
sepanjang perjalanan Rakha memeluk erat tubuh Kanaya rasa cemas dan takut tengah merasukinya
tubuh Kanaya tergolek lemas dalam pelukannya
''kenapa kalian lambat sekali , kalian bisa menyetir tidak ?''
bentak Rakha
Jonathan dan Arjuna nampak menoleh ke arah Rakha yang terlihat panik itu mereka memilih untuk diam dan berkonsentrasi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi
di ikuti beberapa mobil anak buah Rakha dan Adam
mereka pun sampai di rumah sakit Rakha
Rakha membopong tubuh Kanaya ke dalam runah sakit
para dokter dan sukses bergegas menghampiri pemilik rumah sakit mereka itu dengan membawa brankar untuk Kanaya.
Rakha meletakan tubuh Kanaya dengan hati-hati di brankar dan berjalan mengikuti para dokter yang akan memeriksa Kanaya
Kanaya di larikan ke ruang ICU
''Tuan muda kami akan memeriksa istri anda,
anda sebaiknya tunggu disini saja ''
ucap salah satu dokter
''lakukan yang terbaik untuk istriku''
titah Rakha.
''kami akan berusaha yang terbaik Tuan muda''.
Rakha menyaksikan dibalik kaca ruang ICU dimana para dokter tengah memeriksa
Kanaya
perasaan cemas dan juga takut semakin menyelimutinya
''sayang ku mohon bertahanlah demi aku juga Axelle putra kita
aku tak bisa jika aku harus kehilanganmu ''
lirih Rakha
Arjuna mengahampiri Rakha menepuk bahunya
''kau harus yakin Kanaya akan baik-baik saja''
ucap Arjuna.
beberapa saat kemudian Sarra datang bersama Adam , Siska dan Rena
Rena menghambur memeluk Arjuna suaminya begitu juga Siska yang memeluk Jonathan tunangannya itu.
Sarra menghampiri Rakha
bersama Adam
''Rakha.....
Rakha memeluk Sarra dengan raut wajah tak tergambarkan
''Momm, Naya.... dia
''semua akan baik-baik saja yakinlah Naya pasti akan selamat kau harus yakin dan percaya pada cinta kalian ''
Sarra mencoba meyakinkan putranya itu
Adam menepuk pundak Rakha
''Dadd....
''kau harus kuat demi istri dan anakmu''
ucap Adam .
''Momm, Axelle mana?
''dia bersama Andra , Axelle demam karna terlalu banyak menangis seharian Mommy , Siska dan Rena tak bisa membujuknya
hanya pada Andra putra mu patuh.
jawab Sarra.
__ADS_1
hampir 3 jam lebih Kanaya ditangani dokter semua orang nampak setia duduk menanti di bangku tunggu
lampu ruangan ICU pun berubah menjadi hijau Rakha dengan cepat memburu sang dokter saat keluar dari ruangan itu
''dokter bagaimana istriku ''
tanya Kanaya di ikuti yang lainnya sang dokter menatap Rakha
'
''Tuan muda , nona Kanaya baik-baik saja
kami sudah mengobati luka-luka ditubuhnya tapi....
''tapi apa?
bentak Rakha pada dokter itu
''luka di kepala nona Kanaya memang tidak terlalu parah namun kami menemukan ada gumpalan darah di otaknya hingga kami terpaksa mengoperasinya .
luka itu akibat beberapa kali kepala nona sepertinya terbentur dengan keras.
kita hanya bisa menunggu sampai besok apa efek samping dari benturan itu untuk saat ini kita hanya bisa berdo'a.
jelas sang dokter .
setelah mendengar penjelasan dari sang dokter tubuh Rakha seolah tak bertenaga.
ia pun terduduk di kursi tunggu ia menangkup wajah nya dengan putus asa
Sarra dan Adam juga yang lainnya hanya bisa mengheula napas mereka tak tau harus bagaimana.
waktu berjalan terasa lama bila kita menunggu itu juga yang sedang Rakha rasakan
ia tengah menunggui Kanaya di rumah sakit
Adam dan Sarra kembali ke mansion karna tak ingin Axelle sendirian
begitu juga Siska dan Rena yang kembali ke rumah masing bersama pasangan mereka.
