Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Kesedihan Rakha


__ADS_3

sepanjang perjalanan Rakha memeluk erat tubuh Kanaya rasa cemas dan takut tengah merasukinya


tubuh Kanaya tergolek lemas dalam pelukannya


''kenapa kalian lambat sekali , kalian bisa menyetir tidak ?''


bentak Rakha


Jonathan dan Arjuna nampak menoleh ke arah Rakha yang terlihat panik itu mereka memilih untuk diam dan berkonsentrasi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi


di ikuti beberapa mobil anak buah Rakha dan Adam


mereka pun sampai di rumah sakit Rakha


Rakha membopong tubuh Kanaya ke dalam runah sakit


para dokter dan sukses bergegas menghampiri pemilik rumah sakit mereka itu dengan membawa brankar untuk Kanaya.


Rakha meletakan tubuh Kanaya dengan hati-hati di brankar dan berjalan mengikuti para dokter yang akan memeriksa Kanaya


Kanaya di larikan ke ruang ICU


''Tuan muda kami akan memeriksa istri anda,


anda sebaiknya tunggu disini saja ''


ucap salah satu dokter


''lakukan yang terbaik untuk istriku''


titah Rakha.


''kami akan berusaha yang terbaik Tuan muda''.


Rakha menyaksikan dibalik kaca ruang ICU dimana para dokter tengah memeriksa


Kanaya


perasaan cemas dan juga takut semakin menyelimutinya


''sayang ku mohon bertahanlah demi aku juga Axelle putra kita


aku tak bisa jika aku harus kehilanganmu ''


lirih Rakha


Arjuna mengahampiri Rakha menepuk bahunya


''kau harus yakin Kanaya akan baik-baik saja''


ucap Arjuna.


beberapa saat kemudian Sarra datang bersama Adam , Siska dan Rena


Rena menghambur memeluk Arjuna suaminya begitu juga Siska yang memeluk Jonathan tunangannya itu.


Sarra menghampiri Rakha


bersama Adam


''Rakha.....


Rakha memeluk Sarra dengan raut wajah tak tergambarkan


''Momm, Naya.... dia


''semua akan baik-baik saja yakinlah Naya pasti akan selamat kau harus yakin dan percaya pada cinta kalian ''


Sarra mencoba meyakinkan putranya itu


Adam menepuk pundak Rakha


''Dadd....


''kau harus kuat demi istri dan anakmu''


ucap Adam .


''Momm, Axelle mana?


''dia bersama Andra , Axelle demam karna terlalu banyak menangis seharian Mommy , Siska dan Rena tak bisa membujuknya


hanya pada Andra putra mu patuh.


jawab Sarra.

__ADS_1


hampir 3 jam lebih Kanaya ditangani dokter semua orang nampak setia duduk menanti di bangku tunggu


lampu ruangan ICU pun berubah menjadi hijau Rakha dengan cepat memburu sang dokter saat keluar dari ruangan itu


''dokter bagaimana istriku ''


tanya Kanaya di ikuti yang lainnya sang dokter menatap Rakha


'


''Tuan muda , nona Kanaya baik-baik saja


kami sudah mengobati luka-luka ditubuhnya tapi....


''tapi apa?


bentak Rakha pada dokter itu


''luka di kepala nona Kanaya memang tidak terlalu parah namun kami menemukan ada gumpalan darah di otaknya hingga kami terpaksa mengoperasinya .


luka itu akibat beberapa kali kepala nona sepertinya terbentur dengan keras.


kita hanya bisa menunggu sampai besok apa efek samping dari benturan itu untuk saat ini kita hanya bisa berdo'a.


jelas sang dokter .


setelah mendengar penjelasan dari sang dokter tubuh Rakha seolah tak bertenaga.


ia pun terduduk di kursi tunggu ia menangkup wajah nya dengan putus asa


Sarra dan Adam juga yang lainnya hanya bisa mengheula napas mereka tak tau harus bagaimana.


waktu berjalan terasa lama bila kita menunggu itu juga yang sedang Rakha rasakan


ia tengah menunggui Kanaya di rumah sakit


Adam dan Sarra kembali ke mansion karna tak ingin Axelle sendirian


begitu juga Siska dan Rena yang kembali ke rumah masing bersama pasangan mereka.


