Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Eps.3 *bertemu cinta pertama*


__ADS_3

*****


Berdiri Dengan gagahnya seorang pria di samping mobil miliknya yg di parkir depan sebuah cafe dalam kota,dengan setelan pakaian santai yang menempel di tubuh kekarnya menambah aura ketampanan nya semakin bertambah.Nisha segera menghampiri sosok pria tersebut.


"Hayoohh,,,"coba Nisha mengagetkan.


"Maaf ya sayang,,nunggu lama"sambung nya.


Pria itu membalas permintaan maaf kekasih nya itu dengan senyum maut nya.


"Harusnya aq yg minta maaf,karena ga bisa jemput kamu ke rumah,,"ucap pria tersebut yang tak lain adalah Sahir sambil mencubit manja dagu Nisha.


"Hehehee,,,ga apa apa koq ,yang.Kita langsung masuk ke dalam aja yuk,,"ajak Nisha merangkul lengan Sahir.


Mereka pun masuk ke dalam cafe,dan langsung menduduki kursi kosong di bagian pinggir jendela bangunan itu,lalu Sahir melambaikan tangannya memberi isyarat pada pelayan cafe di sana bahwa ia akan memesan sesuatu.


"silakan mas,mau pesen apa,,??"tanya pelayan tersebut.


"saya pesen kopi satu tambah cemilan ringan nya yang ini"jawab Sahir menujuk salah satu menu yg terdapat di List Menu.


"kalo kamu apa sayang,,??tanya Sahir pada Nisha.


"Aq pesen es lemon deh,sayang,,truusss mmmm,,,"jeda Nisha sambil memilih milih cemilan yang masih bingung baginya.


"samain aja sama kamu,yang."sambung nya.


setelah menulis pesanan Sahir dan Nisha,pelayan itu pun pamit sambil meminta keduanya untuk menunggu.


"Yang,,Kamu ngajak aq keluar mendadak ini,ada apa sih sebenar nya,,?"tanya Sahir bingung karena Nisha yang memang menelpon nya tadi pagi,meminta dia untuk datang ke cafe yg saat ini mereka kunjungi,tanpa Sahir tahu bahwa sebenarnya Nisha hendak mempertemukan ia dengan Delia sahabatnya.


"Gini yang,,kamu kan tahu kalo aq punya sahabat kecil yg baru dtg dari luar negeri,kan ga lucu juga kita sebulan lagi mau menikah,tapi kalian ga saling kenal,aq pengen kamu juga kenal ma Delia,karena bagi aq Delia itu seseorang yang amat penting sama hal nya kaya Dara."ucap Nisha menjelaskan.


Sahir mengangguk angguk paham,


"Eh yang,,jangan bilang kalo kamu juga lupa sama Delia,,??kita juga kan satu kampus waktu kuliah dulu,,"Nisha mencoba mengingatkan Sahir.


"Delia yang mana sih,,jujur aq lupa ,yang."jawab Sahir.


karena meski pun mereka dulu satu kampus,tapi Sahir tidak begitu memperhatikan orang orang di sekeliling nya,meski begitu hampir seluruh mahasiswa di universitasnya mengenal Sosok Sahir,yaa Secaraaa Sahir kan pemuda yang amat sempurna di antara mahasiswa yang lain,bisa di bilang seleb nya kampus pada masanya.🀭


"yang aq inget itu ya cuma wanita manis yg sekarang duduk di depan aq,,"gombalan sahir membuat Nisha tersipu malu campur bahagia.


"mulai kumat dehh,,,"ucap Nisha mencubit mesra hidung mancung milik Sahirr.


"tapi kamu suka kann,,???"goda Sahir yang makin membuat Nisha salah tingkah dan akhir nya candaan mereka terhenti karena seorang pelayan datang membawakan makanan dan minuman sesuai pesenan mereka tadi.

