
Keesokan harinya Rakha dan Kanaya yang menghabiskan malam mereka di gazebo rooptop mereka
sinar matahari menyinari dan memberikan kehangatan pada sepasang suami istri yang masih betah terlelap dalam pelukan satu sama lain
Rakha membuka matanya karna silau cahaya matahari Kanaya masih betah memeluk nya dan menelusupkan wajahnya semakin dalam dibawah ketiak sang suami
Rakha mengulas senyumnya
''sayang ini sudah pagi apa kau tak ingin bangun?''
ucap Rakha
dengan mengelus rambut Kanaya dan sekilas ia menciumnya
''tidak aku masih ingin disini rasanya nyaman sekali ...
jawab Kanaya sembari menciumi dada bidang Rakha yang polos
''jangan menggodaku lagi
atau aku tak akan melepaskan mu hari ini ''
Kanaya tertawa dengan bahagia saat Rakha menggelitiki pinggangnya
''hahahaa... sudah hentikan geli tau''
''Mommy''
Rakha dan Kanaya pun menoleh ke arah suara itu rupanya Axelle sudah bangun dan mencari mereka hingga ke rooptop
''sini sayang ''
Kanaya merentangkan kedua tangannya dan Axelle pun berlari ke arah mereka
Rakha mencium pipi putra nya itu
''pagi jagoan Daddy''
''pagi Daddy''
sahut Axelle
''Axelle hari ini kau libur sekolah kan ?''
tanya Kanaya
''iya Mommy''
Axelle libur Axelle mau main sama baby zee
tutur Axelle
ia ingin bermain dengan bayi Rena dan Arjuna yang bernama Amira Zeevana dan dipanggil baby Zee
''baiklah kau boleh pergi tapi tetap dengan penjagaan dari pengawal Daddy ok?''
ucap Rakha
''Ok Daddy dont worry''
uncle Arjuna yang menjemput Axelle sebentar lagi tadi uncle udah menghubungi Axelle saat ini uncle sudah dalam perjalanan kesini''
''jadi kau kemari hanya untuk minta izin pada kami?''
tanya Kanaya
''yes Mommy''
jawab Axelle dengan cepat ia beranjak dari kasur di gazebo itu
''Axelle ada permintaan untuk Mommy and Daddy''
dan Axelle tidak mau di bantah
''apa itu jagoan ''
tanya Rakha penasaran begitu juga Kanaya
ditatapnya Axelle dengan serius
''Axelle ingin punya adik , dan harus perempuan seperti baby zee ''
ucap Axelle dengan tegasnya membuat Rakha dan Kanaya saling pandang
''siap boss''
Rakha dan Kanaya kompak menjawab permintaan Axelle
setelah mendapat apa yang ia inginkan Axelle pun berlalu karna Arjuna sudah menunggunya .
''anak mu sama seperti mu tegas dan arogant''
tutur Kanaya
Rakha melirik Kanaya
''Mommy kau siap dengan proyek yang anakmu mau aku selalu siap membantumu dengan senang hati''
ungkap Rakha dengan mengedipkan sebelah matanya
''aku terima proyeknya dengan senang hati
Tuan Mahendra bantu aku ''
Kanaya dengan menggigit bibir bawahnya membuat Rakha gemas sendiri
''ok , kita mulai ''
''kau tidak ke kantor ?''
__ADS_1
tanya Kanaya
''kantor bisa menunggu tapi aku tidak lagi pula proyek membuatmu hamil lebih penting dari apa pun
oh ya kau mau gaya apa ?''
bisik Rakha di telinga sang istri Kanaya membulatkan matanya dengan kata-kata Rakha
''gaya apa pun aku suka tapi kali ini aku minta masuki aku dari belakang ''
titah Kanaya
Rakha pun dengan sigap memeluk tubuh Kanaya
''its ok aku juga suka ''
Kanaya pun membalikan tubuhnya dengan semangat keduanya kembali mengulang pergulatan mereka di pagi hari itu
untung saja tidak ada yang berani masuk ke kamar mereka selain Axelle saja yang diperbolehkan.
siang hari Rakha pergi ke kantor untuk menandatangani beberapa berkas
sedangkan Kanaya ia memilih untuk berenang dan memasak dirumah menunggu ke 2 jagoannya kembali.
