Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Eps.9 *Ada yang Aneh*


__ADS_3

3 hari di rawat di ranjang pesakitan,dokter sudah memperbolehkan Delia untuk pulang,karena kondisi nya sudah semakin membaik.


Ditemani Dara dan suaminya,Delia di antar pulang sampai rumahnya.


"Dara,kak Riko,Aku ngga tahu musti ungkapin terima kasih kaya gimana lagi,kalian selama ini udah baik dan perhatian banget sama aku,aku bener bener beruntung punya sahabat kaya kamu,Ra.


juga kak Riko"ungkapan tulus dari Delia untuk Dara,karena memang selama ini pasutri itu yang sudah menjaga Delia selama di RS.


"kamu ga perlu sungkan kaya gini,Del.kamu itu udah di anggap adek oleh Dara,iya otomatis berarti kamu juga adeknya aku,kita seneng kok bisa bantu kamu"balas Riko sambil matanya tetap fokus pada kemudi di tangannya.


Dara menggenggam erat tangan Delia,"Yang terpenting sekarang kamu harus jaga kesehatan,jangan telat makan lagi,kamu harus sayangi diri kamu sendiri,jangan banyak pikiran daann teruslah menjadi Delia yang ceria,yang periang,energik seperti dulu,aku ngga suka Delia yang sekarang"


Delia terharu mendengar kata kata penyemangat dari Dara,hingga bening kristal dari ujung pelupuk matanya sedikit mengembang.


"eehhh,,baru juga di omongin ga boleh cengeng,kok sekarang malah mewek"Kata Dara seraya mengusap air mata yg hendak menetes ke pipi Delia,membuat delia tertawa kecil.


"ini tuh air mata bahagia,Ra.Aku sangat beruntung bisa punya kamu sebagai sahabat plus kakakku"Delia menghambur ke dalam pelukan Dara mengungkapkan rasa bahagianya.


Riko yang melihat keduanya,dari balik kaca spion tengah hanya bisa tersenyum,ya Dara memang wanita yang sangat pengertian,ia wanita penyayang penuh dengan rasa kasih terhadap orang di sekitar,itu yang membuat Riko sangat mencintai istri yang ia nikahi beberapa bulan lalu.


Sementara Nisha yang sudah mengetahui kepulangan Delia,sudah mempersiapkan segalanya,dari pagi Nisha sudah bersemangat menanti kepulangan sahabatnya itu,dengan di temani Sahir ia sudah berada di rumah Delia,Nisha memasak makanan kesukaan Delia juga sudah merapikan kamar Delia.ia merasa bersalah karena selama Delia sakit ia tidak bisa menjenguk nya ke RS.


Mobil sedan putih milik Riko mulai memasuki pekarangan rumah Delia,gerbang rumah mewah bak istana itu segera di buka oleh security yang berjaga di depan sana.


Nisha segera berlari keluar,tak sabar melihat Delia.


Riko turun pertama segera membuka pintu mobil untuk istrinya Dara,kemudian Dara membantu Delia untuk turun juga.


"Deliaa,,"Nisha berjalan menghampiri sahabatnya itu secepatnya memeluk tubuh Delia yang masih terlihat agak lemas.


Delia membalas pelukan hangat Nisha,ia bisa merasakan ketulusan dalam pelukannya.


Mereka pun masuk kedalam rumah,Nisha memapah Delia perlahan kemudian duduk di atas sofa ruang tamu.


"Del,maaf ya,aku ga jenguk kamu ke rumah sakit,"Nisha memulai pembicaraan.


"ngga apa apa sayaang,aku bisa ngerti kok,"jawabnya di iringi senyuman.


Delia berusaha agar tidak beradu pandang atau bahkan untuk sekejap menatap wajah Sahir yang duduk di seberang sofa tepat di hadapannya,ia takut tidak bisa menahan gejolak hati nya.


Dara bisa mengetahui pasti keadaan saat ini.


"ehh brooo,,,3 hari udah dapet berapa ronde," goda Riko pada Sahir yang duduk di samping nya.


