Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Prahara 1


__ADS_3


Kehidupan Kanaya dan Rakha kini tengah di selimuti oleh kebahagiaan Kanaya nampak antusias saat Rakha mendekorasi kamar bayi mereka dan terhubung langsung dengan kamar mereka.


tinggal menghitung hari menuju kelahiran sang buah hati


''apa semua keperluan untuk bayi kita sudah lengkap? ''


tanya Rakha


Kanaya tersenyum manja dengan bergelayut di tangan Rakha


''sudah semua sudah lengkap mommy yang menyiapkan semuanya hanya beberapa yang belum di beli aku berencana untuk membelinya hari ini dengan mommy ''


''kenapa tidak pesan saja , aku khawatir dengan kandungan mu Andra bilang kita tinggal menghitung hari kan ''


cemas Rahka


''tidak apa-apa aku ingin memilihnya sendiri , kalau pesan kadang tak sesuai yang aku mau , aku ingin memilihnya sendiri untuk anak kita''


kekeh Kanaya


''baiklah, hari ini aku yang akan mengantar jangan mommy ''


tutur Rakha


''ok''


Kanaya tersenyum senang


Rakha mencium bibir Kanaya sekilas


dan mereka pun bersiap untuk pergi ke pusat perbelanjaan.


Rakha dan Kanaya di sambut antusias pengelola Mall milik Rakha itu


'' Tuan muda'' Nona ''


sambutnya


Kanaya dan Rakha menganggukan kepala pelan


''darimana dia tau kita akan kesini ''


tanya Kanaya heran


''aku yang memberitahunya sekalian tadi meminta laporan bulan ini ''


jawab Rakha


Kanaya hanya ber oh ria


keduanya pun memasuki toko perlengkapan bayi dengan bergandengan tangan


''Kanaya nampak memilih sepatu bayi juga beberapa kaos kaki dan sarung tangan lucu


''semuanya sangat lucu-lucu ''


ucap Kanaya bingung memilih warna nya


''kita ambil saja semuanya sayaang kenapa kau pusing segala... ''


ucap Rakha enteng


''tidak, itu namany pemborosan lagi pula ini tidak akan lama terpakai kita beli yang kita butuhkan seperlunya saja''


tukas Kanaya


Rakha hanya mengheula napasnya sadar ia tak akan meunang bicara soal uang dengan Kanaya yang selalu bersikap hemat


''sayaang... aku heran kenapa uang bulanan yang aku berikan tak pernah kau gunakan dan tak pernah ada penarikan yang kau lakukan ?''


Kanaya tersenyum '


'''untuk apa aku menarik uang kalau semua yang ku butuhkan sudah tersedia biar saja dalam tabungan ku untuk masa depan anak kita nanti''


tutur Kanaya


''apa kau tak berniat atau mengecek uang mu ?


timpah Rakha


''aku malas, terahir aku melihat notif di handphone ku angka nol nya sudah tak terhitung aku pusing menghitungnya biar saja toh tidak akan hilangkan?''


Kanaya malah menjawab Rakha dengan pertanyaan yang membuat suaminya itu heran


''aku heran, biasanya kan wanita itu suka belanja , perhiasan dan rela melakukan apa pun untuk itu''


Kanaya malah tertawa


''sayang, aku bukan mereka aku juga suka berbelanja juga perhiasan tapi kan semua sudah ada semua sudah kau berikan untuk apa lagi aku membelinya aku tinggal memakai dan menggunakannya iya kan?


Rakha pun membenarkan kata-kata sang istri


''kau memang berbeda sayang''


ucap Rakha dengan mengecup kepala Kanaya keduanya kembali memilih barang yang akan di beli

__ADS_1


tak lama keduanya keluar dari toko perlengkapan bayi tersebut Rakha mengenggam erat tangan Kanaya dan paperbag di tangan kirinya


''sayang apa kau lelah ''


kita istirahat dulu di cafe sambil makan siang '' ajak Rakha


Kanaya pun menyetujui ajakan Rakha karna memang ia sedikit lelah


''lihat ini pasangan fenomenal kita sedang berbelanja''


Crystal tiba-tiba ada dihadapan Kanaya dan Rakha


''minggir jangan ganggu kami , urus saja urusan mu ''


ketus Rakha


''wah... seperti biasa kau selalu kasar padaku , Kak apa yang kau lihat dari wanita jalang ini dia hanya memanfaatkan mu dia itu ular kak, dia ular ''


ucap Crystal


''jaga kata-kata mu Cris, aku minta kau segera meminta maaf pada istriku atau kau akan tau akibatnya ''


geram Rahka


Kanaya memeluk bahu Rakha dengan mengelus perut buncitnya


''tidak, aku tidak sudi harus meminta maaf pada wanita jalang ini, Kak Rakha buta kau tidak tau dia wanita seperti apa ,aku yakin anak yang di kandungnya pasti anak haram ''


''Crisss''


bentak Rakha


''PLAAKKKK''


Kanaya menampar wajah Crystal


''kau boleh saja menghinaku , tapi aku tidak akan membiarkan siapapun menghina bayiku ''


tutur Kanaya


''kau ... berani menamparku ''


teriak Crystal ia pun mendorong tubuh Kanaya ke belakang beruntung Rakha ada di belakang Kanaya hingga ia bisa menahan tubuh Kanaya agar tidak terjatuh.


