
Kanaya tengah mengajarkan Axelle berenang bersama di mansion nya
usia Axelle kini sudah menginjak 5 tahun
Axelle tumbuh menjadi anak yang cerdas dan aktip
''sayang ayo gerakan kakimu dengan perlahan ya
Mommy akan membantumu ''
tutur Kanaya membantu Axelle dengan berenang menggunakan pelampung terlebih dahulu
Axelle belajar dengan mudah ia dengan cepat menanggapi pelajaran apapun dibanding anak seusianya
bahkan ia dianggap anak paling pintar karna di usianya yang baru menginjak 5 tahun kini anak itu sudah duduk di kelas 1 SD
Axelle terlihat santai ia dengan mudahnya belajar berenang dengan sang Mommy
waktu menunjukan saat nya makan siang Rakha menyempatkan untuk pulang makan siang bersama istri dan anaknya
''Tuan muda ''
sambut Bi nah
Rakha mengulas senyum tipisnya
''dimana semua orang bi ?''
kenapa sepi?
tanya Rakha
''Tuan besar dan Nyonya berangkat ke Paris tadi Tuan muda katanya untuk mengurus masalah cabang perusahaan Nyonya disana mungkin seminggu mereka akan disana ''
''kenapa Momm dan Daddy , tidak memberitahuku hal ini''
gumam Rakha
''Nona muda saat ini sedang berenang dengan Tuan muda kecil di belakang ''
''iya bi, terima kasih ''
kalau begitu aku akan menemui istriku dulu''
tutur Rakha sembari beranjak menuju Kanaya dan Axelle berenang
tampak Kanaya dan Axelle tengah berenang dan tertawa bahagia
Rakha melepas jas dan dasinya ia juga menggulung tangannya membuka beberapa kancing kemeja putihnya
mendekati mereka
''Daddy''
sahut Axelle yang berenang perlahan ke tepi menyambut Rakha
''wah jagoan Daddy sudah pintar berenang sekarang''
Rakha membantu Axelle untuk keluar dari kolam
dengan mengulurkan tangannya dan menarik sang putra agar berdiri dihadapannya
''Axelle sangat senang Dadd, bisa berenang
Mommy jago ngajarin Axelle ''
Rakha mengelus kepala Axelle dengan sayang
''Daddy tau sayang, sekarang waktunya makan siang , kau bersihkan dirimu jangan terlalu lama berenang nya dingin nanti Axelle bisa sakit sekarang masuk dan ganti bajumu ''
''Ok Daddy''
Axelle pun berlalu bersama pelayan yang bertugas khusus melayaninya
dan membawanya masuk ke dalam
''kalian semua tinggalkan tempat ini ''
titah Rakha pada pengawal dan yang bertugas berjaga di sekitar kolam
para pengawal dan pelayan pun bergegas mematuhi Rakha
terlihat Kanaya tengah berenang dengan santai nya Rakha mengulas senyum tipisnya
ia pun melepas kemeja dan celana yang ia kenakan memperlihatkan otot tubuhnya
menyisakan boxernya saja dan perlahan ia turun memasuki kolam
Kanaya berenang dengan santai nya dengan gaya indahnya ia keluar dari air dan membenahi rambutnya kebelakang
Rakha kini ada dihadapannya
Kanaya mengulas senyum saat Rakha menarik pinggang di dalam air untuk merapat dengan tubuhnya
Kanaya meletakan kedua tangannya di dada Rakha
''sayang kau sangat cantik hari ini ''
Rakha menatap wajah Kanaya nampak bulir-bulir air berjatuhan di wajah sang istri
dengan cepat Rakha mencium bibir Kanaya
Rakha memasukan lidahnya ke mulut Kanaya ia ingin dengan puas menikmati bibir manis itu
Kanaya menangkup wajah Rakha dan membalas permainan bibir Rakha dengan sama panasnya
dengan napas tersenggal mereka melepas pagutan mereka
''sayang , ini diluar banyak yang melihat kita ''
ucap Kanaya dengan mengelus wajah Rakha
Rakha tersenyum tipis
''kau pikir aku tidak mengantisipasi nya terlebih dahulu ''
__ADS_1
Kanaya menatap Rakha ia pun menoleh kesana kemari ia tak menemukan seorang pun
ia kembali menoleh pada Rakha
''dasar kau ini''
dengan cepat Kanaya kembali menyergap bibir Rakha
sang suami pun dengan senangnya membalas apa yang Kanaya lakukan
''kau suka?''
