
Kabar kehamilan Kanaya tersebar dengan cepat karena Rakha yang mengunggah foto usg sang istri setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit dimana Andra yang menjadi Dokter pribadi Kanaya .
atas perintah Adam dan Sarra awalnya Rakha ingin mengganti Dokter nya dengan Dokter wanita namun mengingat Andra adalah Dokter terbaik di negara ini,bahkan sangat sulit bisa berkonsultasi dengan Dokter itu ahirnya Rakha pun menyetujuinya dengan syarat harus didampingi perawat wanita.
unggahan Rakha berhasil membuat kehebohan rata-rata mendo'akan kehamilan Kanaya
Kanaya sendiri walaupun pengikutnya hampir sama dengan sang suami namun ia jarang sekali mengunggah kegiatannya
hanya Rakha saja yang selalu menandai akun milik istrinya itu.
Rakha dan Kanaya kini kembali ke apartemen mereka setelah beberapa hari menginap di mansion.
waktu menunjukan sore hari saat mereka kembali dari rumah sakit
cuaca juga tengah turun hujan Kanaya tengah bersantai dengan berselonjoran kaki di atas karpet bulu dengan bersandar pada sofa dan menonton drama korea favoritnya.
Rakha menghampiri Kanaya dengan membawa segelas susu hamil yang ia buat.
''sayaang minum dulu susunya'
'Rakha memberikan gelas susu itu
''tapi aku tidak suka susu, sayang kau tau kan aku tak menyukainya ''
tolak Kanaya
''tapi kau harus meminumnya demi bayi kita''
ucap Rakha dengan duduk di samping Kanaya
demi bayinya Kanaya pun mengambil susu itu dan meminumnya hingga habis
''Rakha mengguyar rambut Kanaya senang karna Kanaya menuruti kata-katanya''
Kanaya kemudian merebah kan tubuhnya untuk tidur dipaha sang suami Rakha mengelus pipi juga rambutnya
''cuacanya sangat dingin sekali '
'gumam Kanaya yang memeluk erat pinggang Rakha
''apa kau kedinginan ?''
'' tidak sekarang rasanya sangat hangat ohhh...
nyamannya aku suka memeluk tubuh priaku ini ''
ungkap Kanaya dengan mempererat pelukannya
''sayang jangan bergerak terus nanti kau membangunkannya, aku tidak bisa menahan diriku nantinya kau tau kan aku selalu ingin melakukannya '
' tutur Rakha wajah nya terlihat memerah
ia teringat kata-kata Andra untuk tidak melakukannya sementara waktu mengingat Kehamilan Kanaya masih rawan ia tak ingin membahayakan bayi mereka
''Kanaya menatap raut muka Rakha yang terlihat menahan sesuatu
''sayang, wajah mu astaga pasti sakit sekali kau menahannya '
'merasa kasihan pada Rakha ia pun berinisiatip untuk membantu Rakha melepas hasratnya
''duduklah aku akan membantu mu''
titah Kanaya
Rakha pun menuruti keinginan Kanaya
dengan segera Kanaya berjongkok ia mengusap surga dunianya yang membuatnya terbang melayang itu perlahan si elusnya yang nampak sudah tegang menantang Rakha mengerang saat Kanaya dengan lihai nya mengocok memacu mulutnya disana ia menekan bahkan meremas rambut Kanaya yang nampak asyik memberinya kepuasaan
''ahkk... sayang... kau memang pintar... ahkkk ''
Rakha mengerang dengan panjang saat rasa nikmat itu mendera nya Kanaya berhasil membuatnya melayang dan mengeluarkan yang tertahan dari beberapa waktu dengan napas masih tersenggal Rakha mencium kening Kanaya
''terima kasih ''
Kanaya mengangguk Rakha mengelus bibir Kanaya dan menciumnya dengan mesra
''sudah malam ayo kita tidur
''aku ingin tidur disini malam ini bersamamu ''
''baiklah nyonya mahendra''
Rakha pun mengambil bantal dan kasur lipat dan ia gelar di atas karpet.