''Rakha duduk di kursi disamping Kanaya yang terbaring dengan kepala yang di perban
juga luka lebam di beberapa bagian wajah juga tubuhnya.
ia kembali mengingat saat-saat bersama Kanaya membuat ia semakin sedih
''sayang kumohon bangunlah aku disini ... aku sangat merindukan mu
aku tak sanggup jika aku harus kehilanganmu ''
ungkap Rakha
nampak air mata mulai membasahi sudut matanya
''kau pernah berjanji kau tak akan pernah sekalipun untuk meninggalkan aku
bertahanlah demi aku juga Axelle ...
aku tak bisa hidup tanpamu sayang....
tutur Rakha tanpa ia sadari di sudut mata Kanaya terlihat bulir airmata mulai menetes
Rakha menangis dengan pilu menumpahkan semua kesedihan dan rasa takutnya akan Kanaya.
Andra yang bermaksud untuk menengok Kanaya nampak tertegun dengan pemandangan itu
Rakha terlihat begitu terpuruk.
ia pun mengurungkan niatnya untuk menjenguk Kanaya.
pagi menjelang cahaya matahari menembus ruangan Kanaya di rawat saat ini Rakha nampak tertidur pulas semalaman ia tidur dengan posisi terduduk di samping Kanaya
Rakha membuka matanya perlahan saat sinar matahari menyinari wajahnya
Rakha mengerjapkan matanya melihat jam yang melingkar ditangannya
dilihatnya Kanaya masih belum sadarkan diri
namun saat akan beranjak tangan Kanaya terlihat bergerak
Rakha beranjak dan menggenggam tangan Kanaya
''sayang, kau sudah sadar ''
tanya Rakha perlahan Kanaya membuka matanya ia memegangi kepalanya
__ADS_1
yang terasa sakit
''ahh... kepalaku sakit sekali
Kanaya meringis membuat Rakha panik
''sayang, jangan banyak bergerak dulu syukurlah kau sudah sadar''
Rakha begitu bahagia Kanaya telah sadar dengan kata lain ia sudah melewati masa kritisnya.
ia memeluk tubuh Kanaya dengan bahagianya.
''sayang, kenapa disini gelap sekali apa hari sudah malam ?
kenapa kau tak menyalakan lampu?''
tanya Kanaya seakan tak percaya dengan yang ia dengar Rakha berharap apa yang ia dengar adalah salah
(*Tuhan kumohon jangan kau uji lagi hambamu ini jangan lagi hamba mohon*...)
Rakha dalam hati untuk memastikan apa yang ada dalam pikirannya
Rakha melepas pelukannya
''ia gerakan tangannya di hadapan Kanaya
beberapa kali Rakha menggerak-gerakan tangannya namun Kanaya tak bereaksi .
tubuh Rakha terhuyung ke belakang hingga membuat vas bunga yang berada di nakas tempat tidur Kanaya jatuh kelantai sehingga hancur berkeping-keping
Kanaya membalikan tubuhnya dengan panik tangannya meraba-raba sekitarnya ia mulai menyadari ada sesuatu yang tak beres pada dirinya ...
''su-suamiku ka-kau dimana ?
bunyi apa itu ?
ada apa dengan ku kenapa semua gelap... tidak ini tidak mungkin aku tidak mau... aku tidak mau
Kanaya berusaha turun dari tempat tidurnya dengan histeris ia berusaha mengapai sesuatu
Rakha melihat sang istri pun nampak syok juga terpukul diraihnya tubuh Kanaya
''suamiku... ini siang kan bukan malam?
a-aku buta iya kan ?
tidak aku tak mau ... aku ingin melihat mu aku ingin melihat anakku... tidak aku tau mau buta hikss... hikss
Kanaya meronta-ronta dalam pelukan Rakha
Rakha memeluk erat tubuh Kanaya
dokter datang bersama perawat juga Andra yang ingin melihat keadaan Kanaya
melihat suasana diruangan nampak kacau
dokter membantu Rakha untuk menenangkan Kanaya dengan memberinya obat penenang
hingga untuk beberapa saat Kanaya kembali tertidur .
Rakha kini tengah berbicara dengan dokter yang merawat Kanaya
''kenapa dengan istriku ? kenapa dia bisa kehilangan penglihatannya ?
tanya Rakha
''Tuan muda, seperti yang saya katakan sebelumnya ada gumpalan di otak nona Kanaya ini adalah efek samping dari hal tersebut
''apakah istriku bisa kembali melihat ?
dengan pengobatan atau operasi ?
'maaf Tuan muda dalam kasus yang terjadi pada istri anda sangat sulit untuk melakukan operasi mengingat kornea mata istri anda sangat baik ini hanya bersifat sementara sampai efek dari gumpalan di otak nya hilang ''
jelas sang dokter
Rakha kembali ke ruangan Kanaya
nampak gurat kesedihan jelas terlihat di wajahnya saat melihat Kanaya terbaring tak berdaya.
__ADS_1