
Kanaya kini tengah bersama stap karyawan tengah membahas desain yang akan dipersentasikan esok wanita yang tengah mengandung itu tampak serius memperhatikan detail proyek nya
Jonathan memasuki ruangan kerja Rakha nampak Bos nya itu terlihat lebih segar dan rilex tidak seperti saat Kanaya belum ke kantor
Jonathan mengulas senyum tipisnya Rakha pun heran dibuatnya
''kau kenapa , senyum-senyum gak jelas gitu apa ada yang aneh ?''
tanya Rakha
''ah tidak, hanya saja tadi bos, marah-marah seperti wanita kalau lagi pms sekarang kaya abg yang lagi jatuh cinta''
ledek Jonathan
Rakha tertawa mendengar ucapan asistennya itu
''terima kasih semua ini juga berkatmu yang sudah menghubungi istriku '
'Rakha tersenyum bahagia Jonathan tersenyum mengangguki ucapan terimakasih bos nya itu
''tunggu dimana istriku itu sekarang dari tadi aku tak melihatnya apa dia sudah pulang kenapa tak membangunkan ku'
' tanya Rakha dengan nada suara pelan
''bos ini sudah dikasih enak-enak malah tidur''
kembali Jonathan meledek sang bos Rakha membulatkan matanya pada asisten sekaligus sahabatnya itu
''Nona Kanaya ada di ruang desain bersama para stap ''
ucap Jonathan yang kemudian menceritakan masalah yang baru saja terjadi dan bagaimana Kanaya menyelesaikannya
''shitttt''
jadi dia memanfaatkan Noni ini sudah keterlaluan '' Jo kau selidiki semua tentang Damar dan aku ingin kau segera memberikan laporannya padaku '' titah Rakha ia pun beranjak
''dan untuk Noni biarkan dulu dia menyesali perbuatannya blacklist dia dari daftar kerja kita lihat laki-laki yang dia cintai akan membantunya atau tidak ''
timpal Rakha
''Damar Prawira permainan baru saja dimulai''
Rakha dengan senyum samar di bibirnya
...Jonathan menatap sang bos dengan tatapan sama...
dinginnya
(kau mengusik singa yang tertidur Damar Prawira)
gumam Jonathan dalam hati.
Rakha menyusul Kanaya yang tengah sibuk di ruang desain tampak wanita yang tengah mengandung itu menggulung rambutnya tinggi memperlihatkan leher jenjang nya sesekali Kanaya meminum susu hamil yang dia minta kepada ob untuk mempersiapkan cemilan juga buah -buahan untuknya dengan mengelus perut buncitnya Kanaya terlihat bersemangat mempersiapkan presentase besok.
Rakha mendekati sang istri di kecupnya kening Kanaya dihadapan semua stap diruangan itu membuat Kanaya tersipu malu
para stap sudah tak aneh lagi mengetahui sikap bos mereka yang begitu mencintai Kanaya
''kau sedang apa ''
Rakha yang membungkukan tubuhnya karna Kanaya tengah duduk dikursinya dengan susu ditangan kiri dan berkas ditangan kanannya
''aku sedang memperbaiki desain yang akan kalian presentasikan besok '
' tutur Kanaya
''sayang kau, jangan terlalu lelah ingat kau sedang mengandung ''
ucap Rakha khawatir
ia pun mengelus perut sang istri
Kanaya menangkup wajah Rakha
''aku tidak apa-apa ini juga tidak begitu rumit hanya memberikan perubahan saja dibeberapa bagian agar tidak sama dengan desain yang sudah mereka ambil lagi pula bayi kita juga ingin membantu Daddynya '
' tutur Kanaya
Rakha tertawa mendengar penuturan sang istri dengan bahagia ia kembali mengecup bibir Kanaya sekilas
sontak apa yang dilakukan Rakha membuat para stap menunduk salah tingkah
''tutup mata kalian ''
titah Rakha
Kanaya tertawa melihat hal itu
''AWW''
Kanaya tiba-tiba memekik membuat semua mata tertuju padanya Rakha panik
''sayang kau kenapa ''
Kanaya terseyum dengan sumringah
''sayang... dia menendang... bayi kita bergerak ''
Kanaya meraih tangan Rakha dan diletakannya di perutnya benar saja sang jabangbayi kembali bergerak Rakha yang untuk pertama kali merasakan sensasi aneh ditangannya nampak senang
''dia bergerak... bayiku bergerak ''
dengan senang ia berlutut dan menciumi perut Kanaya
tingkah suami istri itu sukses membuat iri semua orang diruangan itu juga Siska ia merasa ikut bersalah atas apa yang dilakukan Noni pada sahabatnya Kanaya
( aku tak mengerti jalan pikiranmu Non, hingga kau tega menghianati kami demi pria bajingan itu )
__ADS_1
gumam Siska
hari itu Kanaya dan Rakha pun menyelesaikan desain mereka dibantu stap mereka
Rakha dibuat kagum dengan ide-ide yang Kanaya masukan pada rancangannya sama sekali yang tak terpikirkan olehnya.
