesini ga,?"tanya Dara sambil menjelaskan ciri ciri Delia
"Aduh non,maaf.yang tinggi putih rambut nya panjang itu banyak,"jawab si ibu petugas kebersihan.
"iya juga ya" gumam Dara.
"eehh,,tapi Non,saya curiga,"ucap si ibu petugas lainnya.
"kenapa,Bu?"tanya Dara
"kamar mandi yang itu,sejak tadi ga kebuka buka pintunya,udah saya gedor gedor tapi ga ada yang nyaut,"ungkapnya sambil menunjuk ke salah satu pintu toilet paling ujung.
"rusak kali,bu."ucap Dara.
"ngga non,orang tadi pagi masih bisa di pake,sekitar 2 jam an yang lalu deh ga bisa di buka nya,"Jawab si ibu yakin.
"jangan jangan"gumam Dara langsung bergegas menghampiri pintu toilet yang di maksud.
"Del,delia kamu di dalem,,??"tanya Dara sedikit berteriak sambil menggedor gedor pintu toliet namun tetap tak ada jawaban.
"Del,,Delia,,kamu lagi ngapain,,??"Dara melanjutkan nya sambil menghubungi
ponsel delia,tersambung namun tidak di angkat,ia menempelkan kuping nya ke dekat pintu,terdengar sayup sayup getaran dari sebuah ponsel yang mungkin ponsel Delia sedang dalam mode silent.
__ADS_1
"ada yang ga beres nih,"ucap Dara sambil berlari keluar mencari suami nya.
setelah menjelaskan Keadaan dalam toilet kepada suami nya,Dara bergegas masuk kembali ke toilet bersama suami nya.
Nisha yang nampak aneh melihat keributan di seberang sana,mencoba bertanya pada Sahir.
"Ada apa sih yang,kok ribut ribut sih di toilet?"tanya Nisha
Sahir hanya mengangkat bahu sambil menggelengkan kepalanya.Kemudian ia bertanya pada seorang pelayan yang sedang bertugas membersihkan meja tamu,karena memang para tamu undangan dan para kerabatnya sudah pulang semua.
"itu di dalam toilet,ada keributan apa ya mas?"tanya Sahir
"katanya,ada tamu undangan yang terkunci dari dalam toilet,Pa."jawab pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"hahh,kok bisa?"tanya sahir keheranan
"saya kurang tau pa,!"jawab pelayan itu lagi sambil pergi membersihkan meja yang lain.
Sahir kembali menghampiri Nisha di kursi pelaminan dan menjelaskan info yang ia dapat dari pelayan tadi.
"Kita lihat yu,Yang,"ajak Nisha.
"ini kan acara kita,masa sampe ada tamu yang terkunci di dalam toilet sih,ga enak banget dengernya,"keluh Nisha
"ya udah,yuk."Sahir menggandeng tangan Nisha berjalan menuju toilet.
sementara di dalam toilet,Riko bersama dua petugas kebersihan pria tengah mencoba mendobrak pintu toilet tersebut,namun nihil karena pengaman kunci di gedung ini bukan abal abal.
Nisha terkejut melihat Dara sedang menangis tersedu di samping pintu toilet lainnya,ia langsung berlari kecil menghampiri sahabatnya itu.
"Ra,kenapa,,??Nisha masih kebingungan.
"Yang di dalem kemungkinan Delia,Nis.sejak 2 jam lalu dia pamit ke toilet tapi sampe sekarang ga kelihatan."jawab Dara tersedu
"Apa,,??Nisha terkejut mendengar jawaban Dara.
Sahir yang mendengar nya,langsung mencoba kembali sekuat tenaga mendobrak pintu toilet tersebut.
Tak lama orang yang di maksud Riko datang,dengan cepat ia langsung mengotak ngatik kunci pintu tersebut,selang 3 menit pintu toilet terbuka,nampak Delia tak sadarkan diri terkulai di atas lantai.
"Deliiaaaaa,,,"jerit Dara dan Nisha hampir bersamaan.
Riko yang merupakan seorang dokter dengan sigap memeriksa keadaan Delia,
"Dia ga apa apa,cuma pingsan,sebaiknya cepat kita bawa dia ke rumah sakit,"
"Iyaa,,ayo cepetaann,,"Nisha terisak menangis melihat keadaan Delia yang terkulai lemah tak berdaya.
Riko segera menggendong tubuh Delia,berlari keluar.
"Yang,kamu cepetan siapin mobilnya,terlalu lama kalo nunggu ambulan,"teriak Riko pada Dara.
Dara mengangguk,berlari ke arah parkiran untuk menyiapkan mobil.
"Yang,aku mau ikut ke rumah Sakit"ucap Nisha menangis.
"iya,,ayo,,!!"jawab Sahir
Dengan di antar supir,Nisha dan Sahir berangkat ke rumah sakit menyusul kendaraan Riko di depannya.
Setiba di Rumah sakit,perawat dan tim medis lainnya dengan cekatan memboyong tubuh Delia memasuki ruang IGD,Riko dan Dara turut masuk kedalam sementara Sahir dan Nisha menunggu di luar ruangan.
15 menit pemeriksaan,Dara pun keluar.