Kanaya nampak senang dengan segera ia membaringkan tubuhnya seperti biasa Rakha membuka baju nya dan tidur dengan bertelanjang dada Kanaya menelusupkan wajah di bawah ketiak Rakha menjadikan tangan Rakha sebagai bantalnya
''tubuhmu sangat wangi''
tutur Kanaya
__ADS_1
Rakha tersenyum tipis dengan tingkah Kanaya yang seperti itu
tak lama keduanya pun terlelap di buai mimpi indah mereka.
ke esokan harinya seperti biasa Kanaya selalu muntah-muntah morning sicknes selalu membuatnya terbangun dipagi buta dan Rakha selalu sigap menemani juga menyemangati sang istri '
'sayang keluarlah ini menjijikan''
ucap Kanaya di tengah ia memuntahkan isi perutnya namun yang keluar hanya air saja
''jangan menyuruhku untuk pergi, kau sedang mengandung anaku, kau seperti ini juga karna aku jadi biarkan aku melewatinya bersamamu'' tutur Rakha
''Kanaya merasa bahagia sekaligus beruntung memliki suami seperti Rakha
ia pun mengangguk kan kepalanya lalu membasuh wajah dan mencuci mulutnya Rakha mengambil handuk dan mengeringkan wajah Kanaya.
Rakha membopong tubuh Kanaya kembali keruang santai Rakha membaringkan Kanaya di sofa namun Kanaya malah memeluk tubuh Rakha
''diam dulu biarkan aku memeluk mu sebentar aroma tubuhmu membuatku nyaman''
'Rakha pun menuruti keinginan Kanaya
lama kelamaan Kanaya pun tertidur merasa istrinya sudah tertidur Rakha pun perlahan melepaskan pelukan Kanaya menyelimutinya dan ia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri di bawah guyuran shower.
Rakha membasuh tubuhnya yang berbalut sabun namun tiba-tiba pintu kamar mandi di buka dengan keras kembali Kanaya muntah-muntah
dengan raut wajah yang memucat
Rakha segera menyelesaikan mandinya dan memakai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya ia pun kembali memijat tengkuk sang istri
''sayang... kenapa kau muntah -muntah lagi ''
Rakha begitu cemas melihat kondisi Kanaya yang terus-terusan seperti ini ia kembali membawa Kanaya kali ini ke kamar mereka
namun anehnya saat Rakha bersama nya Kanaya diam saja dan memeluk tubuhnya ia tidak merasakan mual sama sekali tapi jika suaminya itu beranjak dari sisinya maka ia akan kembali mual dan muntah-muntah.
Rakha begitu cemas akan kondisi sang istri hingga ia pun memanggil Andra untuk memeriksa Kanaya
Rakha membuatkan sarapan juga susu untuk Kanaya namun tak lama Kanaya memuntahkannya kembali
'bel apartemen berbunyi dengan segera Rakha membuka pintu
''ada apa kau memanggil ku pagi-pagi begini? kau juga belum berangkat ke kantor tumben?
Andra dengan mencerca pertanyaan pada sahabatnya itu
''Kanaya muntah-muntah terus sejak pagi buta... aku khawatir dengan kondisinya yang semakin lemas'
' tutur Rakha sambil berjalan beriringan dengan Andra menuju kamar Kanaya
''aku tau tapi anehnya dia tidak merasakan mual kalau dia memeluk atau menghirup aroma tubuhku saat aku tinggal beberapa detik saja ia langsung mual-mual dan muntah-muntah aku juga heran..
''ungkap Rakha
mendengar penuturan Rakha dokter itu
tertawa ''
'''itu artinya bayi mu ingin selalu dekat denganmu begitu saja kau tidak tau coba kau ajak bicara bayimu siapa tau ia menurutimu''
saran Andra
''benarkah seperti itu''
Rakha menatap tak percaya dokter itu
''ya di coba saja ''
Rakha membuka pintu kamar dan terlihat Kanaya yang duduk bersandar di tempat tidur dengan napas terengah sepertinya ia baru kembali muntah-muntah
Rakha duduk disampingnya dan merengkuh bahu istrinya itu dengan segera Kanaya menyusupkan wajahnya didada Rakha untuk mencari kenyamanan ''
''kau lihatkan , beginilah aku juga tak mengerti ''
Rakha melirik Andra yang mulai mengeluarkan peralatannya dan mulai memeriksa Kanaya kali ini Rakha membiarkan dokter itu memeriksa sang istri dengan seksama
''ia tak apa-apa , walaupun ia sering muntah-muntah tapi itu alami dan itu akan perlahan berkurang seiring usia kehamilannya
aku akan memberikannya vitamin ''
tutur Andra
''apa kau tak bisa membuat istriku berhenti untuk tidak muntah-muntah atau beri obat yang menghentikan mual-mualnya''
tukas Rakha
''kau ini mana ada obat seperti itu kau sendiri yang membuat istrimu begitu dan sekarang malah menyalahkan aku kau ini sudah tidak waras obat yang ku resepkan ini untuk mengurangi mual -mualnya saja bukan menghentikan karna itu alami bawaan bayi kenapa kau tak mengerti juga''
Andra sedikit kesal
Rakha membulatkan matanya dengan kata-kata Andra''
__ADS_1
kau berani mengataiku ? aku heran orang seperti mu bisa jadi dokter jangan -jangan kau menyuap para dosen agar meluluskan mu oh... atau kau sengaja memilih dokter supaya kau bisa menyentuh wanita-wanita yang datang untuk konsultasi padamu '
' celetuk Rakha
Andra memukul kening Rakha dengan pena di tangannya'
' kau memang tidak waras''
walaupun Rakha selalu bersikap seenaknya namun Andra tak pernah menanggapi nya serius ia sudah kebal dan tau kalau Rakha hanya menggodanya saja.