"Rahasia dong,mau tau aja lu,"balas Sahir sambil tersenyum simpul membuat Nisha yang mendengar nya jadi tersipu malu.


"Lu nyesel ya nikah ma Nisha,,??pertanyaan Riko membuat semua yang ada di sana terhenyak kaget.


"Maksud lu apa ngomong kaya gitu,,??" Sahir merasa tersinggung nada bicara setingkat lebih tinggi.


Riko yang menyadari banyolan nya sudah membuat semua mata tertuju sinis padanya,langsung mengklarifikasi,


"eitss,,kalem dong kaleemm,,maksud gue,lu nyesel kan nikah ma Nisha kenapa ngga dari dulu, gitu,,"jelasnya.


Dara mengkerlingkan mata,sedikit jengkel dengan tingkah suaminya.

__ADS_1


"kamu sih yang,masih pagi aja udah bercandaan ngga jelas kaya gitu,liat tuh Nisha ampe jantungan tau"gerutunya.


"ya maaf,,"Ucap Riko sesal


Suasana menjadi sedikit kaku setelahnya.


"oh iya,tadi aku udah masakin makanan kesukaan kamu lho,Del.kita makan yuk"Nisha berusaha mencairkan suasana.


"wah,kebetulan Nis.aku belum sarapan dari pagi"kata Riko


"Yang,tadi pagi kamu udah sarapan makan roti 3 lembar,di tambah susu segelas,trus tadi di depan RS kamu juga makan Buryam satu mangkok,itu apa namanya??"Dara jengah dengan tingkah suaminya.


"itu kan tadi yang,sekarang tuh liat udah jam 11,waktunya makan tengah sebelum makan siang,hehe"Riko memang tipe cowok humoris membuat Sahir mengeleng gelengkan kepalanya.


"Apa lu,malah geleng geleng kepala.Lu juga harus banyak makan supaya selalu siap tempur"goda Riko lagi.


"udaahh ahh,,kak Riko seneng banget ya godain Sahir,kasian tau"bela Nisha


"Ciieeeee,,di belain yayang,belain suami nya yang tak mau teraniaya"celetukan Riko malah membuat Nisha jadi salah tingkah.


Entah mengapa Delia merasa tak nyaman dengan situasi sekarang,ia berpamitan untuk segera istirahat di dalam kamarnya.


"kamu ngga makan dulu,Del.kasian lho Nisha udah nyiapin semuanya."tanya Dara


"Aku sedikit pusing,nanti aja ya aku makannya,aku mau istitahat dulu"ucap Delia lemah


"ya udah ngga apa apa,Ra.kasian Delia kan musti banyak istirahat juga,aku anter kamu ke kamar ya,kalian makan aja duluan,nanti aku nyusul"kata Nisha sambil mencoba memapah kembali Delia menuju kamarnya di lantai atas.


Riko dan Dara pergi ke arah meja makan,sedangkan Sahir masih tetap duduk sambil memperhatikan istrinya yang sedang memapah Delia.


"Del,kamu pusing ya?tanya Nisha sambil berusaha menahan tubuh Delia agar tidak jatuh.


"iya,Nis.sedikit."ucapnya lirih.


"Yangg,,kamu bisa bantu Delia ke kamar ngga,??Delia pusing,kakinya lemess kasiaann"Nisha sedikit berteriak ke ara Sahir yang masih duduk di Sofa.


Dara yang mendengar suara jeritan Nisha dari ruang depan segera menghampiri,


"Kenapa,Nis?


"Deli tiba tiba pusing,kakinya lemes,tolong bantu sini,!"jawab Nisha


Baru saja Dara akan berjalan menaiki tangga,Sahir dengan gagahnya memboyong tubuh Lemah Delia dan membawanya ke kamar.


Delia sangat terkejut,ia merasa tidak enak dengan Nisha,ia takut Nisha salah menduga karena suami yang tiba tiba menggendongnya.oohh tidaakk bukan itu alasannya,ia takut Sahir bisa merasakan degupan jantungnya yang semakin cepat temponya.