bisik Rakha
''aku suka ''
Kanaya dan Rakha pun kembali perpagut mesra
dengan penuh hasrat kini Rakha tengah mencumbu leher jenjang sang istri
Kanaya mendongak kan kepalanya meremas rambut Rakha
''ahh.... ehhhmmm''
Kanaya menikmati sentuhan-sentuhan Rakha di tubuhnya
Rakha tengah menyesap juga meremas dua bukit kembar Kanaya
membuat tubuh Kanaya menginginkan lebih
''sayang, aku menginginkan mu ''
tapi ini diluar aku takut ada yang kemari''
gumam Kanaya
''peluk aku dan lingkarkan kakimu ke tubuhku ''
Rakha dengan mengedipkan matanya dan Kanaya pun menuruti perintahnya
di dalam kolam itu Rakha memasuki tubuh Kanaya membuat Kanaya merekat kan pelukannya
dan mendesah dengan nikmatnya
''ahhh... sayang... aahhh... ini gila... emmmhhh''
Kanaya semakin erat dan meracau saat Rakha benar-benar memasukinya dengan cara berbeda
membuatnya begitu mabuk akan sentuhan Rakha
''bagaimana kau suka kan ... ahhh.... nikmati saja
aku akan membuatmu melayang .. ahhhkk
kau semakin nikmat saja sayang membuatku selalu menginginkanmu... uhhh''
Rakha dengan napas memburu membuat Kanaya melayang dengan permainan mereka di kolam renang itu
keduanya mengerang bersama saat mendapatkan kepuasan itu
''Kanaya keluar dari air dibantu Rakha tak ingin ada yang melihat Kanaya dengan model bikini seksinya Rakha memakaikan kemejanya tadi ke tubuh sang istri
sementara ia memakai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya
mereka pun beranjak untuk membersihkan diri dan berganti pakaian
dengan bergandengan mesra mereka berjalan menuju kamar mereka
Rakha dan Kanaya juga Axelle kini tengah makan siang bersama
Kanaya seperti biasa melayani Rakha
Axelle sudah bisa makan sendiri ia ingin belajar mandiri tak ingin membuat orang lain repot karnanya.
Rakha dan Axelle makan dengan tenang hari ini Kanaya memasak kesukaan mereka berbeda dengan Kanaya yang hanya memakan salad buah saja
''Mommy , kenapa tidak makan ?''
tanya Axelle
dan Rakha pun turut menoleh ke arah Kanaya
''Mommy masih kenyang sayang, Axelle saja yang makan habiskan ya''
''Ok Momm''
Kanaya tersenyum manis Rakha mengecup tangan sang istri
ia tak segan menunjukan kemesraan nya dimanapun bahkan dihadapan sang anak
''Daddy, sangat mencintai Mommy ya ?''
tanya Axelle
Rakha mengangguk dan mengelus kepala putranya itu
''sangat ''
''Axelle juga sangat mencintai Mommy , Axelle akan menjaga Mommy seperti Daddy''
tutur Axelle
''bagus itu baru jagoan Daddy''
ucap Rakha dengan melakukan tos dengan sang putra
Kanaya tersenyum bahagia melihat hal itu.
''permisi Nona , Tuan muda ''
ucap Bi nah yang datang menghampiri mereka
Kanaya dan Rakha pun menoleh ke arahnya
''iya bi, ada apa?
__ADS_1
''Nona , ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona''
jawab Bi nah
''siapa bi?