Rakha berkutat dengan laptop dan beberapa berkasnya
Jonathan masuk ke ruangan Rakha
''maaf boss, ada sesuatu yang ingin ku laporkan padamu''
ungkap Jonathan dengan wajah seriusnya
Rakha yang melihat raut wajah Jonathan pun tau kalau itu adahal yang serius
ia pun bangkit dari kursinya berdiri menatap pemandangan kota dengan memasukan kedua tangannya ke kantong saku celananya
''bos, sesuai dugaan mu Damar memasukan seseorang kemansionmu dan mengawasi gerak gerik Nona Kanaya''
''brengsek''
''rupanya dia benar-benar tidak mengindahkan peringatanku
baiklah aku akan mengikuti permainanmu Damar''
dengan senyum tipis di bibirnya
Jonathan menatap raut wajah Rakha yang kembali memasang wajah dinginnya.
tiba-tiba handphone Rakha berbunyi
panggilan dari mansion
Rakha pun menjawab panggilan itu
π²'' ada apa?''
π²''Tuan muda , Nona sedang bertarung ada mata-mata di rumah
Rakha menutup panggilannya dan beranjak nampak ia begitu cemas akan keselamatan sang istri
''Jo, kita ke mansion Kanaya sudah tau siapa pelakunya''
ungkap Rakha dengan bergegas bersama Jonathan keluar ruangan dengan berlari mereka menuju lobi parkiran untuk segera kembali ke mansion
Flashback on
Kanaya sesudah memasak makan siang ia pun memutuskan untuk berenang di rooptopnya dengan perasaan bahagia ia menikmati waktu santainya mengingat kegilaannya tadi malam bersama Rakha
dimana mereka bercinta di gazebo itu
tiba-tiba netra mata Kanaya melihat sesuatu di bawah kolam renang itu
Kanaya mengambil benda itu
dan keluar dari kolam
''ini''
Kanaya tau kalau itu adalah sebuah kamera pengintai ia pun membulatkan matanya perasaan cemas menghinggapi dirinya
mengingat bagaimana kalau apa yang mereka lakukan di ketahui orang lain
Kanaya keluar dari kolam dan memakai handuk kimononya dengan tergesa-gesa dengan rambut basahnya
ia segera ke ruangan pengawas di mansion itu
''Nona muda''
sapa para pengawas tanpa bicara Kanaya memeriksa siapa yang masuk dan keluar ke kamar pribadinya membuat pengawal menatap heran Kanaya
lama Kanaya berkutat dengan monitornya hingga netra matanya menangkap wajah seseorang para pengawal pun menatap tajam ke arah monitor itu
''siapa dia?''
tanya Kanaya
''ia pengawal baru yang kami rekrut beberapa waktu lalu Nona ''
jawab salah satu pengawal
Kanaya mengepalkan tangannya
''bawa dia kehadapan ku ''
''baik Nona ''
pengawal itu bergegas keluar mencari pengawal baru itu
Kanaya pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju taman mansionnya
__ADS_1
dengan masih mengenakan kimono juga rambutnya yang terurai sedikit basah Kanaya menunggu pengawal yang membawa mata-mata itu
tak lama para pengawal datang untuk berkumpul ditaman itu
kedua pengawal Kanaya tampak membekuk mata-mata itu dihadapan Kanaya
''siapa yang menyuruhmu untuk memata-mataiku ?''
tanya Kanaya dengan menatap tajam wajah seorang pria bertubuh tegap itu yang memandangnya juga dengan tajam
''aku tidak akan memberitahukannya padamu ''
''kau berani menatap tajam pada nona kami apa kau sudah bosan hidup?''
