
Kanaya kembali dibawa keruang perawatan ia terus menangis dalam dekapan Rakha
matanya sudah terlihat sembab.
Rakha mengerahkan semua anak buahnya bahkan ia juga sudah melaporkan Crystal ke kantor polisi dengan bukti CCTV.
Adam juga tak tinggal diam ia pun memerintahkan anak buahnya di dunia bawah tanah yang tak banyak diketahui orang bahkan Rakha kecuali Sarra,untuk membantunya
''bayi ku... aku ingin bayiku ''
isak Kanaya
Rakha semakin terpuruk melihat istrinya begitu terpukul juga kekhawatirannya akan nasib buah hati mereka ia pun tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata nya
''sayang, jangan menangis aku akan berusaha untuk mencari bayi kita, apa pun akan kulakukan kumohon jangan begini''
lirih Rakha dengan menangkup wajah Kanaya
Kanaya menatap Rakha
''dia masih sangat kecil... dia tak bersalah a-aku yang bersalah hingga bayiku yang menanggung akibatnya... kenapa harus bayiku kenapa?''
isak Kanaya
Rakha menggeleng-gelengken kepalanya
hatinya terasa seperti di sayat sembilu melihat sang istri menyalahkan diri sendiri
''tidak, ini bukan salahmu jangan menyalahkan dirimu sendiri sayaang , lihat aku kita pasti bisa menemukan bayi kita kau haru yakin akan hal itu ku mohon demi bayi kita demi aku kuatlah ''
tutur Rakha
Kanaya menjatuhkan tubuhnya memeluk Rakha dengan hati hancur namun apa yang Rakha katakan benar ia harus kuat demi bayi juga suaminya.
Andra memasuki ruangan Kanaya di ikuti oleh Sarra dan Adam dengan wajah cemas
''Rakha, kami kehilangan jejak Cris
'' tutur Andra
Kanaya syok dia melepaskan pelukan Rakha dan beranjak dari tempat tidurnya
ia pun mengcengkram lengan Andra
'' apa yang Kak Andra katakan, tidakkk
jangan bilang kalian kehilangan jejak Cris...
Kanaya histeris Rakha merengkuh bahu Kanaya
''momm, dadd, katakan yang di katakan Ka Andra bohong , itu semua bohong kan ?
momm, dadd... ''
Adam dan Sarra tampak menunduk sedih Sarra tak kuasa menatap wajah Kanaya ia pun ikut meneteskan air matanya
''sayangg, kau harus kuat nak... ''
lirih Sarra
di peluknya tubuh menantunya itu ) Kanaya semakin tersedu-sedu
''momm, aku bahkan belum memberikan asiku padanya ,... ibu macam apa aku ini... hiks
aku ibu yang buruk... hikss... hikss
Kanaya memukuli diri sendiri dengan kedua tangannya ia menampar pipinya dengan keras
membuat wajahny memerah Rakha menahan tangan Kanaya
''jangan lakukan ini sayang kumohon''
Rakha mengcengkram kedua tangan Kanaya dengan kuat
Kanaya semakin histeris
''KANAYAA''
Rakha membentak Kanaya untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia membentak sang istri
membuat Adam, Sarra dan Andra terhenyak
namun mereka pun tak bisa berbuat apa-apa
''Rakha... ''
''jangan seperti itu nak... ''
lirih Sarra dengan berlinang airmata ia tak menyangka kebahagiaan yang dirasakan mereka hanya untuk sesaat
Adam memeluk Sarra
__ADS_1
''biarkan saja sayang''
bisik Adam
''tapi mas...
Adam mengedifkan matanya Sarra pun diam menuruti nya
''Kanaya menatap Rakha yang membentaknya
''aku tau kau sangat sedih kehilangan bayi kita
dan merasa bersalah
aku juga... aku ayah nya aku juga sama seperti mu ... setidaknya jangan membuatku semakin merasa bersalah karna gagal melindungi orang yang ku cintai Naya... kumohon kuatlah demi aku
demi bayi kita ''
lirih Rakha
Kanaya menatap wajah sang suami yang biasanya
bersikap dingin dan arogan itu meneteskan air mata
ia pun sadar kalau ia egois hingga lupa kesedihan yang Rakha rasakan sama sepertinya
bahkan mungkin lebih.
