Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Kejar target


__ADS_3

Demi memenuhi keinginan Axelle


Rakha dan Kanaya memutuskan untuk berbulan madu yang tertunda dulu


kali ini Rakha membawa Kanaya berbulan madu ke Maldives


sementara itu Axelle di boyong Adam dan Sarra ke Paris karna Sarra begitu merindukan cucu kesayangannya itu


begitupun Axelle yang merindukan Grandma nya itu sampai -sampai ia jatuh sakit karna merindukan Adam dan Sarra yang hampir 1 bulan ini berada di Paris


ahirnya Adam dan Sarra memutuskan untuk membawa Axelle serta awalnya Kanaya tak ingin berpisah dengan Axelle


namun karna putranya itu yang terus merengek ahirnya Kanaya pun setuju


sebelum keberangkatan mereka ke Maldevis


Rakha dan Kanaya kini tengah berada dikantor untuk menanda tangani beberapa berkas


Rakha meminta Jonathan saudara angkat sekaligus tangan kanan nya itu untuk menghandle urusan kantor sementara ia pergi berbulan madu.


Kanaya dan Rakha menuju parkiran untuk kembali ke mansion para pengawal dan supir sudah setia menunggu mereka


dengan bergandengan tangan Rakha dan Kanaya selalu mesra dimana pun


''Naya''


panggil seseorang yang sangat familiar itu membuat Rakha dan Kanaya menoleh ke arah orang itu yang tak lain adalah Damar


para pengawal menghadang Damar


namun Damar pun tak sendiri ia juga di kawal para pengawal setianya


yang ikut berdiri di belakang tuannya


Kanaya mengeratkan pegangan tangannya pada Rakha


melihat hal itu Damar memalingkan wajah nya teringat suara -suara Kanaya yang terekam kamera tempo hari


bagaimana Kanaya begitu mencintai Rakha dan memuja rivalnya itu


Rakha merengkuh bahu sang istri


''ada apalagi Tuan Damar, belum cukup kau menganggu kehidupan kami ?


sampai kapan kau akan berhenti mengusik kehidupan kami''


tukas Rakha


Damar tersenyum sinis mendengar kata-kata Rakha ia melangkah maju kehadapan Rakha dan tepat mereka kini tengah berhadapan satu sama lain


''kau tau dengan pasti apa yang aku ingin kan Tuan muda Mahendra


lepaskan Kanaya untukku maka aku tak akan mengusik hidup simpel kan ''


seketika Rakha mengepalkan tangannya untuk melayangkan pukulannya pada Damar namun Kanaya menarik tangan Rakha dan menggelengkan kepalanya


Kanaya menatap Damar dengan tajam ia maju kehadapan Damar


''Tuan Damar, seperti biasa kau selalu saja egois pernahkah kau berpikir tentang sedikit saja perasaanku ?''

__ADS_1


Kanaya menatap tajam Damar pria itu menatap wanita yang membuatnya tergila-gila itu dengan lekat


''Naya , kau tau dengan jelas aku sangat mencintaimu dari dulu bagiku tidak ada yang sesempurna dirimu aku hanya menginginkanmu kumohon beri aku kesempatan ''


tutur Damar


''tapi aku hanya menginginkan Rakha sebagai suamiku Tuan Damar ''


tegas Kanaya


Damar membuang napasnya dengan kasar


''maka aku akan menyingkirkan dia agar aku bisa memilikimu Naya ''


''PLAAAKKK''


Kanaya menampar Damar dengan keras nya Rakha merengkuh bahu Kanaya dan para pengawal pun mendekati mereka


''jangan pernah kau mencoba menyakiti atau membuat suami ku terluka atau kau akan melihat sisi terburuk ku


Tuan Damar


Damar menatap Kanaya yang begitu amat membenci dirinya sedangkan Rakha ia mendekap Kanaya agar tak terbawa emosi


''Kanaya yang kini dihadapanmu bukan Kanaya yang mudah kau injak-injak seperti dulu


sampai kau menyentuh suamiku sedikit saja aku bersumpah aku sendiri yang akan membunuhmu Damar Prawira ''


Kanaya berteriak pada Damar membuat pria itu menatap nya dengan perasaan hancur


saat Kanaya begitu mencintai Rakha


bahkan rela mengobarkan dirinya demi suaminya itu


sebelum kau menyesal berurusan dengan ku lebih baik kau berhenti karna sampai kapan pun Kanaya hanya untukku camkan itu baik-baik''


tutur Rakha dengan membawa Kanaya dan memasuki mobil mereka di ikuti para pengawal meninggalkan parkiran