__ADS_1


"Makasih ya,mba."ucap Sahir pada pelayan tersebut sambil menyimpulkan senyum di bibir nya dan mengukir lesung pipi yang menambah manis di wajah rupawan nya itu.


Nisha agak sedikit terganggu dengan tingkah sahir pada pelayan tersebut,memicingkan mata tajam ke arah tunangan nya itu.


Sahir yang sengaja bertingkah demikian hanya bisa mengapitkan kedua bibir nya menahan tawa melihat ekspresi wajah dr Nisha.


"kamu sengaja ya,tebar pesona ke setiap cewe kayak gituu,,,iihhh genitt banget sih jadi cowo,,"ucap Nisha Kesal.


"mmmhhh koq kentang goreng nya bau gosong yaa,,"goda Sahir yang sebenarnya tengah menyindir tingkah Nisha yang kekanakan."eehh bukann,,,ini kaya bauu api cemburu dehh,,"tambah Sahirr yanv semakin membuat Nisha kesal.


mendengar ledekan kekasih nya itu semakin membuat Nisha kesal,ia memajukan kedua bibir nya sambil tangannya mengaduk ngaduk sedotan minuman di hadapannya.


Akhirnya Sahir terbahak, melihat tingkah Wanita yang ia cintai mengekspresi kan rasa cemburu nya dengan ulah seperti anak ABG.


"aq seneng lihat kamu cemburu kaya gitu yang,"Rayu sahir pada Nisha,ia mencoba meraih tangan Nisha kemudian mengecup mesra punggung tangan gadis tersebut yang membuat ia kikuk karna merasa risih takut orang lain melihat tingkah Sahir.


"kamu apaan sih,yang.malu tauu,,ini di tempat umum"ucap Nisha.


"ya engga apa apalah,sebentar lagi kan kamu bakalan halal buat Aq,,"jawab Sahir cuek.


mereka pun berbincang sambil menikmati cemilan,sesekali Nisha melihat layar ponsel nya untuk memeriksa barangkali ada pesan dari Delia,


"temen kamu koq lama yang,,??tanya Sahir


"iya,,ga tau juga,,mungkin jalanan nya macet, yang"jawab Nisha memberi alasan.


Nisha hanya menjawab dengan anggukan kepala dengan mata tetap fokus ke layar ponsel yang di pegangnya.lalu ia mulai menghubungi Delia.


"Hallo,Del.kamu masih di mana,,aq udah nungguin kamu lama lho,,"kata Nisha memulai.


"maaf sayy,,aq udh deket koq,jalanan jakarta macett bangeett,,sumpahh..bikin aq gilaa,,"sahut Delia via telpon.


"oh ya udah aq tunggu di cafe yang biasa ya,,tempat kita nongkrong dulu."jawab Nisha.


"oke say,aq masih inget koq tempat nya,sekitar 10 menit lagi aq nyampe,"ucap Delia meyakinkan,kemudian mematikan sambungan telponnya.


Selang beberapa menit,Delia sampai dan mencoba mencari keberadaan Nisha,


ia menoleh ke arah perempuan yg melambaikan tangan di kursi pojok dekat jendela yang tak lain adalah Nisha,segera ia menghampiri sahabat nya tersebut.


"I'm So Sorry,,,"ucap Delia kemudian ber cipika cipiki dengan Nisha.


"iya gpp,,aq paham koq,jalanan macet emang udah jadi tradisi buat ibu kota kita ini,,"jawab Nisha sedikit tertawa.


Tak lama Sahir kembali,

__ADS_1


Delia sangat terkejut melihat sosok yang baru saja muncul di hadapan nya tersebut,karena memang sejak awal Nisha tidak memberitahukan bahwa pertemuan nya kali ini adalah untuk memperkenalkan Sahir pada Delia.sosok itu masih sama,sosok yang selalu mengisi pikiran Delia sejak dulu,sosok yang sangat ia kagumi sejak lama,sosok yanggg aahhh,,,sulit untuk di jelaskan karena Delia memang teramat sangat mencintai Sahir,hanya saja ia tidak berani mengungkapkan perasaan nya tersebut pada siapa pun termasuk kedua sahabatnya,ia lebih memilih memendam rasa suka nya sejak lama,kadang ia pun merasa aneh,mengapa bisa ia begitu sangat mencintai Sahir,mengingat ada banyak pria yang siap menjadi kekasih nya,namun sosok Sahir tak pernah tergantikan dalam relung Hatinya.


