Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Kesedihan tiada akhir


__ADS_3

Kanaya kembali dibawa keruang perawatan ia terus menangis dalam dekapan Rakha


matanya sudah terlihat sembab.


Rakha mengerahkan semua anak buahnya bahkan ia juga sudah melaporkan Crystal ke kantor polisi dengan bukti CCTV.


Adam juga tak tinggal diam ia pun memerintahkan anak buahnya di dunia bawah tanah yang tak banyak diketahui orang bahkan Rakha kecuali Sarra,untuk membantunya


''bayi ku... aku ingin bayiku ''


isak Kanaya


Rakha semakin terpuruk melihat istrinya begitu terpukul juga kekhawatirannya akan nasib buah hati mereka ia pun tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata nya


''sayang, jangan menangis aku akan berusaha untuk mencari bayi kita, apa pun akan kulakukan kumohon jangan begini''


lirih Rakha dengan menangkup wajah Kanaya


Kanaya menatap Rakha


''dia masih sangat kecil... dia tak bersalah a-aku yang bersalah hingga bayiku yang menanggung akibatnya... kenapa harus bayiku kenapa?''


isak Kanaya


Rakha menggeleng-gelengken kepalanya


hatinya terasa seperti di sayat sembilu melihat sang istri menyalahkan diri sendiri


''tidak, ini bukan salahmu jangan menyalahkan dirimu sendiri sayaang , lihat aku kita pasti bisa menemukan bayi kita kau haru yakin akan hal itu ku mohon demi bayi kita demi aku kuatlah ''


tutur Rakha


Kanaya menjatuhkan tubuhnya memeluk Rakha dengan hati hancur namun apa yang Rakha katakan benar ia harus kuat demi bayi juga suaminya.


Andra memasuki ruangan Kanaya di ikuti oleh Sarra dan Adam dengan wajah cemas


''Rakha, kami kehilangan jejak Cris


'' tutur Andra


Kanaya syok dia melepaskan pelukan Rakha dan beranjak dari tempat tidurnya


ia pun mengcengkram lengan Andra


'' apa yang Kak Andra katakan, tidakkk


jangan bilang kalian kehilangan jejak Cris...


Kanaya histeris Rakha merengkuh bahu Kanaya


''momm, dadd, katakan yang di katakan Ka Andra bohong , itu semua bohong kan ?


momm, dadd... ''


Adam dan Sarra tampak menunduk sedih Sarra tak kuasa menatap wajah Kanaya ia pun ikut meneteskan air matanya


''sayangg, kau harus kuat nak... ''


lirih Sarra


di peluknya tubuh menantunya itu ) Kanaya semakin tersedu-sedu


''momm, aku bahkan belum memberikan asiku padanya ,... ibu macam apa aku ini... hiks


aku ibu yang buruk... hikss... hikss


Kanaya memukuli diri sendiri dengan kedua tangannya ia menampar pipinya dengan keras


membuat wajahny memerah Rakha menahan tangan Kanaya


''jangan lakukan ini sayang kumohon''


Rakha mengcengkram kedua tangan Kanaya dengan kuat


Kanaya semakin histeris


''KANAYAA''


Rakha membentak Kanaya untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia membentak sang istri


membuat Adam, Sarra dan Andra terhenyak


namun mereka pun tak bisa berbuat apa-apa


''Rakha... ''


''jangan seperti itu nak... ''


lirih Sarra dengan berlinang airmata ia tak menyangka kebahagiaan yang dirasakan mereka hanya untuk sesaat


Adam memeluk Sarra

__ADS_1


''biarkan saja sayang''


bisik Adam


''tapi mas...


Adam mengedifkan matanya Sarra pun diam menuruti nya


''Kanaya menatap Rakha yang membentaknya


''aku tau kau sangat sedih kehilangan bayi kita


dan merasa bersalah


aku juga... aku ayah nya aku juga sama seperti mu ... setidaknya jangan membuatku semakin merasa bersalah karna gagal melindungi orang yang ku cintai Naya... kumohon kuatlah demi aku


demi bayi kita ''


lirih Rakha


Kanaya menatap wajah sang suami yang biasanya


bersikap dingin dan arogan itu meneteskan air mata


ia pun sadar kalau ia egois hingga lupa kesedihan yang Rakha rasakan sama sepertinya


bahkan mungkin lebih.