''Rakha menatap tajam Crystal


''aahhh.... ''


tiba-tiba Kanaya berteriak tampak ia memegangi perutnya


''sayang , kau kenapa ''


dilihatnya cairan yang mengalir membasahi kaki Kanaya


Crystal mematung nampak syok melihat itu dengan ketakutan ia melarikan diri saat Rakha panik memangil-manggil pengawalnya


''bayiku.... ah... sakit perutku sakit sekali ''Kanaya terus meringis kesakitan


''sayang bertahanlah ''


ucap Rakha dengan segera ia membawa Kanaya menuju rumah sakit bersama para pengawalnya


''hubungi Andra agar ia bersiap ''


titah Rakha pada pengawal yang tengah membawa mobilnya


''baik Tuan''


Rakha memeluk tubuh Kanaya dengan menggenggam tangan sang istri , Kanaya merintih kesakitan di remasnya tangan Rakha hingga kukunya menancap ditangan pria dingin itu


''emmm.... sakit''


keringat membasahi pelipis Kanaya


''sayang bertahanlah ''


Rakha melihat Kanaya seperti itu pun tak tau harus berbuat apa hatinya seperti di sayat sembilu melihat Kanaya menangis menahan sakitnya akan melahirkan.



beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah sakit Andra sudah siap menyambutnya Rakha membopong tubuh Kanaya dan meletakannya di brankar dengan masih memegang erat tangan sang istri.


Andra memeriksa Kanaya


''sepertinya Naya akan melahirkan , cepat bawa ke ruang persalinan , Rakha kau temani istrimu '' titah Andra


Rakha pun mengangguk paham


Kanaya dibawa ke ruangan bersalin


perawat menganggnti pakaian Kanaya juga Rakha yang dengan setia menemani Kanaya.


''saat ini baru pembukaan 8 , sekitar setengah atau 1 jam lagi Naya akan melahirkan ''


ucap Andra


'' apa kau gila , bagaimana Naya bisa menahan sakit selama itu apa kau tidak lihat dia begitu kesakitan ''

__ADS_1


hardik Rakha


Andra yang telah berganti pakaian dengan seragam khusus pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ''


''ah..... sakit.... ''


Kanaya kembali meremas tangan Rakha


Rakha mengecup bibir Kanaya ''


''bertahan lah sayang demi bayi kita , aku disini bersamamu hemm''


ucap Rakha memberi semangat pada Kanaya


hal itu membuat Andra membulatkan matanya juga para perawat yang melihat hal itu nampak terpesona pada sosok Rakha yang begitu mencemaskan istrinya''


Andra kembali memeriksa Kanaya ''


sudah waktunya Naya kau lakukan sesuai intruksiku


sekarang tarik napas buang secara perlahan '' ucap Andra.


Kanaya pun melakukan hal yang Andra sarankan


Rakha setia disampingnya memberi semangat''


''ya bagus , kepala nya sudah terlihat ayo kau bisa Naya tarik napas buang perlahan dan dorong...


kembali Andra memberi arahan


''emmm.... ah.... emmahhh'' sakit dok... aku tak bisa rasanya sakit sekali.. emmm.


''Kanaya dengan napas terengah


''sayang... kau pasti bisa ayo berjuanglah ... ''


Rakha mengecup kening Kanaya dan menggenggam tangan Kanaya wanita kesayangan Rakha itu meremas tangan suaminya dengan sekuat-kuatnya menahan rasa sakit


''emmmhhhh.....


dan ahirnya suara bayi pun terdengar memecah ruang persalinan itu


Andra mengangkat sang bayi mungil nan tampan


''selamat bayi kalian sudah lahir dan sempurna'' ungkap Andra .


ia pun meletakan sang bayi di dada Kanaya yang terbuka agar bayi itu bisa melakukan skin to skin dengan sang ibu.



Kanaya meneteskan air mata tak kuasa menahan rasa bahagianya '


' bayiku, sayang bayi kita ''


Rakha mendekap tubuh Kanaya dan mengecup kening Kanaya''


terima kasih kau sudah berjuang demi kebahagiaan kita, juga bayi kita '' I love yuo ''


Kanaya mengangguk pelan


''I love yuo tuo Daddy Rakha''


Rakha tertawa bahagia mendengar ucapan Kanaya''


sementara di luar ruangan nampak Adam dan Sarra yang terlihat cemas sedang menunggu


juga Rena, Siska, Arjuna dan Jonathan yang di hubungi pengawal Rakha tadi


''Andra keluar dari ruang persalinan Sarra memburu ke arah Andra


''dra , bagaimana Kanaya dan bayinya '?


''selamat Tante Sarra sekarang sudah menjadi nenek, Naya dan bayinya sudah baik-baik saja mereka sehat dan sebentar lagi mereka akan di pindahkan ke ruang inap '


' ungkap Andra


Sarra nampak bahagia ia pun memeluk Adam dengan bahagia


begitu juga Rena dan Siska mereka ikut bahagia atas kelahiran Kanaya


''pintu ruangan pun terbuka Rakha keluar dengan perasaan bahagia dilepasnya seragam khusus tadi dan menghambur memeluk Sarra


''mom, maafkan aku , ternyata sesakit itukah melahirkan maafkan aku''


Rakha memeluk mommy nya dengan meneteskan airmata


Sarra memeluk putra kesayangannya itu


''sudah, jangan menangis kau sudah menjadi seorang ayah tanggung jawab mu sekarang bertambah , mommy dan daddy sangat menyayangimu ''


selamat ya jaga anak dan istrimu dengan baik'' Adam pun iku memeluk putranya itu


''tanks dadd, ''


Arjuna dan Jonathan pun memeluk sahabat mereka itu memberikan selamat Siska juga Rena ''


di tengah kebahagiaan itu ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan

__ADS_1


''kalian bisa bahagia tapi tidak akan berlangsung lama '' dengan mengulas senyum diwajahnya ia pun meninggalkan tempat itu.


__ADS_2