
kabar bertemunya Damar dengan Kanaya membuat Rakha panik
Jonathan yang memberitahunya dari pengawal yang menjaga Kanaya
''Jo, aku akan pulang dulu kau handle dulu urusan kantor ''
titah Rakha
''baiklah''
jawab Jonathan
sementara itu Kanaya saat ini tengah bersantai dimansion
Rena berkunjung membawa bayi perempunnya yang berusia 1 tahun
dan Siska yang kini tengah mengandung 6 bulan
juga Noni mereka tengah berkumpul bernostaligia mengenang masa lalu
Kanaya juga menceritakan pertemuannya dengan Damar di mall
pada ke tiga sahabatnya itu
Axelle nampak senang menemani bayi perempuan Rena.
''Naya... kau harus berhati-hati ''
untuk sementara sebaik nya kau jangan keluar dari mansion ''
ucap Rena yang di angguki Siska juga Noni
''iya Nay, takutnya mas Damar nekat''
timpal Noni
''aku juga berpikir begitu aku tak ingin membuat Rakha cemas ''
sahut Kanaya
Noni nampak antusias saat mengelus perut buncit Siska ia kembali mengingat keguguran yang ia alami
Siska yang tau apa yang Noni pikirkan pun mencoba menenangkan sahabatnya
''jangan sedih lagi ''
ada kami kau tak sendiri ''
tukas Siska
''oh ya Nay, apa kalian tidak berencana untuk memberi adik pada Axelle?''
tanya Rena
Kanaya mengulas senyum tipisnya
''ada rencana tapi mungkin kami belum dipercaya untuk memiliki bayi lagi ''
jawab Kanaya
suasana pun tambah ramai dengan kedatangan Arjuna bersama Andra
''uncle Juna , uncle Andra''
sahut Axelle yang langsung menghambur menyambut kedatangan mereka
Arjuna memangku Axelle dan Andra mengelus kepala Axelle
''wah jagoan uncle sudah besar ya''
sapa Andra
mereka pun bergabung dengan Kanaya dan yang lainnya
''oh ya '' Dokter Andra kenalkan ini Noni sahabat kami ''
Siska memperkenalkan Noni pada Andra
keduanya nampak berjabatan tangan untuk sesaat keduanya nampak terpaku
Siska dan Rena mengulas senyum tipis begitupun Kanaya dan Arjuna
tiba-tiba Rakha datang dan memeluk Kanaya
yang terlihat cemas akan Kanaya
''sayang, kau tidak apa-apa kan''
Rakha memeluk dan menciumi Kanaya membuat semua heran akan sikap nya
Kanaya menangkup wajah Rakha
''aku tidak apa-apa aku baik-baik saja maaf membuatmu cemas''
''jangan keluar dari mansion lagi apapun alasannya ''
__ADS_1
titah Rakha
Kanaya pun mengangguk
Rakha mencium bibir Kanaya sekilas membuat semua yang ada diruangan itu membelalakan mata mereka
''hei... hei....
kau ini , tidak lihat disini sedang banyak orang ''
Andra geram pada Rakha
membuat semua tertawa akan kemarahan Andra
''ini rumah ku aku bebas berbuat apapun lagi pula Naya istriku kenapa kau yang repot''
geram Rakha
''kau''
dasar bucin akut
ledek Andra
''apa kau bilang? hei kau jomblo abadi ''
teriak Rakha
kembali Rakha pun tak mau kalah dari Andra membuat Kanaya dan yang lainnya mengheula napas
''selalu saja kalau kalian bertemu tak pernah akur''
tukas Kanaya.
hari sudah malam saat Kanaya kembali ke kamar usai menemani Axelle hingga putranya itu tertidur di kamarnya
Kanaya membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur
Kanaya keluar dar kamar mandi namun saat akan ia berganti pakaian nampak Rakha menaruh sebuah paperbag dan pesan diatasnya
(aku ingin kau memakainya untukku malam ini )
Kanaya membuka paper bag nya nampak sebuah gaun yang cukup seksi yang Rakha pilihkan untuknya
Kanaya tersenyum tipis ia pun mengambil gaun itu dan memakainya
Kanaya pun mengirim foto dirinya kepada sang suami
sebuah foto Kanaya dan gaun yang ia belikan
''sesuai permintaan mu suamiku rajaku pemilik hati ku ππ₯°
Rakha pun beranjak dari kursinya dan bergegas menemui Kanaya dikamar mereka
cekleekk
Rakha membuka pintu kamar nya
namun ia tak menemukan Kanaya dikamar itu
Rakha pun melihat pintu balkon mereka yang terbuka
benar saja Kanaya tengah berada disana dengan cangkir teh ditangannya
tampak punggung Kanaya yang putih terlihat sampai pinggang karna model gaunnya yang hanya tertutupi rambut panjangnya
Rakha mendekap tubuh Kanaya dan menciumi punggung Kanaya ia singkap rambut Kanaya hingga punggung sang istri terexpose dengan jelas
Kanaya menaruh cangkir tehnya dan menangkup wajah Rakha di ceruknya tengah mencumbunya mesra
tanpa mereka sadari kegiatan mereka terlihat jeulas oleh seseorang