Kanaya memeluk tubuh Rakha dengan tersedu


''maafkan aku... ''


ditengah tangisnya Kanaya memeluk erat tubuh suaminya itu


Rakha memeluk erat juga tubuh Kanaya dengan isak tangis yang meliputi mereka


Sarra dan Adam juga Andra pun tak kuasa meneteskan air mata mereka


melihat adegan yang membuat siapapun pasti meneteskan air mata


Rakha merasakan sesuatu tiba-tiba


tubuh Kanaya melemah dan terkulai jatuh dalam dekapannya


''Sayaanng.... Nayaa''


panggil Rakha namun Kanaya sudah tak sadarkan diri Rakha kembali panik


''Naya... bangun sayang.... Nayaa''


Rakha membopong tubuh Kanaya kembali ke tempat tidur Andra memeriksa kondisi tubuh


Kanaya


''Rakhaa....


Sarra membulatkan mata saat ia melihat darah segar yang terlihat membasahi kaki Kanaya


Rakha menatap Sarra dan arah pandangan mommy nya


Rakha semakin panik melihat hal itu


''draa...


gumam Rakha pada sahabatnya itu dengan tatapan sendu


Andra menatap Rakha dengan mengangguk


pelan.


Andra meminta Rakha , Adam dan Sarra keluar dari ruangan itu ia lalu memanggil perawat untuk membantunya menangani kondisi Kanaya


Rakha duduk di kursi tunggu bersama kedua orangtuanya


beberapa saat kemudian Arjuna datang bersama


Jonathan , Rena dan Siska


mereka berjalan dengan tergesa-gesa saat diberitahu kondisi Kanaya


''Rakha , gimana kondisi Naya?''


tanya Arjuna


Rakha hanya mengheula napas kasar dengan menutup matanya sejenak


Sarra dan Adam menatap putra mereka dengan sedih


terlihat jelas beban berat yang kini di pikul putra mereka sangat membuatnya terpukul


'

__ADS_1


''Rakha , Daddy tau ini berat untuk kalian


tapi yakinlah kalian pasti bisa melewati semua ini''


ucap Adam dengan menepuk bahu sang putra


Arjuna menghampiri Rakha


''benar kata Om Adam... lo pasti melewati ini semua dengan baik jangan lemah


demi istri dan bayi kalian''


tutur Arjuna


diangguki yang lainnya


''Boss, anak buah kita sudah menghubungi pihak bandara , terminal dan pelabuhan juga perjalanan kereta api untuk menangkap


Crystal.


sampai saat ini kita belum ada kabar aku yakin dia masih di indonesia dan sedang bersembunyi pasti dia dibantu seseorang''


ungkap Jonathan


semua nampak berpikir siapa yang membantu Crystal menculik bayi Kanaya


''Damar''


tiba-tiba Rakha teringat seseorang yang sangat membencinya siapa lagi kalau bukan


Damar


''kau yakin?, bukan kah dia sudah menyesali perbuatannya selama ini?''


tukas Arjuna


semua menatap Rakha dengan penasaran


beberapa waktu kemudian pintu kamar Kanaya terbuka


nampak Andra keluar dengan menarik napas berat


melihat raut wajahnya semua pasti tidak baik-baik saja Rakha menghampiri Andra


''bagaimana keadaan istriku ''


tanya Rakha


raut cemas juga takut menghinggapi Rakha


''maaf aku harus memberitahu mu


Naya... ''


kata-kata Andra seolah tertahan ia tak sanggup untuk mengatakannya


''katakan ada apa dengan istriku ''


Rakha dengan sedikit berteriak ia menarik kerah baju Andra


''Rakha ''


Adam memegangi bahu san putra


Istrimu, mengalami pendarahan hebat


akibat stres yang ia alami sekarang


Naya... Kanaya ia KOMA''...


Andra dengan wajah penuh penyesalan


harus memberitahu kan hal itu


seketika tubuh Rakha melemah ia jatuh bersimpuh


di remasnya kepalanya


tangisnya pun pecah


''.. ahh... ahh.... ''aaaaahhhh


Rakha berteriak pilu


Sarra memeluk tubuh sang putra ikut menangis begitupun Adam.


Arjuna , Jonathan terduduk lemah mengetahui hal buruk yang menimpa Kanaya


Rena dan Siska menangis berpelukan


tak kuasa menahan kesedihan yang menimpa sahabat mereka.

__ADS_1


Andra ia pun mematung menatap semua orang yang terlihat sedih.



__ADS_2