Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Trauma


__ADS_3

Rakha membawa Kanaya untuk tinggal dimansion ia khawatir dengan keselamatan Kanaya mengingat Damar yang bebas berkeliaran.


awalnya


Rakha menyembunyikan kabar kebebasan Damar namun tanpa sengaja Kanaya melihat berita pembebasan Damar dari televisi hal itu membuat Kanaya kembali ketakukan akan sosok Damar bahkan Kanaya sering bermimpi buruk dimana Damar mendatanginya dan menyiksa dirinya seperti dulu.


Adam dan Sarra pun mengusulkan hal yang sama agar Kanaya tinggal bersama mereka lagi pula Kanaya tengah mengandung tidak baik tinggal sendirian.


usia kandungan Kanaya sudah menginjak usia 4 bulan perutnya sudah terlihat membuncit


hari ini Sarra mengajak Kanaya untuk berbelanja keperluan bayinya Sarra ingin menantunya itu tidak terlalu stres akan Damar.


keduanya memasuki mall milik suami Kanaya itu


di ikuti beberapa pengawal yang ditugaskan Rakha untuk menjaga istri dan mommynya.


dua wanita cantik itu tampak bahagia melihat -lihat perlengkapan bayi yang lucu-lucu menurut Kanaya.


''Sarra terlihat antusias memilih barang-barang


''mom, ini lihatlah lucu sekali ''


ucap Kanaya yang memperlihatkan sepasang sepatu bayi warna biru


''iya sayang itu sangat lucu, tapi kenapa kau memilih warna biru , kan kita belum tau kalau bayi kalian perempuan atau laki-laki''


tutur Sarra


Kanaya terseyum tipis '


'entahlah mom, tapi Rakha yakin kalau bayi kami laki-laki''


''baiklah sayang bagaimana kalau kita pilih warna yang sof saja agar tidak sia-sia nantinya''


saran Sarra''


''aku setuju mom... ''


ucap Kanaya bahagia


Sarra pun meminta pelayan toko untuk mengirimkan barang yang telah ia pilih ke mansionnya ''


usai berbelanja Sarra mengajak Kanaya untuk beristirahat sejenak dan makan siang di salah satu cafe mall itu .


namun saat akan memasuki cafe tiba-tiba


''Naya''


deg... jantung Kanaya terasa terhenti begitu mendengar suara yang sangat familiar baginya


raut wajah Kanaya berubah pucat pasi


tubuhnya sedikit terhuyung Sarra memegangi bahu menantunya itu


''Tu-tuan Damar''


gumam Kanaya syok Sarra memeluk tubuh Kanaya yang bergetar ketakutan


''mom , bawa aku pergi mom aku takut ''


Sarra nampak cemas melihat Kanaya begitu ketakutan '


' iya sayang , ayo kita pergi '


Sarra pun memegangi kedua bahu Kanaya berjalan untuk pergi namun Damar menghadang langkah keduanya


'' Naya, tunggu aku ingin bicara sebentar, kita harus bicara ''


Damar mencoba menyentuh tangan Kanaya


''jangan , jangan berani menyentuhku , tidak ada yang harus kita bicarakan semua sudah berahir''


Kanaya dengan bibir bergetar matanya terlihat berkaca-kaca


Damar melihat ke arah perut Kanaya ''


'' kau hamil, tidak Naya , aku tak terima kau mengandung anak orang lain harusnya aku yang pertama dan terahir untukmu bukan oranglain aku yang menikahi mu lebih dulu ''


ungkap Damar dengan raut wajah penuh amarah


Kanaya mengenggam tangan Sarra dengan kuat


''hey, siapa kau dan apa hak mu mengatur putriku kau ,seharusnya kau sadar kau yang sudah terlalu banyak menyakitinya tidak peduli kau yang menikahi nya terlebih dahulu karna putraku yang pertama dan terahir untuknya , ini karma untukmu tuan Damar Prawira ''


Sarra dengan kesalnya memaki -maki Damar


Damar semakin geram


''Kau jangan ikut campur dengan urusan kami , pergi dari sini sebelum aku bertindak kasar''


Kanaya semakin ketakukan.


''Momm''


''Kau berani mengancam putriku maka kau akan berhadapan denganku , aku mommynya

__ADS_1


pengawal''


Sarra memanggil para pengawalnya


tak lama pengawal pun mendekati mereka


''kalian urus orang sinting ini ''


titah Sarra


dengan segera menarik tangan Kanaya untuk meninggalkan Damar


para pengawal menarik tangan Damar.


''lepas jangan coba-coba kalian berani menyentuh ku atau kalian akan menyesal ''


Damar menghempaskan tangan para pengawal yang mencoba menghadangnya ia pun pergi dari mall itu terlihat beberapa pengunjung mulai memperhatikan keributan itu


Sarra membawa Kanaya keluar menuju lobi dimana mobil mereka telah menunggu namun tiba-tiba


''momm, '


'Kanaya memegangi perut dan kepalanya


''Naya, kau kenapa Nay... Naya.... ''


Kanaya pingsan untungnya Sarra bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh dibantu para pengawal membawa Kanaya ke rumah sakit.


Rakha saat ini sedang melakukan meting bersama para investor dan para pemegang saham


handphone nya terus bergetar dengan mengangkat tangannya rapat pun berhenti


Momm📱''Rakha , cepat ke rumah sakit istrimu


pingsan


mendengar hal itu Rakha beranjak dari kursinya


''meting kita tunda dulu istriku pingsan ''


Rakha pun segera menuju rumah sakit dengan berlari-lari di ikuti Jonathan


''Jo, kau urus masalah kantor bila perlu minta bantuan Siska dan Noni


''baik tuan ''


sesudah mendapatkan perintah Jonathan kembali ke kantor sedangkan Rakha segera menuju rumah sakitnya.


