
Sesederhana ini kauciptakan rasa gembira, kaubawakan aku dekapan, lalu kaurajut rindu menjadi sebuah kecupan.
sepenggal puisi Kanaya tulis diahir halaman buku yang ia baca untuk mengisi waktu luangnya saat Rakha bekerja.
seperti hari ini yang dimana Kanaya ikut ke kantor hari ini adalah jadwal Kanaya untuk memeriksakan kandungannya.
karena Rakha ada meting , mereka sepakat untuk berangkat dari kantor bersama-sama
selepas meting Rakha segera menemui Kanaya yang tengah menunggunya di kamar dalam ruang kerjanya
ceklekkk''
suara pintu terbuka Rakha mendapati Kanaya tertidur dengan buku didekapannya
Rakha mengambil buku tersebut dari dekapan Kanaya ia pun melihat coretan Kanaya yang menulis sepenggal puisi
Rakha mengulas senyum '
'kau juga pandai menulis puisi ''
Rakha menaruh bukunya
''sayaangg''
Rakha mengecup kening Kanaya ia menyingkirkan rambut Kanaya yang jatuh menutupi wajah nya Kanaya menggeliat
''emhh ... sayang kau disini , apa metingnya sudah selesai?
tanya Kanaya dengan wajah masih mengantuk
Rakha mengelus pipi Kanaya senyum menghiasi wajah pria itu melihat Kanaya yang kini semakin berisi dan membuatnya gemas apalagi pipi Kanaya yang sedikit terlihat cubby
''sudah, meting nya sudah selesai ayo kita segera ke rumah sakit sebentar lagi waktunya makan siang''
tutur Rakha
Kanaya pun berusaha bangkit di usia kehamilannya yang semakin besar membuatnya sedikit kesusahan untuk bergerak dengan bebas Rakha pun membantunya untuk bangun dan mengambilkan sepatu dengan sepatu hak rendah
''sayang, kaki mu terlihat bengkak''
ucap Rahka cemas
''Kanaya memakai sepatunya
''Kata mommy hal ini normal untuk wanita hamil mommy juga selalu membantu mengoleskan minyak kayu putih dan memijat kaki ku kalau di rumah , terkadang aku merasa tak enak hati mommy dan Daddy begitu memperhatikan ku.
padahal aku ka hanya menantu tapi mereka sangat menyayangiku, aku bahagia dan aku sangat beruntung bertemu dengan mu
terima kasih suamiku kau sudah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga untukku terima kasih kau sudah hadir dalam hidupku ''
ungkap Kanaya dengan menatap wajah sang suami
Rakha terseyum mendengar ungkapan hati Kanaya''
'''aku juga berterima kasih kau datang dalam kehidupanku yang sunyi, kau mengisi kekosongan hatiku memberikan kebahagiaan juga sudi mengandung anaku tetaplah disampingku Kanaya apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku , aku tak bisa jauh darimu atau pun hidup tanpa dirimu aku bisa mati''
Kanaya menutup mulut Rakha dengan bibir nya memberikan kecupan mesra
''jangan bicara tentang kematian aku tidak suka''
kita tidak akan pernah berpisah apa pun alasannya ''
Kanaya menatap Rakha penuh cinta
Rakha pun menarik tengkuk sang istri kembali ia ******* bibir manis Kanaya
''ayo kita berangkat , kalau disini terus aku takut aku tak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhmu ''
bisik Rakha setelah melepas pagutan bibirnya
''Kanaya mengulas senyum nya dan mengguk pelan
''I love yuo''
bisik Kanaya dengan beranjak dari tempat tidurnya dan menarik tangan Rakha untuk keluar kamar mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuju lif dan ke lobi parkiran dimana mobil Rakha sudah terparkir di ikuti mobil beberapa pengawal yang akan mengikuti dari belakang mereka nantinya.
hanya memakan waktu sekitar 30 menit Rakha dan Kanaya tiba di rumah sakit miliknya
kedatangan mereka di sambut Andra sebagai direktur rumah sakit seperti yang Rakha janjikan juga dokter pribadi Kanaya atas titah Adam
''siang dok, apa kabar mu, kenapa jarang ke rumah ?