Mahendra Corporation


para pengawal Damar dibuat tertegun akan sikap Rakha yang dingin itu


Rakha dan Kanaya pun berangkat ke Maldives sesuai rencana mereka berangkat menggunakan jet pribadi


perjalanan yang ditempuh pun hampir memakan waktu cukup lama hampir tengah malam mereka sampai di pulau yang terkenal akan keindahan pantai alaminya itu



suasana pagi di Maldives


Rakha bangun pagi-pagi meninggalkan Kanaya yang masih betah bergulung selimut tebalnya


Rakha memanggil pengelola Hotel untuk menyiapkan sarapan setelah ia membersihkan diri ia juga meminta beberapa pengawal untuk di tempatkan menjaga keselamatan mereka selama berbulan madu disana


sekembalinya Rakha dengan membawa troli sarapan untuk mereka


Rakha masih menemukan Kanaya dengan bergulung selimut nya


''sayang bangun ini sudah siang ''

__ADS_1


ucap Rakha namun sang istri tak bergeming ia hanya menggeliat dan kembali tertidur


''tidak mau rasanya nyaman disini aku akan menghabiskan waktuku untuk tidur saja''


tutur Kanaya


''jadi untuk apa kita jauh-jauh kemari kalau hanya untuk tidur sayang ?''


Rakha pun berkacak pinggang melihat tingkah Kanaya ia pun memikirkan sesuatu untuk membuat Kanaya bangun


Rakha mendekati Kanaya yang tidur terlentang dengan gaun tipisnya itu


Rakha menarik tali gaun itu kesamping dengan mudahnya hingga menampak kan kedua bukit kembar Kanaya yang memang kalau tidur Kanaya jarang memakai bra dan keuntungan bagi Rakha yang bebas menikmatinya kapan saja


Rakha mengulas senyum dengan perlahan ia meremas juga menyesap puncak bukit merah muda itu membuat Kanaya melenguh


''emmmhhh ... sayang... aahhhh''


Rakha tersenyum puas ia berhasil membuat Kanaya terbangun ia semakin berhasrat saat Kanaya meremas rambutnya dan menekannya untuk semakin dalam mencumbu sang istri


Rakha melepas gaun Kanaya dengan mudahnya dan ia lempar entah kemana


nampak tubuh indah sang istri tanpa cela sedikitpun tersorot sinar matahari yang menyinari kamar mereka


membuat Rakha tak pernah bosan mengabsen seluruh keindahan itu


Rakha mencium unjung kaki Kanaya terus hingga ia berhenti di kedua pangkal paha Kanaya


membelai lembah kenikmatannya dengan segera ia melahap madu surga dunia itu Kanaya semakin di buat blingsatan ia meremas apapun yang bisa ia gapai


''emmhhh...sa-yang... ahhh... ahhh''


tubuh Kanaya melengking seiring rasa yang membuat nya melayang itu datang mendera nya


Rakha tersenyum puas ia bangkit dan memain kan bibirnya


''kau semakin nikmat sayang ''


ucap Rakha dengan cepat ia membuka seluruh pakaiannya tanpa memberi Kanaya jeda ia kembali membuat Kanaya mendesah dengan memasukinya


Kanaya membuka mata nya menatap Rakha yang memacu tubuhnya ia mengalungkan tangan ke leher sang suami dan kedua kakinya ke punggung Rakha


''bagaimana kau suka caraku membangunkanmu ... aahhh... ''


Rakha sembari mencium bibir Kanaya


Kanaya mengulas senyumnya dengan tubuh masih berpacu


''ahh... aku sangat menyukainya... emmmhhh''


Kanaya kembali melengkingkan tubuhnya


Rakha semakin mempercepat permainannya


''ini sempit sekali... sayang , kau membuatku gila.. ahhhkkkk.... uuhhhh''


Rakha mengerang dengan panjang membuat Kanaya menggelinjang dengan hebatnya ia mendekap kuat tubuh Rakha


dengan napas tersenggal dan keringat di pelipis Kanaya

__ADS_1


Rakha mencium kening dan bibir Kanaya


''I lov you''


__ADS_2