Sarra membawa Kanaya kerumah sakitnya ia juga menghubungi Andra agar bersiap


setibanya di rumah sakit Andra sudah menunggu dengan membawa brankar dan beberapa perawat ia dengan sigap membopong tubuh Kanaya dan meletakannya di brankar menuju ruang IGD.


tak berapa lama Adam juga Rakha tiba di rumah sakit Sarra yang menunggu dibangku pun bangkit saat melihat sang suami datang


''Mas, ''


Sarra memeluk Adam dengan berlinang air mata


''putri kita mas... dia tak sadarkan diri dari tadi aku takut ''


''tenanglah semua akan baik-baik saja, putri kita tidak akan kenapa-napa ,''


ucap Adam menenangkan sang istri


''mom, sebenarnya apa yang terjadi kenapa Naya bisa pingsan ?''


tanya Rakha panik


''Rakha, tadi saat di pusat perbelanjaan kami bertemu Damar''


tutur Sarra


Rakha mengepalkan tangan nampak rahangnya mengeras menahan amarah Sarra menceritakan bagaimana ketakutan nya Kanaya juga ancaman Damar pada Kanaya


''buugghhh''


Rakha memukul tembok rumah sakit saking kerasnya tembok itupun retak akibat kepalannya darah mengalir membasahi tangannya


''Rakhaaaa''


Sarra panik ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya Adam menahan tubuh Rakha saat ia akan kembali memukulkan tangannya ke tembok kembali


''Rakha tenangkan dirimu , jangan seperti ini tak ada gunanya kau melukai dirimu sendiri istri dan bayi mu membutuhkan mu ''


tukas Adam dengan sekuat tenaga ia menahan kedua tangan putra agar tak melukai dirinya


''Dadd, ''


lirih Rakha


Adam memeluk sang putra juga Sarra


yang ikut memeluk anak semata wayang nya itu.


pintu IGD pun terbuka tampak perawat dan Andra keluar dari ruangan itu

__ADS_1


Andra melihat bagaimana terpukulnya Rakha


'yang menghampirinya diliriknya luka ditangan sahabatnya itu


''bagaimana istriku ? dia baik-baik saja kan ?


cerca Rakha


''Naya tidak apa-apa ia hanya syok dan kembali trauma tapi syukur bayi nya sangat kuat keduanya baik-baik saja istrimu sudah sadar dia mencarimu masuklah ''


tutur Andra


''syukurlah putri dan cucuku baik-baik saja''


ucap Sarra


''dra, terima kasih ''


timpal Adam dokter itu pun mengangguk dan pamit untuk memeriksa pasien yang lain


Rakha bergegas ke ruangan Kanaya di ikuti Adam dan Sarra



''Sayaang''


Rakha menghambur memeluk Kanaya yang nampak pucat


''kau tidak apa-apa kan, apa yang kau rasakan apa ada yang sakit''


Rakha mencerca Kanaya dengan berbagai pertanyaan


''aku tidak apa-apa , aku baik-baik saja ''


Kanaya memeluk erat Rakha


''dia kembali , aku takut dia akan melukaimu ''


lirih Kanaya


'' sayang , jangan takut ada aku, yang akan melindungimu juga bayi kita akan kulakukan apapun demi kalian kau jangan cemas lagi'


'Rakha mencoba meyakinkan sang istri


''iya sayang, kau jangan terlalu cemas tidak baik untuk bayimu''


timpal Sarra


''mom, ''


sahut Kanaya ia pun menggenggam tangan Sarra ''


terima kasih mommy sudah melindungi Naya tadi kalau tak ada mommy entah apa yang akan terjadi padaku ''


Sarra memeluk tubuh menantu kesayangannya itu


''jangan berterima kasih , itu sudah tugas mommy melindungi putri mommy yang cantik ini juga cucu mommy ,sudah lupakan yang terjadi istirahatlah mommy dan Daddy pulang duluan kami tunggu kalian di mansion ''


Kanaya sangat terharu ia sangat bersyukur mertuanya begitu menyayanginya


''iya momm''


Adam pun mengelus rambut Kanaya '


' jangan bersedih lagi ok... ''


Kanaya mengangguk pelan


setelah kepergian mereka Kanaya kembali berbaring Rakha dengan masih menggenggam tangannya Kanaya kemudian tersadar saat melihat tangan Rakha terluka ia kembali terduduk


''kenapa dengan tanganmu , i-ini kenapa ?


kenapa sampai terluka begini ''


Kanaya cemas melihat luka-luka ditangan Rakha


Rakha mengulas senyum ''


tidak apa-apa ini hanya luka kecil , tadi aku hanya meluapkan kekesalanku saja hingga tanganku terluka''


Kanaya nampak sedih diraihnya tangan suaminya itu dan di ciumnya


'' apapun alasannya jangan pernah terluka dan jangan melukai dirimu sendiri berjanjilah demi aku''


lirih Kanaya


Rakha mengangguk diraihnya tengkuk Kanaya dan di ciumnya bibir mungil sang istri dengan penuh kelembutan


''upss'' sorry ''


tiba-tiba pintu ruangan terbuka dimana Andra masuk untuk memeriksa Kanaya kembali


''dasar''


gumam Rakha ia pun tertawa bersama Kanaya yang melihat Andra sekilas lalu kembali menutup pintu kembali.

__ADS_1


''kita lanjutkan ''


Kanaya mengedipkan matanya dengan senang hati Rakha pun melanjutkan aksinya mencium bibir candu yang terasa begitu manis seolah tak pernah bosan untuk ia nikmati itu.


__ADS_2