persahabatan mereka terjalin sudah cukup lama dari smp hingga sekarang .
Rakha banyak membantu Andra yang dulu sering jadi bahan bulian di sekolah yang menganggap kalau Andra adalah murid paling bodoh namun Rakha selalu menolongnya bersama Arjuna dan Jonathan.
''aku saran kan kau lakukan yang aku sarankan tadi ''
tutur Andra
Kanaya yang menyaksikan perdebatan sang suami hanya tertawa
''dokter terima kasih '
' ucap Kanaya dengan tersenyum manis
( gila senyumnya manis banget pantes si gila ini begitu posesif)
gumam Andra yang untuk sesaat terpesona pada Kanaya
''iya Nona sama-sama, ini juga tugas saya sebagai dokter anda''
ucap Andra
''panggil saja Naya seperti kak jun juga yang lain jangan terlalu sungkan ''
kembali Kanaya bertutur
''baiklah nona... emmh Naya...
jawab Andra
''sudah kau ini sok alim '' jangan bersikap sok manis biasanya juga urakan''
ucap Rakha
''itu padamu kalau istrimu kan berbeda tidak bar-bar seperti mu ''
balas Andra
''Kauu''
Rakha melotot ke arah Andra namun Kanaya memeluknya ''
sayang... kau ini jangan kekanakan kau kan mau jad seorang ayah''
ucap Kanaya
''istrimu saja tau kau itu kekanakan dasar bocah tua gak waras karena cinta ''
sambil terkekeh Andra membereskan peralatan dan memberikan resep yang ia tulis pada Rakha
Rakha mengambil resep itu
''tanks bro''
dengan mengulas senyum di bibirnya ia pun tak merasa sakit hati oleh kata-kata Andra
dokter itu pun mengangguk dan pamit untuk kembali bekerja ke rumah sakit
''sayang kau tidak ke kantor ? maaf karna aku kau jadi terlambat padahal hari ini kau ada jadwal meting''
lirih Kanaya
'' tidak apa-apa urusan kantor bisa si handle Jo, kau yang terpenting sayang lagi pula aku tidak akan tenang meninggalkan mu sendirian dalam keadaan begini ''
tulus Rakha
''maaf karna ulah ku semua jadwal mu jadi kacau '' kembali Kanaya merasa bersalah karna dirinya yang tiba-tiba manja pada Rakha dengan mata mulai berkaca-kaca Rakha menangkup wajah Rakha dan di kecupnya kening sang istri
''jangan menyalahkan dirimu semua ini juga karna perbuatan ku sampai kau harus mengalami ini semua aku bahagia kau mau mengandung anakku semua itu tidak ada apa-apa nya dengan dirimu seharusnya aku yang meminta maaf kau jadi begini karna ulah ku''
ucap Rakha tulus
''tidak , aku tidak apa-apa aku suka dan aku ikhlas menjalani ini semua kau tidak tau betapa bahagianya aku bisa mengandung anakmu anak kita bisa memberikan kebahagiaan padamu adalah tugas dan kewajibanku sebagai seorang istri dan keberuntungan ku menjadi istrimu aku akan memberikan seluruh hati jiwa dan ragaku hanya untukmu suamiku pemilik hatiku surgaku ada padamu ''
dengan tulus Kanaya mengungkapkan isi hatinya
Rakha begitu terharu atas pengakuan Kanaya
''terima kasih atas cintamu aku berjanji kau adalah yang pertama dan terahir untukku sedikitpun aku tak akan pernah menyakitimu kalau sampai itu terjadi biarlah aku mati dengan mengenaskan... ''
Kanaya menutup mulut Rakha dengan tangannya
__ADS_1
''jangan bicara seperti itu , kalau kau mati untuk apa aku hidup ,aku ingin kita bersama selamanya ''
di tangkupnya wajah Rakha yang tersenyum Kanaya mencium bibir Rakha dengan penuh perasaan Rakha pun membalas ciuman sang istri dengan rasa bahagia yang membuncah di hatinya.