sapa Kanaya dengan menjabat tangan dokter itu juga Rakha
''aku sibuk Naya... pekerjaan juga pasien membuatku menua disini hingga waktuku habis''
jawab Andra
''itukan yang kau mau, ya nikmati saja ''
ledek Rakha
Kanaya dan Rakha pun berjalan di iringi Andra menuju ruang pemeriksaan
Kanaya duduk didampingi Rakha
Andra mulai bertanya keluhan dan apa yang Kanaya alami '
''' tidak ada keluhan lain dok, hanya saja aku jadi mudah lelah juga mengantuk kakiku juga terkadang suka membengkak ''
ucap Kanaya
__ADS_1
''itu normal mengingat usia kehamilanmu yang kini sudah memasuki trimester ke tiga oh ya terus lah berolah raga ringan dengan senam hamil atau yoga itu akan permudah saat persalinan nanti sekarang ayo kita periksa bayi kalian '
' jelas Andra
Kanaya dibantu Rakha membaringkan tubuhnya di ranjang lalu suster menyelimuti tubuh Kanaya dan mengoleskan gel di perutnya suster itu pun mengarahkan alat ke perut Kanaya dimana Rakha dan Kanaya bisa melihat dan mendengar detak jantung bayi mereka.
Rakha begitu antusias melihat bayi nya di layar monitor dengan menggenggam tangan Kanaya
''sayang itu bayi kita ''
sahut Rakha yang diangguki Kanaya perasaan bahagia juga rasa haru meliputi keduanya
''bayi kalian sangat sehat juga sempurna lihatlah apa kalian ingin tau jenis kelamin putra kalian ?
dimana sang dokter tanpa sadar memberitahukan jenis kelamin sang bayi
Kanaya dan Rakha membulatkan mata pada sang dokter
'' Andra pun nampak salah tingkah
'sayang, bayi kita laki-laki''
Rakha pun mengecup kening Kanaya juga pipi sang istri
saking bahagianya
''aissshhh''
kalian ini tidak tau tempat apa kalian tidak bisa untuk tidak bermesraan di depanku kalian sengaja''
Andra yang sebenarnya merasa ikut bahagia atas kebahagiaan sahabatnya itu
''kau ini kenapa daritadi mengoceh terus seperti ibu-ibu komplek ''
ketus Rakha
''Kau... kalau bukan karna ada Kanaya habislah kau''
kesal Andra
''memang kalau tak ada istriku kau mau apa? kau pikir aku takut padamu pria tua... aku bos mu dan aku yang menggajimu kau mau aku tendang ke hutan jadi dokter hewan
'' ancam Rakha
''kenapa kau bawa-bawa jabatan segala dasar tak punya hati'' aku heran Naya mau jadi istrimu '' tukas Andra
Rakha pun semakin kesal dibuatnya Kanaya di buat pusing oleh pertengkaran mereka susterpun dibuat terkejut oleh pertengkaran mereka
''stopp''
Kanaya berteriak
''kalian seperti anak kecil saja ''
Kanaya pun mencoba turun dari ranjang pasien di bantu Rakha
''dokter Andra terima kasih untuk hari ini sampai jumpa lagi ''
Kanaya pun pamit di ikuti Rakha
''sama-sama Naya jaga terus kesehatan mu'' timpal Andra
Rakha dan Kanaya pun keluar dari ruangan pemeriksaan dan kembali bergandengan tangan menuju tempat pengambilan obat.
Rakha memberikan resep yang di berikan Andra pada perawat yang bertugas
Kanaya duduk di bangku tunggu
''Naya''
tiba-tiba Damar sudah ada dihadapan Kanaya
raut wajah Kanaya berubah pucat
''tu-tuan...
gumamnya
''jangan takut Naya aku hanya ingin kita bisa bicara sebentar saja , Naya, Ayah sakit ia ingin bertemu dengan mu apa kau tak ingin menemui nya ? ''
ucap Damar
Kanaya bangkit dari duduknya melihat kesana kemari mencari Rakha ia nampak ketakutan
''Naya , Kanaya Syareefa '' kau dengar aku ''
Damar berteriak karna Kanaya seperti tak menanggapi nya teriakan Damar membuat orang-orang memandang ke arahnya.