Nisha segera membuka handle pintu kamar Delia,Sahir perlahan membaringkan tubuh Delia ke atas kasur empuk miliknya.


"makasih"ucap Delia pelan.


"sayang,satu jam lagi aku ada meeting di kantor,aku tinggal dulu,ngga apa apa ya?"Tanya Sahir pada Nisha.


"Oh iya ngga apa apa sayang,kamu kalo ada kerjaan ke kantor aja,aku mau di sini dulu sama Delia,"


"oke,biar nanti supir jemput kamu kesini,kalo kamu mau pulang"

__ADS_1


"ngga usah mikirin aku,aku bisa pulang pake taksi kok,kamu kerja yang tenang aja,"Nisha tersenyum manis pada suaminya.


Sahir mengecup lembut kening Nisha,Delia merasa panas melihatnya.Sementara Nisha jadi sangat malu oleh perlakuan suaminya.


"Kamu baik baik,aku pergi dulu,love you"ungkap Sahir.


"Iyaa,love u too"ucap Nisha pelan karena sungkan pada Delia.


"Cepet sembuh ya Del,"ujar Sahir kemudian berlalu.


Delia belum sempat membalas perkataan Sahir,kenapa ia merasa bahwa Sahir sengaja melakukan hal tadi di depannya.


Dara yang melihat adegan antara Sahir dan Delia tadi sedikit terganggu.Riko merasa aneh melihat istrinya yang terus termenung.


"Heii,,kamu kenapa bengong gitu,yang"Riko membuyarkan lamunan Dara


"Ohh,,ngga Yang,itu aku lagi mikirin...."


Belum sempat Dara bercerita,ia melihat Sahir sudah menuruni tangga.


"Lho Sah,kamu mau kemana,ngga makan dulu bareng kita,ini masakan Nisha enak banget tau"ucap Dara


"Lain kali aja,aku buru buru,duluan ya"pamit Sahir sambil berlalu.


"eehh bro,tungguin.kita bareng aja,aku juga mau sekalian ke Rumah Sakit,"Riko segera minum dan bangkit dari duduknya.


"Yang,aku ke Rumah Sakit nebeng ma Sahir aja,nanti mobil kamu yang bawa,oke"


"kalo gitu,nanti lu balik bareng Nisha ya,Ra.Gue titip istri gue,jangan sampe ada yang nyakitin"ujar Sahir membuat Dara mengernyitkan Dahinya.


"Aku duluan ya,"Pamit Riko seraya mengecup kening istrinya yang masih mematung mencermati perkatan Sahir barusan.


Lama Dara mencoba memikirkan situasi yang terjadi,ia berusaha mencermati situasu,namun nihil ia tetap tak mengerti.


sampai dering ponsel membuyarkan kembali kekalutannya.


"Ya,Hallo!!ada apa tante" Jawabnya menerima panggilan yang ternyata dari ibunya Delia yang sedang berada di LN,saat tahu putrinya tak sadarkan diri mereka sudah akan pulang kembali ke tanah air,namun Dara berusaha meyakinkan keduanya bahwa keadaan Delia baik baik saja,Ortu Delia percaya sepenuhnya pada Dara.


"Tante ga usah cemas,Delia udah ada di rumah,sekarang Delia sedang istirahat di kamar di temani Nisha,"obrolan mereka masih berlanjut,terdengar suara ibu paruh baya itu berterima kasih pada kedua sahabat putrinya itu,berbincang lagi dan tak lama keduanya mengakhiri panggilan.


"Hhhuuuhhhh"Dara menghela Nafas berat mencoba menetralkan hati dan pikirannya.


"semua pasti akan baik baik saja"


Gumamnya,kemudian berjalan menuju kamar Delia.


BERSAMBUNG


THANK'S READERS YANG MASIH SUDI MEMBACA CERITA KU INI,


SEMOGA KALIAN TEEHIBUR,,


JIKA SUDI TINGGALKAN LIKE DAN COMMEMT NYA YA,


HATURNUHUN πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2