
Rakha menatap Damar dengan perasaan antara benci juga kasihan entah apa yang harus ia lakukan ia ingin mengahiri semua ini agar bisa hidup dengan tenang bersama Kanaya tanpa bayang-bayang Damar.
''Damar, aku tau kau begitu mencintai istriku tapi bisakah kau berikan kebahagian dalam hidupnya bukan karna aku egois atau aku mengatakan ini untuk diriku sendiri tapi demi Naya...
bukankah kau ingin melihatnya bahagia juga menebus semua kesalahanmu ?'
' Rakha pun melepas pelukan Kanaya di usap nya airmata Kanaya
''jangan menangis kau tau aku tidak suka kau menjatuhkan airmatamu''
Kanaya semakin terisak
Damar yang melihat bagaimana Rakha begitu mencintai Kanaya ia pun bangkit dan mengahampiri mereka
''Naya, maafkan atas semua kesalahanku bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri, aku tau aku begitu egois bantu aku untuk memperbaiki kesalahanku ''
Kanaya melirik Damar
''aku hanya manusia biasa Tuan, jika kau ingin menebus semua kesalahan mu padaku cari Noni saat ini ia tengah mengandung anak kalian ''
ungkap Kanaya sontak kata-kata Kanaya membuat terkejut Damar begitupun Rhaka dan Andra
''Noni hamil, dia... ''
Damar menutup matanya mengingat pertemuan terahir mereka
bagaimana Noni berteriak memanggil -manggil namanya sekilas rasa penyesalan meliputi hatinya
''kau cari saja Rena dia mungkin akan memberitahu dimana Noni sekarang, aku tau Noni tengah mengandung juga dari Rena ... Noni pergi meninggalkan kota karena rasa bersalahnya padaku ia juga tak ingin menemui ku itu yang aku dengar dari Rena walaupun sebenarnya aku sudah memaafkannya tapi Noni tetap pergi...
tutur Kanaya
Damar menatap Kanaya dengan rasa bersalah selama ini ia sudah sangat banyak menyakiti wanita itu '
' Naya ...kau wanita hebat pantas Rakha begitu mencintaimu, dia beruntung bisa memiliki hatimu aku berdo'a semoga kalian selalu bahagia '
'tulus Damar kini perasaan bersalah yang selalu menghantuinya dan membuatnya sesak hingga sulit baginya untuk bernapas perlahan membuatnya lega
''terima kasih , atas do'amu itulah yang membuatku mencintainya ''
ucap Kanaya sembari menatap Rakha
Rakha mengulas senyum bahagia ahirnya masalah nya dengan Damar bisa terselesaikan
''aku juga beruntung mendapatkan mu istriku ''
Rakha mencium bibir Kanaya di hadapan Damar, Andra , para pengawal juga orang-orang di rumah sakit itu suasana riuh gembira bertepuk tangan untuk kebahagiaan Rakha dan Kanaya.
Damar terseyum untuk Kanaya dan Rakha
Andra menepuk bahu Damar
''percayalah kebahagiaan akan kau dapatkan tuan Damar''
ucapnya dengan mengulas senyum tipis
Damar mengangguk pelan.
begitulah mencintai bukan berarti harus memiliki
melihat orang yang kita cintai bahagia kita juga akan merasa bahagia .
Rakha dan Kanaya kini bisa bernapas dengan lega mereka pulang ke mansion dengan bergandengan tangan penuh canda tawa.
Sarra yang melihat anak dan menantunya terlihat bahagiapun heran
''kalian senang sekali apa mommy boleh tau apa yang membuat kalian senang?
__ADS_1
''tentu saja mom''
jawab Rakha
Rakha dan Kanaya pun menceritakan pemeriksaan tadi dimana Andra yang keceplosan menanyakan jenis kelamin bayi mereka juga pertemuan mereka dengan Damar di rumah sakit.
Sarra ikut bahagia mendengar masalah yang selama ini menghantui rumah tangga anaknya
telah selesai
''jadi cucu mommy laki-laki? ah.... mommy sangat bahagia mendengarnya, dan mommy bersyukur kalian bisa menyelesaikan masalah kalian mommy sangat senang dan mommy ikut bahagia kalian sekarang bisa tenang''
tutur Sarra
''iya mom... ''
jawab Kanaya
Sarra memeluk putra dan menantunya itu
''kalian terlihat senang apa Daddy boleh tau apa yang membuat kalian begitu bahagia?'
