
Rakha yang tengah meting di kantornya mendadak ia meninggalkan ruangan meting begitu saja membuat semua orang terheran-heran begitu juga Jonathan yang meminta meting untuk diatur ulang
Rakha memasuki ruangan kerjanya dan meraih handphone yang tinggalkan di mejanya
terlihat banyak panggilan dari Kanaya membuat Rakha semakin panik
ia pun mencoba menghubungi kembali nomor Kanaya namun tak ada jawaban hingga beberapa kali
''sayang kau dimana ?''
''Tuan muda ini saya pengawal nona , kami di serang''
jawab pengawal Kanaya yang menjawab panggilan Rakha dan menceritakan kejadian yang menimpanya dimana kini Kanaya telah dibawa seseorang entah kemana
Rakha nampak syok
saat tau Kanaya kini menghilang
''shittt''
Rakha melempar semua benda yang ada dimejanya hingga berhamburan ke lantai
Jonathan yang melihat hal itu pun di buat terkejut
''Bos ada apa?''
''Kanaya mereka menculiknya ''
jawab Rakha
Jonathan terbelalak mendengar Kanaya di culik Rakha beranjak ia mengambil senjata dari brankasnya dan berlari meninggalkan ruangan itu
Jonathan pun mengikuti Rakha dibelakang nya
''siap kan tim kita ''
titah Rakha dan di angguki Jonathan
Rakha mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat Kanaya di serang di ikuti Jonathan dan timnya
beberapa saat kemudian Rakha telah tiba di tempat penyerangan Kanaya
nampak para pengawalnya yang terkapar disana sini karna asap tebal yang mereka hirup membuat mereka kesulitan untuk bernapas
Rakha memasuli mobil Kanaya ia menemukan tempat makanan yang akan Kanaya bawa juga tas dan handphonenya
Rakha pun kembali keluar dari mobil dimana kaca jendelanya pecah berantakan
Jonathan mengahampiri Rakha
''tenangkan dirimu, kita pasti bisa menemukan Nona ''
ucap Jonathan
Rakha memejamkan matanya mengingat Kanaya yang terseyum manja padanya
''cincin''
''Jo, lacak dimana Kanaya saat ini aku ingat Kanaya selalu memakai cincin pernikahan kami ia memasang pelacak di cincinnya atas saran Daddy''
Rakha pun kembali bersemangat Jonathan pun kembali ke mobil dan mengambil laptopnya
untuk melacak dimana Kanaya saat ini
''tanks Dadd, kau memang terbaik ''
Rakha dengan mengulas senyumnya
Jonthan pun dengan keahliannya melacak dimana kini Kanaya berada
Rakha menanti dengan tidak sabar
''yess ''
''dapat , wuhhhh''
__ADS_1
teriak Jonathan membuat Rakha terlonjak
''Bos nona di bawa ke apartemen milik Damar Prawira ''
ucap Jonathan
Rakha mengepalkan tangannya mendengar hal itu
'baiklah Damar , kau yang meminta ini dariku maka bersiaplah ''
Rakha tanpa menunggu lagi ia menuju alamat yang Jonathan dapatkan
dengan kecepatan penuh ia menuju apartemen Damar
sementara itu Kanaya belum tersadar dari pingsannya akibat asap tebal tadi
dan benar saja saat ini Damar membawanya ke apartemen miliknya
dan orang-orang yang bayar untuk menculik Kanaya kini telah di rawat dirumah sakit akibat luka tembak yang Kanaya lakukan tadi
''Kau begitu cantik Naya , aku sungguh tak rela kau menjadi milik Rakha kau hanya miliku dan hanya milikku''
ungkap Damar dengan mengelus wajah Kanaya merasa terusik Kanaya perlahan membuka matanya ia membulatkan matanya saat tau ia kini kembali ke apartemen Damar
dimana dulu Damar sering menyiksanya
Kanaya menepis tangan Damar
''jangan sentuh aku''
Kanaya mencoba beranjak namun Damar mencengkram kedua tangan Kanaya
Damar menatap Kanaya dengan tatapan tajam di penuhi amarah dimana ia teringat suara -suara Kanaya yang mendesah dalam pelukan Rakha tempo hari
''hari ini akan ku buat kau melupakan Rakha kau hanya akan memanggil namaku dan menyebut namaku ''
geram Damar
Kanaya meronta-ronta sekuat tenaga ia melepaskan cengkraman Damar
''sampai matipun kau tak akan bisa menghapus namanya di hatiku, di tubuhku di jiwaku bahkan di napasku aku hanya akan menyebut satu nama Rakha ....
