
Masih di studio Foto,Nisha dan Dara sedang asyik melihat-lihat hasil foto yang lainnya.
Sahir datang selang 1 jam sesudahnya,ia pun turut bercengkrama dengan Nisha dan Dara.
Sahir mulai menggoda Nisha,ketika melihat foto saat Nisha berpose memegang dada nya."Aq kelihatan seksi banget ya di foto ini!!"serunya membuat Nisha yang berada di sampingnya mendelikkan mata.
"Apa,,??emang bener kan,,??"Goda Sahir lagi.
"Kamu tuh kebanyakan minum kapsul PD tau,suka banget nge bangga in diri sendiri" ledek Nisha.
"iya lah aku PD punya calon istri secantik kamu,,"balas Sahir.
Nisha hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya mendengar rayuan gombal Sahir.
"jadi obat nyamuk deh gueeee,,,"lirih Dara melihat dua sejoli itu saling memuji satu sama lainnya.
"Apa luu,,lagian kok bisa ikut ke sini,gimana cerita nya??"tanya Sahir penasaran.
"Tadi kita ga sengaja ketemu dia pas lagi perjalanan ke sini,Yang."jawab Nisha mewakili.
"Trus,kenapa Dara bisa ikut kesini,,??"Sahir masih penasaran.
"Mobil gue mogok di jalan,ketemu cewe lu,di ajak kesini,yaa gue mauu,dari pada gue luntang lantung pinggir jalan,nunggu suami gue jemput lama bangett,,"ketus Dara.
Sahir malah terbahak mendengar penjelasan dari Dara.
"Napa lu ketawa,kamprett,,??"Tanya Dara heran.
"Masa,,istri dari seorang pemilik Rumah Sakit ternama,mobil nya bisa mogok??ejek Sahir."Makanya punya mobil tuh di periksa,di rawat,jangan cuma meriksa suami lu doang,"tambahnya.
"yeehhh,,paling enak tau meriksa meriksa suami,,"Jawab Dara membela diri.
"belum tau aja luu,pengantin baru pengennya saling meriksa muluu,"Dara mengalihkan pembicaraan ke tema yang lebih dewasa.
"yang bener,Ra.?"tanya Sahir merasa terpancing.
"iya lah,"jawab Dara yakin.
"Yang,kamu musti banyak belajar deh dari Sahabat mu ini,,"Sahir berbicara pada Nisha.
"Belajar apa,?"tanya Nisha polos.
jawaban Nisha,membuat Sahir menghela Nafas kasar.
"serius Yang,belajar apa,,??"Nisha masih keheranan.
Dara jadi tertawa renyah melihat tingkah polos sahabatnya itu,Dara memang tahu,kalo Nisha adalah gadis baik baik yang sangat menghargai arti dari sebuah hubungan,ia percaya pasti Sahir sangat kesulitan untuk bisa menahan diri selama ini.
"Sumpah ya,Ra.Sahabatmu ini ngegemesin banget,,"Sahir mencubit kedua pipi mulus Nisha.
"awww,,sakitt Yang."Rintih Nisha sambil mengelus ngelus pipi chuabby nya.
__ADS_1
"manggil aja pake sayang sayangan,tapi masih kaya anak anak,masa kamu ga tau sih,Nis.maksud dari perkataan Sahir tadi,,"ujar dara dan hanya di jawab dengan gelengan kepala polos dari Nisha.
Membuat Dara dan Sahir membuang Nafas jengah.
"kalian kompak banget sih,,"Nisha malah terkekeh melihat keduanya.
"Sabar bro,kayanya lu harus punya banyak
stok sabar deh,"ucap Dara sambil menepuk pundak Sahir.
Sahir mengangkat pundak sambil menganggukkan kepala tanda setuju perkataan Dara barusan.
Jam menunjukkan pukul 14.45 sore.
Dara yang sudah di jemput suami nya,berpamitan pada sahir dan Nisha.
"Kamu tadi kesini di anter pa Yanto,?"tanya Sahir pada Nisha
"iya,cuma tadi udah aq suruh balik,soal nya kan pulangnya mau sama kamu,"jawab Nisha manja,tersenyum makin menambah manis di wajah nya.
Sahir semakin gemas melihat tingkah Nisha.
"Sumpah ya Tuhaann,,gadis ini bener2 menguji keimanan"Ratap Sahir dalam hati.