''bibi tidak tau non, bibi baru pertama kali melihat ia bertamu kesini ''
Kanaya dan Rakha saling memandang dengan penuturan Bi nah.
''baiklah bi, Naya akan menemuinya tolong buatkan minum untuknya ''
ucap Kanaya
Bi nah pun beranjak
''sayang aku temui dia dulu , Axelle selesaikan makanmu Mommy ada tamu dulu ''
''yess Momm''
Rakha dan Axelle kompak menjawab Kanaya.
Kanaya hanya tersenyum menanggapi kekompakan suami dan putranya itu
Kanaya menemui tamu yang ingin bertemu dengan nya
''Naya ''
Kanaya terkejut dengan kedatangan tamunya itu setelah lama mereka tidak bertemu
''Noni''
Kanaya dan Noni pun berpelukan tubuh Noni bergetar dan menangis sesegukan
membuat Kanaya panik juga heran
''Naya, maafkan semua kesalahan ku dulu padamu kumohon maafkan aku ''
ucap Noni dengan terisak Kanaya menghapus airmata Noni
dan memapah mereka untuk duduk di sofa Kanaya menggenggam tangan Noni
''sudah jangan kau ingat-ingat lagi , aku sudah melupakan kejadian itu kita tetap berteman jangan sedih lagi ''
Kanaya tulus
Noni menatap Kanaya dengan perasaan lega selama ini ia dihantui rasa bersalah pada sahabatnya itu
''aku tau Naya... kau memang orang baik ''
''ada apa setelah lama kau tidak menemuiku dan baru hari ini kau datang?
apa kau baru ingat padaku setelah lama tinggal di inggris ??''
tanya Kanaya dengan senyum nya berbeda dengan Noni ia raut wajahnya berubah muram ia pun menatap Kanaya dengan sedih
''Naya kedatanganku agar kau berhati-hati pada Damar ''
Kanaya menatap Noni dengan tajam sontak hal itu membuat Kanaya terkejut ia berdiri dari duduknya
''a-apa maksudmu Non''
Noni menaghapus airmatanya dengan kasar
terlihat beban berat di wajah wanita itu
''Naya, pernikahan ku hancur ''
Kanaya menutup mulutnya dengan apa yang Noni katakan
''awalnya Damar memang baik ia sungguh-sungguh berubah dia memperlakukanku dengan baik bahkan penuh kasih sayang
kami memutuskan untuk tinggal di inggris untuk memulai semuanya ''
ungkap Noni ia mulai menceritakan semua masalah yang menimpanya dengan berurai air mata
Kanaya menggenggam tangan Noni
''tapi semua itu tak berlangsung lama mas Damar berubah sikapnya kembali menjadi kasar dan dingin bahkan ia tega memukul juga menyiksaku Nay...
semua itu terjadi karena aku ... aku kehilangan bayi ku Naya aku mengalami keguguran''
Naya membelalakan matanya dengan pangakuan Noni ia mencoba menenangkan Noni dengan memeluknya
''aku kehilangan bayiku, bahkan cinta mas Damar Naya... aku hancur
mungkin semua ini karma untuk ku yang telah menghianatimu ''
''tidak Non, jangan bicara seperti itu lagi
aku tidak suka kau mengingatnya lagi ''
Noni menggelengkan kepalanya
''setelah kami kehilangan bayi kami aku mencoba bertahan di sisinya mengerti akan kesedihannya kehilangan bayi kami , namun aku salah Nay...
mas Damar malah membenciku
ia selalu membanding-bandingkan ku dengan mu
mas Damar selalu mengikuti kabar dan berita-berita mu setiap hari Nay...
bahkan ia kembali memasang foto-foto pernikahan kalian dulu dan membuang semua foto pernikahan kami ''
Kanaya beranjak tubuhnya terhuyung
''Sayang''
''apa yang kau lakukan pada istriku?''
bentak Rakha membuat Noni terhenyak
Noni
__ADS_1