''Rakha duduk di kursi disamping Kanaya yang terbaring dengan kepala yang di perban


juga luka lebam di beberapa bagian wajah juga tubuhnya.


ia kembali mengingat saat-saat bersama Kanaya membuat ia semakin sedih


''sayang kumohon bangunlah aku disini ... aku sangat merindukan mu


aku tak sanggup jika aku harus kehilanganmu ''


ungkap Rakha


nampak air mata mulai membasahi sudut matanya


''kau pernah berjanji kau tak akan pernah sekalipun untuk meninggalkan aku


bertahanlah demi aku juga Axelle ...


aku tak bisa hidup tanpamu sayang....


tutur Rakha tanpa ia sadari di sudut mata Kanaya terlihat bulir airmata mulai menetes


Rakha menangis dengan pilu menumpahkan semua kesedihan dan rasa takutnya akan Kanaya.


Andra yang bermaksud untuk menengok Kanaya nampak tertegun dengan pemandangan itu


Rakha terlihat begitu terpuruk.


ia pun mengurungkan niatnya untuk menjenguk Kanaya.


pagi menjelang cahaya matahari menembus ruangan Kanaya di rawat saat ini Rakha nampak tertidur pulas semalaman ia tidur dengan posisi terduduk di samping Kanaya


Rakha membuka matanya perlahan saat sinar matahari menyinari wajahnya


Rakha mengerjapkan matanya melihat jam yang melingkar ditangannya


dilihatnya Kanaya masih belum sadarkan diri


namun saat akan beranjak tangan Kanaya terlihat bergerak


Rakha beranjak dan menggenggam tangan Kanaya


''sayang, kau sudah sadar ''


tanya Rakha perlahan Kanaya membuka matanya ia memegangi kepalanya

__ADS_1


yang terasa sakit


''ahh... kepalaku sakit sekali


Kanaya meringis membuat Rakha panik


''sayang, jangan banyak bergerak dulu syukurlah kau sudah sadar''


Rakha begitu bahagia Kanaya telah sadar dengan kata lain ia sudah melewati masa kritisnya.


ia memeluk tubuh Kanaya dengan bahagianya.


''sayang, kenapa disini gelap sekali apa hari sudah malam ?


kenapa kau tak menyalakan lampu?''


tanya Kanaya seakan tak percaya dengan yang ia dengar Rakha berharap apa yang ia dengar adalah salah



(*Tuhan kumohon jangan kau uji lagi hambamu ini jangan lagi hamba mohon*...)


Rakha dalam hati untuk memastikan apa yang ada dalam pikirannya


Rakha melepas pelukannya


''ia gerakan tangannya di hadapan Kanaya


beberapa kali Rakha menggerak-gerakan tangannya namun Kanaya tak bereaksi .


tubuh Rakha terhuyung ke belakang hingga membuat vas bunga yang berada di nakas tempat tidur Kanaya jatuh kelantai sehingga hancur berkeping-keping



Kanaya membalikan tubuhnya dengan panik tangannya meraba-raba sekitarnya ia mulai menyadari ada sesuatu yang tak beres pada dirinya ...



''su-suamiku ka-kau dimana ?


bunyi apa itu ?


ada apa dengan ku kenapa semua gelap... tidak ini tidak mungkin aku tidak mau... aku tidak mau


Kanaya berusaha turun dari tempat tidurnya dengan histeris ia berusaha mengapai sesuatu


Rakha melihat sang istri pun nampak syok juga terpukul diraihnya tubuh Kanaya


''suamiku... ini siang kan bukan malam?


a-aku buta iya kan ?


tidak aku tak mau ... aku ingin melihat mu aku ingin melihat anakku... tidak aku tau mau buta hikss... hikss


Kanaya meronta-ronta dalam pelukan Rakha


Rakha memeluk erat tubuh Kanaya


dokter datang bersama perawat juga Andra yang ingin melihat keadaan Kanaya


melihat suasana diruangan nampak kacau


dokter membantu Rakha untuk menenangkan Kanaya dengan memberinya obat penenang


hingga untuk beberapa saat Kanaya kembali tertidur .


Rakha kini tengah berbicara dengan dokter yang merawat Kanaya


''kenapa dengan istriku ? kenapa dia bisa kehilangan penglihatannya ?


tanya Rakha


''Tuan muda, seperti yang saya katakan sebelumnya ada gumpalan di otak nona Kanaya ini adalah efek samping dari hal tersebut


''apakah istriku bisa kembali melihat ?


dengan pengobatan atau operasi ?


'maaf Tuan muda dalam kasus yang terjadi pada istri anda sangat sulit untuk melakukan operasi mengingat kornea mata istri anda sangat baik ini hanya bersifat sementara sampai efek dari gumpalan di otak nya hilang ''


jelas sang dokter


Rakha kembali ke ruangan Kanaya


nampak gurat kesedihan jelas terlihat di wajahnya saat melihat Kanaya terbaring tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2