melihat kemesraan mereka ia lalu melempar gelas ditangannya
''praangg''
gelas itu pun hancur berkeping-keping orang itu adalah Damar ia menyuruh seseorang untuk menjadi mata-mata di mansion Rakha
darahnya seolah mendidih dimana terdengar dengan jeulas bagaimana Kanaya mendesah menyebut nama Rakha
''Nayaaaa''
Damar semakin prustasi di buatnya
sementara itu Kanaya dan Rakha tengah asyik dan larut saling mencumbu dibawah sinar rembulan malam itu di rooptop balkon kamar mereka yang terhampar luas dengan taman bunga dan gazebo
Rakha mengungkung tubuh Kanaya di gazebo itu
Kanaya meremas rambut Rakha yang tengah menyesap kedua bukit kembarnya dengan rakus tangan Rakha bermain di bawah sana membuat Kanaya semakin blingsatan
''emmhhh.... ahh... aahhh''
Rakha mencumbu tubuh sang istri dengan penuh hasrat yang menggebu Kanaya dibuat semakin melayang akan sentuhan -sentuhan Rakha
__ADS_1
Rakha dengan lihai nya ia memainkan surga dunianya di bawah sana Kanaya menekan kepala Rakha lebih dalam
''emmm... aahh... ahhh sayang... aku sudah tak tahan ahhh''
Rakha bangkit dan kembali mengungkung sang istri
''kau sungguh nikmat sayang''
sungguh aku bahagia memilikimu ''
bisik Rakha dengan ******* bibir Kanaya
''sayang ku mohon jangan siksa aku lagi dengan rasa ini aku sudah tak tahan ''
lirih Kanaya dengan tatapan sendunya ia menggigit bibir bawahnya membuat Rakha gemas ia tersenyum melihat itu
''katakan kau mencintai ku , dan menginginkan ku untuk memilikimu''
titah Rakha
''aku mencintai mu , aku menginginkanmu aku ingin kau memasukiku hanya kau yang aku inginkan Tuan Mahendra''
Rakha tersenyum puas dengan jawaban Kanaya ia sadar betul dengan yang ia lakukan sengaja ia melakukan itu agar di dengar seseorang
''shittt''
Kanaya yang sudah berbalut nafsu dengan cepat ia membalik tubuhnya menduduki tubuh Rakha
Kanaya yang mengumpat kesal membuat Rakha semakin gemas dengan nafsu dan hasrat yang sudah tak tertahan Kanaya mencumbu Rakha dengan liarnya
Rakha tersenyum puas membiarkan Kanaya menikmati tubuhnya sepuasnya ia memegangi pinggang Kanaya yang bergerak lincah menggerakan pinggulnya diatas tubuhnya
''ahhh ... yess baby... faster ... faster baby ahhh''
Rakha mengerang hebat Kanaya pun tak kalah meracau nya tatkala Rakha menyergap kembali kedua bukit kembarnya dengan penuh nafsu
''giliran ku baby''
Rakha kini yang memimpin membuat Kanaya menjerit dan menyebut namanya mereka terus berpacu saling memberi dan memuaskan satu sama lain tak ingin kalah hingga keduanya jatuh kelelahan dalam pelukan masing-masing saling mendekap ''
Rakha bangkit dari tidurnya dan menggeser tubuh Kanaya yang dimana malam itu mereka bercinta di gazebo dibawah cahaya bulan
Rakha menyelimuti tubuh Kanaya dengan selimut
dengan celana panjang yang di pakainya tanpa memakai kembali bajunya Rakha mengambil benda yang ia curiga merekam aktivitasnya tadi
beruntung Rakha sudah tau akan alat itu
hingga ia membalik posisi kamera itu saat ia menuntun Kanaya ke gazebo
agar tak memperlihatkan tubuh sang istri hanya suara saja yang pasti terekam dengan jelas
''kau sudah mendengar semuanya Tuan Damar bagaimana kami bercinta bukan ?
dan bagaimana kami saling memuaskan hahaha''
Rakha tertawa mengejek ia dengan tau pasti siapa yang sedang mengintainya itu
dan benar saja Damar terlihat emosi dengan ejekan Rakha padanya
''kukira kau benar-benar sudah berubah Damar tapi kau malah kembali mengejar milikku
apa untungnya bagimu ?
menginginkan yang sudah jelas bukan milikmu dan tak akan pernah kau miliki
semua akan sia-sia Damar
kau hanya akan melukai dirimu sendiri
kau akan hancur dengan obsesimu yang tak masuk akal itu
sadarlah sebelum terlambat
karna sampai kapan pun kau tak akan bisa memisahkan aku dari istriku kau akan hancur
ku pastikan itu jadi berhentilah''
tutur Rakha ia pun mengahancurkan kamera tersembunyi itu dengan melemparkannya ke dalam kolam air di rooptop itu
Damar pun sama kesal nya dengan Rakha ia melempar semua benda diruang kamar nya dengan penuh amarah
''brengseekkk ''
''aku bersumpah kau akan ku singkirkan Rakha Mahendra
Kanaya hanya akan jadi milik ku Damar Prawira
rooptop kamar Rakha
Rakha Mahendra
__ADS_1