
Demi memenuhi keinginan Axelle
Rakha dan Kanaya memutuskan untuk berbulan madu yang tertunda dulu
kali ini Rakha membawa Kanaya berbulan madu ke Maldives
sementara itu Axelle di boyong Adam dan Sarra ke Paris karna Sarra begitu merindukan cucu kesayangannya itu
begitupun Axelle yang merindukan Grandma nya itu sampai -sampai ia jatuh sakit karna merindukan Adam dan Sarra yang hampir 1 bulan ini berada di Paris
ahirnya Adam dan Sarra memutuskan untuk membawa Axelle serta awalnya Kanaya tak ingin berpisah dengan Axelle
namun karna putranya itu yang terus merengek ahirnya Kanaya pun setuju
sebelum keberangkatan mereka ke Maldevis
Rakha dan Kanaya kini tengah berada dikantor untuk menanda tangani beberapa berkas
Rakha meminta Jonathan saudara angkat sekaligus tangan kanan nya itu untuk menghandle urusan kantor sementara ia pergi berbulan madu.
Kanaya dan Rakha menuju parkiran untuk kembali ke mansion para pengawal dan supir sudah setia menunggu mereka
dengan bergandengan tangan Rakha dan Kanaya selalu mesra dimana pun
''Naya''
panggil seseorang yang sangat familiar itu membuat Rakha dan Kanaya menoleh ke arah orang itu yang tak lain adalah Damar
para pengawal menghadang Damar
namun Damar pun tak sendiri ia juga di kawal para pengawal setianya
yang ikut berdiri di belakang tuannya
Kanaya mengeratkan pegangan tangannya pada Rakha
melihat hal itu Damar memalingkan wajah nya teringat suara -suara Kanaya yang terekam kamera tempo hari
bagaimana Kanaya begitu mencintai Rakha dan memuja rivalnya itu
Rakha merengkuh bahu sang istri
''ada apalagi Tuan Damar, belum cukup kau menganggu kehidupan kami ?
sampai kapan kau akan berhenti mengusik kehidupan kami''
tukas Rakha
Damar tersenyum sinis mendengar kata-kata Rakha ia melangkah maju kehadapan Rakha dan tepat mereka kini tengah berhadapan satu sama lain
''kau tau dengan pasti apa yang aku ingin kan Tuan muda Mahendra
lepaskan Kanaya untukku maka aku tak akan mengusik hidup simpel kan ''
seketika Rakha mengepalkan tangannya untuk melayangkan pukulannya pada Damar namun Kanaya menarik tangan Rakha dan menggelengkan kepalanya
Kanaya menatap Damar dengan tajam ia maju kehadapan Damar
''Tuan Damar, seperti biasa kau selalu saja egois pernahkah kau berpikir tentang sedikit saja perasaanku ?''
__ADS_1
Kanaya menatap tajam Damar pria itu menatap wanita yang membuatnya tergila-gila itu dengan lekat
''Naya , kau tau dengan jelas aku sangat mencintaimu dari dulu bagiku tidak ada yang sesempurna dirimu aku hanya menginginkanmu kumohon beri aku kesempatan ''
tutur Damar
''tapi aku hanya menginginkan Rakha sebagai suamiku Tuan Damar ''
tegas Kanaya
Damar membuang napasnya dengan kasar
''maka aku akan menyingkirkan dia agar aku bisa memilikimu Naya ''
''PLAAAKKK''
Kanaya menampar Damar dengan keras nya Rakha merengkuh bahu Kanaya dan para pengawal pun mendekati mereka
''jangan pernah kau mencoba menyakiti atau membuat suami ku terluka atau kau akan melihat sisi terburuk ku
Tuan Damar
Damar menatap Kanaya yang begitu amat membenci dirinya sedangkan Rakha ia mendekap Kanaya agar tak terbawa emosi
''Kanaya yang kini dihadapanmu bukan Kanaya yang mudah kau injak-injak seperti dulu
sampai kau menyentuh suamiku sedikit saja aku bersumpah aku sendiri yang akan membunuhmu Damar Prawira ''
Kanaya berteriak pada Damar membuat pria itu menatap nya dengan perasaan hancur
saat Kanaya begitu mencintai Rakha
bahkan rela mengobarkan dirinya demi suaminya itu