Mereka pergi meninggalkan studio,Sahir melajukan mobil nya menuju sebuah restoran di dekat kawasan mereka saat itu.
*******
"are you okay,baby,,?"
lamunan Delia terbuyarkan saat ibu nya membelai lembut kepala gadis cantik itu.
"ahh,,yaa,,"jawab Delia sambil tersenyum ke arah ibu nya.
"Tadi siang,Nisha nelpon mama,katanya dia udah berulang kali ngehubungin kamu,tapi hp kamu ga aktif2,,apa ada masalah,Nak,??"tanya Bu Maria yang masih penasaran,karna sudah sejak kemarin melihat air muka Delia yang selalu muram.
"ohh,,ga ada apa apa,Ma."jawab Delia meyakinkan ibu nya."Cuma emang seharian ini ponselnya Deli matiin,Deli cuma capek aja kok,"tambahnya.
"ya udah,kalo ada apa apa jangan di pendem sendiri ya,cerita ma mama,"Kata Bu Maria sambil mengelus lembut rambut Delia.
"iya Ma,makasih."Delia merangkul pundak ibunya itu,wajah nya mulai panas,bulir bening di ujung mata nya mencoba keluar,namun ia tahan,tak ingin ibunya sampai tahu kepedihan hatinya saat ini.
"oke,mama keluar dulu,kamu istirahat aja,kalo perlu sesuatu tinggal minta bibi nyiapin,"
"hmmm,,"jawab Delia mengangguk singkat.
Setelah mamanya keluar dan menutup pintu kamar,Delia berjalan keluar menuju balkon yang terletak di luar kamarnya,ia melihat lepas ke atas langit,terlihat jelas di sana bayang bayang wajah Sahir ketika sedang tersenyum.
Ia segera memejam kan mata,
"Stop Delia,sampai kapan kamu gini trus,ini ga baik,"ujarnya.
__ADS_1
mencoba menerima kenyataan pahit,niat pulang dari luar negeri untuk mencari Sahir dan mengungkapkan perasaan cinta nya namun kenyataan tidak seindah khayalan.
"mungkin jika gadis yang kamu sukai bukan Nisha,aku tidak akan sesakit ini,Sahir."gumamnya.
Delia membiarkan air matanya terus mengalir,mungkin dengan begini hatinya akan sedikit tenang.
********
Waktu bergulir cepat,tiba saat nya hari paling bersejarah buat Sahir dan Nisha.
Nisha tampak anggun mengenakan gaun pengantin modern
Pun Sahir terlihat maskulin memakai stelan Jas pengantin dengan model serupa.
proses demi proses berjalan lancar,Proses ijab kabul yang sangat menegangkan bisa lancar di utarakan Sahir dalam satu kali helaan Nafas.
membuat keluarga dan para sanak saudara menghela nafas lega,
kedua mempelai mendapat ucapan selamat dari para kerabat,termasuk Dara dan Delia yang turut hadir pun ikut memberikan selamat pada Nisha.
"Selamet ya bontottt,,,sekarang udah jadi seorang istri,"ucap Dara sambil memeluk erat sahabat nya itu.
giliran Delia yang memberi ucapan selamat pada Nisha,"Happy wedding sistaa,,"ungkap nya.
"makasih ya,,"jawab Nisha haru.
Delia berusaha mengendalikan perasaan hatinya yang seakan di tusuk tusuk sembilu,sesekali ia menggigit bibir nya,mengangkat wajah nya,agar air mata tidak keluar dari sarangnya.
Terlebih saat ia melihat Sahir dan Nisha tertawa bahagia,
"Ra,aq ke toilet bentar ya,"pamit Delia
"oke,"jawab Dara.
Di dalam toilet,Delia sudah tidak bisa menahan air matanya,ia menangis tersedu membungkam mulutnya agar suara tangis nya tidak sampai terdengar oranglain,isak yang amat pilu,badannya terguncang.
"Maaf kan Aku Nisha,ini hari bahagia untukmu,tapi ini adalah duka mendalam untukku"lirih Delia dalam kegalauannya.
Sementara di luar,Sahir dan Nisha sangat merasa bahagia,,mereka menatap satu sama lain,
"Aku mencintaimu,,"ungkap sahir
"Aku lebih mencintaimu,"jawab Nisha
LIKE AND COMMENT PLEASE πππ
KRITIK DAN SARAN DARI READERS TERCINTA SANGAT BERHARGA BUAT SAYA π€π€
Haturnuhun ππππ
__ADS_1