ia tampak serius memperhatikan detail desain yang di rubah beberapa bagian oleh Kanaya ia semakin dibuat kagum akan sosok sang istri perasaan nya terhadap Kanaya semakin hari semakin besar banyak kejutan yang Kanaya sembunyikan dan berhasil membuat Rakha terpesona.
tanpa bisa ditahan lagi perasaannya ia pun beranjak dari kursinya di ciumnya bibir Kanaya yang tengah menjelaskan detail desainnya
''tutup mata kalian''
Rakha kembali memberi perintah.
waktu menunjukan pukul 10 malam saat Rakha dan Kanaya kembali dari kantor
seperti biasa Adam dan Sarra masih belum tidur menunggu putra dan menantu mereka kembali
nampak Rakha yang membopong Kanaya yang tertidur di mobil dalam perjalanan pulang.
''kalian baru pulang ?
tanya Adam
''iya Dadd, kami lembur menyelesaikan desain proyek ku ''
Adam mengangguk
''jangan terlalu lelah , ya sudah bawa istrimu kasian dia sepertinya istrimu sangat kelelahan '' ucap Sarra
Rakha pun segera membawa Kanaya ke kamar dengan menggunakan lif saja agar lebih cepat
tak lama lif pun berhenti tepat dikamar mereka Rakha membaringkan tubuh Kanaya di tempat tidur.
di bukanya sepatu juga gaun yang Kanaya kenakan dengan perlahan ia membersihkan tubuh Kanaya agar lebih nyaman tanpa menganggu tidur sang istri yang nampak kelelahan itu di usapnya perut Kanaya ia terseyum bahagia di kecupnya dengan penuh rasa sayang usai membersihkan tubuh dan mengganti gaun Kanaya ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
tak lama ia pun ikut berbaring disamping Kanaya
tau suami didekatnya Kanaya menelusupkan wajahnya kedada Rakha
Rakha mengulas senyum
''selamat tidur bidadariku''
ia pun mendekap erat tubuh Kanaya tak lama iapun terlelap menuju alam mimpi.
Keesokan harinya Rakha berangkat pagi-pagi sekali sebelum pergi ia menyiapkan sarapan dan ia taruh di nakas .
Kanaya terbagun saat cahaya matahari memasuki jendela kamarnya
ia menggeliat dilihatnya jam di dinding menunjukan pukul 8 pagi
''oh tidak aku kesiangan ''
diliriknya meja nakas ada sarapan yang sudah tersedia Kanaya mengulas senyum
''(selamat pagi bidadariku, maaf aku pergi tanpa membangunkanmu aku mencintaimu jangan terlalu lelah dan habiskan sarapan mu I love yuo ")
Kanaya terseyum bahagia
''dasar... I love yuo too ''
dengan cepat ia mengambil handphonenya ia pun memotret pesan Rakha dan sarapannya dan untuk pertama kalinya ia memposting kegiatannya dan menandai akun milik Rakha
( I love yuo too pemilik hati dan surga duniaku)
dengan senyum mengembang diwajahnya iapun beranjak untuk membersihkan diri dan menghabiskan sarapannya semenjak usia kehamilannya yang menginjak usia 5 bulan Kanaya sudah tak terlalu mengalami gejala morning sicknes nya.