' rupanya Adam yang datang dan menghampiri mereka yang tengah berpelukan di sofa
Sarra menceritakan kembali apa yang membuat mereka bahagia pada suaminya itu
'Adam pun ikut bahagia ia pun memeluk ke 3 orang yang begitu ia cintai itu.
Rakha pun membawa Kanaya untuk beristirahat ke kamar mereka namun baru saja mereka memasuki kamar Rakha mengunci pintu nya dan memeluk tubuh Kanaya dari belakang
''kau bahagia'' ?
tanya Rakha berbisik di telinga Kanaya dengan menggigit kecil kuping sang istri
''sangat , aku sangat bahagia''
''kalau begitu berikan aku hadiah''
bisik Rakha
Kanaya tau maksud yang Rakha inginkan
''dengan senang hati''
Kanaya ikut berbisik
Rakha tersenyum senang di lumatnya bibir Kanaya dengan gemas Kanaya pun membalik tubuhnya serta dengan sama menginginkan ia membalas ******* Rakha di bibirnya
keduanya larut dalam ciuman mereka yang semakin lama semakin menuntut untuk melakukan lebih
Rakha menuntun tubuh Kanaya ke tempat tidur dengan bibir saling bertaut
''aku ingin kau yang memimpin''
ucap Rakha dengan membuka seluruh pakaian nya perlahan ia melepas gaun di tubuh Kanaya
''ok''
Kanaya bangkit dan menduduki tubuh Rakha
'ah... ahk... ''
Kanaya mendesah saat Rakha menyesap bukit kembarnya dengan rakus juga meremasnya dengan intens Kanaya meremas rambut Rakha dengan pinggul yang bergerak perlahan membuat Rakha mengerang kenikmatan.
ia memeluk pinggang Kanaya dengan erat meskipun terhalang perut buncit Kanaya namun hal itu malah membuat Kanaya terlihat seksi dimata Rakha.
Kanaya menyingkap rambutnya yang menutupi wajahnya dengan ia mengigit bibir bawahnya bertumpu pada bahu Rakha hal itu sukses membuat Rakha terpesona dengan gemas ia mencium bibir Kanaya
__ADS_1
''sayang , kau sangat seksi aku menyukainya ''
ayo puaskan aku ah... ahkk'
' bisik Rakha dengan suara seraknya
''ehmmm.... ahh... '
'Kanaya melenguh saat ia terus bergerak memacu tubuhnya ia pun meletakan wajahnya di ceruk Rakha di sesapnya leher sang suami dan mengigitnya kecil hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana hal itu sukses membuat Rakha melayang terbang
''ini... gila .. ahkk... ''
Rakha mengerang dengan panjang membuat bagian bawah tubuhnya sukses menumpahkan laharnya membuat Kanaya menjeritkan namanya saling memeluk erat dengan keringat membasahi pelipis mereka
''terima kasih hadiahnya '' I love yuo ''
bisik Rakha sembari membenahi rambut Kanaya
'I love yuo too ''
balas Kanaya mengulas senyum dengan napas terengah
''kita membersihkan diri dulu baru kita makan malam dan beristirahat ''
titah Rakha
''gendong''
Kanaya manja
''baiklah tuan putri, hamba siap melayanimu '' jawab Rakha Kanaya tertawa mendengar kata-kata Rakha
''istriku semakin manja rupanya ''
kembali Rakha menggoda Kanaya
dengan membopongnya Rakha membawa Kanaya ke kamar mandi dengan keadaan tanpa pakaian sambil tertawa-tawa bahagia .
benar saja Rakha memandikan Kanaya dengan penuh cinta sesekali ia juga mencium perut Kanaya
Kanaya begitu bahagia dengan sikap Rakha yang terkadang posesif namun ia menikmatinya dengan senang hati
''I love yuo Rakha Mahendra''
ucap Kanaya
''I love yuo too Kanaya Syareefa Mahendra''
balas Rakha
keduanya tersenyum bahagia....
sementara itu ada seorang wanita yang kini tengah membuat kekacauan di sebuah apartemen mewah ia membanting semua barang perabotan yang nampak hancur berceceran... wanita itu terlihat mabuk juga menangis...
Rakha.... kau tidak bisa berbuat begini padaku aku pasti bisa membuatmu menjadi miliku ''
aku bersumpah.... ''
teriak wanita itu histeris dengan napas yang memburu
''Cris .... hentika... apa kau sudah gila... kau mau
membuat apartemen ini hancur hah...
teriak asisten pribadinya
lidia ... pria gemulai itu terllihat ketakutan melihat apa yang dilakukan Crystal .
__ADS_1