ungkap Kanaya dengan berani ia menatap Damar
Damar mencengkram kedua tangan Kanaya semakin kuat
''kita lihat saja bagaimana kau akan menyebut namanya ''
Damar kemudian bangkit dan menyeret Kanaya menuju kamar nya Kanaya semakin berontak
di gigit nya tangan Damar yang sontak melepas cengkramnya ditangan Kanaya
dengan cepat Kanaya melayangkan pukulan dan tendangannya lalu berlari keluar kamar dengan cepat
Damar berlari mengejar Kanaya yang berhasil keluar dari apartemennya
dengan napas terengah Kanaya berlari dari kejaran Damar
melalui lift untuk turun ke lantai bawah yang nampak suasana telah sepi karna hari sudah malam
Damar mengejar Kanaya melalui tangga darurat ia tak ingin kehilangan Kanaya
Kanaya berhasil keluar dari apartemen Damar ia terus berlari menuju jalan raya melewati jembatan gantung dan sungai dibawahnya
Damar masih mengejar Kanaya
''Naya berhenti''
teriak Damar
tepat saat Kanaya tengah berlari Rakha tiba dengan mobilnya berhenti di hadapan Kanaya yang masih berlari ia pun bergegas turun
menyambut Kanaya
''sayang''
__ADS_1
panggil Rakha
melihat Rakha datang Kanaya semakin mempercepat larinya
grepp
Kanaya menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan Rakha yang memeluknya erat dan mengecup kepalanya
''sayang kau tak apa-apa?''
kau baik-baik saja ''
tanya Rakha cemas ia memeriksa keadaan Kanaya yang terisak ketakutan
Rakha mendekap kembali tubuh Kanaya
Damar pun kini berhadapan dengan mereka
tak lama Jonathan pun datang
bersama para pengawalnya
Damar terseyum tipis ia mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan mengarahkannya ke arah Rakha dan Kanaya
membuat Kanaya panik juga ketakutan
''tidak ''
jangan , jangan biarkan aku saja yang mati jangan lukai suamiku ku mohon jangan ''
Kanaya histeris
''kau ingin membunuhku Damar jangan lukai Naya ''
dia tak bersalah ''
tutur Rakha
''tidak , jangan bunuh suamiku apa yang kau katakan kita sudah berjanji untuk saling melindungi
untuk apa aku hidup kalau kau tak ada di sisiku aku tak bisa hidup tanpa mu ''
ungkap Kanaya dengan berurai air mata ia mendekap Rakha dan menghalangi tubuh Rakha dari peluru yang akan Damar tembakan
Damar tersenyum miris melihat Kanaya dan Rakha saling melindungi dan saling mencintai sama-sama tak ingin melihat terluka atau pun menderita
melihat Damar yang tersenyum itu membuat Rakha dan Kanaya tertegun
''Naya... sepertinya tidak ada tempat ku di hidupmu bahkan mungkin di dunia ini
semua yang aku cintai meninggalkan aku
harta, tahta bahkan wanita yang aku inginkan pun malah membenciku''
''Damar, semua itu tergantung pada pilihan dan jalan yang kau ambil jangan menyalahkan orang lain semua itu karna jalan yang kau ambil''
tutur Rakha
''kau benar Rakha , aku sudah salah mengambil jalan dan pilihan yang salah
kau pria baik dan Kanaya pasti bahagia bersamamu maafkan atas semua ke egoisan ku ''
dengan mengulas senyum tipisnya Damar menarik pelatuk pistolnya dan
''dorr''
suara peluru ditembakan menggema memecah kesunyian malam itu Kanaya membelalakan matanya begitu juga Rakha dan Jonathan
para pengawal Rakha dibuat terkejut
''byurrrrrr''
darah segar mengenai tubuh Kanaya dan tubuh Damar yang terjatuh ke sungai dibawah jembatan layang itu
Kanaya jatuh pingsan dalam dekapan Rakha
__ADS_1
''Nayaaa....