Kanaya memeluk tubuh Rakha dengan tersedu
''maafkan aku... ''
ditengah tangisnya Kanaya memeluk erat tubuh suaminya itu
Rakha memeluk erat juga tubuh Kanaya dengan isak tangis yang meliputi mereka
Sarra dan Adam juga Andra pun tak kuasa meneteskan air mata mereka
melihat adegan yang membuat siapapun pasti meneteskan air mata
Rakha merasakan sesuatu tiba-tiba
tubuh Kanaya melemah dan terkulai jatuh dalam dekapannya
''Sayaanng.... Nayaa''
panggil Rakha namun Kanaya sudah tak sadarkan diri Rakha kembali panik
''Naya... bangun sayang.... Nayaa''
Rakha membopong tubuh Kanaya kembali ke tempat tidur Andra memeriksa kondisi tubuh
Kanaya
''Rakhaa....
Sarra membulatkan mata saat ia melihat darah segar yang terlihat membasahi kaki Kanaya
Rakha menatap Sarra dan arah pandangan mommy nya
Rakha semakin panik melihat hal itu
''draa...
gumam Rakha pada sahabatnya itu dengan tatapan sendu
Andra menatap Rakha dengan mengangguk
pelan.
Andra meminta Rakha , Adam dan Sarra keluar dari ruangan itu ia lalu memanggil perawat untuk membantunya menangani kondisi Kanaya
Rakha duduk di kursi tunggu bersama kedua orangtuanya
beberapa saat kemudian Arjuna datang bersama
Jonathan , Rena dan Siska
mereka berjalan dengan tergesa-gesa saat diberitahu kondisi Kanaya
''Rakha , gimana kondisi Naya?''
tanya Arjuna
Rakha hanya mengheula napas kasar dengan menutup matanya sejenak
Sarra dan Adam menatap putra mereka dengan sedih
terlihat jelas beban berat yang kini di pikul putra mereka sangat membuatnya terpukul
'
__ADS_1
''Rakha , Daddy tau ini berat untuk kalian
tapi yakinlah kalian pasti bisa melewati semua ini''
ucap Adam dengan menepuk bahu sang putra
Arjuna menghampiri Rakha
''benar kata Om Adam... lo pasti melewati ini semua dengan baik jangan lemah
demi istri dan bayi kalian''
tutur Arjuna
diangguki yang lainnya
''Boss, anak buah kita sudah menghubungi pihak bandara , terminal dan pelabuhan juga perjalanan kereta api untuk menangkap
Crystal.
sampai saat ini kita belum ada kabar aku yakin dia masih di indonesia dan sedang bersembunyi pasti dia dibantu seseorang''
ungkap Jonathan
semua nampak berpikir siapa yang membantu Crystal menculik bayi Kanaya
''Damar''
tiba-tiba Rakha teringat seseorang yang sangat membencinya siapa lagi kalau bukan
Damar
''kau yakin?, bukan kah dia sudah menyesali perbuatannya selama ini?''
tukas Arjuna
semua menatap Rakha dengan penasaran
beberapa waktu kemudian pintu kamar Kanaya terbuka
nampak Andra keluar dengan menarik napas berat
melihat raut wajahnya semua pasti tidak baik-baik saja Rakha menghampiri Andra
''bagaimana keadaan istriku ''
tanya Rakha
raut cemas juga takut menghinggapi Rakha
''maaf aku harus memberitahu mu
Naya... ''
kata-kata Andra seolah tertahan ia tak sanggup untuk mengatakannya
''katakan ada apa dengan istriku ''
Rakha dengan sedikit berteriak ia menarik kerah baju Andra
''Rakha ''
Adam memegangi bahu san putra
Istrimu, mengalami pendarahan hebat
akibat stres yang ia alami sekarang
Naya... Kanaya ia KOMA''...
Andra dengan wajah penuh penyesalan
harus memberitahu kan hal itu
seketika tubuh Rakha melemah ia jatuh bersimpuh
di remasnya kepalanya
tangisnya pun pecah
''.. ahh... ahh.... ''aaaaahhhh
Rakha berteriak pilu
Sarra memeluk tubuh sang putra ikut menangis begitupun Adam.
Arjuna , Jonathan terduduk lemah mengetahui hal buruk yang menimpa Kanaya
Rena dan Siska menangis berpelukan
tak kuasa menahan kesedihan yang menimpa sahabat mereka.
__ADS_1
Andra ia pun mematung menatap semua orang yang terlihat sedih.