Lamunan nya terbuyarkan,ketika Nisha memanggil manggil namanya yang kesekian kali tapi baru terdengar oleh Delia.


"oohh maaf,,"Delia menundukkan kepala nya,sadar bahwa ia saat ini tidak boleh memikirkan hal yang ia lamunkan tadi.


"sadarr delia,,dia itu sekarang calon suami dari sahabatmu,,ayolahh move on,,jangan ingat dia lagi"batinnya mengingatkan.


"Nahh,, yang.ini Delia sahabat ku kenalin,,"ujar Nisha.


"hai salam kenal,aq Sahir." ucap Sahir memberi tangan untuk bersalaman pada Delia.


"Delia," jawab nya tersenyum getir.


Nisha merasa ada yg aneh dengan tingkah sahabat nya itu,namun ia segera menepis pikiran pikiran buruk yang mencoba mempengaruhi otak nya.


nisha beranggapan mungkin Delia hanya sedikit takjub akan ketampanan wajah Sahir,sama hal nya seperti wanita di luaran sana yang selalu terpana saat pertama kali melihat paras tampan kekasih nya itu,


"Resiko punya calon suami ganteng"gumam batinnya mencoba menghibur kegundahan hati saat ini.


Sahir yang sama sekali tak ingat akan Delia,bersikap biasa saja.Karena memang mereka tak pernah berkenalan sebelumnya,hanya sebatas rekan kuliah.


Lain hal nya dengan Delia,setiap melihat Sahir dan Nisha,hati nya seperti tersengat.


Batinnya menangis,pria yang selama ini ia cintai ternyata akan menjadi suami dari sahabat nya sendiri,Di satu sisi Cinta pertamanya,sisi lain sahabat kecil nya.


Bertanya pada takdir,drama apa yang akan ia mainkan dalam hidup nya kedepannya,apa ia akan sanggup melihat Sahir setiap bersama Nisha.


Butir bening mencoba keluar dari sudut kelopak mata indah Delia,namun segera ia seka dengan jarinya,tak ingin Nisha Sampai tahu kepedihan hatinya,Delia mencoba mengimbangi perbincangan dengan Sahir dan Nisha.


Pertemuan hari ini sungguh sangat membuat Delia tersiksa,ia pun pamit terlebih dulu pada Nisha dengan alasan bahwa ada suatu hal yang harus segera ia kerjakan.


Nisha pun bisa mengerti walau sangat di sayangkan,karena Nisha masih ingin berbincang bersama Delia.


Delia segera memasuki mobil nya,kemudian air mata yang sedari tadi meminta untuk keluar tak bisa ia tahan,semakin menambah kesesakan yg ia rasakan,sejenak ia mengambil nafas panjang melalui hidung kemudian menghembuskan nya perlahan.


"okee,,okee,,relaxx.No,,ayo sadar Delia,kamu ga boleh kaya gini,,kamu harus ingat Sahir hanyalah milik Nisha,dia cuma kenangan masa lalu mu,,okee,,sadarr,,ingatt,,Sahirr bukan buat mu,"ucap Delia mengingat kan dirinya sendiri.


Namun kepedihan hatinya masih saja belum bisa ia hilangkan,,air mata terus mengalir ,ia menundukkan wajah nya di atas setir ,pundak nya berguncang.


"kumohon Tuhaannn,,beri aq kekuatan,,"


pinta Delia.


*****

__ADS_1


LIKE AND COMMENT,PLEASEπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2