Rakha yang kini tengah berada di ruangan meting yang diadakan dikantor wakil dari Belanda itu terseyum tipis saat mendapatkan notifikasi di handphone nya memperlihatkan postingan sang istri.
yang secara tidak langsung membalas pesannya
perasaan bahagia memenuhi hatinya Jonathan dan Siska yang duduk disampingnya pun dibuat heran dengan tingkah bos nya itu Jonathan dan Siska pun mendapatkan notif yang sama karna mengikuti akun bos mereka ahirnya mereka tau apa yang membuat sang bos terseyum
''dasarr... bucin''
gumam Jonathan yang terdengar oleh Rakha namun pria itu bersikap cuek seolah tak mendengar Siska terkekeh.
tiba-tiba ruangan meting itu menjadi sunyi saat perwakilan dari Belanda itu tiba di ikuti beberapa orang juga Damar diantaranya.
Rakha tau pasti apa yang telah Damar lakukan untuk sesaat ia mengepalkan tangannya namun di redam Jonathan
''bos, kita ikuti dulu permainannya jangan membuat kerja keras nona sia-sia''
Rakha pun kembali duduk di samping Kanan sang wakil itu dan Damar di sisi kirinya suasana serasa mencekam beberapa pengusaha juga datang untuk mempersentasekan desain mereka mereka menatap ke arah Rakha dan Damar yang terlibat perang dingin mereka tau permasalahan yang melibatkan keduanya karna seorang wanita yaitu Kanaya.
satu per satu para pengusaha itu mulai mempersentasekan desain properti mereka dan bersaing untuk mendapatkan proyek besar itu hingga tiba giliran Damar yang ia yakin akan mendapatkan proyek itu dan mengalahkan Rakha karna ia yakin sukses mendapatkan desain Rakha dari Noni.
bila nanti Rakha mempresentasikan desainnya maka otomatis Rakha akan tersingkir dengan alasan Plagiarisme.
asisten Damar dengan percaya diri mempresentasikan desain itu membuat para pengusaha juga perwakilan dari belanda itu terkagum-kagum.
Rakha hanya mengulas senyum tak menampakan keterkejutannya berbeda dengan Jonathan dan Siska '
'dasar , curang tentu saja desain itu bagus kalian mencurinya dari kami dasar muka tembok''
Siska terus mengoceh memaki Damar
Jonathan melirik Siska yang terus mengoceh
''sudah jangan mengoceh terus kita pasti bisa mengalahkan mereka'
' ucap Jonathan dengan mengelus tangan Siska sekilas
''deg... deg... ''tiba-tiba jantung Siska berdetak dengan kencangnya saat Jonathan menyentuh tangannya
__ADS_1
( aduuh apa ini kenapa jantungku berdegup tak karuan saat pa Jo menyentuh tanganku)
gumam Siska dalam hati yang membuatnya gugup dan salah tingkah
''wat een geweldig ontwerp bied je aan''
(bagus sekali desain yang kau tawarkan)
ucap perwakilan dari Belanda itu
Damar pun dengan bangga nya mengucapkan terima kasih.
kini tiba giliran Rakha yang mempersentasikan desainnya oleh Siska
Damar mengulas seyum meremehkan keduanya pun kini kembali beradu tatap.
