
''setelah Kanaya sadar dari tidur panjang nya
Rakha dan semua orang terlihat bahagia terutama Rakha hampir satu bulan lebih
Kanaya koma.
hal itu membuat Rakha
terpuruk kini setelah Kanaya sadar ia seperti memiliki semangat untuk hidup kembali..
'''usai menjalani beberapa pemeriksaan medis
Kanaya di izinkan untuk pulang
dengan Rakha yang membawa mobilnya
di ikuti Arjuna dan Jonathan juga para pengawal.
''sementara Rena dan Siska menunggu di mansion
bersama Adam juga Sarra yang ingin ikut menyambut kepulangan Kanaya.
tak berapa lama Rakha dan Kanaya pun tiba
di mansion .
''Rakha membukakan pintu mobilnya untuk
Kanaya
Kanaya pun turun dari maobilnya
dengan wajah bahagia ia berlari ke arah
Sarra dan Adam yang menyambutnya dengan merentangkan kedua tangan mereka
''momm, dadd.... ''
lirih Kanaya
''syukurlah kau sudah kembali sayang , mommy dan daddy mu sangat merindukan mu'
' sahut Sarra
dengan rasa bahagianya
'' putri Adam Mahendra harus kuat tidak boleh lemah , kau pasti bisa melewati ini semua yakinlah sayang''
timpal Adam dengan mengelus kepala Kanaya
''daddy benar, aku harus tegar demi suami dan bayiku aku tidak boleh lemah, aku akan berusaha
maaf sudah membuat kalian semua khawatir''
ucap Kanaya dengan tulus.
iapun memeluk Siska dan Rena dengan bahagia
''ini baru sahabat kami yang dulu yang selalu tegar , selamat datang kembali sahabatku ''
tutur Rena
Kanaya mengangguk ''
terima kasih kalian selalu ada untukku ''
ucap Kanaya tulus ia bersyukur karena di kelilingi orang yang begitu menyayanginya
di tatapnya Rakha yang ternyata sedang menatap dirinya
( terimakasih suamiku, kau selalu setia disampingku, aku berjanji aku akan tegar untukmu)
gumam Kanaya dalam hatinya.
waktu kini menunjukan pukul 10 malam Kanaya
masih belum bisa memejam kan matanya
__ADS_1
beberapa saat yang lalu Rakha pamit usai makan malam dan hingga saat ini ia belum kembali membuat Kanaya cemas akan suaminya itu.
'' Kanaya bangkit dari tempat tidurnya dengan mengenakan gaun tidur tanpa lengan yang bisa dibilang menerawang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
ia menatap pantulan dirinya di cermin memperhatikan bentuk dadanya yang terlihat menyembul semakin padat terisi Asi.
''seketika ia kembali ingat bayinya yang sampai saat ini belum ketemu ia berpikir apakah bayi itu kelaparan atau tidak saat ia diculik bayi itu belum sempat ia berikan Asi.
di saat Kanaya tengah berpikir Rakha membuka pintu kamar, merasa Kanaya tak menyadari kedatangannya Rakha sadar kalau sang istri tengah memikirkan bayi mereka
ia pun berjalan mendekap Kanaya dari belakang
'' kau sedang apa?''
Kanaya sedikit terlonjak dengan perlakuan Rakha yang datang tiba-tiba
''kau mengagetkan saja... '
'ucap Kanaya membuat Rakha terkekeh
''maaf, habisnya kau malah melamun sampai tidak sadar suami ini sudah pulang, sayang kau sedang memikirkan bayi kita ''
tanya Rakha dan diangguki Kanaya
''jangan terlalu banyak berpikir nanti kau bisa sakit lagi, dan aku tak ingin hal itu terjadi ''
tutur Rakha
''aku memikirkan bayi kita bagaimana keadaannya
kau lihat dada ku terasa sakit akibat asi ku yang banyak aku sudah berulang kali memompa dan membuangnya tapi masih terasa sakit''
ungkap Kanaya
tanpa sadar Rakha melihat tampilan dan bentuk tubuh Kanaya yang sudah hampir 2 bulan itu tak ia sentuh.
terlihat jelas dada Kanaya semakin berisi dan mengeras membuat jiwa kelelakiannya meronta-ronta
''mau kubantu agar tidak terlalu sakit ?''
tanya Rakha dengan seringai di wajahnya
tiba -tiba Rakha membungkam bibir Kanaya dengan bibirnya
dengan rakus ia ******* bibir Kanaya dengan terus berjalan membuat Kanaya berjalan mundur dan jatuh ketempat tidur
'' Rakha melepas pagutannya
''maaf kan aku , tapi aku sangat merindukanmu aku sudah lama menahannya aku membutuhkanmu sayang bantu aku...
bisik Rakha lirih
''Kanaya menangkup wajah Rakha yang tengah mengungkung tubuhnya itu
''lakukanlah, jangan meminta maaf aku istrimu dan juga kewajibanku melayanimu aku yang seharusnya meminta maaf karna membiarkanmu tersiksa sendirian...
dikecupnya bibir hangat Rakha dengan penuh kelembutan Kanaya bahkan menyesap bibir Rakha lama kelamaan Rakha membalas ciuman Kanaya tak ingin kalah Kanaya meremas rambut Rakha
saat bibir Rakha kini menyusuri ceruk lehernya dengan penuh hasrat yang selama ini tertahan
juga kerinduan yang mengebu-gebu.
