Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Menikmati waktu


__ADS_3

acara pembukaan Hotel Rakha berjalan dengan lancar dan Hotel yang ia bangun di pusat kota Bali itu kini ramai di datangi para wisatawan yang akan berlibur.


kesuksesan acara tersebut juga jadi perbincangan di media sosial dimana sang istri yang terekam mengisi acara itu kini bak selebritis yang sedang naik daun .


Kanaya kini menjadi sorotan dan pengikutnya di instagram juga naik berkali lipat menyamai akun sang suami.


handphone Kanaya terus bergetar sedari pagi namun enggan untuk menjawab panggilan dari teman kantornya Siska dan Noni


juga Jonathan bahkan Rena


ia masih betah memejamkan matanya dalam dekapan Rakha pulang dari pesta semalam bereka kembali bercinta hingga jam 2 malam mereka baru beristirahat.


Rakha yang terusik oleh getaran benda pipih itu yang memang dekat dengan nakas samping tempat tidurnya pun mengangkatnya terlihat pada layar benda itu nama Jonathan ada apa pikirnya asistennya itu menghubungi nomer Kanaya


'πŸ“±ada apa, kenapa kau menghubungi nomer istriku kau menganggu saja ''


tutur Rakha dengan kesal


πŸ“±'' Tuan ,saya juga sudah menghubungi nomer tuan dari tadi ''


jawab Jonathan


Rakha mengambil handphonenya yang tak jauh ia letakan bersama handphone Kanaya


benar saja banyak panggilan dari asistennya itu


πŸ“±''ya sudah , ada apa maaf aku baru bangun ''


Rakha dengan menggeser tubuh nya untuk bersandar di tempat tidur Kanaya tampak menggeliat dengan keadaan keduanya masih polos berbalut selimut di dada mereka


Rakha memainkan rambut Kanaya yang berantakan menutupi wajahnya.


πŸ“±''Tuan, ini gawat bagaimana ini banyak wartawan yang datang ke kantor bahkan ke apartemen juga ke mansion mencari-cari Nona mereka ingin mewawancarai Nona juga ke tempat dulu Nona bekerja , bukan hanya wartawan produser, sutradara juga ingin bertemu dengan Nona untuk menawarkan Nona menjadi artis mereka setelah melihat vidieo Nona di media sosial''


ungkap Jonathan


Rakha mengheula napasnya dengan kasar


πŸ“±''sudah ku duga hal ini pasti akan terjadi


Jo, kau bereskan semuanya terserah bagaimana kau melakukannya aku tak ingin istriku merasa tidak nyaman dengan semua ini''


tutur Rahka sembari menoleh Kanaya yang terlihat mengerjapka matanya


πŸ“±''baik tuan''


jawab Jonathan dengan mengeheula napas berat


di samping Jonathan ada Siska juga Noni mereka menatap atasan mereka itu dengan wajah penasaran juga cemas tentang Kanaya


''pa Jo, bagaimana ? apa kata bos?


tanya Siska dibarengi anggukan Noni


''kembalilah ke meja kalian dan bekerja seperti biasa , biar aku saja yang menangani masalah ini kalian tak usah terlalu khawatir''


ucap Jonathan sembari melangkah meninggalkan mereka.


''kira-kira apa yang akan pa Jo lakukan ya ? tanya Noni


Siska hanya mengangkat bahunya.

__ADS_1


Kanaya terbangun saat samar-samar ia mendengar Rakha berbicara dengan Jonathan


'' ada apa ?


tanya Kanaya dengan bergeser tubuhnya untuk duduk bersandar sejajar dengan suaminya itu


''Jo menghungi nomer kita dari pagi katanya banyak wartawan, produser juga sutradara datang ke kantor juga ke rumah untuk mewawancaraimu juga mereka ingin kau jadi artis mereka''


tutur Rakha dengan menyelipkan rambut Kanaya yang terlihat berantakan


Kanaya membulatkan matanya mendengar penuturan Rakha


''ada- ada saja , apa yang mereka lihat dariku ? kan banyak diluaran sana yang mau jadi artis aku jelas tidak ada bakat untuk itu ''


Rakha menarik tubuh sang istri ke dalam dekapannya


''kau tidak sadar kalau kau itu multitalent?


aku saja tidak tau kalau kau bisa menari dan bernyanyi dan entah kau menyembunyikan apa lagi selain hal itu ''


Rakha dengan gemasnya mencium pipi Kanaya


Kanaya tertawa


'' aku bisa karna aku dulu bekerja dari tempat yang berbeda -beda dari semua pekerjaan hampir aku kerjakan demi bertahan hidup ''


lirih Kanaya raut wajah berubah sendu saat ia mengingat masa-masa sulit dalam hidupnya itu