Siska yang gugup pun dibuat semakin gemetar
Jonathan yang tau Siska tengah dilanda ke gugupan pun diraihnya tangan gadis itu
''kau pasti bisa , aku tau kau bisa ayo semangat lah jangan sia-siakan kerja keras sahabatmu , aku akan selalu mendukungmu menyemangatimu ayo semangat''
tutur Jonathan
Siska pun tersenyum senang mendapat dukungan dari Jonathan ia pun mengangguk dan berjalan ke depan ke layar monitor mempresentasikan desainnya.
Damar di buat terperanjat saat desain yang Rakha persentasikan berbeda dengan yang berhasil ia curi perwakilan dari Belanda itu pun nampak antusias dengan penawaran dan desain Rakha juga para pengusaha yang turut bersaing diruangan itu Siska dengan sukses mempresentasikan nya dengan sedetail mungkin
''je ontwerp is geweldig, we vinden het echt leuk''
(desain anda sangat luar biasa kami sangat menyukainya).
Siska pun bersorak gembira saat perwakilan dari belanda itu menyukai desainnya
lalu perwakilan itu menanyakan apa nama proyek itu nantinya
''Kanaya wonderful world''
ucap Rakha
sembari melirik Damar ''
Rakha pun berdiri dan menghampiri perwakilan dari Belanda itu '
' itulah nama yang akan kami pakai karna ini adalah desain istriku yang ingin membuat mimpiku menjadi nyata''
tutur Rakha
Damar mengepalkan tangan nya mengetahui kenyataan itu .
dan ahirnya proyek itu pun dimenangkan Rakha
Jonathan dan Siska bersorak ria hingga tanpa sadar keduanya berpelukan untuk beberapa saat tersadar dan melepaskan pelukan mereka satu sama lain semua itu tak lepat dari pandangan Rakha ia menyadari ada sesuatu antara Jonathan dan Siska hanya saja mereka belum menyadari perasaan mereka satu sama lain.
usai meting itu Rakha dan kedua asistennya itu berniat akan meninggalkan ruangan namun tiba-tiba Damar menghadang jalan mereka
''selamat atas kemenanganmu Tuan Mahendra
kau pantas mendapatkannya ''
ucap Damar
''terimakasih , bagaimanapun sesuatu yang kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh pasti hasilnya akan sangat memuaskan ingatlah usaha tidak akan menghianati hasil tentu kau tau pasti apa yang aku maksud''
Rakha dengan sedikit menyindir Damar
Damar mengepalkan tangannya dan itu terlihat oleh Rakha
''seberapa keras pun kau berusaha kau tidak akan pernah bisa mengambil Kanaya dariku demi keinginanmu kau mengorbankan oranglain dan kau tau siapa yang berhasil menggagalkan rencanamu istriku ya... Kanaya yang menggagalkan rencanamu kau memperalat Noni demi keinginanmu sungguh kau sangat menjijikan Damar Prawira ''
geram Rakha
Damar menatap tajam Rakha di tariknya kerah baju Rakha ''
''brengsek... Naya milikku dan aku pastikan dia akan kembali padaku suka atau tidak aku akan merebutnya darimu ''
gertak Damar dengan mengeratkan cengkramannya Siska membulatkan matanya syok Jonathan maju untuk melerai namun Rakha dengan sekali tarikannya ia memukul wajah Damar
''Bugghhh''
ini karna kau berani mengancam istriku dan Mommy ku ''
bugh... bugh''
Rakha menghujani wajah Damar dengan tinjunya
Jonathan menarik tubuh Rakha dan asisten Damar menarik tubuh atasannya itu
''kau akan hancur Damar...akan ku pastikan itu''
Rakha pun segera meninggalkan tempat itu di ikuti Jonathan dan Siska
''Lepas brengsek''
Damar menghempaskan tubuhnya yang di pegangi asistennya wajah nya nampak lebam akibat pukulan dari Rakha
''aku tidak akan menyerah Rakha, lihat saja cepat atau lambat Kanaya akan jadi milikku''
dengan napas yang memburu Damar mengepalkan tangannya.
Siska Anastasia
Noni Revalina
__ADS_1