'''Rakha dengan lihai nya melepas gaun ditubuh istrinya itu hingga kini mereka sama-sama dalam ke adaan polos
suara desahan -desahan Kanaya mulai menghiasi kamar mereka kembali setelah sekian lama
Rakha menyesap puncak bukit Kanaya yang begitu menantang membuat Rakha tertantang dan meremasnya dengan rakus dan liar
Kanaya melenguh menikmati setiap sentuhan Rakha
'''ahhh.... ahhh.... ehmmm sayaanng''
Kanaya menekan kepala Rakha agar lebih dalam lagi mencumbunya
perlahan Rakha menyusuri setiap inci tubuh Kanaya tanpa terlewat ia kecup dan meninggalkan jejak di beberapa bagian tubuh sang istri.
Rakha memposisikan dirinya kepalanya di antara pangkal paha Kanaya dan menikmati apa yang ada disana dengan lidahnya
__ADS_1
Kanaya melenguh saat Rakha memberikan kenikmatan itu Kanaya meremas apapun yang bisa ia gapai
''ahhhh.... sayaaangg aku tidak tahan emmmm ahhhhh.... ''
Rakha bangkit dari posisinya dengan menyentuh bibirnya ia mengulas senyum
''kau selalu nikmatt sayaang... ''
Rakha pun tanpa memberikan jeda ia memasuki Kanaya membuat Kanaya semakin di dera kenikmatan
wanita itu mendesah dibawah kungkungan Rakha tersenyum puass menatap wajah Kanaya
dengan bibir sedikit terbuka itu bahkan terkadang menggigit bibir bawahnya itu membuatnya terlihat seksi untuk Rakha.
Rakha mengecup bibir itu dengan penuh kelembutan
''aku suka melihat mu mendesah dibawah ku ... sayaang aku merindukan saat-saat seperti ini bersama mu... ahh... panggil namaku jeritkan dengan suara merdu mu... ''
pinta Rakha
Kanaya mengangguk pelan ia mengcengkram lengan Rakha
''emmhhh.... ahh... suamiku.... ahhh... sayaang
aahhh .. aku juga emmhhh selalu ingin seperti ini bersamamu... ahkk''
Kanaya menjerit saat Rakha bermain dengan sedikit kasar membuatnya melenguh
dan melengkingkan pinggulnya mengimbangi gerakan Rakha.
tubuh Rakha bergetar saat ia menaikan tempo permainan tubuhnya membuat pria itu melenguh dan mengerang panjang tanda ia mencapai kenikmatannya bersama Kanaya yang mendekap erat tubuh Rakha ia juga menggigit bahu Rakha dengan kuat nya
''sayaaang sakit''
ucap Rakha dengan napas terengah dan mengulas senyum ia mencium bibir Kanaya yang tampak sedikit bergetar.
''Kanaya menangkup wajah Rakha
''kau yang membuatku menggigitmu tuan Mahendra''
Kanaya tersenyum tipis
kini ia membalikan posisi berada di atas tubuh Rakha membuat Rakha membulatkan matanya
''kali ini aku yang akan membuatmu menjeritkan namaku''
Kanaya mengedifkan matanya sebelah dengan gaya nakal yang ia lakukan dengan satu tangan nya ia menyingkirkan rambutnya ke belakang yang tampak berantakan
Kanaya mencumbu Rakha dengan menyusuri ceruk leher Rakha ia juga terkadang menyesap nya membuat Rakha menggelinjang kenikmatan
''oh shitttt''
kau membuatku gila Nayaa''
Kanaya mengulas senyum puas mendengar Rakha mengumpat dengan cepat ia bangkit dari atas tubuh Rakha mengambil selimut menutupi tubuhnya sambil tertawa.
''bagaiman Tuan Mahendra aku menang kan ?''
Kanaya berlari ke arah kamar mandi dengan memeletkan lidahnya pada Rakha ia senang bisa membuat Rakha kesal
Rakha bangkit dari tempat tidurnya melihat tingkah Kanaya yang berhasil mengerjainya .
''awas ya... aku tidak akan melepasmu malam ini ''
Rakha mengejar Kanaya ke kamar mandi dengan cepat
Kanaya membulatkan matanya ia tertawa bahagia melihat Rakha memeluk tubuhnya dan membopongnya menuju bathtub
''I love yuo Tuan Mahendra''
ucap Kanaya di tengah permainan mereka yang berlanjut di bathtub dimana Kanaya duduk dipangkuan Rakha
''I love yuo so much Nyonya Mahendra''
balas Rakha .
benar saja malam itu Rakha benar-benar tidak melepaskan Kanaya
__ADS_1
malam itu seolah tiada puasnya bagi mereka untuk saling memiliki dan memuaskan meluapkan kerinduan mereka selama sebulan lebih seolah lama tidak bertemu dengan perasaan cinta yang semakin dalam.
sejenak melupakan masalah yang mereka hadapi saat ini.