ucap pengawal Kanaya
Kanaya terseyum tipis menatap pria itu
ia berjalan dan mendekati pria itu
''lepaskan dia ''
biarkan aku yang akan membuka mulutnya kita lihat sampai kapan ia akan bungkam ''
''baik Nona ''
pria itu pun dengan gerakan cepat dan terlatih menyerang Kanaya
Kanaya melayangkan tubuhnya menangkis serangan pria itu
Kanaya memukul balik pria itu tepat di dada dan menendang perut nya hingga tersungkur ke tanah yang terhampar rumput hijau
para pengawal dan pelayan dibuat takjub bagaimana Kanaya dengan lihai melawan pria itu
Flasback off
Rakha tiba di mansion nya segera ia keluar dari mobil di ikuti Jonathan
suasana mansion sepi namun terdengar gaduh di belakang mansion yaitu taman
Rakha membelalakan matanya saat melihat sang istri tengah bertarung dengan sengit dengan mata-mata itu
''kenapa kalian diam saja dan membiarkan istriku melawannya sendirian ''
bentak Rakha
''maaf tmTuan muda, itu karena perintah Nona muda sendiri yang melarang kami membantunya ''
jawab salah satu pengawalnya dengan tertunduk takut akan kemarahan Rakha
Rakha semakin kesal namun ia pun tak bisa membiarkan Kanaya melawan pria itu sendirian apalagi dengan penampilan Kanaya yang hanya berbalut handuk kimono nya saja
yang jelas memperlihatkan bagian tubuhnya
dengan gerakan tak terlihat Rakha melayangkan tubuhnya ia memukul mundur tubuh pria itu dengan tenaga penuh
''brukkkk''
tubuh pria itu jatuh kembali ke tanah tak sadarkan diri
Rakha melompat menarik tubuh Kanaya kedalam dekapannya membuat Kanaya tersentak ia membulatkan matanya saat tau Rakha yang mendekapnya
''Jo, bereskan mata-mata itu dan kalian semua tinggalkan tempat ini sekarang ''
titah Rakha
Jonathan membawa mata-mata yang tak sadarkan diri itu bersama para pengawal
dan meninggalkan tempat itu
kini tinggal Rakha yang mendekap tubuh Kanaya dengan erat
Kanaya meronta karna kesal juga amarah nya terhadap mata-mata yang ingin ia habisi sendiri
''lepaskan aku biarkan aku yang mengabisinya jangan mencegah ku ''
''aku tau kau marah tapi lihat penampilanmu apa kau tak sadar kau menjadikan dirimu tontonan orang lain ''
tukas Rakha
Kanaya melihat pakaian nya saat ini ia pun tersadar ia hanya memakai kimonanya saja
namun ia ingat perbuatan orang itu lagi seketika ia pun kembali menggertakan rahangnya
''tapi dia sudah keterlaluan dia sudah merekam kita semalam aku takut dia macam-macan ''
Kanaya dengan mulai berkaca-kaca membayangkan hal buruk yang akan terjadi bila kegiatan nya semalam dengan Rakha tersebar
''apa kau pikir aku sebodoh itu membiarkan orang lain melihat tubuh istriku ?''
tanya Rakha
Kanaya menatap sang suami
''dia suruhan Damar, dari semalam aku sudah tau dan aku juga yang membuang kamera pengintai itu ke kolam
jadi kau jangan berpikiran yang lain -lain lagi tenanglah ''
ungkap Rakha
mendengar hal itu Kanaya pun ahirnya bisa tenang dan bernapas lega ia pun memeluk Rakha
''syukurlah kalau begitu aku sangat takut ,
terima kasih kau selalu ada untukku dan melindungiku ''
Rakha mengulas senyumnya dengan cepat ia menangkup wajah Kanaya dan mencium bibir sang istri dengan penuh cinta
Kanaya mengalungkan tangannya dileher Rakha membiarkan Rakha mengabsen isi mulutnya di tengah taman itu
__ADS_1
Kanaya Syareefa Mahendra