Rakha menangkup wajah istri kesayangannya itu


''jangan bersedih lagi lupakan semuanya saat ini dan dimasa depan kau harus selalu tersenyum dan bahagia jangan pernah menagis lagi aku tidak suka , aku ingin kau selalu terseyum berjanjilah ''


ucap Rakha dengan mengecup kening Kanaya memejam kan matanya menikmati sentuhan bibir Rakha di keningnya ia bisa merasakan betapa besarnya cinta dan kasih sayang yang Rakha berikan untuknya.


ia menghirup aroma maskulin yang keluar dari tubuh suaminya itu yang membuatnya tenang Rakha tersenyum melihat apa yang di lakukan sang istri.


''kau sepertinya suka sekali aroma tubuhku''


tanya Rakha


''emmhh aroma tubuhmu membuatku tenang aku sangat menyukainya ''


jawab Kanaya dengan sengaja ia menghirup aroma tubuh Rakha


Rakha terbahak menahan geli


''sudah kau... ini membuatku geli ... ''


Rakha menangkup wajah Kanaya dan ia kembali mengungkung tubuh Kanaya di bawahnya


''oh ya... boleh aku tau kau bisa berapa bahasa sepertinya kau fasih sekali kemarin saat menyanyi lagu india ... ''


tanya Rakha dengan ia mulai menciumi ceruk Kanaya


Kanaya meremas rambut Rakha yang tengah menyesap dan menciumi lehernya


''ah... aku bisa 6 bahasa... ah''


jawab Kanaya di tengah desahannya


Rakha mendongakan kepalanya tak percaya yang ia dengar dari mulut sang istri

__ADS_1


'' apa saja hemmm''?


tanya Rakha kembali ia menyusuri setiap jengkal tubuh Kanaya tanpa terlewat satu pun


Kanaya melenguh tatkala Rakha mulai membuka Kakinya dan lidah sang suami bermain di bagian tubuh bawahya


''sayang... apa yang emmmhhh''


Kanaya meremas bantal di kedua sisinya


''nikmati saja yang aku lakukan ''


titah Rakha


Kanaya mengerang saat Rakha benar-benar membuat tubuhnya melayang denga permainan bibirnya dengan napas yang memburu Kanaya terbuai dalam setiap sentuhan Rakha yang memperlakukannya dengan sangat lembut


Rakha bangkit dan ia pun tak memberi jeda Kanaya.


dengan cepat ia memasuki tubuh Kanaya dengan ritme yang pelan namun membuat Kanaya semakin meracau ''


''katakan bahasa apa saja yang kau kuasai eh.... ahhh... ''


erang Rakha di tengah permainannya


Kanaya mencengkram kedua lengan Rakha


'ah... jepang, korea, perancis.. ahhh... ehhmm ''


jawab Kanaya di tengah racauannya


Rakha tersenyum ia angkat satu kaki Kanaya dengan bagian tubuhnya yang terus berpacu memberi kenikmatan pada sang istri


'' lalu apa lagi ? ah....


''emm... inggris, jerman, arab ah.. ahhkk''


Kanaya semakin tak kuasa menahan rasa nyaman yang membuatnya candu itu Rakha pun semakin mempercepat ritme hingga Kanaya terus menerus memanggil namanya


''satu lagi ah... bahasa tubuhmu''


bisik Kanaya dengan gaya yang sensual nya ia membalik tubuh Rakha dan ia yang mengusai permainan ia duduk di pangakuan Rakha dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh sang suami dengan liar ia mencium bibir Rakha.


tak mengira kalau Kanaya bisa seperti itu Rakha terkejut namun ia juga senang Kanaya menyesap juga mencumbuinya seperti ia lakukan bahkan meninggalkan jejak keunguan di leher sang suami.


Rakha tak tinggal diam ia menyesap dua bukit Kanaya yang terlihat bergetar mengikuti gerakan pinggulnya


''emmmhhh.... ahhh... sayang... ehhh''


lenguh Kanaya


''yes baby... faster... fasterr''


Rakha mengerang hebat saat rasa itu datang menerjang tubuhnya Kanaya memeluk erat tubuh Rakha dalam dekapannya


tampak keringat membasahi pelipis keduanya


mereka tersenyum bahagia


''istriku mulai nakal''


lirih Rakha

__ADS_1


Kanaya menyembunyikan wajah nya di ceruk sang suami menahan malu.


__ADS_2