Nisha segera bangkit dari tempat duduknya untuk mengetahui keadaan Sahabatnya itu.
"Ra,,gimana keadaan Delia..?"tanya Nisha cemas.
"Tenang Nis,ga ada yang musti di khawatirkan,Delia baik baik aja,ia hanya kekurangan Cairan dan kelelahan"jawab Dara menenangkan Nisha.
"syukurlah,"Nisha menghela nafas lega.
__ADS_1
"Riko masih di dalam sedang memeriksa keadaan Delia lebih lanjut,kita berdo'a aja,mudah mudahan tidak ada hal yang serius."tambah Dara.
Sahir mencoba menenangkan Nisha,
"Dia pasti baik baik aja,kamu ga perlu kuatir"Ucap Sahir mengusap lembut kepala Nisha.
Riko keluar ruangan,
"Delia baik baik aja,sekarang dia sudah di pindahkan ke ruang rawat,kalo kalian mau lihat sudah bisa,ayo ke arah sini,"ungkap Riko kepada Sahir,Nisha dan Dara yang segera membututi Riko pergi.
sesampainya di ruang rawat,Nisha tak tega melihat keadaan sahabatnya itu,ia duduk di samping ranjang rawat delia,menggenggam tangan kiri Delia.
"Del,kamu kenapa bisa seperti ini sih,kamu pasti telat makan lagi ya"ucap Nisha
"Delia belum sadarkan diri,karena tekanan darah yang rendah juga dehidrasi akut,"Ungkap Riko menjelaskan.
Dara menghampiri Nisha,memegang erat pundak nya,"kamu ga perlu cemas,Delia pasti baik baik aja,biar aku yang nunggu dia di sini,sebaiknya kamu dan Sahir pulang,kalian juga pasti sangat lelah saat ini,"bujuk Dara
"ngga,Ra.Aku mau tetap di sini nungguin Delia sampe sadar"ucap Nisha sambil terus menatap Delia yang terbating lemah.
"Nisha,kasian Sahir kalo menunggu lama,lebih baik kalian juga istirahat,"Riko mencoba membujuk Nisha,"lagian kan ini malam pengantin kalian,"goda Riko sambil melirik ke arah Sahir yang malu malu meong ๐
"Mana mungkin aku bisa menikmati malam ini,kalo sahabatku dalam keadaan begini,"bantah Nisha
"Dasar gadis keras kepala,terus kamu mau terus di sini dengan memakai gaun seperti ini,"Ucap Dara
"Sayang,di sini kan sudah ada Dara dan Riko,lagian kan kamu denger sendiri tadi kata Riko bahwa keadaan Delia baik baik aja,ga Ada yang serius,kamu juga harus pikirin kesehatan kamu,kelihatannya kamu juga capek banget,"giliran Sahir yang membujuk istri nya itu.
Riko mengatupkan kedua bibirnya,menahan tawa melihat usaha sahir membujuk Nisha,
Sahir memicingkan matanya sinis ke arah Riko,tahu bahwa temannya itu sedang menertawakannya.
"Tuh dengerin kata suami,sekarang kan kamu udah jadi seorang istri jadi harus nurut apa kata suami,percaya deh,Delia baik baik aja,oke.sekarang kamu pulang ma Sahir,"Ucap Dara berusaha meyakinkan.
Nisha menghela nafas berat,
"oke,,aku pulang!"seru Nisha yang membuat Sahir langsung Sumringah.
"Tapi kalo ada apa apa,kamu harus kasih kabar ke aku,"ancam Nisha
"oke siap"jawab Dara singkat sambil tersenyum.
"Delia,cepet sadar ya,aku pulang dulu.besok aku kesini lagi,"pamit Nisha pada Delia yang masih tak sadarkan diri.
Sahir dan Nisha beranjak meninggalkan Rumah Sakit untuk langsung pergi ke Hotel yang telah di siapkan Sahir untuk malam pengantinnya bersama Nisha.
Sementara Dara dan Riko masih setia menunggu di dalam ruang rawat Delia.
"sayang,kamu kayanya ngantuk banget,aku beliin kopi dulu ya ke kantin"ucap Riko mesra membelai pipi mulus Dara.
Dara tersenyum dan menganggukkan kepala nya"iya sayang,makasih."
Riko pun keluar ruangan menujubkantin rumah sakit yang jaraknya lumayan agak jauh dari ruang rawat Delia.
Dara yang tertunduk lesu di samping Delia teekejut melihat tangan Delia mulai bergerak.
"Sahirr,,Sahiir,,," Seruan Delia pertama kali dalam keadaan masih menutup matanya setengah Sadar membuat Dara terkejut bukan main.
"Del,delia,,"Dara mencoba menyadarkan Delia.
"Sahirr,,Sahirr,,"
lagi lagi membuat Dara terkejut,ia membulatkan matanya,seketika berbagai pertanyaan mengelilingi otaknya,ia mencoba bersikap tenang dan akan menanyakan pelan pelan pada Delia saat ia sadar nanti.
BERSAMBUNG
LIKE DAN COMMENT NYA YA READERS TERCINTA ๐๐๐
KRITIK DAN SARAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT SAYA๐ค๐ค
HATURNUHUN๐๐
__ADS_1