Kanaya semakin ketakutan tubuhnya bergetar dengan memegangi perut buncitnya
para pengawal mendekati nona mereka
''Nona anda baik -baik saja ''
''cepat panggil suamiku ''
para pengawal mengerubungi tubuh Kanaya dari Damar dan mencoba menghubungi Rakha
''Naya , dengarkan aku dulu kau tak bisa berbuat seperti ini padaku, Naya aku suamimu aku berhak atasmu kau jangan terus menghindari ku kau harus kembali padaku ''
tukas Damar pengawal mencoba menjauhkan Damar dari nona mereka
__ADS_1
''tuan kami mohon jangan ganggu nona kami, sebaiknya anda segera pergi atau kami tidak akan segan-segan pada anda''
tutur pengawal
''jangan halangi aku , dia istriku minggir kalian jangan berani menyentuhku atau kalian akan tau akibatnya lepass''
hardik Damar
''cukup, hentikan ulahmu tuan Damar''
teriak Kanaya dengan tubuh bergetar ia membentak Damar semua orang dirumah sakit itu memandangi mereka Andra yang mendengar keributan pun keluar dari ruangannya ia terkejut melihat Kanaya ditengah-tengah keributan di hampirinya Kanaya yang terlihat ketakutan Andra merengkuh bahu Kanaya '
'ada apa ini ''kenapa kalian membuat keributan di rumah sakitku'
' Andra berteriak hingga keributan itu terhenti
''Naya dimana Rakha ''
tanya Andra
''aku tak tau Kak, dari tadi aku sudah menghubunginya tadi dia pergi untuk menebus obat ''
jawab Kanaya
''kau jangan tegang, ingat bayimu ''
ucap Andra
''aku suaminya dokter, biarkan aku membawanya ''
teriak Damar
Andra nampak terkejut dengan ucapan pria itu
''aku bilang cukup tuan Damar, kau bukan suamiku jangan membuat keributan disini ''
dengan tubuh bergetar Andra yang memegangi bahu Kanaya ahirnya ia tau pria yang mengaku-ngaku suami Kanaya itu.
''Naya dengarkan aku meskipun kau tak mengakuiku bagiku kau tetap istriku, aku sangat mencintai mu aku akan membawamu kembali ke rumah kita dan kita akan hidup bahagia ''
ungkap Damar
Kanaya mengeleng-gelengkan kepalanya
''tidak , tidak Rakha ... dimana dia Kak Andra aku ingin suamiku Rakha.. hiks... hikss''
Kanaya semakin ketakutan
Andra pun dibuat panik saat Kanaya mulai terisak
''ada apa ini ''
Rakha setengah berlari ia pun merengkuh tubuh Kanaya
''sayang , maaf tadi aku mengangkat telpon dulu ''
Rakha menenangkan Kanaya yang terlihat ketakutan ia pun cemas saat ia melihat Damar yang tengah di cekal para pengawalnya
''rupanya peringatan yang kuberikan tak juga membuatmu jera tuan Damar ''
geram Rakha
''tak henti-hentinya kau menyakiti istriku apa kau sudah bosan hidup hahh''
kembali Rakha berteriak
Kanaya mencengkram jas Rakha dengan erat
Damar hanya terkekeh
''kau tau aku tak akan berhenti sebelum apa yang aku inginkan aku dapatkan kau dengar Rakha aku tidak akan membiarkan kalian bahagia , Kanaya miliku hanya miliku Damar Prawira camkan itu ''
teriak Damar
''Rakha mengepalkan tangannya dengan raut wajah yang tak dapat tergambarkan
''kau sudah gila ''
teriak Kanaya
''kau pikir aku sudi kembali pada orang seperti mu itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi aku membencimu aku sangat membencimu Damar aku membencimu ''
Kanaya histeris Rakha panik ia takut terjadi sesuatu pada Kanaya dan kandungannya di peluknya tubuh sang istri
''sayang , tenangkan dirimu jangan ikuti amarahmu ingat kandunganmu ''
Rakha memeluk juga menciumi kepala Kanaya
Damar menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan perasaan hancur saat Kanaya mengatakan sangat membencinya'
''' Kenapa Naya... kenapa kau begitu membenciku semua yang kulakukan padamu karna aku sangat mencintaimu aku ingin menebus semua kesalahan yang ku lakukan padamu dulu , aku dulu selalu menyakiti juga menyiksamu menghina dan menginjak-nginjak harga dirimu aku ingin menebusnya Naya setiap hari perasaan bersalah dan berdosa selalu mengahantui ku aku tersiksa Naya.... tolong beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu... ''
lirih Damar dengan berlinang air mata untuk pertama kalinya pria kejam itu meneteskan air matanya Kanaya menatap Damar ia semakin memperdalam pelukannya pada Rakha
''Tuan, kalau kau benar-benar ingin menebus semua kesalahanmu padaku , kau tidak akan terus menyakiti dan mengancam keluargaku aku tidak tau semua yang kau katakan benar-benar tulus atau hanya bagian dari sandiwara mu saja ''
ucap Kanaya ragu
''Damar terkekeh... '' kau bahkan tak mempercayai ku sama sekali Naya rupanya aku benar-benar melukai mu terlalu dalam bahkan sedikit pun kau tak ingin melihat wajahku kau malah menyembunyikan wajah mu dibalik tubuh suamimu''
Damar mengusap airmatanya dengan kasar hatinya begitu hancur melihat Kanaya yang begitu bergantung pada Rakha dan terlihat dengan jelas bagaimana tatapan mata Kanaya terhadap Rakha yang penuh dengan cinta berbeda dengan saat menatapnya yang penuh dengan tatapan kebencian.
__ADS_1