sebelum kau menyesal berurusan dengan ku lebih baik kau berhenti karna sampai kapan pun Kanaya hanya untukku camkan itu baik-baik''
tutur Rakha dengan membawa Kanaya dan memasuki mobil mereka di ikuti para pengawal meninggalkan parkiran
Mahendra Corporation
para pengawal Damar dibuat tertegun akan sikap Rakha yang dingin itu
Rakha dan Kanaya pun berangkat ke Maldives sesuai rencana mereka berangkat menggunakan jet pribadi
perjalanan yang ditempuh pun hampir memakan waktu cukup lama hampir tengah malam mereka sampai di pulau yang terkenal akan keindahan pantai alaminya itu
suasana pagi di Maldives
Rakha bangun pagi-pagi meninggalkan Kanaya yang masih betah bergulung selimut tebalnya
Rakha memanggil pengelola Hotel untuk menyiapkan sarapan setelah ia membersihkan diri ia juga meminta beberapa pengawal untuk di tempatkan menjaga keselamatan mereka selama berbulan madu disana
sekembalinya Rakha dengan membawa troli sarapan untuk mereka
Rakha masih menemukan Kanaya dengan bergulung selimut nya
''sayang bangun ini sudah siang ''
__ADS_1
ucap Rakha namun sang istri tak bergeming ia hanya menggeliat dan kembali tertidur
''tidak mau rasanya nyaman disini aku akan menghabiskan waktuku untuk tidur saja''
tutur Kanaya
''jadi untuk apa kita jauh-jauh kemari kalau hanya untuk tidur sayang ?''
Rakha pun berkacak pinggang melihat tingkah Kanaya ia pun memikirkan sesuatu untuk membuat Kanaya bangun
Rakha mendekati Kanaya yang tidur terlentang dengan gaun tipisnya itu
Rakha menarik tali gaun itu kesamping dengan mudahnya hingga menampak kan kedua bukit kembar Kanaya yang memang kalau tidur Kanaya jarang memakai bra dan keuntungan bagi Rakha yang bebas menikmatinya kapan saja
Rakha mengulas senyum dengan perlahan ia meremas juga menyesap puncak bukit merah muda itu membuat Kanaya melenguh
''emmmhhh ... sayang... aahhhh''
Rakha tersenyum puas ia berhasil membuat Kanaya terbangun ia semakin berhasrat saat Kanaya meremas rambutnya dan menekannya untuk semakin dalam mencumbu sang istri
Rakha melepas gaun Kanaya dengan mudahnya dan ia lempar entah kemana
nampak tubuh indah sang istri tanpa cela sedikitpun tersorot sinar matahari yang menyinari kamar mereka
membuat Rakha tak pernah bosan mengabsen seluruh keindahan itu
Rakha mencium unjung kaki Kanaya terus hingga ia berhenti di kedua pangkal paha Kanaya
membelai lembah kenikmatannya dengan segera ia melahap madu surga dunia itu Kanaya semakin di buat blingsatan ia meremas apapun yang bisa ia gapai
''emmhhh...sa-yang... ahhh... ahhh''
tubuh Kanaya melengking seiring rasa yang membuat nya melayang itu datang mendera nya
Rakha tersenyum puas ia bangkit dan memain kan bibirnya
''kau semakin nikmat sayang ''
ucap Rakha dengan cepat ia membuka seluruh pakaiannya tanpa memberi Kanaya jeda ia kembali membuat Kanaya mendesah dengan memasukinya
Kanaya membuka mata nya menatap Rakha yang memacu tubuhnya ia mengalungkan tangan ke leher sang suami dan kedua kakinya ke punggung Rakha
''bagaimana kau suka caraku membangunkanmu ... aahhh... ''
Rakha sembari mencium bibir Kanaya
Kanaya mengulas senyumnya dengan tubuh masih berpacu
''ahh... aku sangat menyukainya... emmmhhh''
Kanaya kembali melengkingkan tubuhnya
Rakha semakin mempercepat permainannya
''ini sempit sekali... sayang , kau membuatku gila.. ahhhkkkk.... uuhhhh''
Rakha mengerang dengan panjang membuat Kanaya menggelinjang dengan hebatnya ia mendekap kuat tubuh Rakha
dengan napas tersenggal dan keringat di pelipis Kanaya
__ADS_1
Rakha mencium kening dan bibir Kanaya
''I lov you''